5 Cara Minta Maaf dalam Bahasa Jepang, Punya Tingkat Kesopanan Masing-masing
Cara Minta Maaf dalam Bahasa Jepang (credit: unsplash)
Kapanlagi.com - Bahasa Jepang telah menjadi salah satu bahasa asing yang diminati untuk dipelajari, terutama di kalangan penggemar manga, anime, dan dorama. Saat belajar bahasa Jepang, penting juga untuk memahami adat istiadat dan budaya, sebab hal ini berkaitan dengan norma kesopanan yang ada. Maka dari itu, salah satu aspek penting untuk dipelajari ialah ungkapan maaf dalam bahasa Jepang yang biasa dipakai pada percakapan sehari-hari.
Salah satu ungkapan yang paling sering dijumpai adalah "Gomenesai". Ungkapan tersebut sering sekali digunakan dalam manga, anime, atau dorama. Namun, sebenarnya ada beberapa variasi ungkapan maaf dalam bahasa Jepang yang masing-masing di antaranya punya tingkat formalitas yang berbeda. Penting untuk memahami perbedaan setiap ungkapan maaf dalam bahasa Jepang, karena dapat menunjukkan tingkat kesopanan.
Penasaran, bagaimana saja cara atau ungkapan maaf dalam bahasa Jepang? Untuk mengetahui dan memahaminya, langsung saja simak ulasan berikut ini:
Advertisement
1. Gomenasai
Seperti yang sudah disebutkan di awal, "Gomenesai" jadi satu ungkapan maaf bahasa Jepang paling populer dan paling umum digunakan, tidak hanya pada manga atau anime, melainkan juga dalam percakapan sehari-hari.
Arti "Gomenasai" sendiri merupakan menyatakan permintaan maaf yang lebih formal dan serius. Ungkapan ini digunakan ketika seseorang ingin mengungkapkan penyesalan yang mendalam atas kesalahan atau kesalahan yang telah dilakukan.
(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)
2. Sumimasen
Ungkapan maaf bahasa Jepang berikutnya adalah "Sumimasen". Ungkapan permohonan maaf bahasa Jepang ini terbilang lebih umum digunakan dan lebih santai dibandingkan gomenasai. Selain berarti 'maaf', "Sumimasen" juga dapat diartikan 'permisi' dalam bahasa Jepang.
Secara spesifik, "Sumimasen" biasa digunakan dalam berbagai situasi, mulai dari meminta maaf karena mengganggu, meminta bantuan, atau untuk mengungkapkan penyesalan atas kesalahan kecil, hingga yang cukup serius. "Sumimasen" juga bisa digunakan untuk mengekspresikan penyesalan atau ketidaknyamanan orang lain.
3. Shitsurei shimashita
Ungkapan minta maaf berikutnya bersifat lebih formal, yaitu "Shitsurei shimashita". Ungkapan maaf ini juga sering diartikan 'permisi', dan sering dipakai ketika hendak menyela percakapan.
"Shitsurei shimashita" juga digunakan untuk mengungkapkan permintaan maaf setelah melakukan sesuatu yang dianggap kurang sopan, seperti menyentuh sesuatu dengan tidak sengaja atau menggunakan telepon seluler saat suasana hati mengharuskan untuk menjaga kesunyian.
4. Gomen
Sementara itu, ungkapan maaf bahasa Jepang "Gomen" merupakan bentuk singkat dari "Gomenasai". Ungkapan "Gomen" lebih tidak formal, sehingga cocok untuk situasi yang lebih akrab dan santai. Karenanya, "Gomen" lebih sering digunakan dalam percakapan informal, seperti antara teman dekat atau anggota keluarga.
Meskipun begitu, dalam budaya Jepang, tetap diutamakan untuk menggunakan "Gomenesai" atau ungkapan maaf yang lebih formal dalam situasi yang lebih resmi, terutama ketika berbicara dengan orang yang lebih tua atau lebih berpengaruh.
5. Melakukan Dogeza
Secara umum, "dogeza" bukanlah sebuah ungkapan lisan, tetapi hal ini jadi bagian penting dalam tradisi meminta maaf di budaya Jepang. Selain mengucapkan ungkapan-ungkapan maaf di atas lewat kata-kata, permohonan maaf bahasa Jepang juga biasa dilakukan dengan melakukan "dogeza".
Adapun "dogeza" dilakukan dengan membukukkan badan sedalam-dalamnya, hingga dahi menempel ke lantai. Hal tersebut menjadi simbol penyesalan yang begitu mendalam dan permohonan maaf yang sangat tulus dari hati terdalam.
Kendati demikian, "dogeza" jarang dilakukan di situasi-situasi biasa. "Dogeza" umumnya dilakukan pada situasi formal. Biasanya, "dogeza" dilakukan saat seseorang melakukan kesalahan cukup fatal hingga mencoreng nama baik atau reputasi.
Itulah di antaranya ulasan terkait beberapa cara minta maaf dalam bahasa Jepang. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan, terutama untuk kalian yang saat ini sedang mendalami bahasa Jepang.
(Lama tak terdengar kabarnya, komedian senior Diding Boneng dilarikan ke Rumah Sakit.)
Berita Foto
(kpl/psp)
Advertisement
