Cara Membuat Tanaman Bonsai untuk Pemula, dari Memilih Bibit hingga Membentuk Pohon Mini
cara membuat tanaman bonsai (h)
Cara membuat tanaman bonsai pada dasarnya adalah seni mengerdilkan pohon berkayu dalam wadah kecil melalui pemangkasan, pengawatan, dan penggantian pot sehingga menyerupai versi mini pohon dewasa. Prosesnya memadukan pemilihan bibit, penanaman, pembentukan, dan perawatan rutin. p>
Kunci keberhasilannya terletak pada kesabaran dan ketelatenan, bukan sekadar alat mahal. Dengan langkah yang tepat, siapa pun bisa mempraktikkan cara membuat tanaman bonsai di rumah. p>
Mengutip New World Encyclopedia, seni menumbuhkan pohon tunggal dalam nampan atau pot ini berawal di Tiongkok pada masa Dinasti Han lalu masuk ke Jepang pada periode Kamakura bersama ajaran Zen, dan bonsai yang dirawat baik dapat hidup seabad lebih hingga diwariskan sebagai pusaka keluarga. Panduan dasar mengenai cara menanam bonsai untuk pemula pun kini mudah dijumpai. Anne Swithinbank, pakar hortikultura, dikutip dari Homes and Gardens menyatakan, "Seni bonsai Jepang diterjemahkan sebagai 'budidaya nampan', bertujuan menciptakan pohon-pohon kecil dalam wadah dangkal".
Advertisement
1. Persiapan Alat dan Bahan untuk Membuat Bonsai
Sebelum praktik, langkah awal dalam cara membuat tanaman bonsai adalah menyiapkan alat dan bahan yang tepat. Peralatan yang baik membuat proses pembentukan rapi sekaligus menekan risiko penyakit pada tanaman.
Bibit atau bakalan pohon: Pilih pohon berkayu berumur panjang, berdaun kecil, dan tahan pemangkasan berulang. Bakalan bisa diperoleh dari alam maupun hasil perbanyakan seperti biji, stek, dan cangkok; simak pilihan tanaman hias yang mudah diperbanyak.
Pot dangkal berdrainase: Gunakan pot ceper berlubang agar kelebihan air dan pupuk mengalir keluar sehingga akar tidak tergenang. Wadah dangkal juga membatasi ruang gerak akar agar pohon tetap kerdil; lihat inspirasi tanaman hias yang cocok ditanam di pot dangkal.
Media tanam porous: Racik media yang mampu menahan air sekaligus meniriskan kelebihannya, misalnya campuran akadama, pasir malang, batu apung, dan humus. Media yang baik menjaga aerasi akar; kuasai dulu dasar mengolah tanah agar subur dan gembur.
Agregat drainase: Taburkan butiran batu kasar di dasar pot sebelum media utama. Lapisan ini melancarkan drainase dan membiarkan oksigen masuk ke perakaran.
Pupuk seimbang: Sediakan pupuk berimbang sebagai sumber hara karena media dalam pot sangat terbatas. Anda dapat memakai pupuk kompos buatan sendiri atau pupuk khusus bonsai.
Gunting pangkas dan gunting cekung: Siapkan gunting pangkas untuk ranting kecil dan gunting cekung untuk cabang besar. Potongan gunting cekung membuat bekas luka lebih cepat menutup dan rapi.
Kawat pembentuk: Sediakan kawat lentur untuk mengarahkan arah tumbuh cabang. Sesuaikan ketebalan kawat dengan ukuran cabang yang akan dibentuk.
Tang dan pemotong kawat: Miliki tang untuk memasang serta melepas kawat. Alat ini juga berguna merapikan akar, cabang, dan batang yang keras.
Air bersih dan sprayer: Gunakan air tawar yang aman bagi tanaman. Penyemprot halus membantu mengontrol jumlah air, terutama pada bibit yang masih rentan.
Menurut berbagai panduan hortikultura, kawat berfungsi mengarahkan c
(kpl/phi)
Advertisement
D Academy 8
-
Dangdut Academy Harsiwi Achmad Tegaskan Couple Muncul Alami di Dangdut Academy 8
-
Ulang Tahun Selebritis Ulang Tahun Soimah Dirayakan di Panggung Dangdut Academy 8
