Contoh Surat Cuti Kerja Urusan Keluarga yang Mudah Disetujui

Contoh Surat Cuti Kerja Urusan Keluarga yang Mudah Disetujui
contoh surat cuti kerja urusan keluarga

Kapanlagi.com - Mengajukan cuti untuk urusan keluarga merupakan hak setiap karyawan yang diatur dalam peraturan ketenagakerjaan. Surat cuti kerja urusan keluarga menjadi dokumen penting untuk mengajukan izin secara resmi kepada perusahaan atau instansi tempat bekerja.

Pembuatan contoh surat cuti kerja urusan keluarga yang baik akan memudahkan proses persetujuan dari atasan dan HRD. Format yang jelas dan alasan yang disampaikan dengan sopan membuat permohonan cuti lebih mudah diterima tanpa mengganggu operasional kerja.

Berbagai keperluan keluarga seperti acara pernikahan saudara, menjenguk orang tua sakit, atau mengurus dokumen penting keluarga memerlukan pengajuan cuti yang tepat. Memahami cara menulis surat cuti dengan format yang benar akan membantu karyawan mendapatkan izin sesuai kebutuhan.

1. Pengertian Surat Cuti Kerja Urusan Keluarga

Pengertian Surat Cuti Kerja Urusan Keluarga (c) Ilustrasi AI

Surat cuti kerja urusan keluarga adalah dokumen resmi yang dibuat karyawan untuk mengajukan permohonan izin tidak masuk kerja karena ada keperluan keluarga yang harus diselesaikan. Dokumen ini berfungsi sebagai bukti tertulis bahwa karyawan meminta waktu libur dengan alasan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam konteks ketenagakerjaan, urusan keluarga yang dimaksud mencakup berbagai hal seperti merawat anggota keluarga yang sakit, menghadiri acara keluarga penting, mengurus administrasi keluarga, atau menyelesaikan masalah keluarga mendesak lainnya. Setiap perusahaan biasanya memiliki kebijakan tersendiri mengenai jenis urusan keluarga yang dapat dijadikan alasan cuti.

Berbeda dengan cuti tahunan yang merupakan hak karyawan untuk refreshing atau liburan, cuti urusan keluarga lebih bersifat situasional dan biasanya diajukan ketika ada kebutuhan mendesak. Beberapa perusahaan menggolongkan cuti ini sebagai bagian dari cuti tahunan, sementara perusahaan lain memberikan jatah khusus untuk keperluan keluarga.

Pembuatan contoh surat cuti kerja urusan keluarga yang baik harus memuat informasi lengkap seperti identitas pemohon, tanggal cuti yang diminta, durasi cuti, alasan spesifik, dan pernyataan kesediaan menyelesaikan pekerjaan atau mengalihkan tugas selama masa cuti. Format yang rapi dan bahasa yang sopan akan meningkatkan kemungkinan persetujuan dari atasan.

2. Komponen Penting dalam Surat Cuti Urusan Keluarga

Sebuah surat cuti yang baik harus memiliki struktur lengkap agar mudah dipahami dan diproses oleh pihak HRD maupun atasan. Berikut adalah komponen-komponen yang wajib ada dalam surat cuti kerja urusan keluarga.

1. Kop Surat atau Identitas Perusahaan

Untuk perusahaan yang menggunakan format resmi, kop surat berisi nama perusahaan, alamat, dan kontak biasanya ditempatkan di bagian atas. Jika perusahaan tidak mewajibkan kop surat, cukup tuliskan nama perusahaan atau instansi sebagai tujuan surat.

2. Tempat dan Tanggal Pembuatan Surat

Penulisan tempat dan tanggal pembuatan surat penting untuk dokumentasi dan menunjukkan kapan permohonan diajukan. Informasi ini membantu HRD menghitung jarak waktu antara pengajuan dan pelaksanaan cuti yang diminta.

3. Perihal dan Tujuan Surat

Bagian perihal ditulis secara singkat dan jelas, misalnya "Permohonan Cuti Urusan Keluarga". Tujuan surat ditujukan kepada pihak yang berwenang memberikan persetujuan, seperti kepala divisi, manajer HRD, atau atasan langsung.

4. Identitas Lengkap Pemohon

Data diri yang harus dicantumkan meliputi nama lengkap, nomor induk karyawan (NIK), jabatan, dan divisi atau unit kerja. Kelengkapan data ini mencegah kesalahan identifikasi, terutama di perusahaan dengan jumlah karyawan banyak.

5. Isi Permohonan Cuti

Bagian isi memuat pernyataan permohonan cuti dengan menyebutkan tanggal mulai dan berakhirnya cuti, total hari yang diminta, serta alasan spesifik terkait urusan keluarga. Sampaikan alasan dengan jelas namun tetap menjaga privasi jika diperlukan.

6. Rencana Pekerjaan Selama Cuti

Untuk menunjukkan tanggung jawab, sertakan informasi tentang bagaimana pekerjaan akan ditangani selama masa cuti. Misalnya dengan menyelesaikan tugas lebih awal, mengalihkan ke rekan kerja, atau memberikan kontak darurat jika ada hal mendesak.

7. Penutup dan Tanda Tangan

Akhiri surat dengan kalimat penutup yang sopan dan harapan agar permohonan disetujui. Bubuhkan tanda tangan dan nama jelas sebagai bentuk pertanggungjawaban atas permohonan yang diajukan.

3. Cara Menulis Surat Cuti Urusan Keluarga yang Efektif

Cara Menulis Surat Cuti Urusan Keluarga yang Efektif (c) Ilustrasi AI

Menulis surat cuti yang efektif bukan hanya soal format, tetapi juga cara menyampaikan informasi agar mudah dipahami dan disetujui. Berikut adalah langkah-langkah praktis yang dapat diterapkan.

1. Ajukan Cuti Sedini Mungkin

Meskipun urusan keluarga kadang bersifat mendadak, usahakan untuk mengajukan cuti beberapa hari sebelumnya jika memungkinkan. Pengajuan lebih awal memberikan waktu bagi atasan dan tim untuk menyesuaikan jadwal kerja dan mendistribusikan tugas.

2. Sampaikan Alasan dengan Jelas dan Jujur

Jelaskan alasan cuti secara spesifik namun tidak perlu terlalu detail jika menyangkut privasi keluarga. Contohnya, "menghadiri pernikahan saudara kandung" atau "merawat orang tua yang sakit" sudah cukup informatif tanpa harus menjelaskan detail pribadi.

3. Gunakan Bahasa Formal dan Sopan

Meskipun hubungan dengan atasan mungkin cukup akrab, surat cuti tetap harus menggunakan bahasa formal dan sopan. Hindari penggunaan bahasa kasual, singkatan tidak baku, atau emotikon yang tidak profesional.

4. Koordinasikan dengan Tim Kerja

Sebelum mengirimkan surat resmi, komunikasikan rencana cuti dengan atasan dan rekan kerja. Pastikan ada yang bisa menggantikan tugas penting selama masa cuti agar operasional tidak terganggu.

5. Periksa Kebijakan Cuti Perusahaan

Setiap perusahaan memiliki aturan berbeda tentang cuti urusan keluarga, termasuk durasi maksimal, prosedur pengajuan, dan dokumen pendukung yang mungkin diperlukan. Pastikan permohonan sesuai dengan kebijakan yang berlaku.

6. Lampirkan Dokumen Pendukung Jika Diperlukan

Untuk beberapa jenis urusan keluarga seperti merawat anggota keluarga sakit atau menghadiri pemakaman, perusahaan mungkin meminta dokumen pendukung seperti surat keterangan dokter atau surat kematian. Siapkan dokumen tersebut untuk mempercepat proses persetujuan.

4. Jenis-Jenis Urusan Keluarga yang Umum Dijadikan Alasan Cuti

Jenis-Jenis Urusan Keluarga yang Umum Dijadikan Alasan Cuti (c) Ilustrasi AI

Urusan keluarga yang dapat dijadikan alasan cuti sangat beragam tergantung situasi dan kebijakan perusahaan. Berikut adalah beberapa jenis urusan keluarga yang umumnya diterima sebagai alasan cuti kerja.

1. Acara Keluarga Penting

Acara seperti pernikahan saudara kandung, khitanan anak, atau acara adat keluarga merupakan alasan yang umum dan biasanya mudah disetujui. Karyawan dapat mengajukan cuti untuk menghadiri atau bahkan menjadi penyelenggara acara tersebut.

2. Merawat Anggota Keluarga Sakit

Ketika orang tua, pasangan, atau anak mengalami sakit dan memerlukan perawatan atau pendampingan ke rumah sakit, karyawan berhak mengajukan cuti. Beberapa perusahaan bahkan menyediakan jatah khusus untuk cuti merawat keluarga sakit.

3. Kedukaan atau Pemakaman

Kehilangan anggota keluarga dekat seperti orang tua, saudara kandung, atau pasangan merupakan alasan cuti yang sangat dimaklumi. Biasanya perusahaan memberikan cuti khusus untuk keperluan pemakaman dan masa berkabung.

4. Mengurus Administrasi Keluarga

Pengurusan dokumen penting seperti akta kelahiran anak, surat tanah keluarga, atau administrasi warisan kadang memerlukan waktu khusus di hari kerja. Hal ini dapat dijadikan alasan untuk mengajukan cuti sehari atau beberapa hari tergantung kompleksitas urusan.

5. Pindah Rumah atau Keperluan Keluarga Mendesak

Proses pindah rumah keluarga atau menangani situasi darurat keluarga seperti kebakaran, banjir, atau masalah mendesak lainnya juga merupakan alasan yang valid untuk mengajukan cuti mendadak.

5. Contoh Surat Cuti Kerja Urusan Keluarga

Contoh Surat Cuti Kerja Urusan Keluarga (c) Ilustrasi AI

Berikut adalah tujuh contoh surat cuti kerja urusan keluarga yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi masing-masing karyawan.

Contoh 1: Cuti Menghadiri Pernikahan Saudara

Jakarta, 15 Januari 2025

Perihal: Permohonan Cuti Urusan Keluarga

Kepada Yth.
Manajer HRD
PT Maju Bersama Sejahtera
di Jakarta

Dengan hormat,

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama: Rudi Hartono
NIK: 20230145
Jabatan: Staff Marketing
Divisi: Marketing dan Promosi

Dengan ini mengajukan permohonan cuti kerja selama 2 hari, terhitung mulai tanggal 25-26 Januari 2025, dikarenakan harus menghadiri acara pernikahan adik kandung saya di Bandung.

Selama masa cuti, saya telah mengatur pekerjaan dan berkoordinasi dengan rekan satu tim untuk memastikan tugas-tugas penting tetap berjalan dengan baik. Saya juga dapat dihubungi melalui telepon jika ada hal mendesak yang memerlukan konfirmasi.

Demikian permohonan cuti ini saya sampaikan. Atas perhatian dan persetujuan Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih.

Hormat saya,

(tanda tangan)

Rudi Hartono

Contoh 2: Cuti Merawat Orang Tua Sakit

Surabaya, 20 Februari 2025

Perihal: Permohonan Cuti Urusan Keluarga

Kepada Yth.
Kepala Divisi Operasional
PT Nusantara Logistik
di Surabaya

Dengan hormat,

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama: Siti Aminah
NIK: 20220089
Jabatan: Supervisor Gudang
Divisi: Operasional

Bermaksud mengajukan permohonan cuti kerja selama 3 hari, terhitung mulai tanggal 25-27 Februari 2025, karena harus merawat ibu saya yang sedang dirawat di rumah sakit.

Selama masa cuti, tugas saya akan dikoordinasikan dengan Bapak Joko selaku asisten supervisor, dan saya tetap dapat dihubungi untuk hal-hal yang memerlukan keputusan mendesak.

Demikian surat permohonan ini saya buat dengan sebenarnya. Atas pengertian dan persetujuannya, saya sampaikan terima kasih.

Hormat saya,

(tanda tangan)

Siti Aminah

Contoh 3: Cuti Mengurus Administrasi Keluarga

Bandung, 5 Maret 2025

Perihal: Permohonan Cuti Urusan Keluarga

Kepada Yth.
Manager HRD
CV Karya Mandiri
di Bandung

Dengan hormat,

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama: Budi Santoso
NIK: 20210156
Jabatan: Staff Administrasi
Divisi: Keuangan

Dengan ini mengajukan permohonan cuti kerja selama 1 hari pada tanggal 10 Maret 2025 untuk mengurus dokumen akta kelahiran anak saya di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

Pekerjaan yang sedang berjalan telah saya selesaikan lebih awal, dan untuk tugas harian akan saya koordinasikan dengan rekan satu divisi. Saya berkomitmen untuk menyelesaikan pekerjaan yang tertunda segera setelah kembali bekerja.

Demikian permohonan ini saya sampaikan. Atas perhatian dan persetujuannya, saya ucapkan terima kasih.

Hormat saya,

(tanda tangan)

Budi Santoso

Contoh 4: Cuti Kedukaan

Yogyakarta, 12 April 2025

Perihal: Permohonan Cuti Kedukaan

Kepada Yth.
Direktur HRD
PT Sejahtera Abadi
di Yogyakarta

Dengan hormat,

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama: Ahmad Fauzi
NIK: 20190234
Jabatan: Staff IT
Divisi: Teknologi Informasi

Dengan berat hati mengajukan permohonan cuti kerja selama 3 hari, terhitung mulai tanggal 15-17 April 2025, dikarenakan ayah saya telah meninggal dunia dan saya harus mengurus keperluan pemakaman serta mendampingi keluarga.

Saya telah menginformasikan kondisi ini kepada atasan langsung dan tim, serta memastikan sistem yang sedang berjalan dalam kondisi stabil. Untuk keperluan mendesak, saya dapat dihubungi melalui telepon.

Demikian surat permohonan cuti ini saya buat. Atas pengertian dan doa dari Bapak/Ibu, saya sampaikan terima kasih.

Hormat saya,

(tanda tangan)

Ahmad Fauzi

Contoh 5: Cuti Pindah Rumah

Semarang, 18 Mei 2025

Perihal: Permohonan Cuti Urusan Keluarga

Kepada Yth.
Kepala Bagian SDM
PT Mitra Sejahtera
di Semarang

Dengan hormat,

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama: Dewi Lestari
NIK: 20220178
Jabatan: Staff Accounting
Divisi: Keuangan

Mengajukan permohonan cuti kerja selama 2 hari pada tanggal 22-23 Mei 2025 untuk keperluan pindah rumah keluarga dari Semarang ke Ungaran.

Saya telah menyelesaikan laporan keuangan bulanan lebih awal dan berkoordinasi dengan tim untuk memastikan tidak ada pekerjaan yang tertunda. Saya juga siap untuk bekerja lembur jika diperlukan setelah kembali dari cuti.

Demikian permohonan ini disampaikan. Atas persetujuannya, saya ucapkan terima kasih.

Hormat saya,

(tanda tangan)

Dewi Lestari

Contoh 6: Cuti Menjenguk Keluarga di Luar Kota

Malang, 8 Juni 2025

Perihal: Permohonan Cuti Urusan Keluarga

Kepada Yth.
Manager Operasional
PT Berkah Jaya
di Malang

Dengan hormat,

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama: Eko Prasetyo
NIK: 20210267
Jabatan: Supervisor Produksi
Divisi: Produksi

Dengan ini mengajukan permohonan cuti kerja selama 2 hari pada tanggal 12-13 Juni 2025 untuk menjenguk kakak saya yang sedang dirawat di rumah sakit di Surabaya.

Selama masa cuti, saya telah menunjuk Bapak Hendra sebagai penanggung jawab sementara dan memastikan semua target produksi tetap terpenuhi. Saya juga dapat dihubungi untuk koordinasi jika ada hal mendesak.

Demikian permohonan cuti ini saya sampaikan. Atas perhatian dan persetujuannya, saya ucapkan terima kasih.

Hormat saya,

(tanda tangan)

Eko Prasetyo

Contoh 7: Cuti Menghadiri Acara Adat Keluarga

Denpasar, 15 Juli 2025

Perihal: Permohonan Cuti Urusan Keluarga

Kepada Yth.
Kepala HRD
PT Bali Indah Pariwisata
di Denpasar

Dengan hormat,

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama: I Made Wirawan
NIK: 20200145
Jabatan: Tour Guide
Divisi: Operasional Wisata

Mengajukan permohonan cuti kerja selama 1 hari pada tanggal 20 Juli 2025 untuk menghadiri upacara adat ngaben keluarga besar di kampung halaman.

Saya telah berkoordinasi dengan tim dan memastikan tidak ada jadwal tour yang bentrok pada tanggal tersebut. Jadwal tour saya telah dialihkan kepada rekan kerja yang lain dengan persetujuan koordinator.

Demikian permohonan ini saya buat. Atas pengertian dan persetujuannya, saya sampaikan terima kasih.

Hormat saya,

(tanda tangan)

I Made Wirawan

6. Tips Agar Permohonan Cuti Urusan Keluarga Disetujui

Tips Agar Permohonan Cuti Urusan Keluarga Disetujui (c) Ilustrasi AI

Meskipun cuti urusan keluarga adalah hak karyawan, ada beberapa strategi yang dapat meningkatkan peluang persetujuan dari atasan dan HRD. Berikut adalah tips praktis yang dapat diterapkan.

1. Komunikasikan Lebih Dulu Secara Lisan

Sebelum mengajukan surat resmi, ada baiknya memberitahu atasan secara langsung atau melalui pesan singkat tentang rencana cuti. Komunikasi awal ini menunjukkan sikap profesional dan memberi kesempatan atasan untuk memberikan masukan atau menyesuaikan jadwal.

2. Pilih Waktu yang Tepat

Hindari mengajukan cuti pada periode sibuk perusahaan seperti akhir bulan, tutup buku, atau saat ada proyek besar yang sedang berjalan. Jika memang mendesak, pastikan ada solusi untuk menangani pekerjaan selama masa cuti.

3. Tunjukkan Tanggung Jawab

Dalam contoh surat cuti kerja urusan keluarga, sertakan informasi tentang bagaimana pekerjaan akan ditangani selama masa cuti. Ini menunjukkan bahwa kamu tetap bertanggung jawab meskipun sedang tidak bekerja.

4. Jaga Profesionalisme

Meskipun alasan cuti bersifat pribadi, tetap jaga profesionalisme dalam penulisan surat dan komunikasi dengan atasan. Gunakan bahasa formal, format yang rapi, dan hindari memberikan detail pribadi yang tidak perlu.

5. Siapkan Backup Plan

Jika memungkinkan, tawarkan alternatif seperti bekerja setengah hari, menyelesaikan pekerjaan dari rumah, atau mengambil cuti lebih singkat. Fleksibilitas ini menunjukkan komitmen terhadap pekerjaan sambil tetap menangani urusan keluarga.

6. Patuhi Prosedur Perusahaan

Setiap perusahaan memiliki prosedur pengajuan cuti yang berbeda, mulai dari batas waktu pengajuan, formulir yang harus diisi, hingga pihak yang harus memberikan persetujuan. Pastikan mengikuti semua prosedur yang berlaku agar permohonan tidak ditolak karena alasan administratif.

7. FAQ Seputar Surat Cuti Kerja Urusan Keluarga

FAQ Seputar Surat Cuti Kerja Urusan Keluarga (c) Ilustrasi AI

1. Berapa lama waktu ideal mengajukan cuti urusan keluarga?

Idealnya, cuti urusan keluarga diajukan minimal 3-7 hari sebelum tanggal pelaksanaan jika memungkinkan. Namun untuk urusan mendesak seperti kedukaan atau keluarga sakit mendadak, pengajuan dapat dilakukan sesegera mungkin bahkan di hari yang sama dengan memberitahu atasan terlebih dahulu secara lisan atau melalui pesan.

2. Apakah cuti urusan keluarga mengurangi jatah cuti tahunan?

Kebijakan ini berbeda-beda di setiap perusahaan. Beberapa perusahaan menggolongkan cuti urusan keluarga sebagai bagian dari cuti tahunan, sementara perusahaan lain memberikan jatah khusus untuk keperluan keluarga tertentu seperti pernikahan, kedukaan, atau merawat keluarga sakit. Sebaiknya cek kebijakan perusahaan atau tanyakan ke HRD untuk memastikan.

3. Apakah perlu melampirkan bukti pendukung saat mengajukan cuti urusan keluarga?

Untuk beberapa jenis urusan keluarga seperti kedukaan, merawat keluarga sakit, atau menghadiri pernikahan, perusahaan mungkin meminta dokumen pendukung seperti surat kematian, surat keterangan dokter, atau undangan pernikahan. Namun untuk urusan keluarga umum, biasanya tidak diperlukan dokumen pendukung jika alasan yang disampaikan masuk akal dan dapat dipercaya.

4. Bagaimana jika permohonan cuti urusan keluarga ditolak?

Jika permohonan ditolak, tanyakan alasan penolakan kepada atasan atau HRD. Mungkin ada masalah dengan timing, beban kerja, atau prosedur pengajuan. Diskusikan kemungkinan alternatif seperti mengubah tanggal cuti, mengurangi durasi, atau mencari solusi lain yang dapat mengakomodasi kebutuhan keluarga sekaligus kepentingan perusahaan.

5. Apakah bisa mengajukan cuti urusan keluarga secara mendadak?

Cuti mendadak dapat diajukan untuk situasi darurat seperti keluarga sakit parah, kecelakaan, atau kedukaan. Dalam kondisi seperti ini, segera hubungi atasan melalui telepon atau pesan untuk memberitahu situasi, kemudian susul dengan surat resmi sesegera mungkin. Kebanyakan perusahaan akan memahami situasi darurat asalkan dikomunikasikan dengan baik.

6. Bagaimana format surat cuti urusan keluarga untuk PNS?

Format contoh surat cuti kerja urusan keluarga untuk PNS umumnya lebih formal dan mengikuti format surat dinas. Harus mencantumkan NIP, pangkat/golongan, unit kerja, dan mengikuti prosedur birokrasi yang berlaku di instansi pemerintahan. Biasanya juga memerlukan persetujuan dari beberapa tingkat atasan dan dicatat dalam sistem kepegawaian.

7. Apakah karyawan kontrak berhak mengajukan cuti urusan keluarga?

Karyawan kontrak juga berhak mengajukan cuti urusan keluarga sesuai dengan ketentuan dalam perjanjian kerja atau kontrak yang ditandatangani. Namun jatah dan jenis cuti yang diberikan mungkin berbeda dengan karyawan tetap. Sebaiknya periksa isi kontrak kerja atau tanyakan kepada HRD mengenai hak cuti yang dimiliki sebagai karyawan kontrak.

(kpl/fed)

Rekomendasi
Trending