Cara Menggunakan Kata Di yang Benar agar Tidak Salah Tulis

Cara Menggunakan Kata Di yang Benar agar Tidak Salah Tulis
3. Cara Membedakan Penulisan Kata Di dengan Teknik Substitusi (h)

Kapanlagi.com - Cara menggunakan kata di yang benar sebenarnya cukup sederhana jika memahami dua fungsi utamanya. Kata "di" dalam bahasa Indonesia bisa berfungsi sebagai kata depan (preposisi) yang ditulis terpisah, atau sebagai awalan (prefiks) yang ditulis menyambung dengan kata setelahnya.

Kesalahan dalam cara menggunakan kata di termasuk salah satu kekeliruan paling umum dalam penulisan bahasa Indonesia. Aturan dasarnya adalah "di" dipisah ketika menunjukkan tempat, waktu, atau lokasi, dan disambung ketika menjadi imbuhan pada kata kerja pasif.

Dilansir dari Wikibooks, kesalahan penggunaan "di" sangat umum bahkan di kalangan penutur asli bahasa Indonesia. Memahami perbedaan antara "di" sebagai preposisi dan "di-" sebagai prefiks pasif merupakan langkah pertama untuk menulis dengan benar sesuai kaidah bahasa.

1. 1. Cara Menggunakan Kata Di sebagai Kata Depan yang Dipisah

1. Cara Menggunakan Kata Di sebagai Kata Depan yang Dipisah (c) Ilustrasi AI

Langkah pertama dalam memahami cara menggunakan kata di adalah mengenali fungsinya sebagai kata depan atau preposisi. Ketika "di" berperan sebagai kata depan, penulisannya wajib dipisah dari kata yang mengikutinya.

  1. Kenali kata setelah "di": Perhatikan apakah kata yang mengikuti "di" merupakan kata benda yang menyatakan tempat, nama lokasi, waktu, atau keterangan posisi. Jika ya, maka "di" harus ditulis terpisah. Contoh: "di sekolah", "di Jakarta", "di pagi hari".

  2. Uji dengan kata "dari": Coba ganti "di" dengan kata "dari". Jika penggantian tersebut masih menghasilkan frasa yang masuk akal, berarti "di" berfungsi sebagai kata depan dan harus dipisah. Misalnya, "di sini" bisa diubah menjadi "dari sini" sehingga penulisan yang benar adalah dipisah.

  3. Pastikan tidak bisa diberi imbuhan me-: Kata depan "di" tidak dapat diubah menjadi bentuk aktif dengan imbuhan me-. Sebagai contoh, "di terminal" tidak bisa menjadi "menterminal" karena kata tersebut bukan kata kerja.

  4. Perhatikan konteks kalimat secara keseluruhan: Selalu baca ulang kalimat untuk memastikan "di" memang menunjukkan lokasi, waktu, atau posisi. Contoh yang benar: "Ibu membeli sayur di pasar", "Rapat akan dimulai di sore hari".

  5. Hafalkan frasa umum yang sering keliru: Beberapa frasa dengan kata depan "di" yang sangat sering ditulis salah antara lain "di mana" (bukan dimana), "di atas" (bukan diatas), "di antara" (bukan diantara), dan "di bawah" (bukan dibawah).

Berdasarkan sumber Latinum Institute, preposisi "di" dalam bahasa Indonesia berfungsi untuk menandai lokasi fisik yang bersifat statis dan tidak pernah muncul sebelum kata kerja.

Baca juga: Contoh kata depan yang tepat beserta pengertian dan aturan penulisannya

2. 2. Cara Menggunakan Kata Di sebagai Awalan yang Disambung

2. Cara Menggunakan Kata Di sebagai Awalan yang Disambung (c) Ilustrasi AI

Selain sebagai kata depan, cara menggunakan kata di yang kedua adalah memahami perannya sebagai awalan atau prefiks pembentuk kata kerja pasif. Dalam fungsi ini, penulisan "di" harus disambung atau ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya.

  1. Pastikan kata setelah "di" adalah kata kerja: Awalan "di-" selalu melekat pada kata kerja untuk membentuk kata kerja pasif. Contoh: "ditulis", "dibaca", "dimakan". Kata kerja pasif menandakan bahwa subjek dalam kalimat dikenai pekerjaan, bukan melakukan pekerjaan.

  2. Coba ubah menjadi bentuk aktif dengan imbuhan me-: Jika awalan "di-" dapat diganti dengan "me-" dan menghasilkan kata yang bermakna, maka penulisannya wajib disambung. Misalnya, "dibuka" bisa diubah menjadi "membuka", "dikejar" menjadi "mengejar".

  3. Kenali pola kalimat pasif: Dalam kalimat pasif, subjek adalah penerima tindakan. Perhatikan contoh berikut: "Surat itu dikirim kemarin" (pasif) versus "Ia mengirim surat itu kemarin" (aktif). Prefiks "di-" pada "dikirim" harus ditulis serangkai.

  4. Jangan terpengaruh spasi dalam percakapan digital: Kebiasaan menulis pesan singkat sering membuat orang memisahkan awalan "di-" dari kata kerjanya. Dalam penulisan formal, "di tulis" tetap salah; yang benar adalah "ditulis".

Mengacu pada mylanguages.org, awalan "me-" menunjukkan bahwa subjek adalah pelaku tindakan, sedangkan awalan "di-" menunjukkan bahwa subjek adalah objek dari tindakan tersebut. Pemahaman hubungan antara kedua imbuhan ini menjadi kunci dalam cara menggunakan kata di secara tepat.

3. 3. Cara Membedakan Penulisan Kata Di dengan Teknik Substitusi

3. Cara Membedakan Penulisan Kata Di dengan Teknik Substitusi (c) Ilustrasi AI

Teknik substitusi merupakan metode paling praktis untuk menguasai cara menggunakan kata di. Dengan latihan sederhana ini, siapa pun dapat dengan cepat menentukan apakah "di" harus ditulis terpisah atau serangkai.

  1. Lakukan uji imbuhan me-: Ganti "di" dengan "me-" pada kata yang mengikutinya. Jika hasilnya membentuk kata kerja aktif yang bermakna, "di" harus disambung. Contoh: "diangkat" → "mengangkat" (cocok, jadi disambung). Sebaliknya, "di rumah" → "merumah" (tidak bermakna, jadi dipisah).

  2. Perhatikan jenis kata yang mengikuti: Jika setelah "di" terdapat kata benda, kata keterangan tempat, atau kata keterangan waktu, pisahkan penulisannya. Jika yang mengikuti adalah kata kerja, sambungkan.

  3. Waspadai kata yang bisa bermakna ganda: Beberapa kata bisa membingungkan karena konteks berbeda menghasilkan penulisan berbeda. Misalnya, "dibalik" (membalik sesuatu, disambung) berbeda dengan "di balik" (menunjukkan posisi di sisi sebaliknya, dipisah). Dalam kalimat "cerita di balik layar" menggunakan "di" sebagai preposisi. Sementara "buku itu dibalik oleh angin" menggunakan "di-" sebagai awalan pasif.

  4. Gunakan alat bantu digital: Manfaatkan KBBI Daring untuk memverifikasi ejaan kata yang meragukan. Fitur pencarian KBBI dapat membantu memastikan penulisan kata sesuai kaidah bahasa Indonesia yang berlaku.

  5. Praktikkan secara rutin: Seperti keterampilan lainnya, kemampuan membedakan penulisan "di" akan semakin tajam dengan latihan konsisten. Biasakan membaca teks formal dan perhatikan pola penulisan "di" di dalamnya.

Jeffrey Gitomer, pakar komunikasi dan penulis buku bisnis, dikutip dari Wise Sayings menyatakan, "Tata bahasamu adalah cerminan citramu. Baik atau buruk, kamu telah membuat kesan. Dan seperti semua kesan, kamu memegang kendali penuh."

Baca juga: Membedakan penggunaan kata di yang benar agar tidak tertukar

4. Kesalahan Umum Penulisan Kata Di dan Cara Mengatasinya

Kesalahan Umum Penulisan Kata Di dan Cara Mengatasinya (c) Ilustrasi AI

Kesalahan penulisan kata "di" lebih sering ditemukan dalam bentuk bahasa tulis karena secara lisan tidak ada perbedaan yang terdengar antara "di" yang disambung maupun dipisah. Kemampuan membedakan kedua bentuk ini sangat penting, terutama bagi mereka yang menulis karya ilmiah, laporan, atau dokumen resmi. Mengutip sumber Latinum Institute, bahasa Indonesia formal dan akademik secara konsisten menuntut ketepatan dalam penggunaan preposisi maupun prefiks.

Sebagaimana disampaikan Joan Didion, sastrawan Amerika, dikutip dari BrainyQuote, "Tata bahasa adalah piano yang kumainkan dengan mengandalkan intuisi. Yang kutahu tentang tata bahasa hanyalah kekuatannya."

Berikut daftar kesalahan umum beserta penulisan yang tepat:

  • Kata depan "di" yang sering salah disambung: dipasar (salah) → di pasar (benar), digedung (salah) → di gedung (benar), dikantor (salah) → di kantor (benar), dimana (salah) → di mana (benar), diatas (salah) → di atas (benar), dibawah (salah) → di bawah (benar), disini (salah) → di sini (benar), disana (salah) → di sana (benar), didalam (salah) → di dalam (benar), didepan (salah) → di depan (benar).

  • Awalan "di-" yang sering salah dipisah: di tulis (salah) → ditulis (benar), di beli (salah) → dibeli (benar), di kejar (salah) → dikejar (benar), di buat (salah) → dibuat (benar), di kirim (salah) → dikirim (benar), di setujui (salah) → disetujui (benar), di selesaikan (salah) → diselesaikan (benar), di renovasi (salah) → direnovasi (benar).

  • Frasa "di" dengan keterangan waktu: Sebagaimana dikutip dari Wikibooks, secara formal kata depan "pada" lebih tepat digunakan untuk keterangan waktu dibandingkan "di". Meskipun demikian, dalam penggunaan sehari-hari, "di pagi hari" atau "di sore hari" masih kerap ditemui dan tetap ditulis terpisah.

  • Penggunaan "di" sebelum kata ganti orang: Secara baku, kata depan "pada" lebih tepat digunakan sebelum kata ganti orang. Misalnya, "Bukumu ada pada Budi" lebih tepat dibandingkan "Bukumu ada di Budi".

  • Perbedaan "di" dan "pada" untuk konteks formal: Merujuk sumber Latinum Institute, bahasa Indonesia jurnalistik dan akademik secara tegas menggunakan "pada" untuk ekspresi waktu. Penggunaan "di" untuk waktu lebih lazim dalam percakapan informal, terutama di Jakarta dan kota-kota besar lainnya.

  • Pengaruh bahasa daerah terhadap penulisan "di": Variasi penggunaan preposisi "di" juga dipengaruhi oleh bahasa daerah masing-masing penutur. Bahasa Jawa, Sunda, Bali, dan bahasa regional lain memiliki sistem preposisi sendiri yang kadang terbawa ke dalam penulisan bahasa Indonesia.

  • Kata "di" dalam judul tulisan: Saat "di" berfungsi sebagai kata depan dalam judul, penulisannya tetap menggunakan huruf kecil. Contoh: "Ada Udang di Balik Batu", bukan "Ada Udang Di Balik Batu".

B.J. Chute, penulis dan kritikus sastra Amerika, dikutip dari Wise Sayings pernah menyampaikan, "Tata bahasa bagi penulis ibarat anatomi bagi pematung atau tangga nada bagi musisi. Kamu boleh membencinya, tapi tak ada yang bisa menggantikannya."

Untuk mengurangi kesalahan, biasakan membaca buku dan sumber bacaan berkualitas, mencatat kosakata yang meragukan, serta rutin membuka KBBI atau PUEBI sebagai referensi. Dengan kebiasaan ini, penguasaan cara menggunakan kata di akan berkembang secara alami.

Anthony Burgess, novelis Inggris terkenal, dikutip dari Writers Write menyatakan, "Ada kepuasan tersendiri pada kerangka kokoh tata bahasa, yang dibutuhkan kosakata agar bisa menjadi vertebrata dan berjalan di muka bumi."

Baca juga: Arti kata baku dan tidak baku beserta fungsi pembakuan bahasa Indonesia

Lynne Truss, penulis buku Eats, Shoots & Leaves, dikutip dari Writers Write menyatakan, "Alasan memperjuangkan tanda baca adalah karena tanpanya, tidak ada cara yang andal untuk menyampaikan makna."

Robert Graves, penyair dan novelis Inggris, dikutip dari Writers Write juga mengingatkan, "Setiap penyair harus menguasai aturan tata bahasa sebelum berusaha membengkokkan atau mematahkannya."

Kedua pandangan tersebut menegaskan betapa pentingnya menguasai fondasi kebahasaan, termasuk cara menggunakan kata di, sebelum mengambil kebebasan dalam gaya penulisan. Kemampuan memanfaatkan KBBI dan pedoman ejaan akan sangat membantu proses ini.

5. FAQ

FAQ (c) Ilustrasi AI

Apa perbedaan utama antara "di" yang disambung dan dipisah?

Kata "di" ditulis terpisah ketika berfungsi sebagai kata depan yang menunjukkan tempat, waktu, atau lokasi (contoh: di rumah, di pagi hari). Sebaliknya, "di" ditulis disambung ketika berfungsi sebagai awalan pada kata kerja pasif (contoh: ditulis, dibaca). Cara menggunakan kata di yang tepat bergantung pada identifikasi fungsi tersebut dalam kalimat.

Bagaimana cara cepat mengetahui penulisan kata "di" yang benar?

Teknik paling mudah adalah mengganti "di" dengan imbuhan "me-". Jika hasilnya membentuk kata kerja aktif yang bermakna, maka "di" harus disambung. Misalnya, "dibeli" bisa diubah menjadi "membeli", jadi penulisan disambung sudah benar. Teknik ini sangat efektif untuk menguasai cara menggunakan kata di secara praktis.

Apakah penulisan "dimana" itu benar?

Penulisan "dimana" tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Yang benar adalah "di mana" yang ditulis terpisah karena "di" berfungsi sebagai kata depan. Frasa ini tidak bisa diubah menjadi bentuk aktif "memana" sehingga sudah pasti ditulis terpisah.

Mengapa banyak orang salah menggunakan kata "di"?

Kesalahan ini umumnya disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu tidak memahami aturan tata bahasa sejak awal dan kebiasaan menulis informal dalam percakapan digital sehari-hari. Secara lisan, tidak ada perbedaan antara "di" yang disambung dan dipisah, sehingga kekeliruan lebih sering terjadi dalam tulisan.

Apakah aturan penulisan kata "di" berlaku juga untuk "ke" dan "dari"?

Ya, prinsip yang sama berlaku untuk kata depan "ke" dan "dari". Keduanya ditulis terpisah ketika menunjukkan arah, tempat, atau asal. Misalnya, "ke sekolah" (bukan kesekolah) dan "dari rumah" (bukan darirumah). Memahami cara menggunakan kata di membantu memahami pola serupa pada preposisi lainnya.

Apa contoh kalimat yang sering salah dalam penulisan kata "di"?

Contoh yang sangat sering keliru antara lain: "Saya tinggal dijakarta" (salah, benar: di Jakarta), "Buku itu sudah di baca" (salah, benar: dibaca), dan "Kami berkumpul disana" (salah, benar: di sana). Menguasai cara menggunakan kata di akan mencegah kekeliruan semacam ini.

Di mana saya bisa mengecek penulisan kata "di" yang benar?

Kamu bisa menggunakan KBBI Daring di laman kbbi.kemdikbud.go.id atau merujuk pada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Kedua sumber resmi ini membantu memverifikasi cara menggunakan kata di yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

Daftar Referensi

  1. Wikibooks. Indonesian/Grammar/Prepositions. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://en.wikibooks.org/wiki/Indonesian/Grammar/Prepositions
  2. Latinum Institute. Lesson 26 Indonesian: Di / Pada — At (Preposition of Location and Time). Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://latinum.substack.com/p/lesson-26-indonesian-a-latinum-institute
  3. mylanguages.org. Indonesian Prefixes. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://mylanguages.org/indonesian_prefixes.php
  4. Writers Write. My 15 Favourite Quotes On Grammar. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://www.writerswrite.co.za/my-15-favourite-quotes-on-grammar/
  5. Wise Sayings. Grammar Sayings and Grammar Quotes. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://www.wisesayings.com/grammar-quotes/
  6. BrainyQuote. Grammar Quotes. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://www.brainyquote.com/topics/grammar-quotes

(kpl/fed)

Rekomendasi
Trending