Cara Membedakan Murai Jantan dan Betina

Cara Membedakan Murai Jantan dan Betina
cara membedakan murai jantan dan betina

Kapanlagi.com - Murai batu menjadi salah satu burung kicau yang populer karena suara merdunya dan gaya bertarungnya yang atraktif. Bagi para penghobi maupun peternak, mengetahui perbedaan murai jantan dan betina sangat penting, terutama untuk tujuan lomba atau penangkaran. Namun, membedakan keduanya tidak selalu mudah, apalagi jika burung masih berusia muda.

Padahal, murai jantan dan betina memiliki sejumlah ciri khas yang bisa dikenali melalui bentuk tubuh, warna bulu, hingga karakter kicauannya. Dengan pengamatan yang teliti, perbedaan tersebut dapat terlihat lebih jelas dan membantu dalam menentukan pilihan. Lalu, bagaimana cara membedakan murai jantan dan betina secara akurat? Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel berikut.

1. Mengenal Cara Membedakan Murai Jantan dan Betina

Mengenal Cara Membedakan Murai Jantan dan Betina (c) Ilustrasi AI

Murai batu merupakan salah satu burung kicau favorit di Indonesia yang banyak dipelihara karena suaranya yang merdu. Mengetahui cara membedakan murai jantan dan betina sangat penting bagi pecinta burung, terutama untuk tujuan pemeliharaan atau penangkaran.

Perbedaan antara murai jantan dan betina dapat dilihat dari berbagai aspek seperti bentuk fisik, warna bulu, hingga perilaku. Memahami karakteristik ini akan membantu Anda memilih burung yang sesuai dengan kebutuhan, terutama jika ingin burung yang rajin berkicau.

Mengutip dari buku Ensiklopedia Dunia Hewan untuk Pelajar dan Umum: Burung, burung murai adalah jenis burung kicauan kecil yang termasuk salah satu jenis burung pengicau dengan suara sangat merdu sehingga banyak diminati orang-orang. Burung murai banyak ditemukan di berbagai kawasan Indonesia dengan karakteristik yang khas pada setiap jenis kelaminnya.

2. Perbedaan Berdasarkan Bentuk Fisik dan Ukuran Tubuh

Perbedaan Berdasarkan Bentuk Fisik dan Ukuran Tubuh (c) Ilustrasi AI

Salah satu cara membedakan murai jantan dan betina yang paling mudah adalah dengan memperhatikan bentuk fisik dan ukuran tubuhnya. Murai jantan umumnya memiliki postur tubuh yang lebih besar dan tegap dibandingkan betina. Tubuh jantan terlihat lebih kekar dengan dada yang sering dibusungkan, menunjukkan sikap percaya diri yang tinggi.

Bentuk kepala murai jantan cenderung lebih besar, lebar, dan terlihat agak ceper atau datar. Leher jantan juga tampak lebih ramping dan memanjang dengan tengkuk yang lebih tebal. Sebaliknya, murai betina memiliki kepala yang lebih kecil, bulat, dan menonjol dengan leher yang lebih pendek.

Paruh murai jantan lebih panjang, tebal, dan kokoh dengan pangkal paruh yang terkesan melebar jika dilihat dari atas. Paruh ini membantu mereka dalam berburu makanan dan menunjukkan dominasi. Sementara itu, paruh murai betina cenderung lebih tipis, kecil, dan lancip dengan bentuk yang lebih ramping.

Bagian kaki juga menunjukkan perbedaan yang cukup jelas. Jari kaki murai jantan tampak lebih besar, kekar, dan relatif lebih pendek dengan sisik yang lebih kasar. Sedangkan jari kaki murai betina lebih kecil, lentik, dan terlihat lebih halus dengan sisik yang lebih lembut.

3. Perbedaan Warna dan Pola Bulu

Perbedaan Warna dan Pola Bulu (c) Ilustrasi AI

Warna bulu merupakan indikator penting dalam cara membedakan murai jantan dan betina. Murai jantan memiliki bulu berwarna hitam pekat yang mengkilap, terutama di bagian kepala dan punggung. Warna hitam ini sering terlihat kebiruan saat terkena cahaya, memberikan kesan metalik yang menyilaukan.

Bagian dada murai jantan berwarna jingga atau oranye cerah yang sangat kontras dengan warna hitam di bagian atas tubuhnya. Pola bulu di dada jantan lebih jelas dan mencolok dengan totol hitam pekat di bagian leher yang membentuk garis-garis sejajar. Kombinasi warna ini membuat penampilan murai jantan sangat menarik dan mudah dikenali.

Murai betina memiliki warna bulu yang lebih kusam dan tidak secerah jantan. Warna hitam di bagian kepala dan punggung betina cenderung keabu-abuan dan tidak mengkilap. Bulu di bagian dada berwarna kuning atau oranye yang lebih pudar dengan pola yang tidak terlalu kontras.

Pola bulu di leher murai betina berupa garis trotol hitam keabu-abuan yang tidak beraturan dan lebih samar. Warna bulu yang lebih pudar ini membantu betina untuk berkamuflase di lingkungan alaminya, terutama saat mengerami telur dan merawat anakan.

4. Perbedaan Ekor sebagai Ciri Khas Utama

Ekor merupakan ciri paling mencolok untuk membedakan murai jantan dan betina. Perbedaan ini sangat kentara dan menjadi patokan utama bagi para pecinta burung murai dalam menentukan jenis kelamin burung.

Murai jantan memiliki ekor yang sangat panjang, bahkan bisa mencapai 20 cm atau lebih panjang dari tubuhnya. Ekor jantan tampak rapat dengan bulu-bulu yang tersusun rapi dan kompak. Ekor utama pada jantan terlihat jauh lebih panjang dibandingkan ekor keduanya, menciptakan gradasi panjang yang jelas.

Bentuk ekor murai jantan lebih lebar dan runcing di ujungnya, memberikan kesan anggun saat burung berkicau atau bergerak. Ekor yang panjang ini menjadi daya tarik tersendiri dan sering menjadi salah satu kriteria penilaian dalam perlombaan burung kicau.

Sebaliknya, ekor murai betina jauh lebih pendek, hanya sekitar 10 cm atau setengah dari panjang ekor jantan. Ekor betina tampak mengembang dan kurang rapat dibandingkan jantan. Panjang ekor utama dan ekor kedua pada betina hampir sama, tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan seperti pada jantan.

5. Perbedaan Suara dan Kemampuan Berkicau

Perbedaan Suara dan Kemampuan Berkicau (c) Ilustrasi AI

Cara membedakan murai jantan dan betina yang paling mudah dikenali adalah dari suara kicauannya. Perbedaan ini sangat mencolok dan menjadi alasan utama mengapa murai jantan lebih diminati untuk dipelihara atau dilombakan.

Murai jantan memiliki suara kicauan yang lantang, merdu, dan sangat bervariasi. Mereka mampu mengeluarkan berbagai nada dan irama yang kompleks dengan volume besar. Suara jantan terdengar tajam, bening, dan memiliki mental bertempur yang tinggi saat berkicau. Kemampuan berkicau ini membuat murai jantan menjadi primadona dalam perlombaan burung kicau.

Variasi suara murai jantan sangat kaya, mulai dari nada tinggi hingga rendah dengan durasi kicauan yang panjang. Jantan juga lebih rajin berkicau, terutama di pagi hari atau saat merasa ada burung lain di sekitarnya. Kemampuan meniru suara burung lain juga lebih baik pada murai jantan.

Murai betina memiliki suara yang jauh lebih pelan, lembut, dan monoton. Kicauan betina tidak sevariatif jantan dengan volume yang lebih kecil. Betina jarang berkicau dan cenderung lebih pendiam. Meskipun ada beberapa betina yang mampu berkicau dengan baik, kualitas dan konsistensinya tetap tidak sebagus jantan.

6. Perbedaan Perilaku dan Karakter

Perilaku murai jantan dan betina menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan. Murai jantan cenderung lebih aktif, agresif, dan memiliki sifat teritorial yang kuat. Jantan sering menunjukkan perilaku dominan, terutama saat musim kawin atau ketika ada burung lain di sekitarnya.

Murai jantan lebih gesit dan suka melompat-lompat dengan gerakan yang cepat dan lincah. Mereka sering membusungkan dada dan mengangkat ekor sebagai tanda kewaspadaan atau untuk menunjukkan dominasi. Mata murai jantan terlihat lebih besar, melotot, dengan sorot mata yang tajam dan penuh percaya diri.

Dalam habitat alaminya, murai jantan bertugas menjaga wilayah kekuasaan dan melindungi betina serta sarangnya. Jantan tidak terlibat dalam proses mengerami telur, tetapi fokus mencari makanan dan mengawasi lingkungan sekitar dari ancaman predator atau burung lain.

Murai betina memiliki karakter yang lebih tenang, pemalu, dan tidak agresif. Betina lebih suka bersembunyi dan menghindari konfrontasi dengan burung lain. Mata betina terlihat lebih kecil, sipit, dengan sorot mata yang terkesan sayu dan lembut. Betina adalah satu-satunya yang bertugas mengerami telur dan merawat anakan hingga mandiri. Perilaku betina lebih fokus pada pemeliharaan dan perlindungan anak-anaknya.

7. Cara Membedakan Murai Trotol Jantan dan Betina

Cara Membedakan Murai Trotol Jantan dan Betina (c) Ilustrasi AI

Membedakan murai trotol atau anakan yang masih muda memang lebih sulit dibandingkan murai dewasa. Namun, ada beberapa ciri yang bisa menjadi acuan untuk mengenali jenis kelamin murai sejak usia dini.

Pada bagian leher dan dada, murai trotol jantan memiliki bintik-bintik tipis berwarna cokelat dengan warna hitam pekat yang membentuk garis-garis sejajar. Sedangkan murai trotol betina memiliki warna hitam kusam atau keabu-abuan di bagian dada dengan pola yang tidak beraturan dan relatif lebih sedikit.

Warna bulu pada punggung dan kepala trotol jantan sudah mulai menunjukkan warna hitam yang lebih pekat dibandingkan betina. Jika muncul bulu metalik di punggung yang terang menyilaukan dengan jumlah yang banyak hingga ke sayap, itu menandakan burung tersebut adalah jantan.

Bentuk ekor trotol jantan sudah mulai terlihat lebih rapat dan panjang dibandingkan betina yang ekornya tampak mengembang. Postur tubuh trotol jantan juga terlihat lebih besar dan cenderung berdiri tegak dengan dada yang lebih busungkan. Trotol betina memiliki postur yang lebih kecil dan mungil dengan posisi tubuh yang tidak setegak jantan.

8. FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan) (c) Ilustrasi AI

1. Apa perbedaan paling mudah untuk membedakan murai jantan dan betina?

Perbedaan paling mudah adalah dari panjang ekor. Murai jantan memiliki ekor yang sangat panjang (sekitar 20 cm), sedangkan betina memiliki ekor yang jauh lebih pendek (sekitar 10 cm). Selain itu, suara kicauan jantan jauh lebih lantang dan merdu dibandingkan betina yang cenderung pelan dan monoton.

2. Apakah murai betina bisa berkicau seperti jantan?

Murai betina bisa berkicau, tetapi suaranya tidak semerdu dan sevariatif jantan. Kicauan betina cenderung lebih pelan, lembut, dan monoton. Meskipun ada beberapa betina yang mampu berkicau dengan baik, kualitas dan konsistensinya tetap tidak sebagus murai jantan.

3. Bagaimana cara membedakan murai trotol jantan dan betina?

Murai trotol jantan memiliki bintik-bintik cokelat di leher dengan pola garis hitam sejajar di dada, sedangkan betina memiliki warna hitam kusam yang tidak beraturan. Ekor trotol jantan lebih rapat dan panjang, sementara betina lebih mengembang dan pendek. Postur tubuh jantan juga lebih besar dan tegak dibandingkan betina.

4. Apakah warna bulu bisa menjadi patokan pasti untuk membedakan murai jantan dan betina?

Warna bulu bisa menjadi salah satu indikator, tetapi tidak selalu pasti terutama pada hasil tangkaran yang mendapat perawatan sama. Murai jantan memiliki bulu hitam mengkilap kebiruan dengan dada oranye cerah, sedangkan betina lebih kusam dan keabu-abuan. Sebaiknya kombinasikan dengan ciri fisik lain seperti ukuran ekor dan bentuk tubuh.

5. Mengapa murai jantan lebih mahal dibandingkan betina?

Murai jantan lebih mahal karena memiliki kemampuan berkicau yang superior dengan suara merdu dan bervariasi. Jantan banyak dicari untuk perlombaan burung kicau dan sebagai burung masteran. Harga trotol jantan berkisar Rp 2-3 juta, sedangkan betina sekitar Rp 1-2 juta tergantung kualitas indukan.

6. Apakah bentuk kepala bisa dijadikan acuan membedakan murai jantan dan betina?

Ya, bentuk kepala bisa menjadi acuan yang cukup akurat. Murai jantan memiliki kepala yang lebih besar, lebar, dan terlihat ceper atau datar dengan tengkuk yang tebal. Sedangkan murai betina memiliki kepala yang lebih kecil, bulat, dan menonjol dengan leher yang lebih pendek.

7. Bagaimana perbedaan perilaku murai jantan dan betina dalam kandang?

Murai jantan lebih aktif, agresif, dan sering berkicau terutama di pagi hari. Jantan juga lebih teritorial dan suka membusungkan dada. Murai betina lebih tenang, pemalu, dan jarang berkicau. Betina lebih suka bersembunyi dan tidak menunjukkan sikap agresif seperti jantan. Dalam proses reproduksi, hanya betina yang mengerami telur.

(kpl/fds)

Rekomendasi
Trending