Cara Memilih Blewah yang Manis untuk Takjil Ramadan
cara memilih blewah yang manis
Kapanlagi.com - Blewah menjadi buah favorit yang selalu diburu masyarakat ketika bulan Ramadan tiba. Buah yang masih satu keluarga dengan melon ini memiliki daging berwarna oranye dan rasa manis yang menyegarkan.
Tak jarang blewah kerap diolah menjadi menu takjil andalan seperti es buah atau sop buah. Namun, tidak semua blewah yang dijual di pasaran memiliki kualitas terbaik sehingga perlu kejelian dalam memilihnya.
Mengetahui cara memilih blewah yang manis sangat penting agar tidak kecewa saat mengonsumsinya. Dengan tips yang tepat, Anda bisa mendapatkan blewah berkualitas yang matang sempurna dan siap dinikmati bersama keluarga.
Advertisement
1. Mengenal Karakteristik Blewah yang Matang Sempurna
Blewah yang matang sempurna memiliki ciri-ciri khusus yang membedakannya dari buah yang masih mentah atau sudah terlalu matang. Memahami karakteristik ini menjadi langkah awal dalam cara memilih blewah yang manis dan berkualitas baik.
Buah blewah yang ideal untuk dikonsumsi menunjukkan tanda-tanda kematangan yang seimbang, tidak terlalu keras namun juga tidak terlalu lembek. Tingkat kematangan ini sangat mempengaruhi rasa manis dan kesegaran buah saat dinikmati.
Blewah berkualitas baik tidak hanya enak dikonsumsi langsung, tetapi juga cocok untuk diolah menjadi berbagai olahan minuman segar. Kandungan air yang tinggi dan rasa manis alami membuat blewah menjadi pilihan tepat untuk menu berbuka puasa.
Pedagang buah berpengalaman biasanya sudah hafal ciri-ciri blewah yang bagus hanya dengan melihat dan merabanya sekilas. Pengetahuan ini penting untuk dipelajari agar konsumen tidak tertipu dengan penampilan luar yang menarik namun kualitas dalam yang kurang memuaskan.
2. Perhatikan Warna Kulit Blewah
Warna kulit menjadi indikator pertama dalam cara memilih blewah yang manis dan matang sempurna. Blewah yang sudah matang memiliki warna kulit krem, keemasan, atau kuning krem yang merata di seluruh permukaannya.
Hindari memilih blewah yang masih berwarna hijau karena menandakan buah belum matang dan rasanya akan hambar. Cari blewah dengan bercak kekuningan yang besar dan halus pada permukaan kulitnya sebagai tanda kematangan optimal.
Blewah dengan warna kuning cerah disertai sedikit bercak hijau menunjukkan tingkat kematangan yang pas. Kombinasi warna ini mengindikasikan bahwa buah sudah cukup matang namun masih segar dan tidak overripe.
Tekstur permukaan kulit juga perlu diperhatikan saat memilih blewah berkualitas. Pastikan kulit blewah terlihat mulus tanpa cacat, luka, atau bintik-bintik cokelat yang menandakan kerusakan atau pembusukan pada bagian dalam buah.
3. Cium Aroma Khas Blewah Matang
Aroma menjadi petunjuk penting dalam menentukan tingkat kematangan blewah. Cara memilih blewah yang manis dapat dilakukan dengan mencium bagian ujung buah yang berlawanan dengan bekas tangkai.
- Aroma manis alami: Blewah matang mengeluarkan aroma manis yang khas dan sedikit musky, tidak terlalu menyengat namun cukup tercium dengan jelas.
- Hindari bau fermentasi: Jika tercium bau yang terlalu manis atau ada aroma fermentasi, itu pertanda blewah sudah terlalu matang dan mulai membusuk.
- Tidak berbau: Blewah yang sama sekali tidak mengeluarkan aroma kemungkinan masih mentah dan belum siap untuk dikonsumsi.
- Bau tidak sedap: Aroma yang tidak enak atau menyimpang dari bau manis alami menandakan kualitas blewah yang buruk.
- Intensitas aroma: Semakin kuat aroma manis yang tercium, biasanya semakin matang buah tersebut, namun jangan pilih yang terlalu menyengat.
Teknik mencium aroma blewah sebaiknya dilakukan dengan mendekatkan hidung ke permukaan buah tanpa menyentuhnya. Metode ini membantu mendeteksi tingkat kematangan dengan lebih akurat dibandingkan hanya melihat penampilan luarnya saja.
4. Periksa Kondisi Batang dan Ujung Buah
Batang buah menjadi indikator penting dalam cara memilih blewah yang manis dan matang sempurna. Blewah yang sudah matang seharusnya tidak memiliki batang buah lagi karena akan terlepas secara alami saat waktu panen tiba.
Jika batang blewah masih menempel saat dijual di pasaran, itu berarti petani sengaja memotong buahnya sebelum waktu panen yang tepat. Kondisi ini menandakan bahwa blewah belum matang sepenuhnya dan rasanya kemungkinan kurang manis.
Periksa bagian ujung blewah yang berlawanan dengan bekas tangkai untuk mengetahui tingkat kematangannya. Bagian ini biasanya sedikit lunak pada blewah yang sudah matang, namun tidak terlalu lembek yang menandakan pembusukan.
Bekas tangkai yang bersih tanpa sisa batang menunjukkan proses panen yang tepat waktu. Blewah dengan kondisi seperti ini umumnya memiliki rasa yang lebih manis dan tekstur yang lebih baik dibandingkan yang dipanen terlalu dini.
5. Uji Tekstur dan Bobot Blewah
Tekstur permukaan blewah memberikan informasi penting tentang kualitas dan kesegarannya. Pegang blewah secara menyeluruh untuk merasakan teksturnya, pastikan terasa kencang namun tidak sekeras batu.
Tekan ujung blewah dengan lembut menggunakan ujung jari untuk mengetahui tingkat kematangannya. Blewah yang matang sempurna akan terasa sedikit lembut namun masih memberikan sedikit resistensi, tidak terlalu keras atau terlalu lembek.
Jika menemukan bintik-bintik lunak, licin, atau bagian yang terlalu lembek pada permukaan blewah, itu pertanda bahwa buah di dalamnya sudah mulai busuk. Hindari membeli blewah dengan kondisi seperti ini meskipun harganya lebih murah.
Bobot blewah juga menjadi faktor penting dalam cara memilih blewah yang manis dan segar. Angkat beberapa blewah dengan ukuran yang sama dan pilih yang terasa paling berat, karena ini menandakan kandungan air yang tinggi dan kesegaran yang optimal.
Blewah yang terasa ringan dibandingkan ukurannya biasanya sudah tidak terlalu segar atau kandungan airnya berkurang. Buah yang berat menunjukkan bahwa daging buahnya masih padat, berair, dan memiliki rasa yang lebih nikmat saat dikonsumsi.
6. Ketuk Permukaan Blewah untuk Menguji Kualitas
Metode mengetuk blewah merupakan teknik tradisional yang efektif untuk menilai kualitas buah. Ketuk pelan permukaan blewah dengan jari atau telapak tangan untuk mendengarkan suara yang dihasilkan.
Blewah yang matang dan berkualitas baik akan mengeluarkan suara yang pelan dan padat saat diketuk. Suara ini menandakan bahwa daging buah di dalamnya masih padat, segar, dan memiliki kandungan air yang optimal.
Jika suara yang terdengar bernada tinggi atau hampa, itu pertanda blewah kurang bagus kualitasnya. Suara hampa biasanya menunjukkan bahwa bagian dalam buah sudah mengering atau terdapat rongga udara yang tidak seharusnya ada.
Teknik mengetuk ini memerlukan sedikit latihan untuk bisa membedakan suara yang dihasilkan. Namun setelah terbiasa, metode ini sangat membantu dalam cara memilih blewah yang manis tanpa harus memotong buahnya terlebih dahulu.
7. Tips Tambahan Memilih Blewah Berkualitas
Selain cara-cara utama yang telah dijelaskan, ada beberapa tips tambahan yang perlu diperhatikan saat membeli blewah. Jangan membeli blewah yang sudah dalam kondisi terpotong atau tidak utuh karena kesegaran buah akan berkurang drastis.
- Beli di tempat terpercaya: Pilih penjual buah yang memiliki reputasi baik dan menjaga kualitas produknya dengan penyimpanan yang tepat.
- Perhatikan waktu pembelian: Beli blewah saat musimnya untuk mendapatkan kualitas terbaik dengan harga yang lebih terjangkau.
- Hindari blewah dengan luka: Jangan pilih blewah yang memiliki luka, goresan, atau memar karena bagian tersebut akan cepat membusuk.
- Ukuran bukan jaminan: Blewah berukuran besar tidak selalu lebih manis, yang penting adalah tingkat kematangan dan kesegarannya.
- Simpan dengan benar: Setelah membeli, simpan blewah di tempat sejuk atau kulkas untuk menjaga kesegarannya lebih lama.
- Konsumsi segera: Blewah yang sudah matang sebaiknya segera dikonsumsi dalam beberapa hari untuk mendapatkan rasa terbaik.
Membeli blewah dalam jumlah banyak sebaiknya dilakukan bertahap sesuai kebutuhan. Hal ini untuk menghindari pemborosan karena blewah yang sudah matang tidak bisa disimpan terlalu lama meskipun sudah dimasukkan ke dalam kulkas.
Jika ingin menyimpan blewah lebih lama, pilih yang tingkat kematangannya sedang dan simpan di suhu ruang hingga matang sempurna. Setelah matang, segera pindahkan ke kulkas dan konsumsi dalam waktu 3-5 hari untuk hasil optimal.
8. FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
Bagaimana cara memilih blewah yang manis untuk pemula?
Untuk pemula, fokus pada tiga hal utama: warna kulit yang kuning keemasan, aroma manis yang tercium saat didekatkan ke hidung, dan bobot yang terasa berat saat diangkat. Ketiga indikator ini paling mudah dipraktikkan dan cukup akurat untuk mendapatkan blewah yang manis dan segar.
Apakah blewah yang besar selalu lebih manis?
Tidak selalu. Ukuran blewah tidak menjamin tingkat kemanisan buah. Yang lebih penting adalah tingkat kematangan yang ditandai dengan warna kulit, aroma, dan tekstur buah. Blewah berukuran sedang yang sudah matang sempurna bisa lebih manis daripada yang berukuran besar namun masih mentah.
Berapa lama blewah bisa disimpan setelah dibeli?
Blewah yang sudah matang dapat disimpan di kulkas selama 3-5 hari. Jika blewah masih agak mentah, simpan di suhu ruang hingga matang sempurna baru pindahkan ke kulkas. Blewah yang sudah dipotong sebaiknya dikonsumsi dalam 1-2 hari dan disimpan dalam wadah tertutup di kulkas.
Mengapa beberapa blewah rasanya hambar meskipun sudah kuning?
Blewah bisa berwarna kuning namun rasanya hambar jika dipanen terlalu dini sebelum gula dalam buah terbentuk sempurna. Ini sering terjadi pada blewah yang masih memiliki batang menempel, menandakan dipanen sebelum waktunya. Selain itu, penyimpanan yang kurang tepat juga bisa mengurangi rasa manis blewah.
Apakah blewah dengan permukaan kasar lebih manis?
Tekstur permukaan blewah tidak berkaitan langsung dengan tingkat kemanisan. Yang perlu diperhatikan adalah warna kulit, aroma, dan tingkat kematangan buah. Permukaan yang terlalu kasar atau memiliki bintik-bintik justru bisa menandakan kerusakan pada buah.
Bagaimana cara mempercepat pematangan blewah yang masih mentah?
Simpan blewah yang masih mentah di suhu ruang dalam wadah atau kantong kertas bersama buah lain seperti pisang atau apel yang mengeluarkan gas etilen. Gas ini akan mempercepat proses pematangan. Periksa setiap hari dan pindahkan ke kulkas setelah matang untuk menjaga kesegaran.
Apakah blewah organik lebih manis dari yang biasa?
Tingkat kemanisan blewah lebih ditentukan oleh varietas, kondisi tumbuh, dan waktu panen yang tepat daripada metode budidaya organik atau konvensional. Baik blewah organik maupun non-organik bisa sama-sama manis jika dipanen pada tingkat kematangan yang optimal dan dirawat dengan baik.
(kpl/fed)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba
