HOME » KOREA
KOREA

Sejarah Genta Suci Raksasa Raja Seong Deok, Hasilkan Durasi Suara Terlama di Dunia - Korbankan Seorang Anak untuk Membuatnya?

Sabtu, 11 April 2020 21:15 Penulis: Mita Anandayu

Genta Suci Raksasa Raja Seong Deok © heritage.go.kr

Kapanlagi.com - Genta Suci Raksasa Raja Seong Deok adalah genta perunggu raksasa yang dibuat untuk menghormati Raja Seong Deok dari Silla (57 SM - 935 M). Ini adalah lonceng yang paling dicintai di Korea dan dikenal karena suaranya yang indah. Genta dengan berat 18,9 ton, tinggi 3,66 meter, diameter 2,27 meter, dan tebal 11-25 cm tersebut butuh waktu 34 tahun untuk dibuat. Genta yang menjadi genta terbesar di Korea ini pun digantung di sebuah paviliun halaman Museum Nasional Gyeongju, Provinsi Gyeongsang Utara.

Dinamakan Genta Suci Raksasa Raja Seong Deok alasannya karena dibuat atas perintah Raja Gyeong Deok, raja yang bertahta pada tahun 742 hingga 765, yang merupakan raja ke-35 dari kerajaan Silla. Raja Gyeong Deok memerintahkan membuat genta ini sebagai bentuk bakti terhadap sang ayah, Raja Seong Deok. Namun, sayangnya Raja Gyeong Deok meninggal dunia sebelum pembuatan genta ini selesai, hingga akhirnya diteruskan oleh Raja Hyegong sampai selesai di tahun 771.

1. Bagian-bagian Penting Genta Suci Raksasa

Genta raksasa ini terdiri dari beberapa bagian mulai dari kait yang berbentuk kepala naga, pipa akustik, dan bagian tubuh genta itu sendiri. Bagian atasnya terdapat tali naga yang ukirannya berbentuk kepala naga, berfungsi sebagai cincin untuk menggantung genta. Kemudian pipa khas genta Korea dirancang untuk meminimalkan kebisingan yang disebut Eumtong. Berkat pipa tersebut, genta ini menciptakan suara yang teratur yang fluktuatif yang biasa disebut dengan fenomena pemukulan, yang membuat gema yang dalam dan luas. Terakhir, bagian tubuh genta yang dihiasi dengan ukiran halus sepasang perempuan malaikat.

Seperti dilansir dari Voluntary Agency Network of Korea (VANK), spot pukul yang tepat disebut Dangjwa, ditandai dengan pola lotus. Genta Raja Seong Doek ini tidak seperti genta di negara barat yang suaranya dibuat bergetar. Genta Korea ini dirancang untuk dipukul oleh balok kayu.

2. Durasi Suara Terlama di Dunia

Fisikawan modern membuktikan bahwa Dangjwa pada genta raksasa ini terletak di spot yang ideal untuk menciptakan suara yang paling beresonansi sambil meminimalkan dampak dari pukulan yang dibuat. Kombinasi dari banyak faktor lain yakni suara indah yang bahkan teknologi modern pun tidak akan bisa memproduksinya.

Tahukah Kamu? Genta Raja Seong Deok ini menghasilkan suara yang rendah namun bisa bertahan hingga 3 menit. Lama suara yang dihasilkan ini menjadi durasi yang terlama di dunia. Bahkan pada malam hari, dentang genta ini dapat merambat hingga sejauh 3 km!

3. Legenda Genta Suci Raksasa Raja Seong Deok

Genta Suci Raksasa Raja Seong Deok ini juga dikenal sebagai Genta Emille. Pengucapan Emille di artikan sebagai ibu di aksen Silla. Menurut legenda yang beredar, awalnya genta ini tidak berbunyi ketika pertama kali diselesaikan. Kemudian kepala biara memerintahkan agar genta dilelehkan kembali dan mengorbankan seorang anak untuk dimasukkan ke logam cari mendidih. Akhirnya seorang ibu pun rela menyerahkan anaknya untuk Buddha.

Saat pertama kali diperdengarkan, kepala biara pun akhirnya berhasil mengumandangkan genta tersebut. Namun, mereka terkejut karena suara yang dihasilkan seperti tangisan pilu seorang anak untuk ibunya, 'Emille...emille...'

Seperti dilansir dari Korps Budaya Buddha Korea, untuk membuktikan legenda ini para ahli pun melakukan tes dengan mencari jejak fosfor yang menunjukkan adanya sisa-sisa manusia. Namun, hasilnya hal tersebut tidak terdeteksi. Pada akhirnya, beberapa berpendapat bahwa legenda ini merupakan analogi untuk Raja Hyegong yang naik tahta pada usia delapan tahun setelah sang ayah, Raja Gyeong Deok, meninggal dunia.

Genta Raksasa Raja Seong Deok adalah mahakarya yang mewakiliki seni, teknologi, dan ilmu pengetahun Silla. Seorang arkeolog Jerman, Dr Otto Kummel pernah mengatakan, lonceng ini adalah lonceng terbaik di dunia. Kika Jerman memiliki lonceng seperti ini, cukuplah membangun sebuah museum untuk genta ini. Genta ini pun menjadi Harta Nasional No. 36 di Korea.

(kpl/mit)

Editoraaa: Mita Anandayu


REKOMENDASI
TRENDING