Cara Membuat Pupuk dari Kulit Pisang, Panduan Lengkap Metode Cair hingga Bubuk Kering
cara membuat pupuk dari kulit pisang (h)
Kapanlagi.com - Kulit pisang yang biasa dibuang ternyata menyimpan kalium, fosfor, kalsium, dan magnesium yang dibutuhkan tanaman. Cara membuat pupuk dari kulit pisang pun sederhana dan bisa dikerjakan dengan bahan dapur di rumah.
Secara umum, kulit pisang dapat diolah menjadi pupuk cair, kompos, maupun bubuk kering. Metode paling populer dalam cara membuat pupuk dari kulit pisang adalah fermentasi dengan tambahan gula agar unsur haranya lebih cepat larut.
Menurut para ahli hortikultura, kalium pada kulit pisang berperan dalam pembungaan dan pembuahan, sementara fosfor mendukung pembentukan akar dan magnesium membantu fotosintesis. Karena itu, buah pisang yang kaya nutrisi menyisakan kulit yang juga bernilai untuk kebun. Baca juga: Cara Menanam Pisang untuk Pemula.
Advertisement
1. Cara Membuat Pupuk Cair (POC) dari Kulit Pisang
Metode pupuk cair menjadi favorit banyak orang karena bahannya murah dan hasilnya cepat terlihat. Berikut cara membuat pupuk dari kulit pisang dalam bentuk pupuk organik cair melalui fermentasi sederhana, mirip dengan pengolahan limbah dapur menjadi pupuk alami.
Siapkan bahan dan alat: sediakan kulit pisang matang, air bersih, satu hingga dua sendok makan gula pasir atau gula merah, dan botol bekas sebagai wadah.
Haluskan kulit pisang: cincang kecil-kecil atau blender kulit pisang agar permukaannya lebih luas dan cepat terurai.
Larutkan gula: masukkan gula ke botol berisi sedikit air, lalu aduk hingga larut sebagai sumber energi bagi mikroba.
Campurkan bahan: masukkan kulit pisang ke larutan gula, kemudian tambahkan air bersih sampai batas leher botol.
Fermentasi 7 sampai 10 hari: tutup botol, tetapi buka setiap hari beberapa menit untuk membuang gas karena proses ini membutuhkan udara dan tidak boleh tertutup terlalu rapat.
Saring dan encerkan: saring cairan, lalu encerkan dengan perbandingan sekitar satu bagian larutan dan empat bagian air untuk menurunkan tingkat keasaman.
Aplikasikan ke tanaman: siramkan ke media tanam di sekitar pangkal, dan hindari mengenai batang serta daun.
Sally Allsop, pendiri All That Grows, dikutip dari Homes & Gardens menjelaskan, "Anda bisa menambahkan sisa kulit pisang ke air segar dan mendiamkannya selama beberapa hari, dan itu akan menjadi pupuk terbaik untuk tomat, cabai, paprika, serta bunga, terutama mawar." Larutan ini pula yang kerap dipakai untuk menyuburkan tanaman cabai.
2. Cara Membuat Pupuk dari Kulit Pisang lewat Kompos dan Penguburan Langsung
Selain diolah menjadi cairan, kulit pisang bisa dikembalikan ke tanah melalui pengomposan. Metode kompos dan penguburan langsung adalah cara membuat pupuk dari kulit pisang yang paling menyerupai proses penguraian alami di alam.
Kumpulkan bahan: satukan kulit pisang dengan sisa organik dapur lain seperti kulit buah, potongan sayur, dan ampas kopi.
Potong kecil: cacah bahan menjadi ukuran 2 sampai 5 cm agar mikroba lebih mudah menguraikannya.
Seimbangkan hijau dan coklat: padukan bahan hijau kaya nitrogen (kulit pisang) dengan bahan coklat kaya karbon seperti daun kering atau kardus.
Jaga kelembapan: percikkan air secukupnya hingga tumpukan terasa lembap seperti spons yang diperas.
Aduk berkala: balik tumpukan setiap satu sampai dua minggu supaya pasokan oksigen merata.
Tunggu matang: dalam 1 sampai 3 bulan kompos siap dipakai; alternatifnya, kubur potongan kulit langsung di dekat perakaran agar terurai bertahap.
Beth Murton, Kepala Taman di Homes & Gardens, dikutip dari Homes & Gardens menyatakan, "Kulit pisang adalah cara cemerlang untuk meningkatkan kadar bahan organik dalam kompos buatan sendiri. Meski melempar kulit pisang utuh ke tumpukan kompos tidak akan merugikan, kulit itu akan terurai jauh lebih cepat jika Anda memotongnya menjadi bagian-bagian kecil terlebih dahulu." Prinsip ini sama dengan pembuatan pupuk kompos dari sampah rumah tangga maupun teknik kompos dari sampah dapur.
Sebagaimana diungkapkan University of California melalui program penyuluhannya, kulit pisang memang mengandung kalium yang merangsang pertumbuhan dan pembungaan, tetapi nitrogen yang dibutuhkan untuk mengurai kulit segar justru mengurangi nitrogen yang tersedia bagi tanaman, sehingga mengomposkannya lebih dulu jauh lebih dianjurkan. Metode ini juga cocok dipraktikkan saat memelihara pohon pisang di pekarangan. Baca juga: Komposting Rumahan untuk Skala Kecil dan Panduan Mulai Komposting.
3. Cara Membuat Pupuk Bubuk Kering dari Kulit Pisang
Cara membuat pupuk dari kulit pisang berbentuk bubuk kering cocok bagi yang ingin menyimpan pupuk dalam waktu lama. Bubuk ini bekerja sebagai pupuk lepas-lambat yang praktis ditaburkan kapan saja ke media tanam.
Cuci kulit pisang: bersihkan kulit dari kotoran dan sisa getah sebelum diolah.
Potong tipis: iris kecil-kecil supaya proses pengeringan berjalan merata dan cepat.
Keringkan: panggang dalam oven sekitar 100 derajat Celsius selama kurang lebih 3 jam, atau jemur di bawah matahari beberapa hari hingga benar-benar renyah.
Haluskan: giling kulit kering menggunakan blender atau ulekan sampai menjadi bubuk halus.
Simpan: masukkan bubuk ke wadah kedap udara agar tidak lembap dan berjamur.
Aplikasikan: taburkan tipis di sekitar tanaman atau larutkan dengan air sebelum disiramkan.
Bubuk kulit pisang praktis dicampurkan saat menata bunga potong maupun tanaman berbuah, dan sisa kulit pisang lain masih bisa dimanfaatkan menjadi aneka olahan pisang agar tidak ada yang terbuang. Baca juga: Manfaat Pisang bagi Kesehatan.
4. Hal Penting dan Fakta Ilmiah tentang Pupuk Kulit Pisang
Sebelum rutin mempraktikkan cara membuat pupuk dari kulit pisang, ada sejumlah fakta yang perlu dipahami agar hasilnya maksimal dan tidak keliru. Kulit pisang memang bermanfaat, tetapi penggunaannya punya batasan yang penting diketahui.
Pilih tanaman yang tepat: pupuk kulit pisang paling optimal untuk tanaman berbunga dan berbuah seperti tomat, cabai, paprika, hingga bunga mawar.
Bukan pupuk lengkap: kulit pisang rendah nitrogen, sehingga sebaiknya dikombinasikan dengan kompos atau pupuk kandang matang untuk hara yang seimbang.
Waspadai hama pada tanaman dalam ruangan: Sarah Warner, pakar budidaya organik di Case Western Reserve University Farm, dikutip dari Homes & Gardens mengatakan, "Saya membuat teh kulit pisang dengan merendamnya dalam air hujan selama dua sampai tiga hari lalu menyiramkannya ke tanaman pothos saya; namun, cara itu justru mengundang banyak agas jamur dan hama lain."
Kulit pisang terurai lambat: Linda Chalker-Scott, hortikulturis di Washington State University, dikutip dari joegardener menuturkan, "Pisang adalah sumber kalium yang baik, dan kulitnya mengandung sejumlah tertentu, tetapi terurai sangat lambat. Sebagai gantinya, mengapa tidak menambahkan kulitnya ke tumpukan kompos sehingga Anda tidak perlu menggali kulit lembek di kebun."
Kelola ekspektasi kandungan hara: Justin Hancock, hortikulturis di Costa Farms, dikutip dari Good Housekeeping menyarankan, "Jika tanaman Anda membutuhkan kalium, jauh lebih baik menggunakan pupuk yang memang dirancang untuk pertumbuhan tanaman agar takaran dan bentuknya tepat."
Utamakan nutrisi yang menyeluruh: merujuk ulasan Epic Gardening, kulit pisang memang populer sebagai pupuk mawar, tetapi tanaman tetap layak mendapat nutrisi yang lebih lengkap agar tumbuh prima.
Manfaatkan untuk beragam tanaman: pupuk ini bisa dipakai merawat tanaman hias agar tidak layu, tanaman buah seperti srikaya, maupun kebun sayur di lahan sempit dari galon bekas.
Selain contoh di atas, pupuk organik dari kulit pisang juga membantu merawat bunga kamboja, bougenville, tanaman katuk, hingga bonsai. Baca juga: Cara Menanam Bunga Mawar dari Batang.
5. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Pupuk Kulit Pisang
Berapa lama proses membuat pupuk cair dari kulit pisang?
Untuk pupuk organik cair yang difermentasi dengan gula, umumnya dibutuhkan waktu sekitar 7 sampai 10 hari sambil membuka tutup wadah setiap hari untuk membuang gas. Sementara larutan rendaman sederhana untuk penyiraman cukup didiamkan dua sampai tiga hari.
Apakah kulit pisang bisa langsung dijadikan pupuk tanpa diolah?
Kulit pisang bisa langsung dikubur di dekat tanaman, tetapi terurai lambat dan berisiko mengundang hama serta menyita nitrogen tanah untuk sementara. Karena itu, memotong kecil lalu mengomposkannya lebih dianjurkan agar hara tersedia lebih baik bagi tanaman.
Tanaman apa saja yang cocok diberi pupuk kulit pisang?
Pupuk kulit pisang paling cocok untuk tanaman berbunga dan berbuah seperti tomat, cabai, paprika, dan mawar karena kaya kalium. Untuk tanaman dalam ruangan, sebaiknya berhati-hati sebab larutan kulit pisang dapat memicu munculnya lalat buah dan agas jamur.
Daftar Referensi
- Homes & Gardens. Are banana peels good for plants? Experts reveal all. Diakses pada 7 Agustus 2026, dari https://www.homesandgardens.com/gardens/are-banana-peels-good-for-plants
- Epic Gardening. Should You Use Banana Peels to Fertilize Roses? Diakses pada 7 Agustus 2026, dari https://www.epicgardening.com/banana-peels-roses/
- joegardener. Common Garden Myths with Linda Chalker-Scott. Diakses pada 7 Agustus 2026, dari https://joegardener.com/podcast/034-gardening-myths-busted-pt-1-with-linda-chalker-scott/
- University of California (UC ANR). Garden Myth Explained. Diakses pada 7 Agustus 2026, dari https://ucanr.edu/blog/under-solano-sun/article/garden-myth-explained
- Good Housekeeping. Does Banana Water Work as Plant Fertilizer? An Expert Answers. Diakses pada 7 Agustus 2026, dari https://www.aol.com/articles/does-banana-water-plant-fertilizer-050000209.html
(kpl/fbi)
Advertisement
D Academy 8
-
Prestasi Selebritis Valen DA7 dan Mila DA7 Raih Dua Nominasi AMI Awards 2026
-
Dangdut Academy Selfi Yamma Ungkap Pernah Dibully Usai Pingsan di Panggung
