'THE BOURNE SUPREMACY': Mata-Mata yang Memburu Identitasnya

KapanLagi.com - The Bourne Supremacy yang merupakan sekuel film tahun 2002The Bourne Identity, tegang dan mendebarkan, dengan beberapa rentetan pemburuan terbaik baik. Tetapi film mencengkam ini tidak hanya menyuguhkan action. Beberapa bitang baru yang tampil mengesankan membuat nilai lebih dari film pertama yaitu: Joan Allen sebagai agen Pamela Landy dan kembali berperan Julia Stiles, dan Brian Cox.

Film yang menampilkan Damon sebagai Bourne yang jantan, dengan sangat indah keras dan dengan ganjil membuatnya disayangi,menjadikannya pembunuh berdarah dingin. Dia memerankan dengan baik sebagai seorang agen yang lupa ingatan, jatuh dalam saat-saat yang penuh simpati, kehilangan kepercayaan dan juga konflik emosional disisi lain dia dianggap sebagai pembunuh terlatih CIA yang dipercayai sebagai yang terbaik dan paling bersinar.

Diluar kotak dari sisi kepahlawanannya, dia dihantui oleh kenangan akan masa lalunya. Kehidupan Bourne yang tenang andaikanpun dia masih meragukan identitasnya sendiri di India bersama dengan Marie (Franka Potente yang berperan kembali sebagai keasih Jerman-nya). Tetapi ketenangan mereka tergangu ketika dia dibayangi dalam dua pembunuhan di Berlin. Mengikuti pengejarnya membawanya ke Itali, Jerman, Belanda dan Rusia. Kilasan-kilasan dan indera tajamnya yang kita juga lihat di film pertama.

Tokoh kompleks Bourne ini mempunyai semakin banyak aspek mempesona. Dia berusaha memahami kesalahan dan kesedihan sewaktu dia menyatukan kembali kejahatan yang dilakukan dan konsekuensinya.

Doug Liman yang mengarahkan film pertama digantikan oleh Paul Greengrass, sutradara yang terkenal lewat sejumlah serial televisi seperti One That Got Away dan Murder of Stephen Lawrence. Dia berhasil menunjukan kehebatannya, karena The Bourne Supremacy berhasil menduduki puncak box-office. (erlin)

(kpl/erl)

Rekomendasi

Trending