INTERNASIONAL

[Review] 'THE BOY'

Teror Boneka Porselen Yang Ingin Dimanusiakan
Selasa, 09 Februari 2016 19:00

Teror Boneka Porselen Yang Ingin Dimanusiakan
The Boy © Lakeshore Entertainment




KapanLagi.com - Oleh: Abbas Aditya

Setelah Chucky populer lewat waralaba CHILD'S PLAY, hampir tidak ada ikon boneka sukses menjadi mimpi buruk pecinta horor. Bahkan, kehadiran ANNABELLE dikatakan belum berhasil mengejar track record yang ditinggalkan koleganya.

Bak angin segar, trailer resmi THE BOY berhasil mencuri perhatian sejak dirilis Oktober tahun lalu. Ia seperti siap menghadirkan teror baru di balik boneka porselen tampan bernama Brahms. Pertanyaannya: apakah itu berhasil?

THE BOY bercerita tentang Greta (Lauren Cohan) yang jauh-jauh terbang dari Amerika ke Inggris demi menghindari sang kekasih. Ia bekerja di rumah pasangan Heelshire sebagai pengasuh anak. Tapi anak yang dimaksud bukanlah manusia, melainkan boneka porselen yang diperlakukan sangat istimewa.

Greta yang rela terbang ke Amerika © Lakeshore EntertainmentGreta yang rela terbang ke Amerika © Lakeshore Entertainment

Pada titik ini, Stacey Menear selaku penulis naskah cukup berhasil menebar misteri mengenai pasangan Heelshire dan 'anak' kesayangan mereka. Perlahan ia menggiring penonton untuk penasaran apa yang terjadi saat Greta menganggap majikannya gila dan mengabaikan merawat Brahms dari mengganti baju, membacakan cerita hingga menyiapkan makan.

Sayangnya misteri yang dihadirkan lambat laun melemah saat Brams tidak pernah ditampilkan memberi teror fisik seperti seharusnya. Saya sempat berandai-andai bila boneka itu akan berjalan sambil membawa pisau dan menyiksa Greta. Tapi Brahms hanya mengaduk-aduk psikologis karakter utama yang dipaksa percaya bahwa dirinya bernyawa meski tanpa pernah diperlihatkan bagaimana ia bisa berpindah-pindah.

Ketika jawaban-jawaban dari misteri terbuka disertai twist yang ada, saya terpaksa menelan pil kekecewaan. Meski itu berarti William Brent Bell sebagai sutradara berhasil mengerjakan tugasnya dengan baik dalam menahkodai horor misteri terbarunya ini. Ia sukses membangun ancaman menggunakan setting rumah klasik menyeramkan dan meng-close up wajah Brahms di beberapa bagian untuk menunjukkan seolah ia marah dari sudut pandang psikologi Greta.

Brahmns boneka yang menebar teror © Lakeshore EntertainmentBrahmns boneka yang menebar teror © Lakeshore Entertainment

Well, Brahms tampaknya terlalu manis sebagai boneka yang menebar teror. Jadi untuk menjawab pertanyaan apakah film ini berhasil menyamai jejak rekam Chucky, saya bilang tidak. Meski film yang awalnya diberi judul THE INHABITANT ini sangat berpotensi untuk itu.

(kpl/abs/pit)