Cara Menggunakan Minyak Canola untuk Memasak Sehat
cara menggunakan minyak canola
Kapanlagi.com - Minyak canola menjadi salah satu jenis minyak yang cukup populer digunakan untuk memasak. Minyak ini dikenal memiliki rasa yang ringan serta kandungan lemak tak jenuh yang sering dianggap lebih baik dibandingkan beberapa jenis minyak lainnya.
Meski begitu, tidak semua orang mengetahui cara menggunakan minyak canola dengan tepat dalam berbagai jenis masakan. Lalu, bagaimana cara menggunakan minyak canola agar hasil masakan tetap lezat dan kandungan nutrisinya tetap terjaga? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Advertisement
1. Mengenal Minyak Canola sebagai Alternatif Minyak Sehat
Minyak canola merupakan salah satu jenis minyak nabati yang semakin populer sebagai pilihan minyak goreng sehat. Minyak ini diekstrak dari biji tanaman canola yang merupakan hasil pengembangan dari tanaman rapeseed di Kanada. Nama canola sendiri merupakan singkatan dari "Canadian oil, low acid" yang menunjukkan asal usul pengembangannya.
Keunggulan utama minyak canola terletak pada kandungan lemak tak jenuhnya yang tinggi, mencapai 91% dari total lemak. Komposisi ini terdiri dari 61% asam oleat (omega-9), 21% asam linoleat (omega-6), dan 11% asam alfa-linolenat (omega-3). Kandungan lemak jenuhnya sangat rendah, hanya sekitar 7%, menjadikannya pilihan yang baik untuk kesehatan jantung.
Melansir dari Alodokter, minyak canola mengandung 124 kalori per sendok makan dan 16% vitamin E yang berperan sebagai antioksidan. Kandungan omega-3 dan omega-6 dalam minyak canola mampu meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dan mengurangi kolesterol jahat (LDL) dalam darah, sehingga dapat mengurangi risiko penyakit jantung.
2. Cara Menggunakan Minyak Canola untuk Menumis
Menumis merupakan salah satu cara menggunakan minyak canola yang paling umum dan efektif. Minyak canola memiliki titik asap sekitar 204°C (400°F), membuatnya cocok untuk memasak dengan suhu sedang hingga tinggi. Untuk menumis, panaskan wajan terlebih dahulu dengan api sedang, kemudian tuangkan 1-2 sendok makan minyak canola. Tunggu hingga minyak sedikit panas namun belum berasap, baru masukkan bahan makanan yang akan ditumis.
Teknik menumis dengan minyak canola sangat ideal untuk mengolah sayuran, daging, atau seafood. Pastikan untuk tidak memanaskan minyak terlalu lama atau terlalu tinggi agar kandungan nutrisinya tidak rusak. Aduk bahan makanan secara merata agar matang sempurna dan menyerap minyak dengan baik. Cara menggunakan minyak canola untuk menumis ini akan menghasilkan masakan yang lebih sehat dibandingkan menggunakan minyak dengan lemak jenuh tinggi.
Keuntungan menumis dengan minyak canola adalah rasa netralnya yang tidak akan mengubah cita rasa asli bahan makanan. Teksturnya yang ringan juga membuat masakan tidak terasa berminyak berlebihan. Untuk hasil terbaik, gunakan minyak canola segar setiap kali memasak dan hindari penggunaan berulang yang dapat merusak struktur lemaknya.
Saat menumis dengan minyak canola, perhatikan juga jumlah yang digunakan. Cukup gunakan secukupnya untuk melapisi wajan dan bahan makanan. Penggunaan berlebihan tidak akan menambah manfaat kesehatan, justru dapat meningkatkan asupan kalori. Kombinasikan dengan bahan makanan segar dan bumbu alami untuk mendapatkan hidangan sehat yang lezat.
3. Cara Menggunakan Minyak Canola untuk Menggoreng
Menggoreng dengan minyak canola memerlukan perhatian khusus agar manfaat kesehatannya tetap optimal. Meskipun minyak canola memiliki titik asap yang cukup tinggi, sebaiknya hindari teknik deep frying atau menggoreng dengan minyak banyak. Teknik pan-frying atau menggoreng dengan minyak sedikit lebih disarankan karena dapat mengurangi penyerapan minyak pada makanan.
Untuk menggoreng dengan minyak canola, panaskan wajan dengan api sedang dan tuangkan minyak secukupnya hingga menutupi dasar wajan. Tunggu hingga minyak mencapai suhu yang tepat, biasanya ditandai dengan munculnya gelembung kecil saat ujung spatula dicelupkan. Masukkan bahan makanan secara perlahan untuk menghindari percikan dan balik sesekali agar matang merata.
Melansir dari Detik Food, minyak canola cocok digunakan untuk menggoreng dengan teknik pan-frying karena profil rasanya yang ringan dan titik asapnya yang memadai. Namun, penting untuk tidak memanaskan minyak melebihi 200 derajat Celcius agar kandungan nutrisinya tidak rusak dan tidak menghasilkan senyawa berbahaya.
Setelah selesai menggoreng, tiriskan makanan di atas kertas penyerap minyak untuk mengurangi kandungan lemak berlebih. Jangan gunakan minyak canola bekas untuk menggoreng kembali karena pemanasan berulang dapat merusak struktur lemak dan menghasilkan radikal bebas yang berbahaya bagi kesehatan. Selalu gunakan minyak segar untuk setiap sesi memasak.
4. Cara Menggunakan Minyak Canola untuk Memanggang
Memanggang merupakan metode memasak sehat yang dapat dimaksimalkan dengan cara menggunakan minyak canola yang tepat. Minyak canola sangat cocok untuk memanggang karena dapat membantu makanan tidak lengket pada loyang dan memberikan tekstur yang renyah pada bagian luar. Untuk memanggang sayuran, oleskan tipis minyak canola pada sayuran atau campurkan dalam wadah sebelum ditata di loyang.
Saat memanggang daging atau ayam, minyak canola dapat digunakan sebagai bahan marinasi atau dioleskan pada permukaan daging sebelum dipanggang. Cara ini akan membantu daging tetap lembab dan tidak kering selama proses pemanggangan. Suhu oven yang disarankan untuk memanggang dengan minyak canola adalah antara 180-200 derajat Celcius, masih dalam batas aman titik asap minyak.
Untuk memanggang kue atau roti, minyak canola dapat menggantikan mentega atau margarin dalam resep. Gunakan perbandingan yang sama, misalnya jika resep memerlukan 100 gram mentega, gantikan dengan 100 ml minyak canola. Tekstur kue yang dihasilkan akan lebih lembut dan lembab, serta lebih sehat karena rendah lemak jenuh.
Keuntungan menggunakan minyak canola untuk memanggang adalah tidak akan memberikan aroma atau rasa yang mengganggu pada makanan. Berbeda dengan minyak kelapa yang memiliki aroma khas, minyak canola bersifat netral sehingga cocok untuk berbagai jenis makanan panggang, baik manis maupun gurih.
5. Cara Menggunakan Minyak Canola untuk Salad Dressing
Salah satu cara menggunakan minyak canola yang paling sehat adalah sebagai bahan dasar salad dressing. Karena tidak perlu dipanaskan, semua kandungan nutrisi dalam minyak canola akan tetap utuh dan memberikan manfaat maksimal. Untuk membuat salad dressing sederhana, campurkan 60 ml minyak canola dengan 30 ml jus lemon segar, 15 ml madu, satu siung bawang putih cincang halus, serta garam dan merica secukupnya.
Kocok semua bahan dalam wadah tertutup hingga tercampur rata dan mengental. Dressing ini dapat disimpan dalam kulkas hingga satu minggu dan digunakan untuk berbagai jenis salad sayuran. Rasa netral minyak canola membuatnya mudah dikombinasikan dengan berbagai bahan lain seperti cuka balsamic, mustard, atau yogurt untuk variasi rasa yang berbeda.
Cara menggunakan minyak canola untuk salad dressing juga bisa divariasikan dengan menambahkan herbs segar seperti basil, oregano, atau parsley. Untuk dressing Asia, campurkan minyak canola dengan kecap asin, minyak wijen, jahe parut, dan sedikit gula untuk menciptakan cita rasa oriental yang lezat namun tetap sehat.
Keunggulan menggunakan minyak canola sebagai salad dressing adalah kandungan omega-3 dan omega-6 yang dapat diserap tubuh secara optimal tanpa melalui proses pemanasan. Vitamin E dalam minyak canola juga akan bekerja maksimal sebagai antioksidan yang melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
6. Cara Menggunakan Minyak Canola untuk MPASI
Cara menggunakan minyak canola untuk MPASI (Makanan Pendamping ASI) memerlukan perhatian khusus karena sistem pencernaan bayi yang masih sensitif. Melansir dari website resmi IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), lemak omega-3 dan omega-6 memiliki peran penting untuk pertumbuhan otak bayi serta perkembangan retina dan jaringan saraf pada mata.
Untuk bayi yang baru memulai MPASI, gunakan hanya sekitar ¼ sendok teh minyak canola untuk 200 gram makanan bayi. Jumlah ini cukup untuk memenuhi kebutuhan lemak tambahan tanpa membebani sistem pencernaan bayi. Minyak canola dapat ditambahkan langsung ke dalam bubur atau puree yang sudah matang, atau digunakan untuk menumis bahan makanan MPASI dengan api kecil.
Cara menggunakan minyak canola untuk MPASI yang paling aman adalah dengan menambahkannya setelah makanan matang dan sedikit dingin. Hindari memanaskan minyak terlalu tinggi saat memasak makanan bayi karena dapat merusak kandungan nutrisinya. Untuk bayi berusia 6-8 bulan, mulai dengan jumlah yang sangat sedikit dan tingkatkan secara bertahap sesuai dengan toleransi pencernaan bayi.
Penting untuk tidak memberikan minyak canola secara berlebihan pada MPASI karena dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti diare. Konsultasikan dengan dokter anak sebelum memulai penggunaan minyak canola dalam MPASI, terutama jika bayi memiliki riwayat alergi atau masalah pencernaan. Kombinasikan dengan bahan makanan bergizi lainnya untuk memastikan bayi mendapatkan nutrisi seimbang.
7. Tips Penyimpanan dan Pemilihan Minyak Canola
Cara menggunakan minyak canola yang benar juga mencakup aspek penyimpanan agar kualitasnya tetap terjaga. Simpan minyak canola dalam botol gelap atau wadah kedap udara di tempat yang sejuk dan kering, jauh dari paparan sinar matahari langsung atau sumber panas. Suhu penyimpanan ideal adalah antara 15-25 derajat Celcius. Hindari menyimpan minyak canola di dekat kompor atau oven karena panas dapat mempercepat oksidasi.
Saat membeli minyak canola, perhatikan label kemasan untuk memastikan kualitasnya. Pilih minyak canola yang berlabel "cold-pressed" atau "expeller-pressed" jika ingin menghindari minyak yang diproses secara kimia. Minyak canola organik juga menjadi pilihan yang baik untuk menghindari residu pestisida. Periksa tanggal kadaluarsa dan pastikan membeli produk yang masih jauh dari tanggal tersebut.
Minyak canola berkualitas baik memiliki warna kuning cerah dan aroma yang netral. Hindari membeli minyak yang berbau tengik atau memiliki warna yang terlalu gelap karena ini menandakan minyak sudah teroksidasi. Kemasan dalam botol gelap atau tidak tembus cahaya lebih baik untuk melindungi minyak dari oksidasi dibandingkan kemasan plastik transparan.
Setelah dibuka, gunakan minyak canola dalam waktu 6-12 bulan untuk kualitas terbaik. Tutup rapat setiap kali selesai digunakan untuk mencegah kontak dengan udara yang dapat menyebabkan oksidasi. Jika minyak mulai berbau tengik atau berubah warna, sebaiknya tidak digunakan lagi meskipun belum melewati tanggal kadaluarsa. Cara penyimpanan yang tepat akan memastikan manfaat kesehatan minyak canola tetap optimal.
8. FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
Apakah minyak canola bisa digunakan untuk menggoreng deep frying?
Meskipun minyak canola memiliki titik asap yang cukup tinggi sekitar 204°C, sebaiknya hindari menggunakan minyak canola untuk teknik deep frying atau menggoreng dengan minyak banyak. Metode ini dapat meningkatkan kadar lemak pada makanan dan mengurangi manfaat kesehatan minyak canola. Lebih baik gunakan teknik pan-frying atau menggoreng dengan minyak sedikit untuk hasil yang lebih sehat.
Berapa lama minyak canola bisa disimpan setelah dibuka?
Setelah dibuka, minyak canola dapat disimpan selama 6-12 bulan jika disimpan dengan benar dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan gelap. Pastikan untuk selalu menutup rapat botol setelah digunakan dan jauhkan dari paparan sinar matahari atau sumber panas. Jika minyak mulai berbau tengik atau berubah warna, sebaiknya tidak digunakan lagi meskipun belum melewati tanggal kadaluarsa.
Apakah minyak canola aman untuk bayi dan anak-anak?
Ya, minyak canola aman untuk bayi dan anak-anak sebagai sumber lemak tambahan dalam MPASI. Namun, gunakan dalam jumlah yang tepat, yaitu sekitar ¼ sendok teh untuk 200 gram makanan bayi. Kandungan omega-3 dan omega-6 dalam minyak canola bermanfaat untuk perkembangan otak dan mata bayi. Konsultasikan dengan dokter anak sebelum memulai penggunaan, terutama jika bayi memiliki riwayat alergi.
Bisakah minyak canola digunakan untuk membuat kue?
Minyak canola sangat cocok digunakan untuk membuat kue sebagai pengganti mentega atau margarin. Gunakan perbandingan yang sama dengan resep asli, misalnya 100 gram mentega dapat digantikan dengan 100 ml minyak canola. Tekstur kue yang dihasilkan akan lebih lembut dan lembab, serta lebih sehat karena kandungan lemak jenuhnya yang rendah. Rasa netral minyak canola tidak akan mengubah cita rasa kue.
Apa perbedaan minyak canola dengan minyak zaitun?
Minyak canola memiliki kandungan omega-3 yang lebih tinggi dibandingkan minyak zaitun dan titik asap yang lebih tinggi (204°C vs 160°C), membuatnya lebih serbaguna untuk memasak. Minyak zaitun, terutama extra virgin, memiliki kandungan antioksidan yang lebih tinggi dan lebih cocok untuk penggunaan mentah seperti salad dressing. Keduanya baik untuk kesehatan, namun dengan kegunaan yang berbeda.
Apakah minyak canola bisa membantu menurunkan berat badan?
Minyak canola dapat membantu program penurunan berat badan karena kandungan lemak tak jenuhnya yang tinggi dapat meningkatkan rasa kenyang dan membantu mengontrol nafsu makan. Kandungan lemak tak jenuh juga membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan menjaga kadar gula darah tetap stabil. Namun, tetap perhatikan jumlah konsumsi karena minyak canola tetap tinggi kalori, yaitu sekitar 120 kalori per sendok makan.
Bagaimana cara mengetahui minyak canola masih layak digunakan?
Minyak canola yang masih layak digunakan memiliki warna kuning cerah, aroma netral, dan tekstur yang jernih tanpa endapan. Jika minyak berbau tengik, berubah warna menjadi lebih gelap, atau teksturnya menjadi kental dan keruh, sebaiknya tidak digunakan lagi. Simpan minyak dengan benar dalam wadah tertutup di tempat sejuk dan gelap untuk menjaga kualitasnya. Selalu periksa tanggal kadaluarsa sebelum menggunakan.
(kpl/fds)
Advertisement
D Academy 8
-
Dangdut Academy Lesti Kejora Rawat Karier Sejak Kecil, Ungkap Kunci Bertahan
-
Selebritis Pacaran Zahra DA7 dan Eby Rizta Bawakan Ulang 'Saat Bahagia' Versi Dangdut
-
Dangdut Indonesia Fahri Labuan Batu Tersenggol dari Top 31 Group 5, Tetap Tegar