'SKY FIGHTER', Obral Manuver Jet Tempur
KapanLagi.com - Film yang mengusung tagline 'Top Gun for a new generation' ini berkisah tentang dua orang sahabat dan juga pilot pasukan elit, Kapten Antoine 'Walk'n' Marchelli (Benoit Magimel) dan Kapten Sebastien 'Fahrenheit' Vallois (Clovis Cornillac).
Dua pilot elit ini mengemban misi menemukan Mirage 2000 yang seharusnya melakukan atraksi di airshow dirgantara Farnborough, namun menghilang tanpa jejak setelah lepas landas. Pesawat super jet canggih tersebut ternyata bersembunyi di bawah sebuah airbus sipil sehingga tidak terdeteksi di radar.
Dengan dengan keahlian yang mereka miliki, saat patrol di udara, Walk'n dan Fahrenheit dengan mudah berhasil menemukan Mirage 2000. Tapi jet seharga 40 juta euro (US$47 juta) justru diakhiri Walk'n dengan menembaknya jatuh.
Advertisement
Baik Walk'n maupun Fahrenheit membela diri dan tetap bertahan dengan keputusan menembak jatuh Mirage 2000 adalah langkah tepat, karena pesawat tersebut memang dalam posisi menyerang mereka. Sayang pemerintah dan kesatuan menganggap mereka mengarang cerita dibalik hilangnya Mirage 2000, dan mengutus Maelle Coste (Geraldine Pailhas) dan Bertrand (Philippe Torreton) untuk menyelidiki kasus Mirage 2000.

Walk'n & Fahrenheit
Sementara itu buntut keputusan Walk'n menembak Mirage 2000D berakhir tragis, Walk'n dipecat dari kesatuan, dan Fahrenheit yang merasa sebagai sahabat dan memiliki rasa solidaritas memutuskan hengkang dari kesatuan. Keluar dari AU, mereka bekerja sebagai pilot pesawat iklan, hingga suatu hari pihak militer memanggil mereka untuk menjalankan sebuah misi rahasia.
Pihak militer curiga ada pengkhianat di kalangan pilot pesawat tempurnya dan tugas dari Walk'n dan 'Fahrenheit' adalah menemukan pengkhianat dan menggagalkan tindakan terorisme yang dicurigai akan dilakukan saat parade menyambut para kepala negara anggota KTT Eropa yang berlangsung sebentar lagi.
Tapi tanpa pernah disadari Walk'n dan Fahrenheit, misi berbahaya itu ternyata hanya sebuah cover-up untuk menutupi gerakan terorisme yang dibekingi seorang petinggi. Kisah roman antara Walk'n dan Capt. Estelle "Pitbull" Kass (Alice Taglioni), turut mewarnai film yang menelan dana US$23 juta ini, meski porsinya tak begitu banyak.
Dari segi cerita, mungkin SKY FIGHTERS (LES CHEVALIERS DU CIEL) tak menawarkan sesuatu yang baru yang kurang lebih sama seperti IRON EAGLE dengan pesawat F-16 nya, TOP GUN yang sukses mendongkrak pamor Tom Cruise atau STEALTH yang menjagokan pesawat siluman Amerika.
Yang membedakan dan membuat istimewa SKY FIGHTERS adalah film ini berani menggunakan pilot-pilot elit Perancis dalam adegan pertempurannya, dan tidak menggunakan efek komputer.
Kamera tradisional yang lensanya dimodifikasi agar dapat berputar ke segala arah dipasang di dalam salah satu tangki bahan bakar kosong Mirage 2000 dimana pemasangannya dilakukan oleh Dassault, konsorsium yang membangun Mirage 2000 sendiri.
Karena keterbatasan tempat, kamera yang dipasang itu hanya dapat menyimpan adegan sepanjang empat menit, yang membuat sutradara memutar otak dan memastikan bahwa setiap adegan yang direkam sudah optimal.
Tantangan lain datang ketika ijin memfilmkan pesawat tempur tersebut di atas kota Paris hanya diberikan untuk dua hari, Hari Bastille yang jatuh pada 14 Juli dan saat gladi bersih dua hari sebelumnya.
Karena cuaca buruk, pengambilan gambar pada saat gladi bersih tidak dapat dilakukan, sehingga sutradara dan timnya benar-benar harus memanfaatkan satu hari pada tanggal 14 Juli tersebut dengan sebaik-baiknya.
Kesulitan-kesulitan tersebut mungkin menjadi satu penyebab kurang banyaknya adegan pertempuran udara dan ending biasa-biasa saja yang dipilih sang sutradara.
Namun film yang berbahasa Perancis ini tetap menawarkan petualangan seru pesawat Mirage 2000 buatan Perancis, seakan-akan menjadi ajang pamer kekuatan angkatan udara dari negara yang bersangkutan, seperti menyaingi STEALTH yang memamerkan kecanggihan pesawat tempur AS.

Mirage 2000
Sebelum diangkat ke layar lebar, film yang diambil dari serial komik Charlier/Uderzo berjudul Tanguy and Laverdure ini pernah menjadi serial TV Perancis, yaitu tahun 1937 dan 1988.
Sutradara Perancis, Gerard Pires dinilai berani melakukan tindakan ekstrem ketika memaksa untuk tidak menggunakan efek CGI (computer generated image) dan lebih memilih merekam dengan kamera tradisional yang ditempelkan di pesawat Mirage 2000 lain.
Sutradara film TAXI ini terpaksa menggunakan pesawat yang sama, karena hanya pesawat inilah yang dapat menandingi kecepatan pesawat yang menjadi bintang dari film tersebut.
Dengan segala kesulitan tersebut, SKY FIGHTERS menjadi sebuah film yang sangat membanggakan sang sutradara dan tim fotografi udaranya, karena segala pemandangan di atas pesawat Mirage 2000 tersebut adalah asli, bukan merupakan rekayasa komputer.
Film berdurasi 102 menit ini banyak menawarkan adegan manuver jet tempur yang meliuk fantastik di angkasa dengan kecepatan super. Geliat pesawat Mirage 2000 dalam atraksi angkasanya seakan turut bicara kehebatan jagoan yang dimiliki Angkatan Udara Perancis. So, penggemar airshow maupun air race addict, dont miss to see this cool movie!
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(vfilm/ant/rit)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba