KapanLagi.com - Membuat film tentang petualangan di jalanan kelihatannya sangat mudah bagi sutradara Barry Sonnenfield. Namun ada dua catatan yang seharusnya bisa membuat film ini jadi lebih menarik. Pertama, kita ingin melihat petualangan yang menghibur sepanjang jalan cerita, berupa tantangan yang harus dihadapi tokoh-tokohnya, supaya penonton bisa memberi kesempatan untuk mengenal dan memberi apresiasi. Kedua, kita ingin melihat karakter setiap tokohnya berkembang secara natural, dan tidak berlebihan, meski dibungkus unsur komedi yang konyol. Tapi sayangnya, film ini gagal memenuhi kedua kategori itu.
Sebagai genre komedi, film ini malah tidak memperlihatkan kelucuan yang berarti. Nuansa humor yang tidak berkesan sejak pembukaan film terus berulang hingga akhir cerita. Dan sedikit sekali pelajaran tentang pentingnya nilai-nilai kekeluargaan yang bisa didapat dari film ini. Tokoh-tokohnya pun tidak memberi contoh teladan tentang bagaimana seharusnya komunikasi harus dibangun antara orangtua dan anak.
Film ini dibuka dengan adegan Bob Munro (Robin Williams) yang hendak menina-bobokan putri kecilnya, Cassie dan berjanji bahwa ia akan menjadi sahabat terbaiknya sepanjang masa. Lalu tiba-tiba settingnya berpindah ke waktu dimana Cassie sudah beranjak remaja (diperankan bintang pop Joanna 'Jojo' Levesque), namun perlakuannya pada sang ayah sudah tak seperti dulu lagi.

Bob & his unhappy family...
Bob kehilangan sosok Cassie yang dulu, yang selalu perhatian padanya. Demikian juga hubungannya dengan sang istri (
Cheryl Hines) dan anak lelakinya, Carl (
Josh Hutcherson) yang juga ikut merenggang, lantaran kesibukannya demi mengejar karir. Bob kuatir, jika ia merencanakan liburan ke Hawaii, mereka akan terpisah karena anggota keluarganya akan pergi ke tempat favoritnya sendiri-sendiri.
Maka, pada saat dia diminta menghadiri pertemuan bisnis di Kolorado, saat mereka seharusnya melakukan liburan sekeluarga itulah Bob menyewa sebuah RV (
Recreational Vehicle) yaitu sebuah kendaraan besar yang biasa dipakai untuk berwisata sekaligus menghadiri pertemuan bisnisnya. Bob pun terpaksa berbohong dengan mengatakan pada keluarganya bahwa mereka akan pergi berkemah dan perjalanannya pasti menyenangkan. Tapi akibatnya justru fatal!
Insiden demi insiden tak terduga pun terjadi. Mulai dari cara menyetir Bob yang buruk, problem dengan sabuk pengaman, RV yang tergelincir, hujan deras, binatang pengganggu, dan kesialan lain yang selalu menimpa Bob. Tapi itu semua tak membuat suasana film menjadi lucu, sebab para tokoh utamanya tidak memiliki "karakter" yang menjiwai.

"What are you doing, Bob?"
Mereka seakan cuma menjadi boneka hidup. Momen dimana seharusnya semua anggota keluarga di film ini belajar bahwa mereka seharusnya lebih memperhatikan satu sama lain dengan cinta yang tulus, sama sekali tak menggugah emosi penonton. Konflik yang dihadapi Bob pun tidak memberikan inspirasi dan tidak membuat penonton merasakan penderitaannya.
Maka tidak salah kalau tagline film ini berbunyi: "
On a family vacation, no one can hear you scream" karena memang semua tokohnya tak mampu "meneriakkan" kegalauan isi hatinya menghadapi krisis dalam keluarga mereka, dan akhirnya "teriakan" itu pun gagal ditangkap oleh penonton.

The happy Gornike family!
Meski begitu, masih ada beberapa dialog dan kelucuan alami yang mampu ditampilkan
Robin Williams saat dia mencoba berimprovisasi tanpa mengikuti naskah. Begitu pula dengan penampilan
Jeff Daniels dan
Kristin Chenoweth yang memerankan karakter keluarga Gornike yang mencoba dengan tulus menolong Bob dan keluarganya keluar dari masalah, namun justru pertolongan mereka tidak dihargai.
Kalau Anda ingin menonton film ini bersama keluarga, ada baiknya bila mendiskusikan alasan mengapa Bob tidak bisa jujur pada keluarganya, lalu bagaimana kira-kira perasaan anak dan istrinya bila mengetahui niat Bob yang sebenarnya. Kemudian perlu dibicarakan juga mengapa remaja seperti Cassie bisa bersikap sangat acuh dan kasar pada orangtuanya. Dengan begitu, aktivitas menonton sekeluarga pasti akan lebih bermakna.