8 Alat Masak Jadul yang Tidak Akan Tergantikan, Masih Jadi Andalan Meski Banyak Perkakas Modern
Ilustrasi Box Grater/Parutan Kotak (Foto: Compagnons on Unsplash)
Kapanlagi.com - Perkembangan peralatan dapur modern memang menawarkan berbagai kemudahan. Mulai dari alat elektrik hingga perangkat multifungsi, semuanya diklaim dapat mempercepat proses memasak sehari-hari.
Namun, tidak semua alat baru mampu menggantikan fungsi peralatan dapur klasik. Beberapa alat masak jadul justru tetap menjadi andalan para juru masak rumahan maupun profesional karena sederhana, awet, dan terbukti efektif digunakan selama bertahun-tahun.
Berikut delapan alat masak jadul yang hingga kini masih sulit tergantikan, dihimpun KapanLagi.com dari kanal Martha Stewart pada Jumat (7/8).
Advertisement
1. Cast Iron Skillet (Wajan Besi Cor)
Wajan besi cor dikenal memiliki daya tahan yang sangat lama, bahkan dapat diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya jika dirawat dengan baik. Terbuat dari besi dan karbon berkualitas tinggi, wajan ini mampu menyimpan serta menyebarkan panas secara merata.
Kemampuan tersebut membuat wajan besi cor cocok digunakan untuk memasak berbagai jenis makanan, mulai dari telur, dada ayam, hingga memanggang roti jagung. Selain itu, permukaannya dapat menjadi anti lengket secara alami apabila proses seasoning dilakukan dengan benar.
Wajan besi cor juga aman digunakan di dalam oven maupun di atas pemanggang, sehingga lebih fleksibel dibanding banyak jenis wajan lainnya. Sebagai nilai tambah, besi cor secara alami dapat mentransfer sedikit zat besi ke makanan yang dimasak di dalamnya.
2. Mortar and Pestle (Lesung dan Alu)
Di tengah banyaknya blender modern, lesung dan alu tetap menjadi alat yang sulit tergantikan untuk menghaluskan berbagai bahan masakan. Cara tradisional ini dinilai mampu menghasilkan tekstur yang lebih alami dibandingkan proses penghancuran menggunakan mesin.
Lesung dan alu sangat cocok digunakan untuk menumbuk rempah-rempah, membuat pesto atau saus berbahan herba, hingga menghancurkan kacang sebagai pelengkap hidangan. Hasilnya tidak terlalu halus sehingga memberikan tekstur yang lebih rustik.
Meski membutuhkan tenaga lebih besar, proses menumbuk secara manual justru membantu mempertahankan karakter tekstur yang diinginkan. Bagi banyak orang, sedikit usaha tambahan sepadan dengan hasil masakan yang lebih memuaskan.
3. Spider Strainer (Saringan Jaring)
Saringan jaring bergagang panjang merupakan salah satu alat dapur klasik yang memiliki banyak fungsi. Bentuknya sederhana, tetapi sangat efektif untuk mengangkat bahan makanan dari air panas.
Alat ini kerap digunakan saat merebus sayuran, mengangkat pangsit, maupun mengambil makanan dari minyak panas ketika menggoreng. Lubang-lubang pada jaring memungkinkan cairan atau minyak menetes kembali sehingga makanan tidak terlalu berminyak.
Selain itu, saringan jaring juga dapat dimanfaatkan untuk memisahkan putih dan kuning telur mentah, membantu membuat mi spaetzle, menyaring kaldu, hingga meniriskan pasta.
4. Fish Spatula (Spatula Ikan)
Meski namanya spatula ikan, alat ini sebenarnya tidak hanya digunakan untuk memasak ikan. Spatula logam yang tipis, lentur, dan berlubang ini mampu menyelip di bawah makanan dengan mudah tanpa merusaknya.
Fungsi utamanya memang untuk mengangkat fillet ikan dari wajan agar dagingnya tetap utuh. Namun, spatula ini juga sangat baik digunakan untuk membalik berbagai jenis protein yang masih memiliki kulit.
Kelenturannya membuat spatula ikan ideal untuk membalik pancake, panekuk kentang, kue kepiting, hingga mengangkat telur mata sapi maupun omelet lembut tanpa merusak bentuknya.
5. Bench Scraper (Pengikis Meja)
Pengikis meja merupakan alat sederhana yang sangat berguna, terutama saat membuat roti atau kue. Alat ini tersedia dalam bahan logam maupun silikon dan memiliki banyak fungsi di dapur.
Selain untuk membagi adonan menjadi ukuran yang sama, pengikis meja memudahkan pemindahan sayuran atau bahan cincang dari talenan ke wajan. Cara ini juga membantu menjaga ketajaman pisau karena bilahnya tidak digunakan untuk mengikis talenan.
Di samping itu, pengikis meja efektif membersihkan sisa adonan maupun potongan bahan makanan yang menempel di meja kerja sehingga proses membersihkan dapur menjadi lebih mudah.
6. Hand-Crank Can Opener (Pembuka Kaleng Engkol Tangan)
Pembuka kaleng manual tetap menjadi pilihan banyak orang karena praktis dan tidak memerlukan listrik maupun baterai. Ukurannya juga ringkas sehingga mudah disimpan di dapur.
Alat ini dapat digunakan pada berbagai ukuran kaleng dan umumnya memiliki fungsi tambahan sebagai pembuka botol. Beberapa model juga dapat dipakai untuk melubangi kaleng berukuran besar agar isi di dalamnya lebih mudah dituangkan.
Selain itu, tersedia pula pembuka kaleng khusus untuk pengguna kidal. Cara kerjanya tetap sama, hanya posisi engkolnya dipindahkan agar lebih nyaman digunakan.
7. Wire Whisk (Pengocok Kawat)
Pengocok kawat merupakan alat klasik yang masih menjadi pilihan utama di banyak dapur profesional maupun rumahan. Bentuknya yang sederhana terbukti mampu menjalankan berbagai tugas dengan baik.
Alat ini sangat efektif untuk mengocok telur hingga berbusa, mencampurkan adonan sederhana, maupun mengemulsikan saus berbahan dasar minyak. Karena itulah, pengocok kawat tetap digunakan secara luas meskipun banyak desain baru bermunculan.
Popularitasnya yang bertahan hingga kini menunjukkan bahwa desain klasik tersebut memang sudah memenuhi kebutuhan memasak tanpa perlu banyak perubahan.
8. Box Grater (Parutan Kotak)
Parutan kotak menjadi alat serbaguna yang tidak hanya digunakan untuk memarut keju. Setiap sisinya memiliki ukuran lubang berbeda sehingga dapat menghasilkan potongan sesuai kebutuhan.
Selain keju, parutan ini dapat digunakan untuk memarut zucchini, kentang, tomat, hingga mentimun. Hasil parutannya cocok digunakan untuk berbagai hidangan tanpa dimasak maupun yang hanya memerlukan sedikit proses pemanasan.
Sisi dengan lubang paling kecil dapat dimanfaatkan untuk memarut bawang putih dan jahe. Bahkan, parutan kotak juga bisa digunakan untuk membuat nasi kembang kol atau menghasilkan remah roti kasar dari baguette yang kemudian dipanggang bersama minyak zaitun.
9. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Alat Masak Jadul yang Tidak Akan Tergantikan
1. Mengapa alat masak jadul masih banyak digunakan hingga sekarang?
Karena alat-alat tersebut memiliki fungsi yang efektif, tahan lama, mudah digunakan, dan hingga kini masih sulit digantikan oleh perangkat modern.
2. Apa keunggulan utama wajan besi cor?
Wajan besi cor mampu menyimpan panas dengan baik, menghantarkan panas secara merata, serta dapat digunakan di oven maupun pemanggang.
3. Mengapa lesung dan alu masih dipilih dibanding blender?
Lesung dan alu menghasilkan tekstur yang lebih alami dan tidak terlalu halus, sehingga cocok untuk bumbu, pesto, maupun kacang tumbuk.
4. Apakah spatula ikan hanya untuk memasak ikan?
Tidak. Spatula ikan juga dapat digunakan untuk membalik pancake, telur, kue kepiting, serta berbagai jenis protein lainnya.
5. Apa fungsi lain parutan kotak selain memarut keju?
Parutan kotak juga dapat digunakan untuk memarut berbagai sayuran, buah seperti tomat dan mentimun, bawang putih, jahe, membuat nasi kembang kol, hingga menghasilkan remah roti kasar.
(kpl/rmt)
Advertisement
D Academy 8
-
Anak Selebritis Indonesia Potret Soimah Gendong Arjuna, Anak Putri Isnari Bikin Gemas di Dangdut Academy 8
-
Dangdut Academy Dangdut Academy 8 Top 21 Dimulai, Simak Beberapa Aturan Baru
