CLOSE

Desember Jani Rilis Trailer, Raih Special Mention di TIFF

Desember Jani Rilis Trailer, Raih Special Mention di TIFF
Desember Jani (Palari Films)

Kapanlagi.com - Palari Films resmi merilis trailer dan poster film Desember Jani usai World Premiere di Tokyo International Film Festival (TIFF) ke-39 pada kompetisi Asian Future, tempat film ini juga meraih Special Mention. Film keluarga ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 10 Desember 2026.

Desember Jani menandai debut film panjang Ariani Darmawan sekaligus kembalinya Ariani dan Sigi Wimala dari masa hiatus, dengan tagline "satu rahasia, tiga generasi, empat perempuan".

1. Satu Rahasia di Rumah Empat Perempuan

Desember Jani (Palari Films)

Trailer memperkenalkan empat perempuan dari tiga generasi dalam satu rumah: Oma (Tutie Kirana), Winnie (Sigi Wimala), serta dua putrinya, Julia (Hyori Mika) dan Jani (Chempa Puteri). Sepuluh hari setelah Julia pergi dari rumah tanpa pamit, Jani (13 tahun) hanya ingin kakaknya pulang. Ia tahu ibunya, Winnie, menjadi alasan Julia pergi, sementara Winnie menenggelamkan diri dalam pekerjaan untuk menutupi rasa bersalahnya.

Selama empat hari di bulan Desember, Jani yang diam-diam masih berhubungan dengan Julia harus memilih, tetap bungkam demi kakaknya atau akhirnya bicara kepada ibunya. Nuansa itu juga tampak di poster resmi: kehangatan Jani dan Oma berseberangan dengan jarak dingin antara Winnie dan anak sulungnya, potret keluarga yang tidak sempurna tetapi terus mencoba.

(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)

2. Raih Special Mention di Tokyo

Produser Meiske Taurisia menyebut Asian Future Special Mention sebagai apresiasi berharga bagi para pembuat film dan jajaran pemeran.

"Asian Future Special Mention memberikan kepercayaan bahwa akan selalu ada kesempatan untuk pertama kali. Film panjang pertama untuk Ariani Darmawan sebagai sutradara, skenario pertama untuk Cyntha Hariadi, pertama kali menjadi aktor utama bagi Chempa Puteri, dan film panjang pertama buat aktor Hyori Mika. Penghargaan ini juga apresiasi besar untuk kembalinya Sigi Wimala ke layar lebar, dan Tutie Kirana yang telah berkarya lebih dari 50 tahun. Harapan kami hanya satu, Desember Jani dirayakan di rumah sendiri dan ditonton oleh para penonton film Indonesia. Dan yang paling penting, memantik berbagai percakapan yang belum selesai dalam keluarga," ujarnya.

Meiske menambahkan, "Sebagai film kesebelas Palari Films, Desember Jani lahir dari kepemimpinan kreatif perempuan dan kolaborasi istimewa. Ini bukan tentang keluarga yang sempurna, melainkan tentang keluarga yang terus mencoba. Mari tutup tahun 2026 dengan nonton Desember Jani mulai 10 Desember di bioskop." Film ini diproduseri Meiske dengan produser eksekutif Luna Maya.

3. Kisah Ibu-Anak yang Dekat dengan Keseharian

Ariani Darmawan, seniman visual sekaligus pendiri Kineruku Bandung, sebelumnya menggarap film pendek dan dokumenter bertema identitas, termasuk Sugiharti Halim yang berkompetisi di Clermont-Ferrand. Desember Jani menjadi refleksi personalnya sebagai seorang ibu dan anak, dengan skenario yang ia tulis bersama Cyntha Hariadi, penyair dan novelis favoritnya sejak Manifesto Flora.

"Dari luar, mungkin kita akan melihat bahwa ini cerita tentang keluarga tiga generasi. Ada satu anaknya yang pergi dari rumah dan bagaimana mereka menunggu sang anak pulang. Sambil menunggu, kemudian mereka saling terkoneksi satu sama lain. Tapi lebih dari itu, saya pikir Desember Jani juga tentang perasaan-perasaan terdalam mereka. Semua orang pasti punya lukanya masing-masing. Bahkan yang paling kecil pun juga sudah memiliki lukanya sendiri," ujar Ariani.

Sigi Wimala, yang kembali berakting setelah hiatus, memerankan Winnie, ibu tunggal yang menjadi tulang punggung keluarga dan menyimpan rasa bersalah sejak anak sulungnya pergi.

"Sebagai orang tua tunggal, Winnie harus jadi segalanya di rumah. Pulang kerja sudah capek, dan capek itu sering keluar dalam bentuk marah. Bukan karena tidak peduli. Yang sebenarnya ingin dia bilang cuma, 'Ibu khawatir sama kamu,'" ujar Sigi. "Aku berharap orang tua yang menonton bisa sedikit lebih lembut pada diri sendiri. Lelah itu manusiawi, salah bicara juga bisa terjadi. Yang penting, kita masih mau mencoba bicara lagi dengan anak kita," tambahnya.

Pesan itu juga Sigi bawa dalam kesehariannya. Selama di Tokyo, ia selalu membawa V-SOY di tasnya. "Banyak ibu, seperti Winnie, sibuk menjaga semua orang sampai lupa menjaga diri sendiri. Buat aku, merawat diri bisa dimulai dari hal yang simpel, seperti memastikan ada V-SOY di tas sebelum memulai hari yang panjang," kata Sigi.

Film ini juga dibintangi Chempa Puteri dalam peran utama pertamanya dan Hyori Mika dalam debut film panjangnya, yang menyanyikan ulang Kopi Kaleng karya Harlan Boer sebagai OST, serta Tutie Kirana sebagai Oma yang hangat dan jenaka.

4. Kompetisi "Stories of Her"

Menyambut penayangan film, Palari Films berkolaborasi dengan CapCut menggelar kompetisi film pendek bertema "Stories of Her" untuk kreator perempuan berusia 18 tahun ke atas. Karya berdurasi 3–5 menit ini mengangkat pengalaman perempuan dalam keluarga, dengan pembekalan dari Meiske Taurisia dan sutradara Mouly Surya, serta panduan teknis dari CapCut. Kompetisi berlangsung 26 Oktober–22 November 2026, dan pemenang diumumkan pada 25 November 2026.

CapCut juga merilis template khusus Desember Jani mulai 5 November 2026, bersamaan dengan trailer dan poster. Pengguna bisa memasukkan foto atau video pribadi ke aset resmi film—mulai dari title treatment, stiker, potongan dialog, hingga OST Kopi Kaleng versi Jani & Julia. Informasi lengkap tersedia di palarifilms.com/desemberjani.

(BCL Bantah Isu Hamil, minta netizen stop berasumsi.)

(kpl/jje)

Rekomendasi

Trending