'ULTRAVIOLET' Kehampaan Dibalik Kecanggihan Audio-Visual

KapanLagi.com - Oleh: Rita Sugihardiyah Diakui atau tidak. Mungkin ini adalah penampilan Milla Jovovich yang terburuk sepanjang karirnya di dunia perfilman. Meski sutradara Kurt Wimmer berusaha menampilkan nuansa futuristik yang canggih didukung dengan soundtrack bergaya clubbing, namun semua itu tak memberikan kesan mendalam lewat film yang sarat dengan aksi laga ini. Pasalnya banyak sekali dialog yang terkesan datar dan mengulang-ulang, seakan kehabisan perbendaharaan kata. Selain itu, jalan ceritanya juga tidak masuk akal dan sulit dicerna. Ditambah pula aksi laga yang terkesan membosankan di setiap adegannya, karena hanya merupakan imitasi dari film-film yang sudah ada. Dalam film ini, Milla Jovovich memerankan karakter bernama Ultraviolet yang merupakan seorang mutan. Dia tergabung dalam sebuah kelompok pemberontak untuk melawan tekanan dari tirani kaum manusia. Suatu ketika ia merampas sebuah tas yang berisi sebuah senjata biologis pemusnah massal, tapi dilarang membuka tas itu karena sangat berbahaya. Ultraviolet yang penasaran pun akhirnya nekat membuka tas tersebut, dan alangkah terkejut dirinya ketika menemukan seorang anak kecil berada di dalamnya. Gilanya lagi, ia diperintah membunuh anak itu karena tubuhnya terkontaminasi semacam virus mematikan. Karena naluri keibuannya, ia pun membelot dan memilih untuk menyelamatkan anak itu yang belakangan diketahui bernama Six (Cameron Bright). Akibatnya, Ultraviolet dan Six diburu habis-habisan. Lompatan dari satu aksi laga ke aksi laga lainnya seakan tak pernah terputus, hingga akhir film. Mulai dari bela diri tangan kosong, hingga pertarungan bersenjata. Karakter Ultraviolet terlihat sangat dingin dan seakan tak punya sisi kelembutan sebagai seorang wanita. Selain itu, akting tokoh-tokoh antagonisnya tidak hidup sama sekali. Mereka hanya dijadikan sebagai boneka dari ajang "ba-bi-bu" yang tak berkesudahan. Sutradara Kurt Wimmer rupanya gagal mengulang sukses film yang dulu pernah dibuatnya, EQUILIBRIUM yang juga sarat adegan aksi laga ala "Matrix". Kesan yang kini muncul dalam ULTRAVIOLET adalah film laga yang tidak memiliki isi. Wimmer terlalu menekankan pada tampilan kulit luarnya saja, yaitu efek visual. Namun, bagi Anda yang rindu dengan aksi laga seperti dalam video game, mungkin film ini akan sangat menghibur.

(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)

(mmr/dni)

Rekomendasi
Trending