Cara Menggunakan Termometer Ketiak yang Benar untuk Hasil Akurat
Perbandingan Akurasi Pengukuran Suhu di Berbagai Bagian Tubuh (h)
Kapanlagi.com - Mengukur suhu tubuh merupakan langkah awal penting dalam memantau kondisi kesehatan, terutama saat seseorang menunjukkan gejala demam. Cara menggunakan termometer ketiak menjadi metode paling umum karena praktis, aman, dan bisa digunakan untuk semua kelompok usia.[1]
Meskipun terlihat sederhana, teknik pengukuran yang tepat sangat memengaruhi akurasi hasil pembacaan suhu. Menurut Healthline, suhu ketiak cenderung lebih rendah dibandingkan pengukuran oral hingga satu derajat penuh, sehingga memahami cara menggunakan termometer ketiak dengan benar menjadi sangat krusial.[1]
Termometer digital saat ini menjadi pilihan utama yang direkomendasikan para ahli untuk pengukuran suhu di ketiak. Termometer air raksa sudah tidak dianjurkan karena risiko pecah dan bahaya merkuri jika terhirup.[4] Artikel ini akan membahas panduan lengkap penggunaan termometer ketiak untuk bayi, anak-anak, dan orang dewasa berdasarkan sumber medis terpercaya.
Advertisement
1. 1. Cara Menggunakan Termometer Digital di Ketiak Langkah demi Langkah
Termometer digital adalah jenis yang paling direkomendasikan untuk pengukuran suhu ketiak karena memberikan hasil yang cepat dan mudah dibaca. Berikut cara menggunakan termometer ketiak digital secara tepat agar mendapatkan pembacaan suhu yang dapat diandalkan.[3]
Pastikan termometer dalam keadaan bersih: Bersihkan ujung termometer dengan alkohol isopropil atau sabun dan air hangat sebelum digunakan untuk mencegah kontaminasi bakteri.[1]
Keringkan area ketiak: Pastikan kulit ketiak dalam kondisi kering. Kelembapan berlebih dapat mendinginkan kulit dan menghasilkan pembacaan suhu yang tidak akurat.[8]
Nyalakan termometer digital: Tekan tombol power dan pastikan layar menampilkan angka awal dengan jelas sebelum memulai pengukuran.[3]
Tempatkan ujung termometer di tengah ketiak: Letakkan ujung sensor termometer tepat di lipatan tengah ketiak dan pastikan menyentuh kulit secara langsung, bukan pakaian.[1]
Rapatkan lengan ke tubuh: Tekan lengan ke samping tubuh agar ujung termometer terjepit dengan erat. Posisi ini memaksa udara keluar dari area ketiak sehingga pembacaan lebih akurat.[3]
Tunggu hingga termometer berbunyi: Diamkan termometer selama sekitar satu menit atau hingga terdengar bunyi bip yang menandakan pengukuran selesai.[1]
Baca dan catat hasilnya: Lepaskan termometer dan baca angka yang ditampilkan pada layar digital. Catat hasil beserta waktu pengukuran untuk pemantauan.[5]
Baca juga: Jenis-jenis termometer beserta ciri dan cara penggunaan yang tepat
2. 2. Cara Menggunakan Termometer Ketiak pada Bayi di Bawah 3 Bulan
Untuk bayi yang sangat muda, cara menggunakan termometer ketiak menjadi metode skrining yang paling aman. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), pengukuran aksila direkomendasikan sebagai tes skrining demam pada neonatus karena adanya risiko perforasi rektal jika menggunakan termometer dubur.[6]
Sebuah studi dari University of North Carolina menunjukkan temuan menarik mengenai keakuratan metode ini. Dr. Ketan Nadkarni, peneliti utama studi tersebut, menyatakan: "Dengan data kami, kami berpendapat bahwa pengukuran aksila adalah yang harus terus kami gunakan di ruang perawatan bayi baru lahir."[7]
Pangku bayi atau baringkan telentang: Letakkan bayi di pangkuan Anda atau baringkan di permukaan yang rata dan kokoh agar posisi stabil selama pengukuran.[3]
Lepaskan pakaian di area lengan: Buka pakaian bayi agar area ketiak terbuka sepenuhnya, karena termometer harus menyentuh kulit langsung.[5]
Angkat lengan bayi dengan lembut: Pegang siku bayi dan angkat lengan secara perlahan untuk mengakses lipatan ketiak.[3]
Letakkan ujung termometer di lipatan ketiak: Pastikan ujung sensor menempel pada kulit dari semua sisi agar pembacaan akurat.[3]
Turunkan lengan bayi ke samping tubuhnya: Tahan lengan bayi dengan lembut selama 4 hingga 5 menit atau hingga termometer berbunyi.[3]
Laporkan metode pengukuran kepada dokter: Saat melaporkan suhu bayi ke dokter, selalu informasikan bahwa suhu diambil melalui metode ketiak (aksila).[3]
Menurut Cleveland Clinic, suhu ketiak bayi rata-rata berkisar 36,8°C berdasarkan studi tahun 2023. Bayi dianggap demam jika suhu ketiak mencapai 37,2°C atau lebih tinggi.[2]
Baca juga: Panduan perawatan kesehatan bayi yang perlu diketahui orang tua
3. 3. Cara Menggunakan Termometer Ketiak untuk Anak Usia 1-5 Tahun
Anak-anak usia balita sering kali sulit bekerja sama saat pengukuran suhu, sehingga metode ketiak menjadi pilihan paling nyaman. Cara menggunakan termometer ketiak pada anak memerlukan pendekatan khusus agar mereka tetap tenang selama proses berlangsung.[1]
Pilih termometer digital yang tepat: Gunakan termometer digital yang dirancang khusus untuk pengukuran di bawah lengan. Jangan pernah menggunakan termometer kaca atau merkuri pada anak-anak.[5]
Tunggu jika anak baru mandi: Jika anak baru selesai mandi atau terbungkus selimut tebal, tunggu sekitar 20 hingga 30 menit sebelum mengambil suhu karena hal ini dapat memengaruhi pembacaan.[5]
Lepas baju atas anak: Buka baju atau kaos anak agar ujung termometer hanya menyentuh kulit langsung, bukan kain.[5]
Minta anak mengangkat lengannya: Ajak anak untuk mengangkat lengan, lalu selipkan ujung termometer di tengah ketiak dengan tekanan lembut.[1]
Lipat lengan anak ke dada: Bantu anak untuk menyilangkan lengannya di depan dada agar termometer tetap di posisi yang benar.[5]
Jaga anak tetap diam: Pastikan anak tidak banyak bergerak selama pengukuran karena pergerakan dapat menggeser posisi termometer dan menghasilkan pembacaan yang salah.[1]
Konfirmasi dengan metode lain jika perlu: Jika suhu ketiak menunjukkan di atas 37,2°C, pertimbangkan untuk mengonfirmasi dengan pengukuran rektal atau metode lain yang lebih akurat.[1]
Baca juga: Cara menurunkan panas anak secara efektif dan sederhana
4. 4. Cara Menggunakan Termometer Ketiak pada Orang Dewasa
Pada orang dewasa, pengukuran oral biasanya lebih dianjurkan karena tingkat kooperatif yang tinggi. Namun, cara menggunakan termometer ketiak tetap menjadi opsi praktis, terutama saat termometer oral tidak tersedia atau dalam situasi skrining cepat.[2]
Bersihkan termometer terlebih dahulu: Seka ujung sensor dengan kapas beralkohol atau cuci dengan sabun dan air hangat, lalu keringkan sepenuhnya.[10]
Pastikan ketiak bersih dan kering: Keringat atau kelembapan di area ketiak dapat menghasilkan pembacaan yang lebih rendah dari suhu tubuh sebenarnya.[8]
Letakkan termometer sedalam mungkin di ketiak: Posisikan ujung sensor setinggi mungkin di dalam lipatan ketiak dengan ujung mengarah ke belakang tubuh.[8]
Rapatkan lengan atas ke sisi dada: Tekan lengan atas ke samping dada sehingga area ketiak tertutup rapat dan udara keluar sepenuhnya dari area tersebut.[3]
Pertahankan posisi hingga selesai: Diamkan selama minimal satu menit atau hingga termometer digital mengeluarkan sinyal bunyi. Jangan menggerakkan atau memiringkan termometer.[1]
Tambahkan koreksi suhu: Menurut Cleveland Clinic, tambahkan 0,3 hingga 0,6°C pada hasil pembacaan ketiak untuk mendapatkan estimasi suhu tubuh inti yang lebih akurat.[2]
Menurut tinjauan sistematis yang dipublikasikan tahun 2019, suhu ketiak rata-rata pada orang dewasa berkisar antara 35,01°C hingga 36,93°C.[2] Namun, untuk hasil yang lebih presisi, sebaiknya gunakan metode oral jika memungkinkan.
5. 5. Cara Mempersiapkan Termometer Sebelum Pengukuran Suhu Ketiak
Persiapan yang tepat sebelum pengukuran merupakan kunci keberhasilan cara menggunakan termometer ketiak. Tanpa persiapan yang benar, hasil pengukuran bisa melenceng jauh dari suhu tubuh sebenarnya.[3]
Periksa kondisi termometer: Pastikan layar digital berfungsi dengan baik, baterai terisi penuh, dan tidak ada kerusakan fisik pada sensor atau casing termometer.[9]
Pastikan termometer bersuhu ruangan: Termometer yang terlalu dingin atau panas dapat memengaruhi akurasi pembacaan awal. Biarkan termometer menyesuaikan dengan suhu ruangan sebelum digunakan.[3]
Bersihkan ujung sensor: Gunakan kapas yang dibasahi alkohol isopropil 70% untuk membersihkan ujung sensor sebelum setiap penggunaan.[10]
Gunakan penutup sekali pakai jika tersedia: Jika termometer dilengkapi sarung plastik, gunakan satu untuk setiap pengukuran dan buang setelah selesai.[3]
Baca buku panduan termometer: Setiap merek termometer memiliki petunjuk spesifik yang sedikit berbeda. Memahami cara kerja termometer Anda akan memastikan penggunaan yang benar.[10]
Baca juga: Panduan lengkap peralatan P3K yang wajib ada di rumah
6. 6. Cara Membaca dan Menginterpretasikan Hasil Suhu Ketiak
Setelah mengetahui cara menggunakan termometer ketiak dengan benar, langkah selanjutnya adalah memahami arti angka yang tertera pada layar termometer. Interpretasi yang keliru bisa menyebabkan keterlambatan penanganan medis.[2]
Kenali rentang suhu normal ketiak: Suhu normal yang diukur melalui ketiak berkisar antara 36,4°C hingga 37,4°C. Angka di atas rentang ini bisa menjadi indikasi demam.[3]
Pahami selisih dengan metode lain: Suhu ketiak umumnya 0,3°C hingga 0,6°C lebih rendah dibandingkan suhu oral atau rektal. Pertimbangkan selisih ini saat menilai kondisi seseorang.[2]
Perhatikan tanda demam pada anak: Anak dianggap demam jika suhu ketiak menunjukkan 37,2°C atau lebih tinggi. Pada kondisi ini, konfirmasi ulang dengan pengukuran rektal atau dahi sangat dianjurkan.[1]
Catat waktu pengukuran: Suhu tubuh berfluktuasi sepanjang hari; cenderung lebih rendah di pagi hari dan lebih tinggi di sore atau malam hari. Informasi ini penting untuk evaluasi dokter.[3]
Laporkan metode yang digunakan: Saat berkonsultasi dengan dokter, selalu sebutkan bahwa pengukuran dilakukan melalui metode ketiak agar dokter dapat menginterpretasikan hasil dengan tepat.[2]
7. Perbandingan Akurasi Pengukuran Suhu di Berbagai Bagian Tubuh
Memahami perbedaan akurasi antara berbagai lokasi pengukuran suhu akan membantu Anda menentukan kapan pengukuran ketiak sudah cukup dan kapan perlu konfirmasi dengan metode lain. Menurut Mayo Clinic, pengukuran suhu di ketiak merupakan yang paling tidak akurat di antara tiga metode utama (oral, rektal, ketiak).[4]
Rektal (dubur): Metode paling akurat, terutama untuk anak di bawah 3 tahun. Suhu normal rektal berkisar 36,6°C hingga 38°C. AAP merekomendasikan metode ini sebagai standar emas.[9]
Oral (mulut): Cocok untuk anak usia 4 tahun ke atas dan orang dewasa. Suhu oral rata-rata normal sekitar 37°C. Pastikan tidak makan atau minum 20-30 menit sebelum pengukuran.[3]
Ketiak (aksila): Paling praktis dan aman untuk semua usia, tetapi paling tidak akurat. Hasil pembacaan biasanya 0,3°C hingga 0,6°C lebih rendah dari suhu oral.[2]
Telinga (timpani): Cepat dan praktis, tetapi tidak akurat untuk bayi di bawah 6 bulan. Kotoran telinga dan posisi termometer yang tidak tepat dapat memengaruhi hasil.[4]
Dahi (arteri temporal): Menggunakan teknologi inframerah, cocok untuk anak usia 3 bulan ke atas. Namun, sinar matahari, keringat, dan suhu dingin dapat memengaruhi pembacaan.[4]
Menariknya, sebuah studi di University of North Carolina pada 205 bayi baru lahir menunjukkan bahwa pengukuran aksila terbukti akurat dan reliabel. Dr. Ketan Nadkarni bahkan menyatakan: "Pengukuran aksila benar-benar dapat dipertukarkan dengan rektal dalam hal akurasi" untuk kelompok bayi baru lahir.[7]
Baca juga: Cara mengatasi demam tinggi pada anak yang perlu diketahui
8. Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Saat Mengukur Suhu Ketiak
Banyak orang melakukan kesalahan teknis saat menerapkan cara menggunakan termometer ketiak, sehingga hasil pengukuran menjadi tidak akurat. Dr. Ketan Nadkarni mengungkapkan bahwa "sudah ada banyak kontroversi di bidang pediatri mengenai cara terbaik untuk mengukur suhu tubuh," yang menegaskan pentingnya teknik yang benar.[7]
Mengukur suhu segera setelah mandi: Mandi air panas atau dingin dapat mengubah suhu permukaan kulit secara signifikan. Tunggu minimal 15 hingga 30 menit setelah mandi sebelum mengukur suhu.[3]
Tidak mengeringkan ketiak terlebih dahulu: Keringat dan kelembapan di area ketiak dapat menurunkan pembacaan suhu karena efek pendinginan evaporasi pada kulit.[8]
Termometer tidak menyentuh kulit langsung: Jika ujung sensor menyentuh pakaian dan bukan kulit, hasilnya akan jauh lebih rendah dari suhu tubuh sebenarnya.[3]
Melepas termometer terlalu cepat: Pengukuran yang terlalu singkat menghasilkan angka yang belum stabil. Tunggu hingga termometer mengeluarkan sinyal bunyi atau minimal satu menit.[1]
Mengukur setelah olahraga atau aktivitas fisik: Aktivitas fisik meningkatkan suhu tubuh secara sementara. Beri jeda sekitar satu jam setelah berolahraga sebelum mengukur suhu.[3]
Menggunakan termometer air raksa: Termometer kaca yang mengandung merkuri sudah tidak direkomendasikan karena risiko pecah dan paparan zat berbahaya.[9]
Tidak membersihkan termometer sebelum dan sesudah digunakan: Kebersihan alat sangat penting untuk mencegah penyebaran kuman dan menjaga akurasi pembacaan berikutnya.[10]
Mengukur saat anak terbungkus selimut tebal: Jika anak telah terbungkus erat atau mengenakan banyak lapisan pakaian, lepaskan dan tunggu sekitar 5 menit sebelum pengukuran.[3]
Baca juga: Makanan pereda demam yang cocok untuk anak-anak dan orang dewasa
9. Waktu yang Tepat untuk Mengukur Suhu Tubuh
Suhu tubuh manusia bersifat dinamis dan berfluktuasi sepanjang hari. Suhu cenderung lebih rendah di pagi hari setelah bangun tidur dan mencapai titik tertinggi pada sore hingga malam hari.[3] Memahami pola ini penting agar hasil pengukuran dapat diinterpretasikan dengan benar oleh tenaga medis.
Waktu ideal untuk mengukur suhu tubuh adalah pagi hari setelah bangun tidur, sebelum melakukan aktivitas fisik apapun termasuk makan dan minum. Konsistensi waktu pengukuran juga sangat penting. Jika Anda memantau perkembangan demam, usahakan mengukur pada jam yang sama setiap harinya agar data perbandingan lebih bermakna.[3]
Selain waktu, konsistensi metode pengukuran juga tidak kalah penting. Setiap metode memiliki rentang nilai normal dan tingkat akurasi yang berbeda, sehingga angka dari metode yang berbeda tidak dapat dibandingkan secara langsung. Dengan menggunakan metode yang sama secara konsisten, Anda akan memiliki baseline suhu yang lebih akurat untuk mendeteksi perubahan.[3]
Menurut Healthline, memantau suhu tubuh secara teratur dapat memberikan informasi penting tentang kesehatan Anda. Suhu yang jauh lebih tinggi atau lebih rendah dari biasanya mungkin mengindikasikan masalah kesehatan, seperti demam akibat infeksi atau hipotermia.[1]
10. Kapan Harus ke Dokter Setelah Mengukur Suhu Tubuh
Mengetahui cara menggunakan termometer ketiak saja tidak cukup; Anda juga perlu memahami kapan hasil pengukuran mengharuskan konsultasi medis. Demam adalah respons alami tubuh terhadap infeksi dan berperan dalam mengaktifkan sistem kekebalan tubuh, tetapi ada batasan yang memerlukan penanganan profesional.[2]
Untuk bayi di bawah 3 bulan, segera bawa ke dokter jika menunjukkan tanda-tanda demam pada pengukuran ketiak. Pada kelompok usia ini, demam bisa menjadi tanda infeksi serius yang memerlukan evaluasi medis segera.[2] Menurut Cleveland Clinic, setelah usia 5 tahun sebaiknya beralih ke pengukuran oral untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.[2]
Secara umum, segera periksakan diri ke dokter jika suhu tubuh yang diukur dengan termometer menunjukkan lebih dari 38°C (suhu oral/rektal) atau jika suhu tetap di bawah 35°C yang bisa menjadi indikasi kondisi hipotermia.[10] Perhatikan juga gejala penyerta seperti kejang, muntah terus-menerus, sesak napas, atau anak yang tampak sangat lemas.
Konsistensi dalam pemantauan sangat penting. Catat setiap hasil pengukuran suhu beserta waktunya, sehingga dokter dapat melihat pola perkembangan demam secara menyeluruh dan memberikan penanganan yang tepat.[2]
11. FAQ
Berapa suhu normal ketiak pada anak dan orang dewasa?
Suhu normal yang diukur melalui ketiak berkisar antara 36,4°C hingga 37,4°C. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan pengukuran oral karena termometer hanya menyentuh permukaan kulit, bukan berada di dalam tubuh.[2]
Apakah pengukuran suhu ketiak akurat?
Pengukuran suhu ketiak memang kurang akurat dibandingkan rektal atau oral, namun tetap berguna sebagai metode skrining awal. Untuk meningkatkan akurasi, Anda bisa menambahkan 0,3 hingga 0,6°C pada hasil pembacaan ketiak.[2]
Berapa lama termometer harus ditahan di ketiak?
Untuk termometer digital, tunggu hingga terdengar bunyi bip yang biasanya memerlukan waktu sekitar satu menit. Pada anak-anak, pertahankan posisi termometer selama 4 hingga 5 menit untuk memastikan pembacaan yang stabil.[3]
Apakah cara menggunakan termometer ketiak aman untuk bayi baru lahir?
Ya, pengukuran suhu ketiak merupakan metode yang direkomendasikan oleh AAP sebagai skrining awal untuk bayi baru lahir karena risikonya lebih rendah dibandingkan pengukuran rektal. Namun, jika hasilnya menunjukkan demam, konfirmasi dengan metode lain tetap diperlukan.[6]
Kapan sebaiknya mengukur suhu tubuh di ketiak?
Waktu terbaik adalah pagi hari setelah bangun tidur, sebelum melakukan aktivitas apapun. Hindari mengukur suhu segera setelah mandi, berolahraga, atau mengonsumsi makanan dan minuman panas atau dingin. Beri jeda minimal 15 hingga 30 menit.[3]
Mengapa hasil pengukuran suhu ketiak saya lebih rendah dari biasanya?
Beberapa faktor bisa menyebabkan pembacaan rendah, di antaranya ketiak yang basah karena keringat, termometer yang tidak menempel sempurna di kulit, atau lengan yang tidak dirapatkan dengan cukup erat sehingga ada udara yang masuk ke area ketiak.[8]
Apakah boleh menggunakan termometer yang sama untuk ketiak dan mulut?
Sebaiknya pisahkan termometer untuk penggunaan yang berbeda, terutama jika juga digunakan untuk pengukuran rektal. Jika terpaksa menggunakan termometer yang sama untuk pengukuran ketiak dan oral, pastikan untuk membersihkannya secara menyeluruh dengan alkohol atau sabun sebelum berganti lokasi pengukuran.[9]
Memahami cara menggunakan termometer ketiak dengan benar merupakan keterampilan dasar yang perlu dimiliki setiap orang. Dengan teknik yang tepat, alat yang terpelihara, dan pemahaman yang baik tentang interpretasi hasil, Anda dapat memantau kesehatan diri sendiri dan keluarga secara efektif di rumah. Jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan tenaga medis jika hasil pengukuran menunjukkan angka yang mengkhawatirkan atau jika gejala demam tidak kunjung membaik.
Daftar Referensi
- Healthline. How to Measure an Underarm (Axillary) Temperature. Diakses pada 25 Maret 2026, dari https://www.healthline.com/health/underarm-temp
- Cleveland Clinic. What Is Axillary Temperature? Diakses pada 25 Maret 2026, dari https://my.clevelandclinic.org/health/articles/axillary-temperature
- Drugs.com. How To Take An Axillary Temperature – Step by Step Guide. Diakses pada 25 Maret 2026, dari https://www.drugs.com/cg/how-to-take-an-axillary-temperature.html
- Mayo Clinic. Thermometer Basics: Taking Your Child's Temperature. Diakses pada 25 Maret 2026, dari https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/thermometer/art-20047410
- Nemours KidsHealth. How to Take an Axillary (Armpit) Temperature. Diakses pada 25 Maret 2026, dari https://kidshealth.org/en/parents/axillary-temperature.html
- PubMed Central (PMC). Temperature Measurement in Paediatrics. Diakses pada 25 Maret 2026, dari https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC2819918/
- The Hospitalist. Axillary Thermometry Is the Best Choice for Newborns. Diakses pada 25 Maret 2026, dari https://www.the-hospitalist.org/hospitalist/article/145346/neonatal-medicine/axillary-thermometry-best-choice-newborns
- ScienceDirect. Axilla Temperature – An Overview. Diakses pada 25 Maret 2026, dari https://www.sciencedirect.com/topics/nursing-and-health-professions/axilla-temperature
- American Academy of Pediatrics (AAP News). Thermometer Use 101. Diakses pada 25 Maret 2026, dari https://publications.aap.org/aapnews/article/30/11/29/22894/Thermometer-use-101
- Hellosehat. 5 Jenis Termometer Suhu Tubuh dan Cara Pakainya. Diakses pada 25 Maret 2026, dari https://hellosehat.com/sehat/informasi-kesehatan/jenis-dan-cara-pakai-termometer/
(kpl/fds)
Advertisement
D Academy 8
-
Dangdut Academy Hasil Top 26 Dangdut Academy 8: Kadhafy Bangkalan Tersenggol
-
Dangdut Academy Lesti Kejora Rawat Karier Sejak Kecil, Ungkap Kunci Bertahan
-
Selebritis Pacaran Zahra DA7 dan Eby Rizta Bawakan Ulang 'Saat Bahagia' Versi Dangdut