Contoh Surat Izin Orang Tua untuk Kerja
contoh surat izin orang tua untuk kerja
Kapanlagi.com - Surat izin orang tua untuk kerja merupakan dokumen penting yang sering diminta perusahaan kepada calon karyawan yang belum menikah. Dokumen ini berfungsi sebagai bukti persetujuan dari orang tua atau wali terhadap keputusan anaknya untuk bekerja di suatu perusahaan.
Kebutuhan akan contoh surat izin orang tua untuk kerja semakin meningkat seiring banyaknya perusahaan yang merekrut tenaga kerja muda. Surat ini menjadi bentuk tanggung jawab dan jaminan tertulis mengingat beberapa pekerjaan memiliki risiko tertentu yang perlu diketahui keluarga.
Pembuatan surat izin ini sebenarnya cukup sederhana namun harus memuat informasi lengkap dan jelas. Baik pelamar kerja maupun orang tua perlu memahami format penulisan yang benar agar surat dapat diterima oleh pihak perusahaan.
Advertisement
1. Pengertian Surat Izin Orang Tua untuk Bekerja
Surat izin orang tua untuk bekerja adalah dokumen resmi yang berisi persetujuan dari orang tua atau wali kepada anaknya untuk bekerja pada suatu perusahaan atau instansi tertentu. Surat ini merupakan bentuk penyerahan tanggung jawab dari orang tua kepada pihak perusahaan yang akan mempekerjakan anaknya.
Dokumen ini umumnya diperlukan untuk calon karyawan yang masih berstatus lajang atau belum menikah, terutama yang berusia relatif muda. Perusahaan meminta surat izin ini sebagai bentuk kehati-hatian dan memastikan bahwa keluarga mengetahui serta menyetujui pekerjaan yang akan dijalani.
Surat izin orang tua berbeda dengan surat lamaran kerja atau dokumen persyaratan lainnya. Surat ini secara khusus dibuat dan ditandatangani oleh orang tua atau wali sah, bukan oleh pelamar kerja itu sendiri, sehingga memiliki kekuatan hukum sebagai bukti persetujuan keluarga.
Fungsi utama dari surat ini adalah memberikan jaminan kepada perusahaan bahwa keluarga telah mengetahui dan menyetujui segala konsekuensi pekerjaan yang akan dijalani. Hal ini penting terutama untuk pekerjaan yang memiliki risiko tinggi, jam kerja tidak teratur, atau penempatan di luar kota bahkan luar negeri.
2. Komponen Penting dalam Surat Izin Orang Tua
Sebuah surat izin orang tua untuk kerja yang baik harus memuat beberapa komponen penting agar dapat diterima oleh perusahaan. Berikut adalah elemen-elemen yang wajib ada dalam surat tersebut:
- Identitas Lengkap Orang Tua atau Wali - Bagian ini mencakup nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, alamat lengkap, nomor telepon yang dapat dihubungi, serta pekerjaan orang tua. Informasi ini penting agar perusahaan dapat melakukan verifikasi jika diperlukan.
- Identitas Lengkap Anak - Meliputi nama lengkap anak, tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, alamat, agama, dan status pernikahan. Data ini harus sesuai dengan dokumen identitas resmi seperti KTP atau kartu keluarga.
- Pernyataan Pemberian Izin - Kalimat yang menyatakan secara tegas bahwa orang tua memberikan izin kepada anaknya untuk bekerja di perusahaan tertentu. Pernyataan ini harus jelas dan tidak ambigu.
- Nama dan Alamat Perusahaan - Menyebutkan secara spesifik nama perusahaan, posisi atau jabatan yang akan dilamar, serta lokasi penempatan kerja. Informasi ini menunjukkan bahwa orang tua mengetahui dengan pasti tempat kerja anaknya.
- Tempat dan Tanggal Pembuatan Surat - Mencantumkan lokasi dan tanggal saat surat dibuat sebagai bukti kapan persetujuan diberikan. Format penulisan biasanya: Nama Kota, tanggal bulan tahun.
- Tanda Tangan dan Nama Terang - Surat harus ditandatangani oleh orang tua atau wali di atas materai yang cukup (biasanya Rp 10.000) dan dilengkapi dengan nama terang. Tanda tangan ini menjadi bukti autentikasi surat.
- Kalimat Penutup - Berisi ucapan terima kasih dan harapan agar surat dapat digunakan sebagaimana mestinya. Kalimat penutup menunjukkan kesopanan dan profesionalitas.
3. Contoh Format Surat Izin Orang Tua untuk Bekerja
Berikut adalah beberapa contoh format surat izin orang tua untuk berbagai keperluan pekerjaan yang dapat dijadikan referensi:
Contoh 1: Format Surat Izin Orang Tua Umum
SURAT KETERANGAN IZIN ORANG TUA
Yang bertanda tangan di bawah ini, saya selaku Orang Tua:
Nama: [Nama Lengkap Orang Tua]
Alamat: [Alamat Lengkap]
Pekerjaan: [Pekerjaan Orang Tua]
No. Telepon: [Nomor yang Dapat Dihubungi]
Dengan ini memberikan izin kepada anak saya:
Nama: [Nama Lengkap Anak]
Tempat/Tanggal Lahir: [Tempat, Tanggal Lahir]
Jenis Kelamin: [Laki-laki/Perempuan]
Alamat: [Alamat Lengkap]
Agama: [Agama]
Status: Belum Menikah
Untuk bekerja di perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin. Demikian surat keterangan izin ini saya buat dengan sebenarnya untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
[Kota], [Tanggal Bulan Tahun]
Hormat Saya,
Materai Rp 10.000
(Tanda Tangan)
[Nama Lengkap Orang Tua]
Contoh 2: Surat Izin Orang Tua untuk Bekerja di Bank
SURAT IZIN ORANG TUA
Dengan hormat,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama: Rahmat Abdul Hakim
Tempat/Tanggal Lahir: Bandung, 5 Maret 1968
Alamat: Jl. WR Supratman No. 23 Jakarta
Pekerjaan: Pensiunan BUMN
No. KTP: [Nomor KTP]
Sebagai orang tua dari:
Nama: Anindya Putri
Tempat/Tanggal Lahir: Jakarta, 20 Oktober 1996
Alamat: Jl. WR Supratman No. 23 Jakarta
Jenis Kelamin: Perempuan
Agama: Islam
Status: Belum Menikah
Bersama ini, kami menyatakan tidak keberatan apabila anak kami tersebut di atas bekerja di Bank BCA sebagai Teller, selama terikat perjanjian kerja. Termasuk di antaranya ditempatkan di seluruh cabang di Indonesia sesuai kebijakan perusahaan.
Demikian surat pernyataan ini kami buat dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
Jakarta, 15 Januari 2024
Hormat kami,
Materai Rp 10.000
(Tanda Tangan)
Rahmat Abdul Hakim
Contoh 3: Surat Izin Orang Tua untuk Bekerja di Luar Negeri
SURAT PERSETUJUAN ORANG TUA
UNTUK BEKERJA DI LUAR NEGERI
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama: Maulana Ihsan
Tempat/Tanggal Lahir: Bojonegoro, 12 Agustus 1967
Pekerjaan: Wiraswasta
Alamat: Kampung Melati No. 5, Bojonegoro
No. Telepon: [Nomor Telepon]
Dengan ini memberikan izin kepada anak kami:
Nama: Siti Mohana
Usia: 20 tahun
Tempat/Tanggal Lahir: Bojonegoro, 3 Mei 2004
Alamat: Kampung Melati No. 5, Bojonegoro
Untuk bekerja di luar negeri sesuai dengan kontrak kerja yang telah disepakati. Kami selaku orang tua telah mempertimbangkan dengan matang segala risiko dan konsekuensi dari pekerjaan di luar negeri, dan memberikan persetujuan penuh atas keputusan anak kami.
Demikian surat pernyataan izin bekerja ini kami sampaikan. Sekian dan terima kasih.
Bojonegoro, 20 Februari 2024
Salam Hormat,
Materai Rp 10.000
(Tanda Tangan)
Maulana Ihsan
4. Cara Membuat Surat Izin Orang Tua yang Benar
Membuat contoh surat izin orang tua untuk kerja memerlukan ketelitian agar dokumen dapat diterima oleh perusahaan. Berikut adalah langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam pembuatan surat izin:
Pertama, siapkan data lengkap baik dari orang tua maupun anak yang akan bekerja. Data ini meliputi fotokopi KTP, kartu keluarga, dan dokumen identitas lainnya yang diperlukan. Pastikan semua informasi yang akan ditulis dalam surat sesuai dengan dokumen resmi untuk menghindari kesalahan data.
Kedua, gunakan bahasa formal dan sopan dalam penulisan surat. Hindari penggunaan bahasa yang terlalu santai atau tidak baku karena ini adalah dokumen resmi. Struktur kalimat harus jelas dan mudah dipahami, tidak bertele-tele namun tetap lengkap menyampaikan maksud pemberian izin.
Ketiga, tulis surat dengan rapi menggunakan komputer atau mesin tik. Meskipun surat tulis tangan masih dapat diterima, namun surat yang diketik terlihat lebih profesional dan mudah dibaca. Gunakan kertas putih bersih ukuran A4 dengan font yang standar seperti Times New Roman atau Arial ukuran 12.
Keempat, cantumkan informasi perusahaan secara spesifik jika sudah diketahui. Sebutkan nama perusahaan, posisi yang dilamar, dan lokasi penempatan kerja. Hal ini menunjukkan bahwa orang tua benar-benar mengetahui detail pekerjaan yang akan dijalani anaknya dan memberikan persetujuan secara sadar.
Kelima, bubuhkan materai yang cukup pada surat. Saat ini materai yang berlaku adalah Rp 10.000 sesuai peraturan terbaru. Materai ditempelkan di bagian bawah surat, biasanya di sebelah kiri tanda tangan, dan sebagian tanda tangan harus mengenai materai sebagai tanda validasi.
Keenam, pastikan tanda tangan orang tua asli dan jelas terbaca. Jangan menggunakan tanda tangan digital atau fotokopi karena perusahaan memerlukan dokumen asli. Jika diperlukan, surat dapat dibuat rangkap dua: satu untuk perusahaan dan satu untuk arsip keluarga.
Terakhir, periksa kembali seluruh isi surat sebelum diserahkan. Pastikan tidak ada kesalahan pengetikan, informasi yang kurang, atau data yang tidak sesuai. Surat yang rapi dan lengkap akan memberikan kesan profesional dan meningkatkan kredibilitas dokumen.
5. Kapan Surat Izin Orang Tua Diperlukan
Tidak semua perusahaan atau jenis pekerjaan memerlukan surat izin orang tua. Pemahaman tentang kapan dokumen ini diperlukan akan membantu calon pekerja mempersiapkan berkas lamaran dengan lebih baik.
Surat izin orang tua umumnya diminta untuk calon karyawan yang masih berstatus lajang atau belum menikah, terutama yang berusia di bawah 25 tahun. Perusahaan menganggap pada usia ini, seseorang masih dalam tanggung jawab orang tua sehingga persetujuan keluarga menjadi penting.
Pekerjaan dengan risiko tinggi seperti di bidang pertambangan, konstruksi, atau pekerjaan lapangan yang berbahaya biasanya memerlukan surat izin ini. Perusahaan ingin memastikan bahwa keluarga mengetahui risiko pekerjaan dan tetap memberikan persetujuan dengan penuh kesadaran.
Penempatan kerja di luar kota atau luar negeri juga sering memerlukan contoh surat izin orang tua untuk kerja. Hal ini terkait dengan jarak yang jauh dari keluarga dan kemungkinan kesulitan komunikasi atau situasi darurat yang memerlukan koordinasi dengan keluarga.
Beberapa instansi pemerintah dan BUMN juga menjadikan surat izin orang tua sebagai salah satu persyaratan administratif dalam proses rekrutmen. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan dukungan penuh dari keluarga terhadap karir yang akan dijalani.
Pekerjaan dengan sistem kontrak jangka panjang atau ikatan dinas tertentu biasanya meminta surat izin ini. Contohnya adalah pekerjaan di kapal pesiar, perusahaan minyak lepas pantai, atau program magang ke luar negeri yang memerlukan komitmen waktu yang cukup lama.
Industri perbankan dan keuangan seringkali meminta surat izin orang tua terutama untuk posisi yang berhubungan langsung dengan uang seperti teller atau kasir. Ini merupakan bagian dari prosedur keamanan dan verifikasi latar belakang calon karyawan.
6. Tips Penting dalam Membuat Surat Izin Orang Tua
Agar surat izin orang tua dapat diterima dengan baik oleh perusahaan, ada beberapa tips penting yang perlu diperhatikan:
- Pastikan Data Akurat dan Konsisten - Semua informasi yang tercantum dalam surat harus sesuai dengan dokumen identitas resmi. Ketidaksesuaian data dapat menyebabkan surat ditolak atau menimbulkan kecurigaan dari pihak perusahaan.
- Gunakan Bahasa yang Jelas dan Lugas - Hindari penggunaan kalimat yang berbelit-belit atau ambigu. Sampaikan maksud pemberian izin dengan tegas dan mudah dipahami agar tidak menimbulkan interpretasi yang berbeda.
- Sesuaikan Format dengan Kebutuhan - Beberapa perusahaan mungkin memiliki format khusus untuk surat izin orang tua. Tanyakan terlebih dahulu kepada HRD apakah ada format baku yang harus diikuti atau boleh menggunakan format umum.
- Cantumkan Nomor Kontak yang Aktif - Pastikan nomor telepon atau kontak yang dicantumkan adalah nomor yang aktif dan dapat dihubungi. Perusahaan mungkin perlu melakukan verifikasi langsung dengan orang tua.
- Buat Surat Sesegera Mungkin - Jangan menunda pembuatan surat hingga mendekati batas waktu pengumpulan berkas. Proses pembuatan yang terburu-buru dapat menyebabkan kesalahan atau kelengkapan dokumen yang kurang.
- Simpan Salinan untuk Arsip - Buat fotokopi atau scan surat izin yang sudah jadi untuk arsip pribadi. Dokumen ini mungkin diperlukan lagi untuk keperluan lain di masa mendatang.
- Perhatikan Masa Berlaku - Beberapa perusahaan mensyaratkan surat izin yang dibuat tidak lebih dari 3 atau 6 bulan sebelum pendaftaran. Pastikan tanggal pembuatan surat masih dalam periode yang diterima.
- Konsultasikan dengan Orang Tua - Libatkan orang tua dalam proses pembuatan surat, bukan hanya meminta tanda tangan. Pastikan mereka benar-benar memahami isi surat dan memberikan persetujuan dengan kesadaran penuh.
7. FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Apakah surat izin orang tua wajib menggunakan materai?
Ya, surat izin orang tua untuk bekerja sebaiknya menggunakan materai Rp 10.000 untuk memberikan kekuatan hukum pada dokumen tersebut. Materai menunjukkan bahwa surat tersebut adalah dokumen resmi yang dibuat dengan kesadaran penuh dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
2. Bagaimana jika orang tua sudah meninggal atau tidak ada?
Jika orang tua sudah meninggal atau tidak ada, surat izin dapat dibuat oleh wali sah yang bertanggung jawab atas calon pekerja. Wali ini bisa berupa saudara kandung yang sudah dewasa, paman, bibi, atau kakek nenek. Lampirkan juga dokumen pendukung seperti surat kematian orang tua atau surat penetapan wali dari kelurahan.
3. Apakah surat izin orang tua masih diperlukan jika sudah berusia di atas 21 tahun?
Meskipun secara hukum seseorang yang berusia 21 tahun ke atas sudah dianggap dewasa, beberapa perusahaan tetap meminta surat izin orang tua untuk karyawan yang belum menikah. Hal ini lebih merupakan kebijakan internal perusahaan dan sebagai bentuk kehati-hatian dalam proses rekrutmen.
4. Berapa lama masa berlaku surat izin orang tua untuk bekerja?
Tidak ada aturan baku mengenai masa berlaku surat izin orang tua. Namun, umumnya perusahaan menerima surat yang dibuat maksimal 6 bulan sebelum tanggal pendaftaran. Sebaiknya buat surat yang baru dan sesuai dengan waktu melamar pekerjaan untuk menghindari penolakan.
5. Apakah surat izin orang tua bisa dibuat oleh salah satu orang tua saja?
Ya, surat izin orang tua dapat dibuat dan ditandatangani oleh salah satu orang tua saja, baik ayah atau ibu. Tidak harus kedua orang tua menandatangani surat yang sama. Yang penting adalah surat tersebut dibuat oleh orang tua kandung atau wali sah yang bertanggung jawab.
6. Bagaimana jika perusahaan tidak menyebutkan format khusus untuk surat izin?
Jika perusahaan tidak memberikan format khusus, Anda dapat menggunakan format umum yang memuat komponen penting seperti identitas orang tua, identitas anak, pernyataan pemberian izin, dan tanda tangan. Pastikan surat dibuat dengan rapi, formal, dan mencantumkan semua informasi yang diperlukan.
7. Apakah surat izin orang tua bisa diganti dengan surat pernyataan dari diri sendiri?
Tidak, surat izin orang tua tidak dapat digantikan dengan surat pernyataan dari diri sendiri. Perusahaan secara khusus meminta surat izin dari orang tua atau wali sebagai bukti bahwa keluarga mengetahui dan menyetujui pekerjaan yang akan dijalani. Surat pernyataan pribadi memiliki fungsi dan tujuan yang berbeda.
(kpl/fed)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba