Cara Menanam Alpukat dari Biji, 6 Langkah Mudah untuk Pemula
Cara Menanam Alpukat dari Biji (Photo by Maahid Photos on Pexels)
Kapanlagi.com - Menanam alpukat dari biji dapat menjadi cara sederhana untuk memulai tanaman baru dari sisa buah yang dikonsumsi di rumah. Prosesnya dapat dilakukan dengan menyemai biji di dalam air sebelum bibit dipindahkan ke pot atau media tanam.
Meski relatif mudah, biji alpukat membutuhkan waktu dan perawatan yang konsisten hingga berkembang menjadi tanaman. Tanaman yang tumbuh dari biji juga tidak selalu menghasilkan buah dengan karakter yang sama seperti tanaman induknya dan umumnya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mulai berbuah.
Lebih lanjut, simak cara menanam alpukat dari biji yang telah KapanLagi.com ulas dari berbagai sumber, Rabu (12/8).
Advertisement
1. Siapkan Biji Alpukat
Pilih buah alpukat yang sudah matang, kemudian keluarkan bijinya secara hati-hati agar tidak terpotong atau mengalami kerusakan. Setelah itu, cuci biji menggunakan air hingga sisa daging buah yang masih menempel benar-benar bersih.
Perhatikan bentuk biji untuk menentukan posisi yang tepat saat disemai. Bagian biji yang lebih lebar dan datar merupakan bagian bawah tempat akar akan tumbuh, sedangkan bagian yang lebih runcing merupakan bagian atas tempat tunas berkembang.
Setelah bersih, biji dapat langsung digunakan untuk proses penyemaian. Pastikan biji tetap dalam kondisi utuh agar tidak mengganggu proses perkecambahannya.
2. Pasang Tusuk Gigi sebagai Penyangga
Siapkan dua atau tiga tusuk gigi, kemudian tancapkan pada sisi biji, kira-kira di bagian tengah. Tusuk gigi berfungsi sebagai penyangga agar biji dapat diletakkan di atas mulut gelas tanpa seluruh bagiannya masuk ke dalam air.
Atur posisi tusuk gigi secara seimbang agar biji dapat bertumpu dengan stabil. Pastikan bagian biji yang lebih lebar dan datar menghadap ke bawah karena akar akan tumbuh dari bagian tersebut.
Gunakan gelas atau wadah yang cukup untuk menopang biji sekaligus menampung air. Letakkan biji sedemikian rupa sehingga hanya bagian bawahnya yang dapat bersentuhan dengan air, sementara bagian atas tetap berada di atas permukaan air.
3. Rendam Bagian Bawah Biji dalam Air
Letakkan biji di atas gelas atau wadah berisi air dengan bagian bawah menghadap ke bawah. Isi air hingga sekitar 2–3 cm bagian bawah biji terendam, sedangkan bagian atas biji tetap berada di atas permukaan air.
Tempatkan wadah di lokasi yang hangat dan mendapat cahaya terang. Hindari lokasi yang terlalu panas agar biji tidak mengalami stres akibat suhu berlebihan.
Biji akan mengalami perubahan secara bertahap sebelum akar dan tunas terlihat. Retakan pada biji dapat muncul terlebih dahulu, kemudian akar dan tunas mulai berkembang, tetapi waktu perkecambahan dapat berbeda pada setiap biji sehingga tidak perlu terburu-buru memindahkannya.
4. Ganti Air Secara Berkala
Air yang digunakan untuk merendam biji perlu diganti secara rutin, sekitar setiap empat hingga lima hari. Penggantian air membantu menjaga kebersihan air selama proses penyemaian dan mengurangi risiko kondisi air yang kurang baik bagi biji.
Saat mengganti air, periksa pula kondisi biji dan akar yang mulai muncul. Pastikan bagian bawah biji tetap terendam dengan air sehingga akar yang sedang berkembang mendapatkan kelembapan yang cukup.
Jangan merendam seluruh bagian biji karena bagian atas perlu tetap berada di atas permukaan air. Jika volume air berkurang sebelum jadwal penggantian berikutnya, tambahkan air secukupnya agar bagian bawah biji tetap terendam.
5. Pangkas Tunas Setelah Tumbuh
Setelah beberapa waktu, akar mulai terlihat dari bagian bawah biji, sedangkan tunas tumbuh dari bagian atas. Waktu yang diperlukan dapat berbeda-beda, tetapi dalam metode penyemaian ini tunas dapat mulai berkembang setelah beberapa minggu hingga sekitar dua bulan.
Ketika bibit sudah tumbuh sekitar 30 cm, Anda dapat memangkas bagian atas batang untuk merangsang munculnya percabangan. BHG menyarankan memotong sekitar sepertiga bagian batang, tepat di atas buku tempat tunas baru dapat tumbuh.
Setelah dipangkas, letakkan kembali bibit di tempat yang mendapat pencahayaan memadai dan lanjutkan perawatannya. Hindari pemangkasan yang terlalu sering atau terlalu banyak karena bibit yang masih muda membutuhkan daun untuk melakukan fotosintesis dan mendukung pertumbuhannya.
6. Pindahkan Bibit ke Pot
Bibit dapat dipindahkan ke pot setelah memiliki akar yang berkembang dan beberapa daun. Gunakan pot yang memiliki lubang drainase serta media tanam yang gembur dan mampu mengalirkan kelebihan air dengan baik.
Saat menanam, posisikan bibit dengan menyisakan sekitar setengah bagian biji tetap berada di atas permukaan media tanam. Setelah itu, siram secukupnya hingga media lembap dan biarkan kelebihan air mengalir keluar melalui lubang drainase.
Letakkan pot di tempat yang memperoleh cahaya matahari yang cukup setelah bibit beradaptasi dengan media tanam. Siram ketika sekitar 2–3 cm lapisan atas media mulai mengering dan hindari kondisi media yang terus-menerus tergenang karena kelebihan air dapat meningkatkan risiko masalah pada akar.
Menanam alpukat dari biji lebih tepat dilakukan sebagai kegiatan pembibitan atau berkebun di rumah daripada sebagai cara cepat mendapatkan buah. Tanaman yang diperbanyak dari biji merupakan hasil reproduksi seksual sehingga sifat buahnya tidak dijamin sama dengan tanaman induknya dan dapat membutuhkan hingga sekitar 10 tahun untuk mulai berbuah, bahkan sebagian tanaman tidak pernah menghasilkan buah. Jika tujuan utamanya mempertahankan karakter varietas tertentu, perbanyakan vegetatif seperti sambung atau okulasi lebih tepat karena dapat mempertahankan sifat tanaman induk.
7. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menanam Alpukat dari Biji
1. Berapa lama biji alpukat mulai berkecambah?
Waktu perkecambahan biji alpukat dapat berbeda-beda. Akar dan tunas umumnya mulai muncul setelah beberapa minggu, tetapi dalam kondisi tertentu tunas dapat membutuhkan waktu hingga sekitar dua bulan.
2. Apakah alpukat dari biji bisa menghasilkan buah?
Bisa, tetapi membutuhkan waktu yang cukup lama dan tidak ada jaminan tanaman akan menghasilkan buah. Tanaman alpukat yang berasal dari biji dapat membutuhkan hingga sekitar 10 tahun untuk mulai berbuah, bahkan sebagian tanaman tidak pernah menghasilkan buah.
3. Apakah buah alpukat dari tanaman yang ditanam dari biji akan sama dengan buah asalnya?
Tidak selalu. Tanaman yang tumbuh dari biji merupakan hasil reproduksi seksual sehingga karakter buahnya dapat berbeda dari tanaman induknya. Jika ingin mempertahankan karakter varietas tertentu, perbanyakan vegetatif seperti sambung atau okulasi lebih tepat.
(kpl/rmt)
Advertisement
D Academy 8
-
Dangdut Academy Hasil Top 26 Dangdut Academy 8: Kadhafy Bangkalan Tersenggol
-
Dangdut Academy Lesti Kejora Rawat Karier Sejak Kecil, Ungkap Kunci Bertahan
-
Selebritis Pacaran Zahra DA7 dan Eby Rizta Bawakan Ulang 'Saat Bahagia' Versi Dangdut
