Dispatch Bongkar Dugaan Skema Penggelapan Pajak Cha Eun Woo dan Keluarga

Dispatch Bongkar Dugaan Skema Penggelapan Pajak Cha Eun Woo dan Keluarga
Cha Eun Woo (credit: instagram.com/eunwo.o_c)

Kapanlagi.com - Nama Cha Eun Woo mendadak menjadi sorotan tajam setelah Dispatch merilis laporan investigatif terkait dugaan penggelapan pajak senilai sekitar Rp220 miliar. Tak hanya sang artis, laporan ini juga menyeret peran aktif keluarga Cha Eun Woo dalam pendirian dan pengelolaan sejumlah perusahaan yang diduga menjadi alat penghindaran pajak.

Dispatch menyebut kasus ini bukan sekadar kelalaian administratif, melainkan pola sistematis yang dibangun sejak beberapa tahun lalu. Begini laporan menurut Dispatch dan baca berita lainnya di Liputan6.com!

Cha Eun Woo (credit: instagram.com/eunwo.o_c)

Investigasi Dispatch menelusuri akar kasus ini ke 4 Juli 2019, saat Cha Eun Woo bersama keluarganya mendirikan perusahaan bernama Cha's Gallery. Perusahaan tersebut pertama kali terdaftar di Dongan-gu, Anyang.

Dalam dokumen resmi, Cha Eun Woo tercatat sebagai CEO, sang ibu menjabat direktur internal, sementara ayahnya berperan sebagai manajer keuangan. Struktur ini langsung menempatkan perusahaan sepenuhnya di bawah kendali keluarga.

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

2. Awal dari Kecurigaan

Cha Eun Woo (credit: instagram.com/eunwo.o_c)

Yang mencurigakan, Cha's Gallery memiliki 34 bidang usaha sekaligus, mulai dari produksi dan distribusi musik, manajemen artis, konser, iklan, IP, kosmetik, hingga bisnis makanan, cakupan yang dinilai terlalu luas untuk satu entitas yang diklaim fokus pada manajemen artis.

Dispatch menilai hal ini membuka ruang besar untuk pemindahan pendapatan dan pengaburan sumber penghasilan.

3. Perpindahan Alamat Berulang, Berujung ke Restoran Keluarga

Alamat perusahaan keluarga Cha Eun Woo (credit: Dispatch)

Pada Juni 2020, Cha's Gallery memindahkan alamat terdaftarnya ke Kota Gimpo. Dua tahun kemudian, Juni 2022, alamat tersebut kembali berpindah ke Pulau Ganghwa, lokasi yang sama dengan restoran belut milik orang tua Cha Eun Woo.

Perpindahan ini dinilai Dispatch sebagai upaya menjauhkan perusahaan dari pusat pengawasan dan memanfaatkan wilayah dengan kontrol administratif lebih longgar.

4. Pergantian CEO dan Lahirnya Perusahaan Baru

Cha Eun Woo (credit: instagram.com/eunwo.o_c)

Pada September 2020, posisi CEO Cha's Gallery dialihkan dari Cha Eun Woo kepada sang ibu. Tak lama kemudian, pada 2022, sang ibu kembali mendirikan perusahaan baru berbentuk LLC bernama L&C, dengan tujuan bisnis yang tetap berkutat pada manajemen artis.

Namun pola ini berlanjut. Pada 2024, kembali muncul perusahaan lain bernama D ANY LLC, yang secara eksplisit disebut berfungsi untuk mengelola aset Cha Eun Woo. Alamat terdaftarnya? Kembali ke restoran belut keluarga di Ganghwa.

Di tahun yang sama, Cha's Gallery resmi dibubarkan.

5. Kantor Kosong, Aktivitas Dipertanyakan

Diduga lokasi kantor Cha Eun Woo (credit: Dispatch)

Dispatch turut mendatangi lokasi terdaftar D ANY LLC. Berdasarkan temuan per Januari 2026, interior bangunan tersebut dilaporkan kosong, belum selesai, dengan rangka besi berkarat dan dinding terbuka.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar: bagaimana perusahaan pengelola aset bernilai ratusan miliar rupiah bisa beroperasi tanpa fasilitas yang layak?

Kantor Kosong, Aktivitas Dipertanyakan

6. Skema LLC dan Dugaan Penghindaran Pajak

Cha Eun Woo (credit: instagram.com/eunwo.o_c)

Dengan dugaan denda pajak sebesar Rp220 miliar, Dispatch memperkirakan total penghasilan kena pajak Cha Eun Woo mencapai setidaknya Rp1,1 triliun, dengan asumsi tarif pajak perusahaan sekitar 20 persen dan itu sudah setelah dikurangi biaya operasional.

Struktur ini juga memungkinkan:

  • Penyembunyian kepemilikan properti
  • Pengalihan pendapatan antar perusahaan
  • Pengambilan keputusan tertutup berbasis kesepakatan keluarga

7. Bonus Fantastis dan Aliran Dana Pribadi

Yang tak kalah krusial, Cha's Gallery didirikan saat agensinya, Fantagio, tengah berada dalam krisis serius akibat masalah keuangan pemegang saham terbesarnya.

Meski demikian, Cha Eun Woo tetap memperpanjang kontrak dan disebut menerima salah satu bonus penandatanganan terbesar di industri hiburan Korea. Namun, Dispatch mengungkap bahwa seluruh pembayaran aktivitas Cha Eun Woo dialirkan ke perusahaan pribadinya, bukan langsung melalui Fantagio.

Inilah yang kini menjadi fokus Badan Pajak Nasional Korea Selatan, yang disebut tengah menagih kewajiban pajak atas pendapatan yang diduga tidak pernah dilaporkan secara penuh.

Hingga laporan ini dirilis, Cha Eun Woo maupun Fantagio belum memberikan pernyataan resmi terkait laporan Dispatch. Sementara publik menunggu klarifikasi atas dugaan skema yang dinilai melibatkan bisnis keluarga, perusahaan cangkang, dan aliran dana bernilai triliunan rupiah.

Rekomendasi
Trending