Ayah Antar Anak Sekolah di Hari Pertama, Ini Makna Gerakan GAMAS

Ayah Antar Anak Sekolah di Hari Pertama, Ini Makna Gerakan GAMAS
ayah antar anak sekolah di hari pertama (AI Generated)

Kapanlagi.com - Hari pertama masuk sekolah menjadi momen baru bagi anak ketika mulai mengenal lingkungan belajar, guru, serta teman-teman yang belum pernah ditemui sebelumnya. Dalam fase peralihan ini, kehadiran ayah untuk mengantar anak ke sekolah menjadi bagian dari Gerakan Ayah Mengantar Anak (GAMAS), sebuah inisiatif yang mendorong keterlibatan ayah dalam pendidikan sejak awal tahun ajaran.

Bagi sebagian anak, memasuki sekolah baru dapat memunculkan rasa cemas karena harus beradaptasi dengan suasana yang berbeda dari rumah. Dukungan orang tua, termasuk kehadiran ayah secara langsung, menjadi salah satu bentuk pendampingan yang diberikan saat anak menghadapi pengalaman baru tersebut.

1. Mengenal Gerakan Ayah Mengantar Anak di Awal Tahun Ajaran

Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) merupakan inisiatif yang mengajak ayah hadir mendampingi anak ketika memasuki lingkungan sekolah untuk pertama kalinya. Kegiatan ini tidak hanya berkaitan dengan mengantar anak sampai gerbang sekolah, tetapi juga menjadi bentuk keterlibatan ayah dalam perjalanan pendidikan anak.

GAMAS hadir sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan peran ayah dalam pengasuhan. Gerakan ini berkaitan dengan kondisi “fatherless”, yaitu situasi ketika anak kurang merasakan keterlibatan ayah dalam kehidupannya. Kondisi tersebut dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti ayah meninggal dunia, perceraian, pekerjaan yang membuat ayah berada jauh dari keluarga, atau ayah hadir secara fisik tetapi minim keterlibatan emosional.

Melalui gerakan ini, pola pengasuhan yang selama ini sering lebih banyak dilakukan oleh ibu diarahkan menjadi lebih seimbang dengan keterlibatan ayah dan ibu secara bersama.

Sejumlah daerah telah menjalankan program serupa. Pemerintah Kota Medan mulai menerapkan GAMAS untuk mendorong peran ayah dalam pendidikan serta pembentukan karakter anak. Pemerintah Kabupaten Barito Timur juga menerbitkan Surat Edaran Bupati Nomor 463.2/158/DP3AKB/VI/2026 sebagai pelaksanaan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) melalui GAMAS.

Selain itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah, Aceh, turut menggalakkan gerakan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat karakter dan semangat belajar anak.

2. Alasan Kehadiran Ayah di Hari Pertama Sekolah Diperhatikan

Momen ayah mengantar anak ke sekolah memiliki kaitan dengan proses penyesuaian anak ketika memasuki lingkungan baru. Kehadiran ayah dapat membantu anak merasa lebih nyaman saat menghadapi situasi yang belum familiar.

Dalam proses tersebut, hubungan emosional antara ayah dan anak dapat terbangun melalui pendampingan langsung. Anak mendapatkan dukungan ketika mulai mengenal suasana sekolah, mengikuti aturan baru, dan berinteraksi dengan orang-orang di luar keluarga.

Kehadiran ayah juga berkaitan dengan rasa aman anak. Saat didampingi oleh orang tua pada hari pertama sekolah, anak mendapat dukungan ketika menghadapi perubahan suasana dari rumah menuju lingkungan pendidikan.

Selain itu, keterlibatan ayah dapat membantu membangun kepercayaan diri anak. Pendampingan tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian bahwa pendidikan anak merupakan bagian penting dalam keluarga.

Peran ayah juga dikaitkan dengan perkembangan kemandirian anak. Dengan dukungan yang diberikan, anak didorong untuk mulai beradaptasi dan mengeksplorasi lingkungan sekolah secara bertahap.

Di sisi lain, ayah yang aktif dalam kehidupan anak dapat menjadi contoh mengenai tanggung jawab dan kepedulian terhadap pendidikan. GAMAS juga menyoroti pentingnya keterlibatan emosional ayah, bukan hanya kehadiran secara fisik.

Pemerintah turut memberikan dukungan melalui kebijakan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini mengimbau instansi pemerintah memberikan fleksibilitas waktu kerja bagi ASN yang ingin mengantar anak pada hari pertama sekolah.

Imbauan tersebut tercantum dalam Surat Menteri PANRB Nomor B/257/M.KT.02/2026 yang diterbitkan pada 10 Juli 2026. Kebijakan ini juga sejalan dengan Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 17 Tahun 2026 tentang GAMAS sebagai bagian dari strategi nasional penguatan ketahanan keluarga.

3. Dampak Keterlibatan Ayah bagi Anak dan Kehidupan Keluarga

Keterlibatan ayah dalam momen awal sekolah tidak hanya berkaitan dengan kegiatan mengantar anak, tetapi juga berhubungan dengan dinamika hubungan dalam keluarga.

Anak yang memperoleh perhatian dan pendampingan dari ayah dapat memiliki dukungan dalam menghadapi situasi baru, termasuk ketika beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Pendampingan tersebut membantu anak dalam mengelola emosi ketika menghadapi perubahan rutinitas.

Keterlibatan ayah dalam pengasuhan juga disebut berkontribusi terhadap perkembangan akademik anak. Dukungan dari ayah dapat membantu meningkatkan motivasi belajar serta keterlibatan anak dalam proses pendidikan.

Selain aspek belajar, peran ayah juga berkaitan dengan pembentukan karakter. Kehadiran ayah dalam berbagai tahap kehidupan anak menjadi bagian dari proses mengenalkan nilai tanggung jawab dan kedisiplinan.

Hubungan yang dekat antara ayah dan anak juga dapat mendukung kemampuan anak dalam bersosialisasi. Rasa percaya diri yang tumbuh melalui dukungan keluarga membantu anak berinteraksi dengan guru maupun teman di sekolah.

Dalam lingkup keluarga, GAMAS menjadi bagian dari strategi penguatan ketahanan keluarga. Gerakan ini mendorong pembagian peran pengasuhan yang lebih kolaboratif antara ayah dan ibu.

4. Hal yang Bisa Dilakukan Ayah Saat Mengantar Anak Sekolah

Ayah yang ingin terlibat dalam hari pertama sekolah dapat menyiapkan waktu khusus agar momen tersebut tidak dilakukan secara terburu-buru. Jika memungkinkan, fleksibilitas kerja dari instansi dapat dimanfaatkan untuk mendampingi anak.

Selama perjalanan menuju sekolah, ayah dapat mengajak anak berbicara mengenai perasaan mereka, pengalaman yang akan dijalani, serta memberikan dukungan agar anak lebih siap menghadapi hari pertama.

Ketika berada di sekolah, ayah dapat berinteraksi singkat dengan guru atau pihak sekolah apabila memiliki kesempatan. Hal tersebut menjadi bentuk keterlibatan keluarga dalam mendukung pendidikan anak.

Namun, setelah anak merasa nyaman, ayah tetap perlu memberi ruang agar anak mulai belajar mandiri dan beradaptasi dengan lingkungan sekolah.

Keterlibatan ayah juga tidak hanya dilakukan pada hari pertama sekolah. Pendampingan dapat diteruskan melalui kegiatan belajar di rumah, menghadiri kegiatan sekolah, berkomunikasi dengan guru, serta memberikan dukungan emosional dalam keseharian.

Setiap anak memiliki reaksi berbeda ketika memasuki sekolah. Karena itu, ayah perlu memahami perasaan anak apabila muncul rasa cemas atau kesulitan berpisah, lalu memberikan dukungan sesuai kebutuhan anak.

(kpl/mda)

Rekomendasi

Trending