Cara Menggunakan Was dan Were dalam Bahasa Inggris Lengkap dengan Contoh Kalimat
Kesalahan Umum dalam Menggunakan Was dan Were (Ilustrasi AI)
Kapanlagi.com - Memahami cara menggunakan was dan were merupakan fondasi penting dalam belajar grammar bahasa Inggris. Was dan were sama-sama merupakan bentuk simple past tense dari kata kerja to be, namun keduanya tidak bisa dipertukarkan begitu saja. Perbedaan utama terletak pada jenis subjek yang digunakan dalam kalimat.
Was merupakan bentuk tunggal (singular) yang digunakan untuk orang pertama tunggal ("I was") dan orang ketiga tunggal ("he was", "she was", "it was"). Sementara itu, were adalah bentuk kedua tunggal maupun jamak ("you were") serta seluruh bentuk jamak ("they were", "we were").
Selain dalam past tense biasa, cara menggunakan was dan were juga perlu dipahami dalam konteks subjunctive mood, kalimat pasif, hingga past continuous tense. Memilih antara was dan were bukanlah tebakan acak, melainkan bergantung pada dua faktor utama: siapa atau apa yang kamu bicarakan, dan apakah kamu menyatakan fakta atau membayangkan suatu skenario.
Advertisement
Menurut Grammarly, "Was dan were keduanya merupakan bentuk simple past tense dari kata kerja to be, tetapi keduanya tidak dapat dipertukarkan." Pernyataan ini menekankan betapa pentingnya memahami aturan dasar sebelum menerapkannya dalam kalimat bahasa Inggris sehari-hari.
1. 1. Cara Menggunakan Was untuk Subjek Tunggal (I, He, She, It)
Langkah pertama dalam memahami cara menggunakan was dan were adalah mengenali kapan harus memakai was. "Was" merupakan bentuk lampau dari "is" dan "am", sehingga secara alami dipasangkan dengan subjek I, he, she, dan it. Berikut langkah-langkah penerapannya.[1]
Kenali subjek tunggal yang memerlukan was: Gunakan was untuk first-person singular (I) dan third-person singular (he, she, it). Contoh: I was happy yesterday.
Tempatkan was setelah subjek: Posisi was selalu berada langsung setelah subjek dalam kalimat positif. Contoh: She was at home last night.
Tambahkan pelengkap (complement) setelah was: Pelengkap bisa berupa kata sifat (adjective), kata benda (noun), atau keterangan (adverb). Contoh: He was a teacher atau It was wonderful.
Gunakan was juga untuk kata benda tunggal: Selain pronoun, was berlaku untuk semua noun tunggal seperti the student, my sister, atau the book. Contoh: The cat was sleeping on the couch.
Baca juga: Arti Is dalam Bahasa Inggris dan Penggunaannya sebagai To Be
2. 2. Cara Menggunakan Were untuk Subjek Jamak dan You
Setelah memahami penggunaan was, langkah berikutnya dalam cara menggunakan was dan were adalah mengetahui kapan harus memilih were. "Were" merupakan bentuk lampau dari "are", itulah mengapa were dipasangkan dengan subjek you, we, dan they.[1]
Identifikasi subjek jamak: Gunakan were untuk second-person (you), first-person plural (we), dan third-person plural (they). Contoh: They were at the park.
Ingat bahwa you selalu menggunakan were: Were juga selalu menjadi pilihan yang tepat untuk "you", baik saat kamu berbicara kepada satu orang maupun banyak orang. Contoh: You were excellent in the test.
Terapkan were pada kata benda jamak: Semua noun jamak menggunakan were. Contoh: The students were taking notes atau The books were on the shelf.
Pastikan kesesuaian subjek dan kata kerja bantu: Untuk menggunakan istilah ini dengan benar, kamu harus mengidentifikasi subjek kalimat dan memastikan subjek dan kata kerja sesuai (agreement).
Baca juga: Daftar Lengkap Kata Kerja Bahasa Inggris untuk Pemula
3. 3. Cara Menggunakan Was dan Were dalam Kalimat Negatif
Membentuk kalimat negatif adalah bagian penting dari cara menggunakan was dan were secara menyeluruh. Polanya cukup sederhana, yaitu menambahkan not setelah was atau were. Bentuk singkatan yang umum digunakan adalah wasn't dan weren't.[2]
Tambahkan not setelah was atau were: Rumus dasarnya adalah Subject + was/were + not + complement. Contoh: I was not ready for the exam.
Gunakan bentuk kontraksi untuk percakapan informal: Dalam percakapan sehari-hari, was not menjadi wasn't dan were not menjadi weren't. Contoh: She wasn't interested in the offer.
Perhatikan kesesuaian subjek tetap berlaku: Subjek tunggal tetap menggunakan was not, sedangkan subjek jamak tetap memakai were not. Contoh: They weren't convinced by the explanation.
4. 4. Cara Menggunakan Was dan Were dalam Kalimat Tanya
Pembentukan kalimat tanya memerlukan pemahaman tentang pola inversi. Dalam kalimat tanya bahasa Inggris, posisi was atau were dipindahkan ke depan subjek. Cara menggunakan was dan were dalam kalimat tanya ini sering muncul dalam ujian maupun percakapan.[4]
Pindahkan was atau were ke depan subjek: Rumusnya adalah Was/Were + Subject + Complement + ?. Contoh: Was she at home last night?
Kombinasikan dengan question words: Gunakan kata tanya seperti where, when, why, how, what sebelum was/were. Contoh: Where were you during the meeting?
Gunakan intonasi naik untuk yes/no questions: Pertanyaan yang membutuhkan jawaban ya atau tidak menggunakan intonasi naik di akhir kalimat. Contoh: Were they happy with the results?
5. 5. Cara Menggunakan Was dan Were pada Past Continuous Tense
Past continuous tense menunjukkan bahwa suatu aksi sedang berlangsung pada momen tertentu di masa lalu, dan untuk membentuk tense ini, kamu memerlukan was atau were beserta bentuk -ing dari kata kerja. Cara menggunakan was dan were pada tense ini mengikuti aturan subjek yang sama.[7]
Tentukan subjek kalimat terlebih dahulu: Subjek tunggal (I, he, she, it) menggunakan was + verb-ing, sedangkan subjek jamak menggunakan were + verb-ing.
Pasangkan was atau were dengan bentuk verb-ing: Contoh: I was studying when you called atau They were eating dinner at 7 PM.
Gunakan untuk menggambarkan dua kejadian bersamaan: Past continuous sering digunakan bersama simple past untuk menggambarkan aksi yang sedang berlangsung saat aksi lain terjadi. Contoh: She was reading a book while her cat was sleeping.
Baca juga: Memahami Arti Being dalam Bahasa Inggris dan Perbedaannya dengan Be dan Been
6. 6. Cara Menggunakan Were dalam Subjunctive Mood
Salah satu aspek paling membingungkan sekaligus menarik dari cara menggunakan was dan were adalah subjunctive mood. Were menjadi bentuk tunggal maupun jamak yang benar dalam subjunctive mood, yang digunakan untuk membicarakan situasi hipotetis dan sering diperkenalkan dengan istilah seperti if, wish, dan as though.[1]
Menurut Merriam-Webster, "Subjunctive mood digunakan untuk mengekspresikan harapan, proposal, saran, atau situasi yang dibayangkan."[10]
Gunakan were untuk semua subjek dalam situasi hipotetis: Aturannya adalah: jika kamu menggunakan subjunctive mood, kamu perlu menggunakan were meskipun kamu membicarakan hanya satu orang. Contoh: If I were you, I would accept that offer.
Terapkan were setelah kata wish: Mignon Fogarty, pakar bahasa penulis Grammar Girl's Quick and Dirty Tips for Better Writing, pernah menjelaskan, "Mood dari kata kerja 'to be' ketika kamu menggunakan frasa 'I were' disebut subjunctive mood, dan kamu menggunakannya saat membicarakan sesuatu yang tidak nyata atau bersifat angan-angan."[8] Contoh: I wish I were taller.
Gunakan were setelah as if dan as though: Ekspresi ini menandakan situasi yang bertentangan dengan kenyataan. Contoh: He acts as if he were the boss.
Terapkan were dalam conditional sentences type 2: Kalimat pengandaian tipe 2 menggambarkan situasi yang tidak mungkin atau tidak nyata. Contoh: If she were here, she could help us.
Perlu dicatat bahwa "I wish I was" semakin diterima dalam percakapan kasual dan penulisan informal. Namun, dalam konteks formal dan akademis, penggunaan were tetap lebih disarankan.[5]
7. 7. Cara Menggunakan There Was dan There Were
Konstruksi there was dan there were digunakan untuk menyatakan keberadaan sesuatu di masa lalu. Penerapan cara menggunakan was dan were dalam pola ini bergantung pada kata benda yang mengikutinya, bukan kata there itu sendiri.[3]
Identifikasi subjek yang sebenarnya setelah was atau were: Aturan yang perlu diingat adalah ketika kalimat dimulai dengan there, subjek ditemukan setelah kata kerja. Gunakan was jika subjek tunggal, dan were jika subjek jamak.
Gunakan there was untuk benda tunggal: Contoh: There was a meeting scheduled for 3 PM.
Gunakan there were untuk benda jamak: Contoh: There were many students in the examination room.
Perhatikan benda pertama saat ada daftar: Perlu dicatat bahwa collective nouns diperlakukan sebagai kata benda tunggal dalam bahasa Inggris Amerika. Contoh: There was a pen, two pencils, and some erasers on the desk.
8. 8. Cara Menggunakan Was dan Were dalam Passive Voice
Kalimat pasif (passive voice) mengubah fokus kalimat dari pelaku ke objek yang dikenai tindakan. Dalam membuat kalimat pasif, cara menggunakan was dan were digabungkan dengan kata kerja bentuk ketiga (V3).[6]
Tentukan subjek kalimat pasif: Objek dari kalimat aktif menjadi subjek dalam kalimat pasif. Kesesuaian subjek dengan was atau were tetap berlaku.
Gunakan rumus Subject + was/were + V3: Contoh: The book was written by a famous author atau The letters were sent yesterday.
Tambahkan by + agent jika pelaku perlu disebutkan: Contoh: My favorite meal was cooked by my aunt atau Her books were borrowed by you.
Gunakan was/were + being + V3 untuk past continuous passive: Contoh: The house was being renovated when we visited.
9. Perbedaan Indicative Mood dan Subjunctive Mood pada Was Were
Memahami perbedaan antara indicative mood dan subjunctive mood sangat krusial dalam menguasai cara menggunakan was dan were dengan tepat. Dua faktor yang menentukan pilihan antara was dan were adalah: apakah kata kerja menggunakan sudut pandang pertama, kedua, atau ketiga, serta apakah kata kerja berada dalam past indicative atau past subjunctive.[4]
Past indicative digunakan ketika kamu membicarakan kenyataan dan fakta yang sudah diketahui. Jika kamu pergi ke toko, misalnya, kamu akan mengatakan "I was at the store" karena itu memang benar-benar terjadi. Di sisi lain, past subjunctive digunakan untuk hal-hal yang tidak nyata atau dibayangkan.[4]
MLA Style Center menjelaskan, "Dalam indicative mood, kata kerja menggambarkan kenyataan faktual. Dalam subjunctive mood, kata kerja menggambarkan situasi yang tidak pasti."[8] Berikut perbedaan keduanya:
Indicative (fakta): If he was late for work again, he probably got in trouble. — Ini menyatakan kemungkinan nyata.
Subjunctive (hipotesis): If he were the president, he would change the policy. — Ini menyatakan hal yang tidak mungkin.
Apakah kamu mengatakan "If I was" atau "If I were" bergantung pada apakah kamu merujuk pada situasi imajiner atau sesuatu yang benar-benar terjadi.[1]
Baca juga: Cara Perkenalan Menggunakan Bahasa Inggris untuk Berbagai Situasi
10. Was dan Were dengan Collective Nouns (Kata Benda Kolektif)
Salah satu aspek yang jarang dibahas namun penting dalam cara menggunakan was dan were adalah penerapannya pada collective nouns atau kata benda kolektif. Collective nouns seperti team, family, staff, audience bisa bersifat tunggal maupun jamak tergantung konteks kalimatnya.[5]
Dalam bahasa Inggris, aturan penggunaan collective nouns berbeda antara dialek Amerika dan Inggris. Berikut poin-poin pentingnya:
American English: Collective nouns umumnya diperlakukan sebagai tunggal dan menggunakan was. Contoh: The team was ready for the game.
British English: Collective nouns bisa menggunakan was atau were tergantung apakah fokusnya pada kelompok sebagai satu kesatuan atau individu di dalamnya. Contoh: The staff were invited to the party (menekankan individu).
Pengecualian untuk police: Kata police selalu menggunakan kata kerja jamak, sehingga selalu dipasangkan dengan were. Contoh: The police were already there when we arrived.
Tips menghindari kebingungan: Jika merasa ragu, ubah collective noun menjadi bentuk jamak yang lebih jelas dengan menambahkan "members of". Contoh: The members of the jury were staying in hotel rooms.
11. Was dan Were dalam Indirect Speech (Kalimat Tidak Langsung)
Aspek lain yang perlu dipahami dalam cara menggunakan was dan were adalah penerapannya dalam indirect speech atau kalimat tidak langsung. Dalam indirect speech, was dan were mungkin berubah tergantung pada pergeseran tense. Misalnya, "He said, 'I was tired'" menjadi "He said that he was tired" tanpa memerlukan perubahan karena tetap dalam bentuk past tense.[3]
Pergeseran tense dalam indirect speech biasanya hanya memengaruhi was dan were ketika kalimat langsung menggunakan present tense to be (is, am, are). Dalam konteks ini, is dan am berubah menjadi was, sedangkan are berubah menjadi were. Pemahaman ini penting agar kamu tidak salah mengaplikasikan aturan.
Untuk mendalami lebih jauh tentang perubahan bentuk kata kerja, kamu bisa mempelajari berbagai bentuk verb dalam bahasa Inggris yang juga membantu memahami pola perubahan tense.
12. Perbedaan Formal dan Informal dalam Penggunaan Was Were
Dalam percakapan sehari-hari dan penulisan informal, "was" terkadang digunakan menggantikan "were" untuk bentuk orang pertama dan ketiga tunggal dalam klausa subjunctive (misalnya "If I was you"). Namun, hal ini sebaiknya dihindari dalam konteks formal seperti penulisan akademis.[9]
Dalam percakapan dan penulisan sehari-hari, kita secara alami lebih sering menceritakan pengalaman individu dan kejadian tunggal. Fakta sederhana ini membuat "was" lebih sering muncul dibandingkan "were".[1]
Meskipun tren bahasa informal cenderung memperbolehkan "If I was" dalam konteks sehari-hari, penggunaan were dalam subjunctive mood tetap dianggap standar dalam grammar formal. Subjunctive mood tidak tampak terburu-buru menyelesaikan aksi menghilangnya dari bahasa yang hidup. Bentuk ini masih mudah ditemukan dalam tulisan kasual maupun prosa formal.[10]
Baca juga: Cara Menggunakan Grammarly untuk Meningkatkan Kualitas Tulisan Bahasa Inggris
13. Kesalahan Umum dalam Menggunakan Was dan Were
Meskipun aturannya terlihat sederhana, banyak orang masih melakukan kesalahan saat mempraktikkan cara menggunakan was dan were. Kesulitan ini merupakan hambatan umum, bahkan bagi penutur asli bahasa Inggris.[1] Berikut beberapa kesalahan yang paling sering terjadi:
Menggunakan was untuk subjek you: Banyak pemula mengatakan "You was late" padahal yang benar adalah "You were late." Subjek you selalu berpasangan dengan were.
Menggunakan was dalam subjunctive mood: Mengatakan "If I was rich" alih-alih "If I were rich" dalam konteks formal merupakan kesalahan yang sering terjadi. Sebagian besar kebingungan dimulai dengan frasa seperti "if I was" dan "if I were". Banyak orang menggunakannya secara bergantian setiap hari, meskipun secara gramatikal tidak benar.[7]
Menggunakan were untuk subjek tunggal dalam indicative: Mengatakan "She were happy" adalah kesalahan karena dalam indicative mood, subjek tunggal orang ketiga menggunakan was.
Salah menentukan subjek dalam there was/were: Menggunakan "There was many people" alih-alih "There were many people" karena tidak mengidentifikasi subjek jamak "many people" dengan benar.
Mencampuradukkan aturan dalam satu paragraf: Konsistensi dalam penggunaan was atau were untuk collective noun yang sama dalam satu tulisan sangat penting agar tidak membingungkan pembaca.
Baca juga: Urutan Kata Sifat dalam Bahasa Inggris dan Aturan Penggunaannya
14. Tips Efektif Menguasai Penggunaan Was dan Were
Menguasai cara menggunakan was dan were membutuhkan latihan yang konsisten. Pada akhirnya, memahami aturan ini menjadi kebiasaan alami dengan berlatih. Ini bukan soal menghafal buku teks, melainkan melatih telinga. Semakin banyak kamu membaca dan menulis menggunakan bentuk yang benar, semakin alami kedengarannya.[1] Berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan:
Hafal pasangan subjek dan to be: Ingat rumus dasar — I/he/she/it + was; you/we/they + were. Buat catatan kosakata dan tempelkan di tempat yang mudah terlihat.
Gunakan kata kunci sebagai penanda subjunctive: Meskipun tidak selalu demikian, kalimat yang dimulai dengan "if" sering kali juga bersifat angan-angan atau bertentangan dengan fakta.[8] Kata-kata seperti if, wish, as if, as though, suppose adalah petunjuk bahwa kamu mungkin memerlukan were.
Berlatih dengan menulis kalimat setiap hari: Tulis minimal lima kalimat menggunakan was dan lima kalimat menggunakan were setiap hari untuk membangun kebiasaan.
Baca teks berbahasa Inggris secara aktif: Perhatikan penggunaan was dan were saat membaca buku, artikel, atau menonton film berbahasa Inggris.
Gunakan alat bantu grammar checker: Menggunakan was dan were dengan benar membutuhkan latihan. Bahkan penutur asli pun terkadang menggunakannya secara tidak tepat menurut standar bahasa Inggris baku.[2] Manfaatkan alat pengecekan grammar untuk membantu mengidentifikasi kesalahan.
Praktikkan dalam percakapan: Cobalah berbicara dalam bahasa Inggris dan perhatikan penggunaan was serta were dalam konteks nyata.
Baca juga: Kata Bahasa Inggris Keren untuk Memperkaya Vocabulary
15. Tabel Ringkasan Penggunaan Was dan Were
Agar lebih mudah mengingat cara menggunakan was dan were, berikut ringkasan dalam bentuk tabel yang bisa dijadikan referensi cepat:[1][2]
Subjek To Be Past Tense Contoh Kalimat I was I was at the store yesterday. You were You were very kind. He / She / It was She was confident during the test. We were We were on the same team. They were They were reviewing vocabulary. Semua subjek (subjunctive) were If I were you, I would study harder.
Baca juga: Arti Is di Kamus Bahasa Inggris dan Perbedaannya dengan Am dan Are
16. FAQ
Apa perbedaan utama antara was dan were?
Was merupakan bentuk simple past tense tunggal dari to be untuk orang pertama ("I was") dan orang ketiga tunggal ("he was"), sedangkan were digunakan untuk orang kedua tunggal dan jamak ("you were") serta semua bentuk jamak ("they were", "we were"). Pada subjunctive mood, were digunakan untuk semua subjek tanpa terkecuali.
Kapan harus menggunakan "If I were" dan bukan "If I was"?
Gunakan "If I were" ketika kamu berada dalam subjunctive mood, yaitu saat membuat hipotesis atau mengungkapkan sesuatu yang kamu harapkan. Misalnya, "If I were a bird, I could fly" menggambarkan situasi yang tidak mungkin terjadi, sehingga were adalah pilihan yang tepat.
Apakah "you was" pernah benar secara gramatikal?
Tidak, "you was" tidak pernah dianggap benar dalam tata bahasa Inggris standar. Subjek you, baik tunggal maupun jamak, selalu menggunakan were dalam past tense. Contoh yang benar adalah "You were late" bukan "You was late."
Bagaimana cara menggunakan was dan were dalam kalimat pasif?
Dalam kalimat pasif (passive voice), was dan were dipasangkan dengan kata kerja bentuk ketiga (V3). Subjek tunggal menggunakan was + V3 seperti "The letter was written by her", sedangkan subjek jamak menggunakan were + V3 seperti "The books were borrowed by students."
Apa itu subjunctive mood dalam konteks was dan were?
Subjunctive mood mengekspresikan harapan, keinginan, dan skenario yang dibayangkan. Bentuk ini berfungsi sebagai verb mood dan sering muncul bersama kata kerja seperti were atau be. Dalam subjunctive mood, were digunakan untuk semua subjek termasuk I, he, she, dan it.
Apakah collective nouns menggunakan was atau were?
Dalam bahasa Inggris Amerika, collective nouns seperti team, family, staff umumnya dianggap tunggal dan menggunakan was. Namun, dalam bahasa Inggris Britania, collective nouns bisa menggunakan were jika yang ditekankan adalah individu-individu dalam kelompok tersebut. Kata police selalu menggunakan were.
Bagaimana tips paling mudah mengingat aturan was dan were?
Tips paling sederhana adalah mengingat bahwa was merupakan bentuk lampau dari is/am dan were merupakan bentuk lampau dari are. Jika dalam present tense kamu menggunakan is (he is happy), maka dalam past tense gunakan was (he was happy). Untuk situasi hipotetis, selalu gunakan were tanpa melihat subjeknya.
Dengan memahami dan mempraktikkan seluruh aturan di atas secara konsisten, penguasaan cara menggunakan was dan were akan menjadi kebiasaan alami yang memperkuat kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Teruslah berlatih melalui membaca, menulis, dan berbicara agar grammar bahasa Inggris semakin dikuasai dengan percaya diri.
Daftar Referensi
- Grammarly. How to Use "Was" vs. "Were" Correctly. Diakses pada 4 Mei 2026, dari https://www.grammarly.com/blog/commonly-confused-words/was-vs-were/
- LanguageTool. Was vs Were | Usage, Rules & Examples. Diakses pada 4 Mei 2026, dari https://languagetool.org/insights/post/was-vs-were-grammar/
- Grammarist. Was vs. Were - Usage, Examples. Diakses pada 4 Mei 2026, dari https://grammarist.com/usage/was-vs-were/
- Thesaurus.com. "Was" vs. "Were": Use Cases And Examples. Diakses pada 4 Mei 2026, dari https://www.thesaurus.com/articles/was-vs-were-use-cases-and-examples
- QuillBot. Was vs Were | Correct Use & Examples. Diakses pada 4 Mei 2026, dari https://quillbot.com/blog/commonly-confused-words/was-vs-were/
- ProWritingAid. Was vs Were: What's the Difference? Diakses pada 4 Mei 2026, dari https://prowritingaid.com/was-vs-were
- 7ESL. Was vs. Were: How to Use Them Correctly. Diakses pada 4 Mei 2026, dari https://7esl.com/was-vs-were/
- MLA Style Center. Was and Were with the Subjunctive. Diakses pada 4 Mei 2026, dari https://style.mla.org/was-were-with-subjunctive/
- Grammarly. What Is the Subjunctive? Definition and Examples. Diakses pada 4 Mei 2026, dari https://www.grammarly.com/blog/grammar/subjunctive/
- Merriam-Webster. What is the subjunctive mood? An explainer. Diakses pada 4 Mei 2026, dari https://www.merriam-webster.com/grammar/getting-in-the-subjunctive-mood
(kpl/fed)
Advertisement
D Academy 8
-
Ulang Tahun Selebritis Ulang Tahun Soimah Dirayakan di Panggung Dangdut Academy 8