8 Drama Korea tentang Mencintai Diri Sendiri dengan Cara yang Tak Terduga, Bukan Cuma Soal Cinta

8 Drama Korea tentang Mencintai Diri Sendiri dengan Cara yang Tak Terduga, Bukan Cuma Soal Cinta
(Image: viu.com)

Kapanlagi.com - Tak ada cinta yang lebih penting daripada mencintai diri sendiri. Di tengah tekanan sosial dan standar kecantikan yang tidak realistis, banyak orang lupa bahwa tubuh, pikiran, dan perasaan mereka layak dirawat tanpa syarat. Drama Korea kini semakin banyak mengangkat tema self-love, memberikan perspektif baru tentang bagaimana orang bisa pulih, bertumbuh, dan menerima dirinya. Dari luka batin, tekanan sosial, hingga perjalanan rekonsiliasi dengan masa lalu.

Berikut ini adalah 8 drakor tentang mencintai diri sendiri yang bisa bikin kamu merasa dilihat dan dipahami.

1. Because This Is My First Life: Saat Pernikahan Kontrak Mengajarkan Arti Batasan

(Image: viu.com)

Ji Ho mengajarkan bahwa kebebasan sejati datang saat kita berhenti mengukur diri dari standar orang lain. Yoon Ji Ho memutuskan menikah kontrak demi stabilitas hidup, namun justru menemukan pelajaran besar tentang menghargai diri sendiri. Drama ini mengangkat betapa pentingnya menetapkan batas pribadi dan menentukan kebahagiaan tanpa intervensi ekspektasi sosial. Setiap langkah Ji Ho menjadi cermin bagi kita yang sering kehilangan arah karena tekanan lingkungan. Drakor ini cocok bagi siapa pun yang sedang merasa tidak cukup baik di mata dunia.

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

2. My ID is Gangnam Beauty: Ketika Operasi Plastik Tak Menyembuhkan Luka Batin

(Image: viu.com)

Penonton diajak menyelami perjuangan Mi Rae yang pelan-pelan belajar mencintai dirinya tanpa topeng. Kang Mi Rae melakukan operasi plastik untuk menghindari bullying, namun tetap tidak bisa lari dari stigma dan rasa tidak percaya diri. Di balik wajah barunya, ia masih harus menghadapi ketakutan akan penilaian orang lain. Drama ini membuka mata bahwa standar kecantikan tak selalu menjamin kebahagiaan. Proses menerima diri sendiri adalah perjalanan panjang yang dimulai dari dalam.

3. Live: Bertahan dalam Tekanan, Menerima Luka sebagai Kekuatan

(Image: iQ.com)

Live mengajarkan bahwa mencintai diri sendiri berarti mengakui luka dan ketidaksempurnaan, lalu berjuang untuk tumbuh lebih baik. Tokoh Han Jung Oh menghadapi pelecehan dan trauma dalam dunia kerja sebagai polisi. Meski keras dan penuh tekanan, ia tetap berusaha mempertahankan martabat dan nilai dirinya. Drama ini menggambarkan bahwa self-love juga berarti mengenali batas kekuatan dan berani bilang cukup. Ini adalah kisah perjuangan emosional yang sangat relate dengan kehidupan nyata.

4. Be Melodramatic: Tak Apa Menjadi Diri Sendiri, Meski Tak Sempurna

(Image: iQ.com)

Drama ini penuh dialog yang reflektif dan jujur, bikin kamu merasa dilihat dan dipahami. Tiga sahabat yang bekerja di dunia kreatif belajar bahwa hidup tak selalu harus sempurna. Menerima kekacauan dan ketidaksempurnaan justru menjadi titik awal untuk berdamai dengan diri sendiri. Dalam hubungan pertemanan yang suportif, mereka menemukan makna baru dari kebahagiaan. Drama ini cocok bagi kamu yang sedang tersesat dalam pencarian jati diri.

5. Reflection of You: Berdamai dengan Luka, Menemukan Diri Sendiri

(Image: viu.com)

Reflection of You menyimpan pesan mendalam tentang perjalanan perempuan dalam memahami siapa dirinya. Dua perempuan dari latar belakang berbeda mencari makna kehidupan dan kebahagiaan sejati di tengah luka masa lalu. Drama ini menyajikan konflik emosional yang intens, namun tetap menyampaikan pesan penting tentang kejujuran pada diri sendiri. Menerima kenyataan menjadi kunci utama dari transformasi batin mereka. Ini adalah tayangan yang memicu refleksi dan keberanian untuk berubah.

6. Hello, Me!: Menyapa Diri Sendiri yang Pernah Ceria

(Image: iQ.com)

Hello, Me! adalah drama yang hangat dan jenaka, namun menyimpan pelajaran berharga tentang self-love dan rekonsiliasi dengan diri sendiri. Ban Ha Ni bertemu dengan versi mudanya yang lebih berani dan ceria. Pertemuan ini membuatnya sadar bahwa ia telah kehilangan banyak hal karena tekanan hidup dan ketakutan gagal. Perjalanan ini membantunya memulihkan harga diri dan mengenali kembali potensi yang pernah dimilikinya. Drakor ini memberi harapan bahwa kamu bisa mulai lagi dari mana saja.

7. Thirty-Nine: Menyayangi Diri di Usia Matang Tanpa Penyesalan

(Image: viu.com)

Drama ini mengingatkan kita bahwa umur hanyalah angka, yang terpenting adalah bagaimana kita berdamai dengan diri sendiri. Persahabatan tiga wanita usia 39 tahun menjadi kekuatan mereka dalam menghadapi kehilangan dan tekanan sosial. Mereka saling mendukung untuk melewati rasa takut, bersalah, dan ketidakpastian. Dalam prosesnya, mereka belajar menyayangi diri sendiri tanpa syarat. Kisah ini memperlihatkan bahwa cinta sejati berawal dari kasih sayang terhadap diri sendiri.

8. Pump Up the Healthy Love: Tubuhku Layak Dicintai, Jiwaku Harus Dijaga

(Image: viu.com)

Drakor ini menyampaikan pesan kuat bahwa kebahagiaan dimulai dari keberanian untuk berubah. Lee Mi Ran tidak menyerah pada penilaian orang lain terhadap tubuhnya. Bersama Do Hyun Joong, ia menjalani proses transformasi bukan demi balas dendam, tapi untuk membuktikan bahwa dirinya layak dicintai. Fokus cerita bukan hanya pada fisik, tapi juga kesehatan mental dan emosi. Pump Up the Healthy Love sangat cocok bagi kamu yang sedang berjuang menerima diri dan mencari semangat hidup baru.

(kpl/lfz)

Rekomendasi
Trending