Cara Menanam Jeruk Sunkist dalam Pot, Cocok untuk Lahan Rumah yang Terbatas

Cara Menanam Jeruk Sunkist dalam Pot, Cocok untuk Lahan Rumah yang Terbatas
Cara Menanam Jeruk Sunkist dalam Pot. (Gambar: AI Generated)

Kapanlagi.com - Memiliki pohon jeruk sendiri tidak harus menunggu punya halaman luas. Dengan pot, tanaman dapat ditempatkan di teras atau sudut halaman yang mendapat cahaya matahari. Cara menanam jeruk Sunkist dalam pot pun dapat dilakukan dari bibit yang tersedia di toko tanaman, asalkan kebutuhan dasar tanaman dipenuhi sejak awal.

Jeruk Sunkist termasuk tanaman yang dapat tumbuh dalam wadah. Namun, ruang akar yang terbatas membuat pemilihan pot, media tanam, air, dan lokasi perlu diperhatikan. Kesalahan pada tahap awal dapat membuat tanaman jeruk Sunkist sulit tumbuh, sehingga waktu yang digunakan untuk merawatnya tidak memberikan hasil yang diharapkan.

Pada artikel ini, kamu dapat menemukan cara menanam jeruk sunkist dalam pot yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa (11/8/2026). Kamu juga bisa menemukan beberapa tips supaya pohonnya bisa tumbuh subur dan berbuah lebat. Mari simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

1. Pilih Bibit Jeruk Sunkist

Pilih Bibit Jeruk Sunkist. (Gambar: AI Generated)

Bibit menjadi langkah pertama yang perlu diperhatikan. Untuk ditanam dalam pot, pilih bibit hasil perbanyakan vegetatif seperti okulasi atau cangkok. Bibit seperti ini dapat lebih cepat memasuki masa berbuah dibandingkan tanaman yang berasal dari biji. Pilih tanaman yang batangnya tegak dan tidak menunjukkan tanda serangan hama.

Periksa juga bagian daun dan batang sebelum membeli. Hindari bibit dengan daun banyak yang menguning, layu, atau memiliki bercak. Batang perlu berdiri dan tidak menunjukkan luka. Jika membeli dari penjual tanaman, tanyakan asal bibit serta jenis perbanyakannya agar tanaman yang dibawa pulang sesuai dengan tujuan penanaman.

Bibit tidak perlu langsung dipindahkan ke pot yang sangat besar. Ukuran wadah dapat disesuaikan dengan ukuran tanaman. Beberapa panduan menyarankan pot sekitar 14–16 inci untuk tanaman jeruk yang masih kecil, lalu wadah dapat diganti ketika akar mulai memenuhi ruang.

2. Siapkan Pot dengan Lubang Drainase

Siapkan Pot dengan Lubang Drainase. (Gambar: AI Generated)

Gunakan pot yang memiliki lubang pada bagian bawah. Lubang tersebut menjadi jalan keluarnya air setelah penyiraman. Tanaman jeruk membutuhkan media yang lembap, tetapi akar tidak boleh terus berada dalam air. Air yang tertahan dapat mengganggu kondisi akar dan membuat tanaman mengalami masalah pertumbuhan.

Ukuran pot perlu mengikuti ukuran bibit. Pot yang terlalu besar dapat menahan banyak media dan membuat bagian yang belum ditempati akar tetap basah lebih lama. Sebaliknya, pot yang terlalu kecil membatasi ruang akar. Ketika tanaman berkembang dan akar mulai memenuhi wadah, pindahkan ke pot yang lebih besar.

Letakkan pot di atas kaki pot, batu bata, atau penyangga lain agar bagian bawah tidak menempel langsung pada lantai. Cara ini membantu air keluar dari lubang pot. Pastikan lubang tidak tertutup tanah atau benda lain setelah media dimasukkan.

3. Campurkan Media Tanam

Campurkan Media Tanam. (Gambar: AI Generated)

Media tanam menjadi tempat akar mendapatkan air, udara, dan nutrisi. Untuk jeruk dalam pot, gunakan media yang dapat mengalirkan air. Campuran tanah, kompos atau pupuk kandang, dan sekam dapat digunakan. Salah satu panduan tabulampot menggunakan perbandingan 1:1:1 untuk ketiga bahan tersebut.

Campurkan bahan hingga merata sebelum dimasukkan ke pot. Hindari penggunaan tanah kebun yang terlalu padat sebagai satu-satunya media. Panduan dari University of California juga menyarankan media pot yang memiliki drainase dan tidak menggunakan tanah kebun biasa yang sulit mengalirkan air.

Masukkan media secara bertahap dan sisakan ruang beberapa sentimeter dari bibir pot. Ruang tersebut membantu ketika tanaman disiram sehingga air tidak langsung meluber. Jangan menekan media terlalu keras karena akar membutuhkan ruang untuk berkembang di dalam pot.

4. Pindahkan Bibit ke Dalam Pot

Pindahkan Bibit ke Dalam Pot. (Gambar: AI Generated)

Sebelum memindahkan bibit, siram tanaman di polybag jika media terasa kering. Setelah itu, buka polybag secara perlahan agar bagian tanah yang menempel pada akar tidak banyak terlepas. Tempatkan bibit di tengah pot dan pastikan posisi batang tetap tegak.

Tambahkan media di sekeliling bola akar sampai mencapai batas tanah sebelumnya. Jangan menanam batang lebih dalam dari posisi ketika bibit berada di polybag. Pada tanaman hasil okulasi, bagian sambungan perlu tetap berada di atas permukaan media agar tidak tertutup tanah.

Tekan media di sekitar tanaman menggunakan tangan secukupnya agar bibit tidak mudah bergeser. Setelah penanaman selesai, siram sampai air keluar dari lubang bagian bawah pot. Cara ini membantu membasahi media secara menyeluruh dan mengurangi ruang udara yang terlalu besar di sekitar akar.

5. Letakkan di Tempat yang Mendapat Cahaya

Letakkan di Tempat yang Mendapat Cahaya. (Gambar: AI Generated)

Setelah ditanam, jangan langsung memindahkan bibit dari tempat teduh ke paparan matahari penuh dalam waktu lama. Tanaman yang baru dipindahkan sedang menyesuaikan diri. Berikan cahaya secara bertahap, kemudian tempatkan pot di lokasi yang mendapat sinar matahari langsung.

Tanaman jeruk membutuhkan setidaknya enam jam cahaya matahari langsung setiap hari. Cahaya juga berperan dalam pembentukan bunga dan buah. Karena itu, teras terbuka, halaman, atau area lain yang tidak terhalang bangunan dapat menjadi pilihan.

Jika sebelumnya bibit berada di tempat yang teduh, pindahkan secara bertahap selama beberapa hari. Perubahan cahaya yang mendadak dapat membuat daun mengalami stres. Setelah tanaman mulai menyesuaikan diri, pertahankan lokasi dengan jumlah cahaya yang cukup setiap hari.

6. Siram Sesuai Kondisi Media

Siram Sesuai Kondisi Media. (Gambar: AI Generated)

Penyiraman tidak perlu mengikuti jadwal yang sama setiap hari. Periksa media terlebih dahulu dengan menyentuh bagian atasnya. Jika mulai kering, lakukan penyiraman. Jika masih basah, tunggu sampai kelembapan berkurang. Kebutuhan air dapat berubah mengikuti cuaca, ukuran pot, dan kondisi tanaman.

Saat menyiram, berikan air sampai keluar dari lubang bagian bawah pot. Setelah itu, buang air yang tertampung pada tatakan. Jangan membiarkan pot berdiri di dalam genangan karena akar jeruk membutuhkan udara sekaligus air untuk tumbuh.

Pada cuaca panas, media dalam pot dapat mengering lebih cepat. Karena itu, pemeriksaan perlu dilakukan lebih sering. Sebaliknya, ketika hujan, penyiraman dapat dikurangi. Perhatikan kondisi media, bukan sekadar mengikuti jumlah penyiraman yang sama setiap hari.

7. Berikan Pupuk dan Pangkas Bagian yang Tidak Diperlukan


Tanaman jeruk dalam pot memiliki ruang media yang terbatas sehingga nutrisi perlu diberikan secara berkala. Gunakan pupuk untuk tanaman jeruk sesuai petunjuk pada kemasan. Pupuk dengan kandungan nitrogen juga banyak digunakan untuk mendukung pertumbuhan daun dan batang.

Pemberian pupuk jangan dilakukan secara berlebihan. Ikuti takaran yang tercantum pada produk dan sesuaikan dengan usia tanaman. Tanaman dalam pot dapat menerima pupuk lebih sering daripada tanaman di tanah karena nutrisi lebih mudah terbawa keluar saat penyiraman.

Pemangkasan dapat dilakukan untuk membuang cabang yang tumbuh dari bawah sambungan, cabang yang mati, atau bagian yang tumbuh ke arah yang tidak diperlukan. Pemangkasan tidak perlu dilakukan terlalu sering. Fokuskan pada bagian yang mengganggu bentuk dan pertumbuhan tanaman.

8. Tips Tambahan agar Jeruk Sunkist Tumbuh Subur


Setelah bibit berhasil dipindahkan, perawatan berikutnya perlu dilakukan secara rutin. Perhatikan perubahan pada daun, kondisi media, pertumbuhan cabang, serta munculnya bunga. Beberapa kebiasaan sederhana berikut dapat membantu menjaga tanaman tetap tumbuh di dalam pot.

1. Periksa Media Sebelum Menyiram: Sentuh bagian atas media sebelum memberikan air. Cara ini membantu menghindari penyiraman saat media masih basah dan mengurangi risiko akar terlalu lama berada dalam air.

2. Berikan Cahaya Setiap Hari: Tempatkan pot di lokasi yang mendapat setidaknya enam jam cahaya matahari langsung. Jika tanaman kurang cahaya, pertumbuhan dan pembentukan bunga dapat ikut terganggu.

3. Jangan Menutup Lubang Pot: Pastikan lubang pada dasar pot tetap terbuka. Periksa secara berkala karena akar atau media dapat menyumbat bagian tersebut dan membuat air tidak dapat keluar.

4. Jauhkan Media dari Pangkal Batang: Jangan menumpuk media terlalu tinggi hingga menutup pangkal batang. Sisakan bagian pangkal tetap terlihat untuk mengurangi kondisi lembap pada area batang.

5. Bersihkan Daun Secara Berkala: Periksa permukaan daun saat melakukan perawatan. Bersihkan debu yang menempel dengan kain atau air agar kondisi daun dapat diamati dan perubahan pada tanaman lebih mudah terlihat.

6. Periksa Bagian Bawah Daun: Hama pada tanaman jeruk dapat ditemukan pada bagian daun. Periksa bagian bawah daun secara rutin agar perubahan seperti bercak, serangga, atau daun menggulung dapat segera diketahui.

7. Ganti Pot Saat Akar Memenuhi Wadah: Ketika akar mulai memenuhi pot, pindahkan tanaman ke wadah yang lebih besar. Penggantian media juga dapat dilakukan secara berkala untuk menyediakan ruang bagi perkembangan akar.

8. Jangan Terburu-buru Mengejar Buah: Tanaman membutuhkan waktu untuk tumbuh sebelum memasuki masa berbuah. Bibit hasil okulasi atau cangkok umumnya dapat berbuah lebih cepat daripada bibit dari biji, tetapi waktunya tetap bergantung pada kondisi tanaman.

9. Pertanyaan Seputar Cara Menanam Jeruk Sunkist dalam Pot


1. Apakah jeruk Sunkist bisa ditanam dalam pot?

Bisa. Tanaman jeruk dapat ditanam menggunakan sistem tabulampot. Kunci utamanya adalah menyediakan pot dengan drainase, media yang dapat mengalirkan air, cahaya matahari, air, dan nutrisi sesuai kebutuhan tanaman.

2. Berapa lama jeruk Sunkist dalam pot bisa berbuah?

Waktu berbuah bergantung pada jenis dan umur bibit. Bibit hasil okulasi atau cangkok umumnya memasuki masa berbuah lebih cepat daripada tanaman dari biji. Kondisi cahaya, air, nutrisi, dan perawatan juga ikut memengaruhi waktu tersebut.

3. Berapa kali jeruk Sunkist dalam pot harus disiram?

Tidak ada jumlah yang sama untuk setiap kondisi. Periksa media sebelum menyiram. Saat bagian atas mulai kering, siram sampai air keluar dari lubang pot. Pada cuaca panas, pemeriksaan perlu dilakukan lebih sering karena media dalam pot dapat cepat kehilangan air.

4. Berapa lama jeruk Sunkist mendapat sinar matahari?

Tanaman jeruk membutuhkan setidaknya enam jam cahaya matahari langsung setiap hari. Untuk tanaman yang ditanam dalam pot dan ditujukan agar menghasilkan buah, jumlah cahaya yang lebih banyak dapat membantu pertumbuhan dan pembungaan.

5. Mengapa daun jeruk Sunkist menguning?

Daun menguning dapat berkaitan dengan beberapa kondisi, termasuk terlalu banyak air, kekurangan nutrisi, atau masalah pada akar. Periksa kelembapan media dan lubang drainase terlebih dahulu sebelum menambah pupuk. Jika media terus basah, perbaiki aliran air dan kurangi penyiraman.

(kpl/bim)

Rekomendasi

Trending