INTERNASIONAL

[REVIEW] 'LIGHTS OFF'

Horor James Wan Ini Mencekam Dari Menit Awal Hingga Akhir
Jum'at, 16 Desember 2016 17:50  | 

Teresa Palmer


Horor James Wan Ini Mencekam Dari Menit Awal Hingga Akhir
Lights Out/ŠImpawards

KapanLagi.com - [SPOILER ALERTS]

Apa arti sakelar lampu yang sengaja diberi selotip pada poster LIGHTS OUT di atas? Literally, you can't stop the malevolent spirit at that home to keep the lights out. Jika kalian pecinta horor, tentunya kalian tak akan pernah melewatkan karya terbaru James Wan ini. 

Dibintangi oleh Teresa Palmer dan Billy Burke (pemeran ayah Bella Swan dalam TWILIGHT SAGA), film yang diderek oleh sutradara kenamaan James Wan ini memang terlihat bukan yang spesial seperti entrees lainnya tahun ini seperti THE CONJURING: THE ENDFIELD POLTERGEIST atau OUIJA 2. Namun, jangan sepelekan masterpiece sutradara yang pernah menggarap DEAD SILENCE, INSIDIOUS 1 & 2, serta THE CONJURING 1 & 2 ini. Kalian akan dibuat 'lelah' dari menit awal hingga akhir!

Film ini diawali dengan percakapan antara Billy Burke yang memerankan karakter Paul dengan sang anak, Martin (Gabriel Bateman), via aplikasi video call di tempat kerja Paul, sebuah pabrik tekstil. Esther, sang asisten, bertanya apakah Paul ingin ditemani lembur namun Paul menolaknya dan memintanya untuk mengecek beberapa hal di dekat mesin besar pabrik.

Saat mendengar bunyi-bunyi aneh dan akan mematikan lampu, Esther melihat sosok yang duduk di bawah bayangan dan menghilang ketika dirinya menyalakan lampu. Saat lampu dinyalakan, makhluk seram itu semakin lama semakin dekat dan membuat Esther ketakutan.

Pada awalnya, kita akan mengira bahwa film ini akan menceritakan kengerian akan penunggu sebuah pabrik tekstil. Tapi, ceritanya jauh dari hal itu dan lebih complicated. Esther lapor kepada Paul akan kejadian itu dan Paul menolak mempercayainya dan tetap lembur. Tak lama, Paul pun terpancing dengan sang hantu dan tewas mengenaskan dengan bola mata hilang.

Beginilah sosok Diana yang membunuh Paul di pabrik tempatnya bekerja. Dia hanya muncul di tempat gelap saja/ŠIstimewaBeginilah sosok Diana yang membunuh Paul di pabrik tempatnya bekerja. Dia hanya muncul di tempat gelap saja/ŠIstimewa

Sesaat sebelum meninggal, ia sempat berjanji kepada Martin untuk segera menyembuhkan Sophie, istri sekaligus dari putranya. Sophie sering menyendiri di rumahnya yang gelap dan berbicara sendiri.

Usut punya usut, ternyata Sophie pernah tinggal di RSJ saat ia masih kecil karena penyakit jiwa. Ia diharuskan minum obat sepanjang hidupnya dan punya seorang imaginary friends. But, her friend is unusuall and not good at all.

Bernama Diana, dia lah sosok hitam dan tinggi serta punya cakar panjang yang membunuh suami Sophie dan membuat Martin tak bisa tidur tenang di malam hari. Martin pun akhirnya menghubungi kakak tirinya, Rebecca (Teresa Palmer) yang hidup terpisah dengan keluarganya.

Martin menceritakan pengalamannya diganggu Diana yang menyeramkan dan Rebecca langsung berkata, "I believe you." Apa yang dialami oleh Martin, ternyata dialami oleh Rebecca saat kecil sehingga ia memilih untuk pergi dari rumah, setelah ayahnya nampak menelantarkan ia dan sang ibu.

Rebecca pun menyusup masuk ke rumah sang ibu bersama sang kekasih, Bret, untuk menemukan segala sesuatu yang berhubungan dengan ibunya dan Diana. Di ruang kerja mendiang Paul, ia menemukan banyak berkas medical record Diana.

Dijelaskan bahwa Diana juga mengalami gangguan mental dan menempati RSJ yang sama dengan Sophia saat masih anak-anak. Dipercaya, Diana mampu masuk ke dalam pikiran orang lain, sehingga mampu mempengaruhi sang ayah untuk bunuh diri di basement dan merasuki kepala Sophie pula, hingga mereka berdua terlihat seolah-olah berteman.

Rebecca dan Martin ternyata punya pengalaman yang sama soal Diana/ŠIstimewaRebecca dan Martin ternyata punya pengalaman yang sama soal Diana/ŠIstimewa

Diana punya kelainan kulit yang membuatnya harus menjalani serangkaian pengobatan mengerikan saat itu. Akhirnya, terapi cahaya dengan kekuatan 1200 watt membuat nyawanya melayang. 

Diana ternyata hantu yang posesif. Slow but sure, Rebecca, Martin dan Brett menemukan fakta jika Diana sengaja membunuh ayah Rebecca dan ayah Martin demi menguasai Diana sepenuhnya. Ia hanya akan muncul ketika Sophie sedang lemah kejiwaannya sehingga ia menyembunyikan semua obat-obatan Sophie.

James Wan menuturkan plot cerita ini dengan sangat baik, ringan tapi bikin penasaran dan tentunya deg-degan. Seperti saat Rebecca mengumpulkan berkas-berkas Diana dan sang hantu mencekiknya dan menjatuhkannya dari ketinggian.

Kemunculan Diana yang juga ngeri, membuat kita cukup ngeri untuk mematikan lampu di malam hari. Namun, sayangnya, James Wan memberikan ending yang mudah dibandingkan dengan film-film horor karyanya.

Hantu yang dimunculkan juga tipikal, yaitu orang di masa lampau yang ingin menuntut balas akan kematiannya. Sosok Diana juga sangat mirip dengan sosok Valak di THE CONJURING 2, di mana James menjadi co-writer naskahnya.

But, so far, LIGHTS OUT adalah sajian yang pas untuk ditonton bareng keluarga, teman dan sahabatdi akhir minggumu besok. Berani nonton malam hari dengan lampu dimatikan. You'd better try!

(kpl/tch)