Mengenal 99 Nama Nama Asmaul Husna: Keindahan Sifat-Sifat Allah SWT
nama nama asmaul husna
Kapanlagi.com - Asmaul Husna adalah sekumpulan nama-nama indah yang menjadi milik eksklusif Allah SWT, mewujudkan segala sifat kesempurnaan-Nya. Bagi setiap Muslim, mengenal dan meresapi makna dari nama-nama agung ini adalah langkah krusial dalam memperdalam iman dan ketakwaan. Secara etimologi, gabungan kata Arab "Asma" (nama-nama) dan "Husna" (indah/baik) secara jelas mendefinisikan Asmaul Husna sebagai nama-nama terbaik yang tak tertandingi dan hanya pantas disematkan kepada Sang Pencipta. Berdasarkan pandangan umum, khususnya yang tertera dalam buku 1001 Tanya Jawab Dalam Islam oleh Ust. Muksin Matheer, terdapat 99 nama Asmaul Husna yang paling masyhur, meskipun disadari bahwa nama-nama indah yang dimiliki Allah jauh melampaui jumlah tersebut. Mari kita selami lebih jauh keistimewaan dan makna mendalam di balik 99 Asmaul Husna, hanya di KapanLagi.com!
Advertisement
1. Pengertian dan Makna Asmaul Husna
Asmaul Husna adalah nama-nama terbaik Allah SWT yang menggambarkan sifat-sifat kesempurnaan-Nya. Setiap nama dalam Asmaul Husna memiliki makna yang mendalam dan mencerminkan keagungan Allah yang tidak terbatas.
Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman dalam Surat Taha ayat 8: "Allah! Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia, bagi-Nyalah segala nama yang baik." Ayat ini menegaskan bahwa hanya Allah yang berhak memiliki nama-nama yang sempurna dan indah.
Mengutip dari buku Aqidah karya Mahrus, M.Ag, nama-nama indah yang disandang Allah terambil dari bahasa Arab yang seringkali dipakai untuk menggambarkan manusia atau perbuatan-perbuatannya. Akan tetapi, sifat-sifat itu tidak mempunyai nilai kesempurnaan jika disandang oleh manusia, karena keberadaan manusia yang tergantung dan butuh pada Allah yang serba dalam kesempurnaan.
Allah juga memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk berdoa kepada-Nya dengan menyebutkan nama-nama terbaik-Nya sebagaimana tertulis dalam Surat Al-Isra' ayat 110: "Katakanlah: Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik)."
2. Daftar Lengkap 99 Nama Nama Asmaul Husna
Berikut adalah daftar lengkap 99 nama nama Asmaul Husna beserta artinya yang perlu diketahui setiap Muslim:
- Ar-Rahman (الرحمن) - Yang Maha Pengasih kepada seluruh makhluk-Nya
- Ar-Rahim (الرحيم) - Yang Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya yang beriman
- Al-Malik (الملك) - Yang Maha Kuasa atas alam semesta
- Al-Quddus (القدوس) - Yang Maha Suci dari segala kekurangan
- As-Salam (السلام) - Yang Maha Sejahtera
- Al-Mu'min (المؤمن) - Yang Mengaruniai Keamanan
- Al-Muhaymin (المهيمن) - Yang Maha Memelihara
- Al-Aziz (العزيز) - Yang Maha Perkasa
- Al-Jabbar (الجبار) - Yang Kehendak-Nya tidak dapat diingkari
- Al-Mutakabbir (المتكبر) - Yang Memiliki Kebesaran
- Al-Khaliq (الخالق) - Yang Maha Pencipta
- Al-Bari' (البارئ) - Yang Melepaskan
- Al-Musawwir (المصور) - Yang Menciptakan rupa makhluk
- Al-Ghaffar (الغفار) - Yang Maha Pengampun
- Al-Qahhar (القهار) - Yang Maha Perkasa
- Al-Wahhab (الوهاب) - Yang Maha Pemberi Karunia
- Ar-Razzaq (الرزاق) - Yang Maha Pemberi Rezeki
- Al-Fattah (الفتاح) - Yang Maha Pembuka (pintu rahmat)
- Al-Alim (العليم) - Yang Maha Mengetahui segalanya
- Al-Qabid (القابض) - Yang Maha Menyempitkan Kenikmatan
- Al-Basit (الباسط) - Yang Maha Melapangkan rizki dan kemudahan
- Al-Khafid (الخافض) - Yang Merendahkan Martabat Makhluk-Nya
- Ar-Rafi' (الرافع) - Yang meninggikan martabat makhluk-Nya
- Al-Mu'izz (المعز) - Yang Maha Memuliakan makhluk-Nya
- Al-Muzil (المذل) - Yang Maha Menghinakan makhluk-Nya
- As-Sami' (السميع) - Yang Maha Mendengar
- Al-Basir (البصير) - Yang Maha Melihat
- Al-Hakam (الحكم) - Yang Maha Menetapkan
- Al-Adl (العدل) - Yang Maha Adil
- Al-Latif (اللطيف) - Yang Maha Penyantun
- Al-Khabir (الخبير) - Yang Maha Mengetahui segala rahasia
- Al-Halim (الحليم) - Yang Maha Penyantun
- Al-Azim (العظيم) - Yang Maha Agung dari segalanya
- Al-Ghafur (الغفور) - Yang Maha Pengampun
- As-Syakur (الشكور) - Yang maha pembalas jasa perbuatan-perbuatan baik hamba-Nya
- Al-Aliyy (العلي) - Yang Maha Tinggi
- Al-Kabir (الكبير) - Yang Maha Besar
- Al-Hafiz (الحفيظ) - Yang Maha Penjaga
- Al-Muqit (المقيت) - Yang Maha Memelihara
- Al-Hasib (الحسيب) - Yang Maha Membuat Perhitungan
- Al-Jalil (الجليل) - Yang Mempunyai Keagungan
- Al-Karim (الكريم) - Yang Maha Kuasa
- Ar-Raqib (الرقيب) - Yang Maha Mengawasi
- Al-Mujib (المجيب) - Yang Maha Mengabulkan
- Al-Wasi' (الواسع) - Yang Maha Luas
- Al-Hakim (الحكيم) - Yang Maha Bijaksana
- Al-Wadud (الودود) - Yang Maha Pengasih
- Al-Majid (المجيد) - Yang Maha Mulia
- Al-Ba'its (الباعث) - Yang Membangkitkan
- As-Syahid (الشهيد) - Yang Maha Menyaksikan
- Al-Haqq (الحق) - Yang Maha Benar
- Al-Wakil (الوكيل) - Yang Maha Pemelihara
- Al-Qawiyyu (القوي) - Yang Maha Kuat
- Al-Matin (المتين) - Yang Maha Kokoh
- Al-Waliyy (الولي) - Yang Maha Melindungi
- Al-Hamid (الحميد) - Yang Maha Terpuji
- Al-Muhsi (المحصي) - Yang Maha Menghitung
- Al-Mubdi' (المبدئ) - Yang Maha Memulai
- Al-Mu'id (المعيد) - Yang Maha Mengembalikan kehidupan makhluk-Nya
- Al-Muhyi (المحيي) - Yang Maha Menghidupkan
- Al-Mumit (المميت) - Yang Maha Mematikan
- Al-Hayyu (الحي) - Yang Maha Hidup
- Al-Qayyum (القيوم) - Yang Maha Mandiri
- Al-Wajid (الواجد) - Yang maha menemukan apa yang dikehendaki-Nya
- Al-Majid (الماجد) - Yang Maha Mulia
- Al-Wahid (الواحد) - Yang Maha Tunggal/Esa
- Al-Ahad (الأحد) - Yang Maha Esa
- As-Samad (الصمد) - Yang Maha Dibutuhkan
- Al-Qadir (القادر) - Yang Maha Kuasa
- Al-Muqtadir (المقتدر) - Yang Maha Berkuasa
- Al-Muqaddim (المقدم) - Yang Maha Mendahulukan
- Al-Mu'akhkhir (المؤخر) - Yang Maha Mengakhiri
- Al-Awwal (الأول) - Yang Maha Permulaan
- Al-Akhir (الآخر) - Yang Maha Akhir
- Az-Zahir (الظاهر) - Yang Maha Nyata
- Al-Batin (الباطن) - Yang Maha Ghaib
- Al-Wali (الوالي) - Yang Maha Memerintah
- Al-Muta'ali (المتعالي) - Yang Maha Tinggi
- Al-Barr (البر) - Yang Maha Dermawan
- At-Tawwab (التواب) - Yang Maha Penerima Taubat
- Al-Muntaqim (المنتقم) - Yang Maha Penyiksa
- Al-Afuww (العفو) - Yang Maha Pemaaf
- Ar-Ra'uf (الرؤوف) - Yang Maha Pengasih
- Malik al-Mulk (مالك الملك) - Yang Maha Menguasai segala kerajaan
- Dzul Jalali wal Ikram (ذو الجلال والإكرام) - Yang Maha Memiliki kebesaran dan kemuliaan
- Al-Muqsit (المقسط) - Yang Maha Adil
- Al-Jami' (الجامع) - Yang Maha Pengumpul
- Al-Ghaniyy (الغني) - Yang Maha Berkecukupan
- Al-Mughni (المغني) - Yang Maha Pemberi Kekayaan
- Al-Mani' (المانع) - Yang Maha Mencegah
- Ad-Darr (الضار) - Yang Maha Pemberi Derita
- An-Nafi' (النافع) - Yang Maha Pemberi Manfaat
- An-Nur (النور) - Yang Maha Bercahaya
- Al-Hadi (الهادي) - Yang Maha Pemberi Petunjuk
- Al-Badi' (البديع) - Yang Maha Pencipta
- Al-Baqi (الباقي) - Yang Maha Kekal
- Al-Warits (الوارث) - Yang Maha Pewaris
- Ar-Rasyid (الرشيد) - Yang Maha Pandai
- As-Sabur (الصبور) - Yang Maha Sabar
3. Keutamaan dan Hikmah Mengamalkan Asmaul Husna
Mengamalkan nama nama Asmaul Husna memiliki banyak keutamaan dan hikmah yang luar biasa bagi kehidupan seorang Muslim. Salah satu keutamaan utama adalah kemudahan dalam berdoa dan mendapat keberkahan dari Allah SWT.
Dalam Surat Al-A'raf ayat 180, Allah berfirman:
"Dan Allah memiliki Asmaul Husna (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebutnya Asmaul Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya."
Rasulullah SAW juga bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim:
"Sesungguhnya Allah memiliki 99 nama, seratus kurang satu, siapa yang menjaganya maka dia masuk surga." Hadits ini menunjukkan bahwa mengamalkan Asmaul Husna dapat menjadi jalan menuju surga.
Beberapa hikmah mengamalkan nama nama Asmaul Husna antara lain: memperkuat keimanan dan ketakwaan, selalu mengingat Allah dalam aktivitas sehari-hari, mendapat petunjuk dari Allah, dimuliakan dan diterangi hatinya, mendapat keberkahan dalam urusan dunia dan akhirat, serta dimudahkan dalam mendapat rezeki.
4. Cara Mengamalkan Asmaul Husna dalam Kehidupan
Mengamalkan nama nama Asmaul Husna tidak hanya sebatas menghafal dan membacanya, tetapi juga memahami makna dan mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Setiap nama memiliki pelajaran dan hikmah yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui Asmaul Husna, kita didorong untuk meniru (sesuai kadar kemanusiaan) sifat-sifat kebaikan tersebut dalam interaksi kita.
-
Misalnya, saat kita mengenal Allah sebagai Ar-Rahman (Yang Maha Pengasih) dan Ar-Rahim (Yang Maha Penyayang), hikmahnya mendorong kita untuk berbuat penuh belas kasih dan menyayangi sesama manusia, bahkan seluruh makhluk ciptaan-Nya.
-
Nama Al-Ghafur (Yang Maha Pengampun) mengajarkan kita untuk selalu memaafkan kesalahan orang lain dan menjauhkan diri dari dendam.
-
Sementara itu, sifat As-Sabur (Yang Maha Sabar) menginspirasi kita untuk bersabar dan teguh dalam menghadapi berbagai cobaan dan tantangan hidup.
Selain menjadi panduan etika, Asmaul Husna juga merupakan kunci untuk mengoptimalkan doa. Dalam buku Aqidah karya Mahrus, M.Ag, disebutkan bahwa perintah untuk berdoa dengan menyebut nama Allah mengandung ajakan agar manusia menyesuaikan permohonannya dengan sifat yang disandang-Nya.
Ketika seseorang menyebut nama Allah yang sesuai dengan harapannya—misalnya, menyebut Al-Raziq saat memohon rezeki, atau Al-Ghafur saat memohon ampunan—ia akan merasa optimis bahwa doanya akan dikabulkan. Keyakinan ini muncul karena ia sedang meminta sesuatu kepada Dzat yang benar-benar memiliki sifat dan kemampuan untuk mengabulkannya.
Oleh karena itu, mengamalkan Asmaul Husna berarti menjadikan nama-nama indah tersebut sebagai kompas moral dan jembatan keyakinan dalam setiap langkah kehidupan.
5. Dalil-Dalil tentang Asmaul Husna
Asmaul Husna memiliki landasan yang kuat dalam Al-Qur'an dan hadits. Beberapa ayat Al-Qur'an yang menyebutkan tentang nama nama Asmaul Husna antara lain:
Dalam Surat Taha ayat 8:
"Allah, Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia, bagi-Nyalah segala nama yang baik (Asmaul Husna)."
Surat Al-A'raf ayat 180:
"Dan Allah memiliki Asmaul Husna (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebutnya Asmaul Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya."
Surat Al-Isra' ayat 110:
"Katakanlah: Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik)."
Dari segi hadits, Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya Allah memiliki 99 nama, seratus kurang satu, siapa yang menjaganya maka dia masuk surga." (HR. Bukhari dan Muslim)
6. FAQ (Frequently Asked Questions)
Apa itu Asmaul Husna?
Asmaul Husna adalah nama-nama indah dan terbaik yang dimiliki Allah SWT. Kata "Asma" berarti nama-nama dan "Husna" berarti indah atau baik. Jadi Asmaul Husna adalah nama-nama terbaik yang hanya layak disandang oleh Allah SWT sebagai manifestasi dari sifat-sifat kesempurnaan-Nya.
Berapa jumlah nama dalam Asmaul Husna?
Jumlah nama nama Asmaul Husna yang terkenal adalah 99 nama, sebagaimana disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW. Namun sebenarnya Allah memiliki nama-nama indah yang lebih banyak lagi, karena kesempurnaan Allah tidak terbatas pada 99 nama saja.
Apa manfaat mengamalkan Asmaul Husna?
Mengamalkan nama nama Asmaul Husna memiliki banyak manfaat, antara lain: memperkuat keimanan, memudahkan doa untuk dikabulkan, mendapat keberkahan hidup, menenangkan hati, dan menurut hadits, siapa yang menjaga Asmaul Husna akan masuk surga.
Bagaimana cara mengamalkan Asmaul Husna?
Cara mengamalkan Asmaul Husna tidak hanya dengan menghafal dan membacanya, tetapi juga memahami makna setiap nama dan mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, menyebut nama-nama Allah saat berdoa juga merupakan bentuk pengamalan Asmaul Husna.
Apakah boleh menggunakan nama Asmaul Husna sebagai nama manusia?
Beberapa nama dalam Asmaul Husna boleh digunakan sebagai nama manusia dengan menambahkan kata "Abd" (hamba) di depannya, seperti Abdullah, Abdurrahman, atau Abdurrahim. namun ada nama-nama tertentu yang hanya khusus untuk Allah dan tidak boleh digunakan untuk makhluk.
Kapan waktu yang baik untuk membaca Asmaul Husna?
Nama nama Asmaul Husna dapat dibaca kapan saja, tidak ada waktu khusus yang ditetapkan. Namun akan lebih baik jika dibaca saat berdoa, berdzikir, atau dalam keadaan tenang untuk merenungkan makna setiap nama. Banyak orang yang membacanya setelah shalat atau sebelum tidur.
Apa perbedaan antara sifat Allah dan Asmaul Husna?
Asmaul Husna adalah nama-nama Allah, sedangkan sifat Allah adalah karakteristik atau atribut yang dimiliki-Nya. Setiap nama dalam Asmaul Husna menunjukkan sifat Allah, tetapi tidak setiap sifat Allah menjadi nama dalam Asmaul Husna. Asmaul Husna adalah cara Allah memperkenalkan diri-Nya kepada manusia melalui nama-nama yang indah.
(kpl/thy)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba