INTERNASIONAL

[Review] 'LOVE FOR BEGINNERS', Tentang Cinta Pertama

Sabtu, 26 Januari 2013 12:20

[Review] 'LOVE FOR BEGINNERS', Tentang Cinta Pertama
Foto: Toho




KapanLagi.com - Oleh: Adi Abbas Nugroho

Kisah tentang cinta pertama memang selalu seru untuk dikulik. Hal inilah yang menjadi latar film terbaru Takeshi Furusawa setelah menggarap horor bertajuk ANOTHER yang diadaptasi dari novel karangan Yukito Ayatsuji.

Tsubaki Hibino (Emi Takei) adalah gadis lugu berusia belasan yang cenderung bersikap konservatif. Pertemuannya dengan Kyouta Tsubaki (Tori Matsuzaka), cowok populer di sekolah, membuat hidup Tsubaki yang membosankan berubah penuh warna. Sayangnya saat rasa suka tumbuh di hatinya, Kyouta malah menjauh.

LOVE FOR BEGINNERS adalah film yang diadaptasi dari shojo manga populer berjudul Kyo, Koi wo Hajimemasu karya komikus Kanan Minami. Keberhasilan komik yang muncul pertama kali pada tahun 2008 ini tentu saja menarik produser Yoshitaka Takeda untuk membuat versi live action. Lalu bagaimana hasilnya?

Sebelumnya mari kita apresiasi usaha Takeshi Furusawa yang berhasil menuangkan kisah Tsubaki dan Kyouta dalam komiknya menjadi sajian visual yang cantik serta memanjakan mata. Namun hal itu hanya berlangsung pada paruh awal. Memasuki paruh kedua, permainan tarik ulur hubungan kedua tokoh utama cenderung melelahkan untuk disimak.

versi komik | @mangareader.netversi komik | @mangareader.net

Mungkin niat Taeko Asano sebagai penulis naskah ingin setia pada komiknya. Namun terlalu setia juga tidak baik karena mengorbankan beberapa unsur yang harusnya menjadi daya tarik utama.

Pada paruh kedua Taeko terlihat terseok menerjemahkan 15 jilid komik dalam satu paduan yang utuh. Hasilnya, film ini pun cenderung membosankan karena lebih pas disuguhkan untuk dorama.

Untuk departemen akting, permainan Emi Takei yang terakhir kita lihat sebagai Kaoru Kamiya dalam REROUNI KENSHIN tidak terlalu bermasalah untuk ukuran drama ringan seperti ini. Begitu pula dengan Tori Matsuzaka.

Well, bagi yang menyukai komiknya tentu tidak akan terlalu mempermasalahkan. Namun bagi penonton awam ritme penceritaan tersebut mungkin bakal cukup mengganggu. 

(kpl/abs)