Fakta-Fakta Miris & Tragis di Balik Kepopuleran Bintang Korea

Di balik gemerlapnya dunia entertainment Korea, nyatanya banyak hal-hal miris dan tragis yang justru terjadi. Bintang-bintang Korea yang populer sekali pun, tentunya dulu berjuang keras hingga namanya bisa dikenal di kancah internasional. Di balik ketenaran K-Pop dan K-Drama secara internasional, style kehidupan para bintang Korea justru tak semewah tampilannya.

Jika seleb populer di Indonesia bisa dengan gampang memamerkan sederetan mobil dan rumah mewah yang dimiliki, bintang sekelas EXO misalnya, mereka masih harus tinggal bersama dengan teman grup dalam sebuah dorm dan juga lebih sering bepergian menggunakan mobil agensi ditemani oleh manager. Padahal bisa dibilang saat ini EXO merupakan idol Korea yang paling Korea, dengan fans yang tersebar di berbagai negara di dunia.

Bintang Korea memang tak langsung memiliki bayaran besar, saat bisa debut, pembagian jatah hasil yang didapat harus dibagi dengan agensi dengan prosentase rata-rata 20-30% artis dan 70-80% agensi. Dengan sedikitnya bayaran, nyatanya semakin banyak saja remaja di Korea yang ingin menjadi artis di sana. Dengan kerja keras tentunya, seleb-seleb yang sudah lebih dari 10 tahun berkarir tentu bisa memiliki rumah dan kendaraan sendiri tanpa harus bergantung pada agensi.

Gap jauh antara seleb junior dan senior juga begitu terasa. Kesuksesan mempertahankan karir menjadi motivasi para bintang-bintang muda untuk menampilkan performa yang sempurna. Hal ini lah yang membuat penampilan seleb Korea hampir tak ada cela, karena penampilan sempurna merupakan bentuk lain dari sebuah tuntutan yang mutlak. Masih banyak fenomena lainnya di balik keindahan drama Korea dan juga hebohnya tiap konser idol Korea tercinta.

Senin, 10 Oktober 2016 13:01 Penulis: Ayu Srikhandi
3. Pemilihan agensi juga menjadi salah satu yang vital dalam dunia entertainment Korea. Dengan persaingan yang semakin susah, banyak remaja yang asal memilih agensi demi bisa membuat cita-cita mereka menjadi entertainer bisa terwujud. Sayangnya, agensi abal-abal justru banyak yang menyebabkan petaka. Seperti CEO agensi DNA yang dulu terjerat kasus pelecehan seksual pada sederetan trainee mereka. Petinggi-petinggi perusahaan entertainment tak bertanggung jawab ini rela memanfaatkan jabatan mereka demi kepentingan pribadi. Malahan kasus terbaru menyebutkan seorang CEO dilaporkan oleh lima trainee atas tindakan pelecehan, meski sudah lama terjadi para remaja ini takut melaporkan kasus tersebut ke polisi karena mereka takut jadwal debut akan terganggu dan cita-cita menjadi seleb akan lenyap.

3. Pemilihan agensi juga menjadi salah satu yang vital dalam dunia entertainment Korea. Dengan persaingan yang semakin susah, banyak remaja yang asal memilih agensi demi bisa membuat cita-cita mereka menjadi entertainer bisa terwujud. Sayangnya, agensi abal-abal justru banyak yang menyebabkan petaka. Seperti CEO agensi DNA yang dulu terjerat kasus pelecehan seksual pada sederetan trainee mereka. Petinggi-petinggi perusahaan entertainment tak bertanggung jawab ini rela memanfaatkan jabatan mereka demi kepentingan pribadi. Malahan kasus terbaru menyebutkan seorang CEO dilaporkan oleh lima trainee atas tindakan pelecehan, meski sudah lama terjadi para remaja ini takut melaporkan kasus tersebut ke polisi karena mereka takut jadwal debut akan terganggu dan cita-cita menjadi seleb akan lenyap.


Hak Cipta: ┬ębombarrow.com/jje
3/7