5 Drama Korea Latar Sekolah Seni Mirip Four Hands Two Sonatas, Wajib Masuk Watchlist
Drama Korea Latar Sekolah Seni Mirip Four Hands Two Sonatas
Kapanlagi.com - Drama Korea bertema sekolah seni selalu menarik perhatian melalui kisah para siswa berbakat dalam mengejar impian di bidang musik, tari, akting, maupun seni pertunjukan. Lingkungan pendidikan penuh kompetisi membuat perjalanan setiap karakter terasa lebih dinamis, mulai dari latihan intensif hingga persahabatan dan konflik pribadi. Bagi penggemar kisah semacam ini, drama korea latar sekolah seni mirip Four Hands, Two Sonatas bisa menjadi pilihan menarik untuk melanjutkan tontonan.
Four Hands, Two Sonatas menghadirkan kehidupan siswa di sekolah seni elite melalui ambisi, persaingan, tekanan prestasi dan hubungan antarkarakter. Ceritanya tidak hanya menyoroti kemampuan bermusik, tetapi juga memperlihatkan kegelisahan saat harus berhadapan bersama teman-teman penuh talenta. Daya tarik tersebut membuat drama korea latar sekolah seni mirip Four Hands, Two Sonatas terasa relevan, bagi penonton pencinta cerita coming-of- age bertema seni.
Selain unsur kompetisi, drama bertema sekolah seni biasanya mengangkat persoalan persahabatan, cinta pertama, ambisi, kegagalan, hingga pencarian jati diri. Tekanan untuk tampil sempurna sering membuat karakter harus menghadapi keraguan terhadap kemampuan pribadi. Jika tertarik pada atmosfer tersebut, daftar drama korea latar sekolah seni mirip Four Hands, Two Sonatas berikut menjadi referensi, untuk menemukan cerita penuh musik, emosi dan perjuangan mengejar mimpi.
Advertisement
1. Do You Like Brahms? (2020)
Pemain: Park Eun-bin, Kim Min-jae, Kim Sung-cheol, Park Ji-hyun
Sinopsis:
Do You Like Brahms? mengikuti Chae Song-ah (Park Eun-bin), mahasiswi yang mengambil jurusan biola setelah sebelumnya menempuh pendidikan di bidang lain. Sebagai mahasiswa yang terlambat memulai pendidikan musik, Song-ah kerap merasa minder dan mempertanyakan kemampuan dirinya untuk bertahan di dunia musik klasik yang kompetitif.
Di tengah kegelisahan tersebut, ia bertemu Park Joon-young (Kim Min-jae), seorang pianis kelas dunia yang pernah meraih juara pertama Kompetisi Piano Chopin. Di mata orang lain, Joon-young merupakan musisi sempurna dengan karier gemilang. Di balik pencapaian tersebut, ia justru mulai merasa lelah dan kehilangan gairah terhadap musik.
Dari sisi tema, Do You Like Brahms? memiliki kemiripan emosional dengan Four Hands, Two Sonatas (2026), terutama melalui gambaran insecurity di tengah lingkungan penuh talenta, tekanan ekspektasi, serta persaingan di antara musisi muda. Perbedaannya terletak pada latar cerita.
Do You Like Brahms? mengambil setting lingkungan universitas dan pelatihan musik profesional, sedangkan Four Hands, Two Sonatas berlatar sekolah menengah atas seni elite. Karena itu, keduanya terasa dekat dari sisi pergulatan batin karakter dan tekanan dalam mengejar kesempurnaan musik, meski berada pada tahap pendidikan berbeda.
(Menyusuri jejak Indonesia di Balik Produksi Drama Korea.)
2. Dream High (2011)
Pemain: Bae Suzy, Kim Soo-hyun, Ok Taec-yeon, Ham Eun-jung, Jang Woo-young, IU
Sinopsis:
Berlatar di Kirin Art High School, Dream High menceritakan kehidupan para siswa di sekolah seni yang menjadi tempat berkumpulnya anak-anak berbakat dengan impian menjadi penyanyi dan idol K-pop. Go Hye-mi (Suzy) awalnya bercita-cita menjadi penyanyi klasik setelah lulus dari Juilliard, tetapi keadaan memaksanya masuk ke Kirin Art High School demi membantu melunasi utang ayahnya. Di sekolah tersebut, ia bertemu Song Sam-dong (Kim Soo-hyun), pemuda dari desa yang memiliki bakat musik alami, serta sejumlah siswa lain yang membawa impian dan persoalan masing-masing.
Persaingan audisi, proses latihan, persahabatan, konflik antarsiswa, dan romansa remaja menjadi bagian penting dalam ceritanya. Walaupun Dream High lebih berfokus pada musik pop dan industri idol daripada musik klasik, atmosfer sekolah seni, persaingan antar siswa berbakat, serta perjuangan membuktikan kemampuan diri membuatnya cukup dekat dengan Four Hands, Two Sonatas. Drama ini cocok bagi penonton yang menikmati cerita tentang anak muda yang harus menghadapi tekanan sekaligus mempertahankan impian di lingkungan penuh kompetisi.
3. Beethoven Virus (2008)
Pemain: Kim Myung-min, Lee Ji-ah, Jang Geun-suk
Sinopsis:
Beethoven Virus berpusat pada Kang Gun-woo alias Kang Mae (Kim Myung-min), seorang konduktor maestro yang terkenal perfeksionis, keras, dan sulit ditoleransi oleh para musisi di sekitarnya. Ia mendapat tugas menangani sebuah orkestra lokal yang sebagian besar beranggotakan musisi amatir dan orang-orang yang sebelumnya gagal mengejar karier musik profesional. Di antara mereka terdapat Du Ru-mi (Lee Ji-ah), pemain biola yang sempat kehilangan keyakinan terhadap impiannya, serta Kang Gun-woo (Jang Geun-suk), seorang polisi muda berbakat yang ternyata memiliki kemampuan musik luar biasa.
Drama ini memang tidak mengambil latar sekolah seperti Four Hands, Two Sonatas, tetapi memiliki daya tarik serupa melalui hubungan antara mentor dan musisi muda, tuntutan terhadap kesempurnaan, serta konflik yang muncul ketika bakat bertemu disiplin keras. Sosok Kang Mae menjadi pusat dari dinamika tersebut karena metode latihannya yang ekstrem memaksa para anggota orkestra menghadapi batas kemampuan mereka. Bagi penonton yang menyukai sisi serius, kompetitif, dan penuh tekanan dalam dunia musik klasik, Beethoven Virus menjadi salah satu pilihan yang sangat relevan.
4. Do Do Sol Sol La La Sol (2020)
Pemain: Go Ara, Lee Jae-wook, Kim Joo-hun, Shin Eun-soo
Sinopsis:
Do Do Sol Sol La La Sol mengisahkan Goo Ra-ra (Go Ara), seorang pianis dari keluarga kaya yang sejak kecil mendapat dukungan penuh untuk mengejar impian menjadi pianis hebat. Kehidupannya berubah drastis setelah sang ayah meninggal dan ia kehilangan hampir seluruh harta yang dimiliki keluarganya. Dalam kondisi tersebut, Ra-ra bertemu Sun-woo Joon (Lee Jae-wook), pria misterius yang bekerja serabutan dan perlahan membantunya bangkit. Keduanya kemudian berada di kota kecil Eunpo, tempat Ra-ra membangun kembali hidupnya melalui sebuah tempat les piano.
Berbeda dari Four Hands, Two Sonatas, drama ini lebih menonjolkan unsur romance dan healing daripada rivalitas antarmusisi atau kompetisi sekolah. Meski begitu, musik piano tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan karakter utamanya. Perjuangan Ra-ra untuk kembali menjalani kehidupan setelah kehilangan segalanya juga menghadirkan tema tentang mempertahankan kecintaan terhadap musik di tengah berbagai rintangan. Drama ini lebih ringan dan hangat, sehingga cocok bagi penonton yang ingin menikmati kisah musik klasik tanpa tekanan kompetisi seintens Four Hands.
5. Castaway Diva (2023)
Pemain: Park Eun-bin, Chae Jong-hyeop, Kim Hyo-jin, Cha Hak-yeon (N)
Sinopsis:
Castaway Diva menceritakan Seo Mok-ha (Park Eun-bin), seorang remaja yang bercita-cita menjadi penyanyi dan mengagumi diva terkenal Yoon Ran-joo (Kim Hyo-jin). Dalam perjalanan mengejar impiannya, Mok-ha mengalami kejadian tragis hingga terdampar seorang diri di sebuah pulau tak berpenghuni. Ia bertahan hidup selama 15 tahun sebelum akhirnya ditemukan dan kembali ke masyarakat. Setelah kembali, Mok-ha harus beradaptasi dengan dunia yang telah berubah drastis sambil berusaha mewujudkan impian lamanya untuk menjadi penyanyi.
Dalam perjalanan tersebut, Mok-ha mendapat dukungan dari Kang Bo-geol (Chae Jong-hyeop), yang kemudian diketahui memiliki nama asli Jung Ki-ho. Bo-geol bukan teman Mok-ha saat ia berada di pulau, melainkan teman sekolahnya dari kampung halaman sebelum Mok-ha terdampar. Hubungan masa lalu tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perkembangan cerita mereka.
Dari sisi nuansa, Castaway Diva tidak memiliki hubungan langsung dengan Four Hands, Two Sonatas dan bukan drama tentang persaingan musik klasik di sekolah seni. Fokus utamanya adalah perjalanan Mok-ha mengejar karier sebagai penyanyi, termasuk hubungannya dengan Yoon Ran-joo serta perjuangan menghadapi berbagai hambatan dalam industri musik. Meski begitu, tema tentang mengejar impian musik setelah melewati kegagalan dan rintangan besar tetap dapat terasa relevan bagi penonton yang menyukai cerita perjuangan karakter di dunia musik. Dibandingkan Four Hands, pendekatan Castaway Diva lebih banyak mengarah pada drama, musik pop, keluarga, dan proses menemukan kembali impian.
6. Pertanyaan Seputar Drama Korea Latar Sekolah Seni Mirip Four Hands Two Sonatas
1. Apa saja drama Korea latar sekolah seni mirip Four Hands, Two Sonatas?
Beberapa judul yang bisa menjadi pilihan antara lain Dream High, Do You Like Brahms?, Beethoven Virus, Do Do Sol Sol La La Sol, dan Castaway Diva. Masing-masing memiliki kedekatan berbeda, mulai dari persaingan siswa berbakat, tekanan mengejar prestasi, kehidupan musisi muda, hingga perjuangan mempertahankan impian di dunia musik.
2. Drama Korea apa yang paling mirip Four Hands, Two Sonatas?
Jika mempertimbangkan unsur siswa berbakat, lingkungan pendidikan seni, persaingan, dan kehidupan remaja, Dream High termasuk pilihan paling dekat. Sementara itu, Do You Like Brahms? lebih kuat dalam menggambarkan insecurity, tekanan dunia musik klasik, serta pergulatan emosional para musisi muda.
3. Apakah ada drama Korea bertema sekolah seni yang fokus pada musik klasik?
Ada. Four Hands, Two Sonatas sendiri berfokus pada dunia musik klasik. Untuk tontonan lain, Do You Like Brahms? menawarkan cerita seputar pemain biola dan pianis, sedangkan Beethoven Virus membawa penonton ke dunia orkestra dan musik klasik profesional.
4. Drama Korea mana yang mengangkat persaingan siswa berbakat?
Dream High merupakan salah satu contoh paling menonjol. Para siswa Kirin Art High School memiliki latar belakang, kemampuan, dan ambisi berbeda. Persaingan dalam audisi serta latihan menjadi bagian penting dari perkembangan cerita.
(kpl/ses)
Advertisement
D Academy 8
-
Dangdut Academy Mila, Tasya, dan April di Result Top 12 DA8, Gaya Mereka Kontras
-
Event Dangdut Murama Raih Tiga SO di Dangdut Academy 8 Top 12 Result
-
Lesti Kejora Berita Terbaru Potret Lesti Kejora - Alexa di Panggung Dangdut Academy 8, Cantik dan Glamor
