Cara Membuat Tas dari Kain Perca, Panduan Lengkap untuk Pemula hingga Mahir
cara membuat tas dari kain perca (h)
Kapanlagi.com - Cara membuat tas dari kain perca sebenarnya cukup sederhana dan bisa dilakukan siapa saja di rumah. Kain perca merupakan potongan kain sisa dari pembuatan pakaian yang biasa didapat dari konveksi, penjahit rumahan, atau limbah garmen.
Dengan sedikit kreativitas dan alat jahit dasar, potongan-potongan kain ini bisa disulap menjadi tas cantik yang fungsional. Menguasai cara membuat tas dari kain perca juga membuka peluang usaha kreatif berbasis kerajinan daur ulang bernilai jual tinggi.
Dilansir dari BCG, dunia membuang 120 juta metrik ton pakaian setiap tahunnya, dan ekonomi sirkular yang mampu menggunakan kembali limbah tersebut akan memberikan manfaat besar bagi industri maupun lingkungan. Dengan memanfaatkan kain perca untuk membuat tas, Anda turut berkontribusi mengurangi limbah tekstil yang sulit terurai. Annie Leonard, pegiat lingkungan dan penulis, dikutip dari Virgio menyatakan, "Tidak ada yang namanya 'pergi'. Ketika kita membuang sesuatu, benda itu pasti pergi ke suatu tempat."
Advertisement
1. 1. Cara Membuat Tas Tangan dari Kain Perca
Tas tangan adalah proyek ideal untuk memulai cara membuat tas dari kain perca karena ukurannya kecil dan teknik jahitnya relatif sederhana. Anda cukup menyiapkan beberapa potong kain perca bermotif, busa tipis untuk lapisan dalam, benang jahit, ritsleting, serta hiasan sesuai selera. Gunakan benang poliester atau katun berkualitas tinggi yang sesuai dengan warna kain utama, serta jarum jahit ukuran 80/12 atau 90/14 yang direkomendasikan untuk menjahit beberapa lapis kain dan batting agar jahitan halus tanpa terputus.
Buat pola di atas kertas: Gambar pola tas tangan di kertas bekas menggunakan pensil agar mudah dihapus jika ada kesalahan. Tentukan ukuran panjang, lebar, dan tinggi tas yang diinginkan, lalu tambahkan sekitar 2 cm di setiap sisi untuk keliman.
Potong dan satukan kain perca: Gunting kain perca menjadi potongan berukuran seragam, misalnya persegi atau persegi panjang. Jahit potongan-potongan tersebut satu per satu hingga membentuk satu lembaran kain yang cukup lebar sesuai pola.
Gunting kain sesuai pola: Letakkan pola di atas lembaran kain perca yang sudah disatukan, lalu gunting mengikuti garis pola. Pastikan Anda menyisakan ruang lipatan sekitar 2 cm.
Pasang busa tipis sebagai lapisan dalam: Letakkan busa angin tipis di atas kain perca, lalu jahit kedua sisinya. Lapisan busa ini membuat tas lebih empuk, kokoh, dan tidak mudah rusak saat digunakan.
Buat tali tas dari kain perca: Potong kain perca memanjang sesuai ukuran pegangan yang diinginkan. Lipat dan jahit hingga membentuk tali yang rapi, lalu pasangkan pada bagian atas tas.
Pasang ritsleting dan hiasan: Jahit ritsleting di bagian bukaan tas agar barang di dalamnya aman. Tambahkan hiasan seperti pita, kancing, atau aplikasi kain untuk mempercantik tampilan tas.
Sebagaimana dikutip dari PopSci, teknik flat lining adalah teknik menjahit standar di mana kain pendukung digunakan untuk menambah struktur dan stabilitas pada kain luar, kemudian kedua lapisan kain dijahit bersama di keempat tepinya dan diperlakukan sebagai satu kesatuan. Teknik ini bisa Anda terapkan pada tas tangan dari kain perca agar hasilnya lebih kokoh. Baca juga: Cara Menggunakan Lem Tembak untuk Kerajinan
2. 2. Cara Membuat Tote Bag Patchwork dari Kain Perca
Tote bag patchwork merupakan model tas yang paling populer untuk proyek kain perca karena tampilannya unik dan berkapasitas besar. Mengacu pada Polka Dot Chair, tote bag patchwork menampilkan kotak-kotak kain perca di bagian depan dan belakang tas, yang membutuhkan 30 kotak untuk bagian depan dan 30 untuk bagian belakang. Berikut cara membuat tas dari kain perca model tote bag yang bisa Anda praktikkan.
Siapkan potongan kain perca: Potong kain perca menjadi kotak-kotak berukuran seragam, misalnya 8 x 8 cm. Usahakan pilih kain dengan warna kontras agar motif patchwork terlihat menarik.
Jahit kotak menjadi panel: Susun kotak-kotak kain dalam baris, misalnya 5 kotak per baris dan 6 baris ke bawah. Jahit kotak-kotak dalam setiap baris terlebih dahulu, lalu satukan baris demi baris hingga membentuk panel besar. Buat dua panel identik untuk bagian depan dan belakang tas.
Tambahkan lapisan batting atau busa: Letakkan batting quilting di belakang setiap panel patchwork. Letakkan panel kain perca dengan sisi baik menghadap ke bawah pada permukaan rata, kemudian sejajarkan batting di atasnya, lalu basting dengan metode yang Anda sukai. Langkah ini memberikan ketebalan dan kekuatan pada tas.
Quilting panel patchwork: Jahit garis-garis quilting pada setiap panel mengikuti garis jahitan antar kotak. Proses quilting ini menyatukan kain dan batting sekaligus menambah detail visual yang indah.
Siapkan kain lapis dalam: Potong kain pelapis (lining) sesuai ukuran panel yang sudah di-quilting. Kain blacu atau kain katun polos cocok digunakan sebagai lapisan dalam tas.
Jahit badan tas: Letakkan kedua panel patchwork dengan sisi baik berhadapan, lalu jahit bagian samping dan bawah. Lakukan hal yang sama pada kain lining. Untuk memberikan kedalaman pada tas, buat boxed corner dengan menjahit sudut bawah membentuk segitiga.
Pasang tali dan finishing: Buat tali dari kain blacu atau webbing nilon, lalu jahit pada bagian atas tas. Satukan bagian luar dan lining, kemudian rapikan bagian atas tas dengan binding atau keliman.
Berdasarkan tutorial SewCanShe, tidak ada dua tote bag patchwork yang sama karena banyaknya potongan kain berbeda yang digunakan dalam satu tas. Keunikan inilah yang membuat tas tote kain handmade diminati pasar dan bernilai jual tinggi.
3. 3. Cara Membuat Tas Serut dari Kain Perca
Tas serut (drawstring bag) adalah pilihan praktis yang bisa dijahit dalam waktu singkat. Model ini cocok untuk pemula yang baru belajar cara membuat tas dari kain perca karena konstruksinya sederhana. Tas serut bisa digunakan sebagai tas kosmetik, wadah hadiah, atau penyimpanan barang kecil di rumah.
Potong dua lembar kain perca: Siapkan dua potong kain perca dengan ukuran yang sama, misalnya 25 x 30 cm. Anda bisa memadupadankan dua motif berbeda untuk tampilan yang lebih menarik.
Beri tanda untuk jalur tali serut: Ukur sekitar 5 cm dari tepi atas pada kedua sisi kain, lalu beri tanda. Area ini akan menjadi jalur (casing) untuk memasukkan tali serut.
Jahit tiga sisi kain: Letakkan kedua kain dengan sisi baik berhadapan. Jahit bagian samping kiri, bawah, dan samping kanan, tetapi mulai dan berhenti pada tanda yang sudah dibuat. Bagian atas yang tidak dijahit akan menjadi bukaan tas.
Buat jalur tali serut: Lipat bagian atas yang terbuka ke dalam sebanyak dua kali, lalu jahit untuk membentuk kanal tempat tali serut dimasukkan. Pastikan jahitan rapi dan cukup lebar agar tali bisa bergerak bebas.
Masukkan tali serut: Gunakan peniti untuk memasukkan tali melalui kanal yang sudah dijahit. Masukkan dari satu sisi, putar mengelilingi seluruh bagian atas, lalu keluarkan kembali di sisi yang sama. Ulangi dengan tali kedua dari sisi berlawanan.
Balik tas dan rapikan: Balik tas melalui bukaan atas sehingga sisi baik kain menghadap keluar. Rapikan jahitan dan tarik kedua tali secara bersamaan untuk menutup tas.
Livia Firth, aktivis fesyen berkelanjutan, dikutip dari Virgio menyatakan, "Fesyen berkelanjutan bukan sekadar tren, itu tanggung jawab." Mengolah kain perca menjadi tas serut adalah salah satu langkah nyata mewujudkan gaya hidup ramah lingkungan. Proyek sederhana ini bisa diselesaikan dalam waktu singkat, bahkan oleh pemula sekalipun.
4. 4. Tips Membuat Tas Kain Perca Lebih Awet dan Bernilai Jual
Setelah memahami berbagai cara membuat tas dari kain perca, langkah selanjutnya adalah memastikan hasil karya Anda berkualitas tinggi dan tahan lama. Menambahkan kantong internal merupakan peningkatan fungsional yang sangat disarankan dalam pembuatan tas patchwork karena kantong slip sederhana atau kompartemen beresleting pada lapisan dalam sebelum perakitan bisa membuat tas jauh lebih terorganisir, sehingga sangat meningkatkan nilai dan kegunaan proyek menjahit Anda. Berikut tips penting yang perlu diperhatikan.
Pilih kain perca berkualitas: Pastikan kain yang digunakan masih dalam kondisi baik, tidak jamuran, dan tidak terlalu tipis. Jenis kain seperti katun, denim, dan linen paling cocok karena daya tahannya tinggi. Anda bisa mengumpulkan sisa kain dari sprei lama, gorden tak terpakai, atau pakaian bekas.
Gunakan interfacing untuk struktur: Untuk tas yang ingin berdiri tegak dan terlihat lebih profesional, gunakan fusible interfacing yang berat di antara lining dan kain luar, karena interfacing yang bisa disetrika langsung ke kain akan menjadi komponen yang jauh lebih tahan lama. Teknik ini membuat tas tidak mudah kusut atau kehilangan bentuk.
Setrika setiap jahitan: Menyetrika setiap jahitan sebelum melanjutkan ke langkah berikutnya akan menghasilkan tampilan yang jauh lebih rapi. Untuk teknik patchwork, tekan jahitan ke arah berlawanan pada setiap baris agar sambungan antar kotak lebih presisi.
Jahit ganda pada bagian bertekanan: Pada titik-titik yang menerima beban berat seperti sambungan tali dan sudut bawah tas, jahit dua hingga tiga kali untuk memperkuat. Tambahkan juga bartacks (jahitan penguat) pada area kritis.
Uji jahitan di kain perca terlebih dahulu: Selalu uji jahitan pada kain perca terlebih dahulu sebelum mengerjakan proyek utama, dan setrika setiap jahitan sebelum melanjutkan ke langkah berikutnya. Langkah ini mencegah kesalahan yang bisa merusak material utama Anda.
Eksplorasi teknik quilting, patchwork, dan applique: Teknik patchwork menyatukan potongan kain dengan jahitan membentuk motif tertentu. Teknik quilting menambahkan lapisan busa untuk efek tiga dimensi. Sementara teknik applique menempelkan kain perca sebagai hiasan di atas kain utuh. Menguasai ketiga teknik ini membuat kreasi tas Anda lebih variatif.
Manfaatkan peluang bisnis: Tas kain perca buatan tangan bersifat one-of-a-kind sehingga mudah dipasarkan. Platform digital seperti Etsy, Shopee, dan Instagram memudahkan Anda menjual produk kepada pembeli yang menghargai kerajinan handmade. Sertakan cerita proses pembuatan di setiap produk untuk menarik perhatian konsumen yang peduli lingkungan.
Stella McCartney, desainer fesyen ternama, dikutip dari Virgio menyatakan, "Fesyen bisa sangat boros dan merusak lingkungan, tapi tidak harus begitu. Kita semua bisa membuat perbedaan dengan memilih mendukung praktik berkelanjutan." Membuat tas dari kain perca merupakan salah satu bentuk nyata dari praktik tersebut.
Merujuk laporan BCG, saat ini hanya sebagian kecil tekstil yang dibuang diolah kembali menjadi serat yang layak digunakan untuk kain baru, dan perbaikan menyeluruh pada sistem bisa meningkatkan tingkat daur ulang hingga lebih dari 30 persen serta menghasilkan serat baru senilai lebih dari 50 miliar dolar AS. Ini menunjukkan betapa besar potensi ekonomi dari pemanfaatan limbah tekstil, termasuk kain perca.
Manfaat menjahit tidak berhenti pada aspek finansial. Aktivitas menjahit dan kerajinan tangan lainnya dapat memicu pelepasan dopamin di otak, yaitu neurotransmitter yang sering disebut sebagai feel good neurotransmitter atau antidepresan alami, di mana setiap jahitan, pemilihan pola, dan keputusan kreatif memicu neurotransmitter ini sehingga secara nyata memperbaiki suasana hati. Rachael Matthews, penulis buku The Mindfulness in Knitting, dikutip dari Happiful menyatakan, "Ketika kita menjahit, merajut, atau menisik, kita menciptakan ruang tenang untuk refleksi yang jarang ditawarkan kehidupan modern."
Baca juga: Cara Membuat Kerajinan Tangan dari Botol Bekas
Selain membuat tas, kain perca juga bisa diolah menjadi berbagai produk kreatif lainnya seperti sarung bantal, tatakan gelas, dompet kecil, dan aksesori fesyen. Mengikuti komunitas kerajinan tangan di media sosial bisa mempercepat proses belajar dan memberikan inspirasi desain baru. Dengan memulai dari proyek kecil seperti cara membuat tas dari kain perca, Anda bisa terus mengembangkan keterampilan menjahit hingga menjadi sumber penghasilan tambahan yang menjanjikan.
5. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tas dari Kain Perca
Apakah bisa membuat tas dari kain perca tanpa mesin jahit?
Bisa. Anda bisa menjahit tas dari kain perca menggunakan jarum dan benang jahit tangan. Pastikan jahitan rapat dan diulang dua kali agar kuat. Meskipun prosesnya lebih lama, hasil jahitan tangan yang telaten tetap bisa menghasilkan tas yang rapi dan fungsional.
Jenis kain perca apa yang paling cocok untuk membuat tas?
Kain katun dan denim adalah pilihan terbaik karena kuat, mudah dijahit, dan tidak mudah melar. Kain blacu juga cocok sebagai bahan dasar tas. Hindari kain yang terlalu tipis seperti sifon karena kurang kokoh untuk konstruksi tas. Anda juga bisa mengombinasikan beberapa jenis kain untuk tampilan yang lebih menarik.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat satu tas dari kain perca?
Waktu pembuatan bergantung pada tingkat kerumitan dan pengalaman Anda. Tas serut sederhana bisa selesai dalam 30 hingga 60 menit, sedangkan tote bag patchwork bisa memakan waktu 3 hingga 6 jam. Pemula disarankan memulai dari model yang simpel dan bertahap meningkatkan kerumitan desain seiring keterampilan yang terus berkembang.
Daftar Referensi
- BCG. Tackling the Global Crisis of Textile Waste. Diakses pada 18 Juni 2026, dari https://www.bcg.com/publications/2025/spinning-textile-waste-into-value
- Popular Science. Make a Zippered Tote Bag Out of Leftover Fabric Scraps. Diakses pada 18 Juni 2026, dari https://www.popsci.com/story/diy/build-sew-zipper-tote-bag/
- Polka Dot Chair. Make a Quilted Patchwork Tote Bag with Our Free Pattern. Diakses pada 18 Juni 2026, dari https://www.polkadotchair.com/use-your-fabric-scraps-to-make-a-patchwork-quilted-tote-bag/
- SewCanShe. The Scrapyard Tote: Free Sewing Pattern for Fabric Scraps. Diakses pada 18 Juni 2026, dari https://sewcanshe.com/scrapyard-tote-free-sewing-pattern/
(kpl/fed)
Advertisement