Cara Menyimpan Bawang di Kulkas dan Tanpa Kulkas

Cara Menyimpan Bawang di Kulkas dan Tanpa Kulkas
cara menyimpan bawang di kulkas dan tanpa kulkas

Kapanlagi.com - Bawang merah dan bawang putih merupakan bumbu dapur yang hampir selalu ada di setiap rumah tangga Indonesia. Kedua jenis bawang ini memberikan aroma khas dan cita rasa gurih yang menjadi kunci kelezatan berbagai masakan Nusantara.

Namun, tidak semua orang mengetahui cara menyimpan bawang di kulkas dan tanpa kulkas dengan benar. Penyimpanan yang salah dapat membuat bawang cepat busuk, bertunas, atau kehilangan kualitasnya hanya dalam hitungan hari.

Melansir dari stilltasty.com, bawang yang disimpan dengan metode yang tepat dapat bertahan hingga dua bulan. Sebaliknya, penyimpanan yang kurang tepat akan mempercepat pembusukan dan membuat stok bawang cepat habis sia-sia.

1. Mengapa Cara Menyimpan Bawang Itu Penting

Mengapa Cara Menyimpan Bawang Itu Penting (c) Ilustrasi AI

Cara menyimpan bawang yang benar sangat berpengaruh terhadap daya tahan dan kualitas bumbu dapur ini. Bawang merah dan bawang putih memiliki karakteristik khusus yang membuatnya sensitif terhadap kelembapan, suhu, dan sirkulasi udara. Pemahaman tentang karakteristik ini menjadi kunci utama dalam menjaga kesegaran bawang dalam jangka waktu lama.

Bawang yang disimpan sembarangan akan mengalami berbagai masalah seperti pembusukan, pertumbuhan tunas, atau bahkan kontaminasi jamur. Kelembapan yang berlebihan menjadi musuh utama bawang karena dapat memicu proses pembusukan yang sangat cepat. Selain itu, paparan sinar matahari langsung juga dapat mengubah rasa bawang menjadi pahit dan mempercepat kerusakan.

Menurut Journal Food Science Technology tahun 2016, suhu ruangan paling ideal untuk menyimpan bawang adalah sekitar 4-10 derajat Celcius. Pada suhu ini, bawang dapat mempertahankan kualitas terbaiknya tanpa mengalami kerusakan struktur sel yang dapat memengaruhi tekstur dan rasanya.

Perbedaan metode penyimpanan antara bawang utuh dan bawang yang sudah dikupas juga perlu dipahami dengan baik. Bawang utuh dengan kulit yang masih menempel memiliki perlindungan alami yang membuatnya lebih tahan lama di suhu ruang. Sementara bawang yang sudah dikupas atau dipotong memerlukan penanganan khusus dengan penyimpanan di tempat dingin untuk mencegah kontaminasi bakteri dan memperlambat proses oksidasi.

2. Cara Menyimpan Bawang Tanpa Kulkas

Cara Menyimpan Bawang Tanpa Kulkas (c) Ilustrasi AI

Menyimpan bawang tanpa kulkas sebenarnya merupakan metode yang paling direkomendasikan untuk bawang dalam kondisi utuh. Metode ini tidak hanya praktis tetapi juga dapat membuat bawang bertahan lebih lama jika dilakukan dengan benar.

1. Keluarkan dari Kantong Plastik

Langkah pertama yang harus dilakukan setelah membeli bawang adalah segera mengeluarkannya dari kantong plastik. Kantong plastik memiliki ventilasi yang buruk dan dapat memerangkap kelembapan di dalamnya. Kondisi lembap ini akan membuat bawang cepat berembun dan akhirnya membusuk dalam waktu singkat.

2. Jangan Mencuci Sebelum Disimpan

Bawang yang akan disimpan di suhu ruang tidak boleh dicuci terlebih dahulu. Air yang menempel pada permukaan bawang akan meningkatkan kelembapan dan mempercepat proses pembusukan. Simpan bawang dalam kondisi kering seperti saat membelinya dari pasar.

3. Gunakan Wadah dengan Sirkulasi Udara Baik

Pilih wadah penyimpanan yang memiliki sirkulasi udara memadai seperti keranjang jaring, tampah, nampan terbuka, atau mangkuk. Wadah-wadah ini memungkinkan udara mengalir dengan baik di sekitar bawang sehingga kelembapan tidak terperangkap. Hindari menumpuk bawang terlalu tinggi dan pastikan ada celah di antara tumpukan untuk sirkulasi udara optimal.

4. Letakkan di Tempat Sejuk dan Kering

Tempatkan wadah bawang di lokasi yang sejuk, kering, dan memiliki ventilasi baik. Jauhkan dari sinar matahari langsung atau cahaya lampu yang terang karena paparan cahaya dapat membuat bawang bertunas dan rasanya menjadi pahit. Lokasi ideal adalah lemari penyimpanan makanan, rak dapur yang jauh dari kompor, atau ruangan dengan suhu stabil.

5. Pisahkan dari Bahan Lain

Menurut hellosehat.com, hindari menyimpan bawang berdekatan dengan kentang karena dapat memicu pengeluaran uap air dan gas yang membuat bawang cepat rusak. Namun, bawang merah dan bawang putih boleh disimpan berdekatan selama tempat penyimpanan memiliki sirkulasi udara yang memadai.

6. Pertahankan Bentuk Bonggol

Untuk bawang putih, pertahankan bentuk bonggolnya yang utuh. Lapisan kulit terluar bonggol berfungsi sebagai pelindung alami yang membantu menjaga kesegaran daging bawang putih dari kerusakan, kondisi kering berlebihan, atau pembusukan yang terlalu cepat.

7. Periksa Secara Berkala

Lakukan pemeriksaan rutin terhadap kondisi bawang yang disimpan. Jika menemukan bawang yang mulai busuk atau bertunas, segera pisahkan dari yang lain untuk mencegah penyebaran kerusakan. Dengan cara penyimpanan yang tepat, bawang dapat bertahan hingga 30 hari bahkan sampai dua bulan.

3. Cara Menyimpan Bawang di Kulkas

Cara Menyimpan Bawang di Kulkas (c) Ilustrasi AI

Meskipun bawang utuh tidak disarankan disimpan di kulkas, ada kondisi tertentu di mana penyimpanan di kulkas menjadi pilihan terbaik. Metode ini khususnya berlaku untuk bawang yang sudah dikupas, dipotong, atau dimasak.

  1. Bawang Kupas Utuh

Bawang yang sudah dikupas kulitnya tetapi masih dalam bentuk utuh harus segera disimpan di kulkas. Letakkan bawang dalam wadah tertutup yang kedap udara untuk mencegah penyerapan bau oleh makanan lain di kulkas. Menurut USDA, bawang kupas yang disimpan dengan benar di kulkas dapat bertahan hingga 10-14 hari.

  1. Bawang Iris dan Cincang

Bawang yang sudah diiris atau dicincang memerlukan penanganan khusus karena lebih rentan terhadap kontaminasi bakteri. Simpan dalam wadah kedap udara atau bungkus dengan plastik yang diikat kencang. Cara menyimpan bawang di kulkas seperti ini dapat membuat potongan bawang bertahan hingga 7-10 hari.

  1. Metode Frozen Cube

Untuk penyimpanan jangka panjang, bawang cincang dapat disimpan dalam freezer menggunakan metode frozen cube. Kupas dan haluskan bawang, lalu masukkan ke dalam wadah es batu dengan tambahan sedikit air atau minyak. Setelah beku, pindahkan kubus bawang ke kantong plastik atau wadah kedap udara. Metode ini membuat bawang siap pakai kapan saja tanpa perlu mengupas dan mencincang lagi.

  1. Rendam dalam Minyak

Bawang cincang atau halus dapat direndam dalam minyak zaitun atau minyak kelapa dalam wadah kedap udara. Simpan di kulkas dan gunakan saat diperlukan. Metode ini tidak hanya membuat bawang awet tetapi juga menghasilkan minyak beraroma yang dapat digunakan untuk menumis.

  1. Bawang Masak

Bawang yang sudah dimasak harus disimpan dalam wadah kedap udara di kulkas dan dapat bertahan 3-5 hari. Jangan biarkan bawang masak pada suhu ruang terlalu lama karena dapat meningkatkan risiko kontaminasi bakteri. Untuk penyimpanan lebih lama, bawang masak dapat disimpan di freezer hingga 3 bulan.

4. Kesalahan Umum dalam Menyimpan Bawang

Banyak orang melakukan kesalahan dalam menyimpan bawang yang tanpa disadari mempercepat kerusakan bumbu dapur ini. Memahami kesalahan-kesalahan umum ini dapat membantu Anda menghindarinya dan membuat bawang bertahan lebih lama.

Kesalahan pertama adalah menyimpan bawang utuh di dalam kulkas. Menurut University of California, menyimpan bawang putih di kulkas akan merangsang pertumbuhannya atau membuatnya bertunas. Kelembapan tinggi di dalam kulkas juga membuat bawang merah menyerap lebih banyak uap air sehingga lebih cepat rusak. Bawang utuh seharusnya disimpan di tempat sejuk dan kering dengan sirkulasi udara baik, bukan di kulkas.

Kesalahan kedua adalah menyimpan bawang dalam kantong plastik tertutup rapat. Kantong plastik mengunci kelembapan di dalamnya yang akan mempercepat pembusukan dan memicu pertumbuhan jamur serta tunas. Bawang memerlukan sirkulasi udara yang baik untuk tetap segar, sehingga wadah berventilasi menjadi pilihan yang lebih tepat.

Kesalahan ketiga adalah mencuci bawang sebelum disimpan di suhu ruang. Air yang menempel pada bawang akan meningkatkan kelembapan dan mempercepat proses pembusukan. Bawang sebaiknya dicuci hanya sesaat sebelum akan digunakan untuk memasak, bukan saat akan disimpan.

Kesalahan keempat adalah meletakkan bawang di tempat yang terkena sinar matahari langsung atau dekat dengan sumber panas seperti kompor. Paparan sinar matahari dapat membuat bawang bertunas dan mengubah rasanya menjadi pahit. Suhu panas juga akan mempercepat proses pematangan dan kerusakan bawang.

Kesalahan kelima adalah tidak memisahkan bawang yang mulai busuk dari yang masih bagus. Bawang yang busuk dapat menyebarkan kerusakan ke bawang lain di sekitarnya melalui kelembapan dan kontaminasi jamur. Pemeriksaan berkala dan pemisahan bawang rusak sangat penting untuk menjaga kualitas stok bawang secara keseluruhan.

5. Tips Tambahan Menyimpan Bawang Agar Awet

Tips Tambahan Menyimpan Bawang Agar Awet (c) Ilustrasi AI

Selain metode dasar penyimpanan, ada beberapa tips tambahan yang dapat membuat bawang bertahan lebih lama dan tetap berkualitas baik.

  1. Pilih Bawang Berkualitas Baik

Kualitas bawang saat membeli sangat menentukan daya tahannya. Pilih bawang yang keras, kering, dan kulitnya masih utuh tanpa bercak atau tanda-tanda pembusukan. Hindari bawang yang sudah lembek, bertunas, atau berbau tidak sedap.

  1. Keringkan Bawang Putih

Bawang putih dapat dikeringkan untuk penyimpanan jangka panjang. Iris tipis bawang putih lalu jemur di bawah sinar matahari atau gunakan oven dengan suhu rendah. Simpan dalam wadah kedap udara dan gunakan sebagai bubuk bawang putih yang dapat bertahan berbulan-bulan.

  1. Buat Acar Bawang

Bawang dapat diolah menjadi acar dengan mencampurkannya dengan kombinasi cuka, garam, gula, dan sedikit rempah-rempah. Metode pengawetan ini tidak hanya membuat bawang awet tetapi juga menghasilkan pelengkap masakan yang lezat.

  1. Goreng untuk Stok

Bawang merah atau bawang putih dapat digoreng hingga kering dan disimpan dalam wadah kedap udara. Bawang goreng ini dapat digunakan sebagai pelengkap masakan dan bertahan cukup lama jika disimpan dengan benar.

  1. Gunakan Paper Bag

Paper bag atau kantong kertas coklat dapat menjadi alternatif wadah penyimpanan yang baik. Lubangi beberapa bagian paper bag untuk sirkulasi udara, masukkan bawang, lipat bagian atas dan rekatkan dengan penjepit kertas. Simpan di tempat sejuk dan kering.

  1. Perhatikan Durasi Penyimpanan

Meskipun bawang dapat bertahan lama, jangan menyimpannya terlalu lama karena kualitas akan menurun seiring waktu. Gunakan sistem FIFO (First In First Out) di mana bawang yang lebih dulu dibeli digunakan terlebih dahulu.

  1. Sesuaikan Metode dengan Kebutuhan

Pilih metode penyimpanan yang sesuai dengan frekuensi penggunaan. Jika sering memasak, simpan sebagian bawang dalam bentuk siap pakai di kulkas. Untuk stok jangka panjang, simpan dalam bentuk utuh di suhu ruang dengan kondisi optimal.

6. Perbedaan Penyimpanan Bawang Merah dan Bawang Putih

Perbedaan Penyimpanan Bawang Merah dan Bawang Putih (c) Ilustrasi AI

Meskipun bawang merah dan bawang putih sama-sama termasuk genus Allium, keduanya memiliki karakteristik berbeda yang mempengaruhi cara penyimpanannya. Memahami perbedaan ini penting untuk memaksimalkan daya tahan masing-masing jenis bawang.

Bawang merah cenderung lebih sensitif terhadap kelembapan dibandingkan bawang putih. Struktur lapisan bawang merah yang lebih tipis membuatnya lebih mudah menyerap uap air dari lingkungan sekitar. Oleh karena itu, bawang merah memerlukan tempat penyimpanan yang benar-benar kering dengan sirkulasi udara sangat baik. Wadah terbuka seperti keranjang jaring atau tampah menjadi pilihan ideal untuk bawang merah.

Bawang putih memiliki lapisan kulit yang lebih tebal dan struktur bonggol yang lebih padat. Karakteristik ini membuat bawang putih relatif lebih tahan lama dibandingkan bawang merah. Menurut University of California, bawang putih dapat bertahan tiga hingga lima bulan jika disimpan dengan benar di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik. Sementara bawang merah umumnya bertahan hingga satu atau dua bulan dalam kondisi optimal.

Untuk bawang putih, sangat penting mempertahankan bentuk bonggolnya yang utuh. Lapisan kulit terluar bonggol berfungsi sebagai pelindung alami yang sangat efektif. Jika siung bawang putih dipisahkan dari bonggolnya, daya tahannya akan berkurang signifikan. Sebaliknya, bawang merah biasanya sudah dijual dalam bentuk terpisah sehingga fokus penyimpanannya lebih pada kondisi lingkungan dan wadah yang digunakan.

Kedua jenis bawang sama-sama tidak menyukai lingkungan dingin kulkas dalam kondisi utuh. Namun, setelah dikupas atau dipotong, keduanya harus segera disimpan di kulkas dalam wadah kedap udara. Bawang putih yang sudah dikupas dapat disimpan di freezer dengan pembungkus rapat, sementara bawang merah kupas lebih baik disimpan di bagian chiller kulkas untuk penggunaan dalam waktu dekat.

7. FAQ

FAQ (c) Ilustrasi AI

1. Apakah bawang utuh boleh disimpan di kulkas?

Tidak disarankan. Bawang utuh yang disimpan di kulkas akan menyerap kelembapan berlebihan yang mempercepat pembusukan. Selain itu, suhu dingin kulkas dapat merangsang pertumbuhan tunas pada bawang putih. Bawang utuh sebaiknya disimpan di tempat sejuk dan kering dengan sirkulasi udara baik di suhu ruang.

2. Berapa lama bawang dapat bertahan jika disimpan dengan benar?

Bawang merah utuh dapat bertahan hingga 1-2 bulan, sedangkan bawang putih dapat bertahan 3-5 bulan jika disimpan di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik. Bawang yang sudah dikupas dan disimpan di kulkas bertahan 10-14 hari, sementara bawang cincang bertahan 7-10 hari di kulkas.

3. Mengapa bawang tidak boleh disimpan dalam kantong plastik?

Kantong plastik tertutup rapat akan mengunci kelembapan di dalamnya dan mencegah sirkulasi udara. Kondisi lembap ini mempercepat pembusukan, memicu pertumbuhan jamur, dan membuat bawang cepat bertunas. Bawang memerlukan ventilasi yang baik untuk tetap segar dan awet.

4. Apakah bawang perlu dicuci sebelum disimpan?

Tidak perlu. Mencuci bawang sebelum disimpan akan meningkatkan kelembapan yang mempercepat pembusukan. Bawang sebaiknya dicuci hanya sesaat sebelum akan digunakan untuk memasak. Simpan bawang dalam kondisi kering seperti saat membelinya dari pasar.

5. Bagaimana cara menyimpan bawang yang sudah dikupas atau dipotong?

Bawang yang sudah dikupas atau dipotong harus segera disimpan di kulkas dalam wadah kedap udara untuk mencegah kontaminasi bakteri dan penyebaran bau. Untuk penyimpanan lebih lama, bawang cincang dapat dibekukan dalam freezer menggunakan metode frozen cube dengan tambahan sedikit air atau minyak.

6. Apakah bawang yang sudah bertunas masih aman dikonsumsi?

Bawang yang bertunas masih aman dikonsumsi dan tidak berbahaya bagi kesehatan. Namun, tunas merupakan indikasi bahwa bawang telah melewati kualitas puncaknya. Rasa dan tekstur bawang bertunas mungkin sedikit berbeda, tetapi masih dapat digunakan untuk memasak setelah tunasnya dibuang.

7. Bolehkah menyimpan bawang merah dan bawang putih berdekatan?

Boleh. Bawang merah dan bawang putih dapat disimpan berdekatan selama tempat penyimpanan memiliki sirkulasi udara yang memadai. Hal ini tidak akan mengubah rasa keduanya. Namun, hindari menyimpan bawang berdekatan dengan kentang karena dapat memicu pengeluaran uap air dan gas yang membuat bawang cepat rusak.

(kpl/fed)

Rekomendasi
Trending