KOREA

Editor yang Jadi Korban Jelaskan Kronologi Pertemuan dengan Irene Red Velvet, Minta Fans Hentikan Postingan Jahat

Sabtu, 24 Oktober 2020 09:00

Irene Red Velvet (credit: SM Entertainment)

Kapanlagi.com - Nama Irene Red Velvet terus jadi pembahasan di kalangan netizens Korea dan fans K-Pop. Wanita bernama asli Bae Joohyun itu baru saja mengakui sekaligus minta maaf atas perilakunya yang tidak menyenangkan kepada editor dan stylist Kang Kook Hwa.

Kook Hwa memang sudah menghapus postingan panjangnya setelah menjadi korban perundungan verbal oleh Irene setelah sang idola dan SM Entertainment minta maaf. Tapi dia juga lalu mengunggah pernyataan panjang lagi di Insta Stoy untuk mengklarifikasi beberapa detail dan juga meminta fans untuk berhenti membuat postingan kejahatan di media sosial atau forum.

1. Alasan Tak Melakukan Tindakan Lebih Lanjut

Beginilah isi dari Insta Story sang editor dan stylist yang diunggah pada hari Jumat (23/10/2020), seperti dilansir dari Soompi. Perlu diketahui dia menyebut Irene dengan C dan SM Entertainment sebagai B:

"Aku sudah tersakiti dan nggak akan melupakan rasa sakitnya. Namun aku ingin mendapat permohonan maaf langsung dari C untuk melindungi harga diriku sebagai manusia. Aku bertemu C dan perwakilan dari agensi B yang memerlukan koordinasi dan waktu buat pertemuan kemarin untuk bisa terjadi.

Setelah mem-posting, aku nggak melakukan tindakan apapun karena butuh membuat keputusan yang rasional dan bijak dalam persiapan buat situasi ini. Alasan terbesarnya karena nggak mau membuat kesalahpahaman semakin luas dan tak ingin menambah api dalam kekacauan dan spekulasi yang menjadi-jadi.

Menurutku nggak perlu mengambil tindakan terburu-buru karena segera setelah kejadian itu, aku mendapat permintaan maaf dari seseorang dari agensi B yang telah menyewaku dan dari manajer yang ada di sana waktu itu. Dan mereka mengakui kesalahan C."

2. Soal 'Pertema Bertemu'

"Aku nggak pernah menjadi stylist dari grupnya C. Aku ditugaskan melalui perusahaanku buat bekerja satu hari menjadi stylist buat pemotretan pada hari Selasa, 20 Oktober. (Aku pertama ditugaskan buat pemotretan ini pada 5 Oktober. Aku mendapat email resmi tanggal 6 Oktober dan mempersiapkan selama 15 hari atas permintaan agensi B dan grupnya C).

Aku menulis 'seseorang yang baru pertama kali bertemu' karena C sudah lupa kalau dia pernah bekerja denganku buat sebuah pemotretan majalah di 2016 (aku sudah mengkonfirmasi ini saat bertemu dengannya kemarin), dan juga karena tindakannya itu bukan cuma terjadi padaku tapi juga editor junior yang membantuku waktu itu dan seorang asisten.

Oleh karena itu, dua orang tersebut datang denganku dalam pertemuan buat mendapat maaf. Mereka bicara dengan orang dari agensi B dan C serta mendapat permintaan maaf dari C."

3. Bantah Ada Uang Penyelesaian

"Awalnya aku rasa nggak perlu merespon komentar jahat tak beralasan yang diberikan penggemar C. Aku masih merasakan hal yang sama. Alasan aku masih belum melakukan tindakan adalah sejak merasa kalau aku perlu melakukan sesuatu atas hal ini, tujuan dan objek utamaku adalah C janji nggak akan melakuan perbuatan begitu lagi kepada siapapun dan agar dia mau bertemu denganku dan dua anggota timku lalu minta maaf. Karena ini sudah terjadi, aku berhenti melakukan apapun setelah mendapat permintaan resmi kemarin.

Walau beberapa orang sudah membayangkan dan berspekulasi soal ini, nggak ada uang ganti apapun. (Cuma ada proses pembayaran buat gaji dan kompensasi pengeluaran buat kerja sehari di 20 Oktober). Juga, 'uang penyelesaian' sama sekali nggak ada dalam pertemuan kemarin. Itu cuma pertemuan buat permintaan maaf, bukan buat uang penyelesaian."

4. Demi Harga Diri

"Aku harus melindungi diriku sampai akhir. Di pertemuan itu, aku meminta surat permohonan maaf yang mengikutsertakan pengakuan agensi B dan C atas kesalahan mereka, permintaan maaf, dan janji nggak akan melakukan perbuatan begitu lagi, karena nggak ada alasan buatku untuk mendapat serangan sembarangan dari orang yang nggak berpikir dulu sehingga nggak ada kesalahpahaman lebih lanjut. Postingan ini juga akan menjadi pernyataan terakhirku soal ini.

Aku cuma orang biasa. Aku menegakkan etika dari pekerjaan yang aku percaya dan selalu memberikan kemampuan terbaik atas tugas apapun yang diberikan. Aku juga membuat kesalahan dan bisa terlihat sebagai orang jahat bagi seseorang dan dianggap orang baik bagi yang lain. C juga begitu. Tapi aku nggak bisa membuat hal ini adalah masalah pribadiku. Aku berbuat begini demi pemulihan dari fitnah dan melindungi harga diriku, yang sudah menyelesaikan semua pekerjaan sesuai tugasku, dan untuk rekan kerja yang mengalami hal sama."

5. Minta Fans Irene Berhenti

"Aku akan bekerja keras sehingga bisa menyembuhkan luka ini dan kembali ke tempat untuk bisa melanjutkan hidup. Juga, aku nggak akan melakukan tindakan apapun lagi terkait hal ini. Itu bukan buatku, ini tindakan terakhirku dengan mempertimbangkan C yang sudah datang ke pertemuan kemarin. Juga, kalau kalian memang penggemar C yang benar-benar peduli padanya, aku harap kalian untuk tidak melewati batas dan berhenti. Postingan itu tidak menyakitiku dan nggak akan berakibat positif buat C.

Akhirnya, seperti yang aku kira sebelumnya, karena besarnya masalah ini, pelanggaran privasi dan membuat rumor soal manipulasi media yang dramatis, dan walapun aku tahu nggak bisa melakukan apapun buat menghentikannya, akan lebih baik kalau kalian berhenti sekarang. Aku juga mempersiapkan sesuatu terkait masalah ini."

6. Menulis Postingan Ini Agar Dibaca

"Postingan ini jadi panjang. Dari posisiku, aku harus menulis ini. Aku secara pribadi minta maaf sedalam-dalamnya buat staf agensi B yang kaena sudah membuat pekerjaan yang melelahkan.

Aku meminta dengan sopan kepada orang-orang yang membaca postingan ini. Aku harap kalian berhenti menulis artikel dan postingan spekulatif yang cuma akan mengakibatkan sakit lebih hebat buat semuanya. Terima kasih," tutupnya.

Gimana komentar KLovers soal ini?

(soo/pit)


REKOMENDASI
TRENDING