'ARISAN' Film Terbaik FFI 2004

Minggu, 12 Desember 2004 08:20 Penulis: Erlin
Kapanlagi.com - Setelah sukses di pasaran ternyata Arisan masih mampu menunjukkan ketangguhannya menyabet penghargaan terbaik sebagai film terbaik di ajang penghargaan Festival Film Indonesia 2004 yang digelar di Jakarta, Sabtu malam.

Dalam pergelaran FFI yang berlangsung di Galeri Rama Shinta Dunia Fantasi Ancol itu, film yang mengangkat kisah kehidupan tiga orang sahabat dari kaum metropolis ibukota dengan persoalan masing-masing itu mengalahkan film remaja Ada Apa Dengan Cinta? yang juga dinominasikan dalam FFI dan sukses dipasaran.

Film yang disutradarai Nia Dinata tersebut juga mengantarkan aktor Tora Sudiro yang memerankan sebagai seorang gay sebagai pemeran pria terbaik serta Surya Sahputra yang memerankan pasangan gay Tora memperoleh piala Citra untuk pemeran pembantu pria terbaik.

Sementara itu dalam ajang FFI yang sempat terhenti selama 12 tahun itu sutradara terbaik jatuh ke tangan Rudi Sudjarwo dengan filmnya Ada Apa Dengan Cinta?" mengalahkan salah satu nominator lain yang juga sutradara dan aktor kawakan Slamet Raharjo Jarot.

"Penghargaan ini merupakan kemenangan perfilman Indonesia. Saya berjanji selama saya masih berdiri dan bernafas perfilman Indonesia tak pernah mati," ujar pria berkacamata tersebut setelah menerima piala Citra.

AADC? yang dinilai sebagai film pelopor bangkitnya kembali film nasional setelah sekian lama terpuruk, juga memberikan anugerah piala Citra Utama kepada aktris muda Dian Sastro Wardoyo sebagai pemeran utama wanita terbaik sementara piala Citra untuk pemeran pembantu wanita terbaik diraih Rahel Maryam dalam Arisan.

Meskipun gagal mendapatkan gelar sebagai film terbaik FFI 2004 namun film yang dibintangi bintang muda terkenal Nicholas Saputra dan Dian Sastro Wardoyo tersebut keluar sebagai film terfavorit pilihan pemirsa dengan dengan perolehan suara 65,8 persen. Selain Piala Citra, dalam FFI 2004 juga diberikan penghargaan khusus untuk insan film yang dinilai memiliki pengabdian dan dedikasi tinggi terhadap perfilaman nasional yang kali ini diberikan kepada sutradara Nya Abas Akub yang telah meninggal dunia pada 1991.

Penghargaan serupa juga diberikan kepada Misbach Yusa Biran peloppor berdirinya akademi sinematrografi FFTV IKJ dan Sinematek Indonesia yang merupakan pusat data infromasi adan arisp perfilaman Indonesia.

Ajang perhelatan insan perfilman nasional yang digelar selama dua jam dari pukul 21.00-23.00 wib itu sedianya akan dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono namun dibatalakan karena mengunjungi korban bencana alam di Alor Nusa Tenggara Barat.

(*/erl)

Editor:

Erlin


REKOMENDASI
TRENDING