Film Klenik Bikin Menpora Risih

Senin, 14 Januari 2008 18:10 Penulis: Yunita Rachmawati
Kapanlagi.com - Film-film layar lebar yang diputar di bioskop dan setelah itu ditayangkan di layar kaca dengan judul dan substansi klenik dan santet kian menjamur. Namun, cerita bernuansa horor itu malah membuat risih Menpora Adhyaksa Dault.

Di satu sisi, Mantan Ketua Umum KNPI itu bangga dengan kreativitas sineas muda, namun di sisi lain ia menyayangkan mereka hanya membuat karya sebatas film klenik dan santet saja.

"Saya amati dari 10 film layar lebar, sembilan di antaranya menampilkan tema dan adegan klenik dan santet. Ada HANTU JERUK PURUT, SUSTER NGESOT, CASSABLANCA dan banyak lagi," ujarnya, usai menghadiri Tabligh Akbar, di Pangkalpinang, Minggu (13/1).

Adhyaksa merasa heran dengan tayangan yang kurang mendidik dan berbobot itu. Ia mempertanyakan apa tidak ada tema lain yang lebih berbobot dan memberikan nilai edukasi bagi penontonnya.

Di satu kesempatan ia bertemu dengan sineas pembuat film santet dan klenik itu. Ia kemudian memberi masukan dan mengkritisi film-film dengan tema tersebut. Anehnya sang sineas malah bersikeras bahwa membuat film dengan judul dan tema apa pun merupakan hak asasi mereka. Ia mengatakan bahwa film-film dengan tema seperti itu justru yang banyak diminati oleh penonton.

Atas dasar ingin memberikan pembelajaran, ia kemudian membuat film layar lebar berjudul LAKSAMANA MALAHAYATI. Film yang dibintangi aktris Ine Febriyanti dan aktor Sultan Saladin, serta Nizar Zulmi itu kini ditayangkan di TVRI sebagai tontonan yang memberikan motivasi heroik bagi anak bangsa.

Malahayati sendiri merupakan seorang wanita yang dengan kepahlawanannya mampu mengusir 200 kapal Portugis yang akan menyerang Nanggroe Aceh Darussalam dan sangat disayangkan kepahlawanannya seolah-olah diabaikan saja.

"Bangsa kita jangan hanya kenal Laksamana Sukardi atau laksamana dari (TNI) AL saja. Ingatlah patriotisme yang diperlihatkan Malahayati," ujarnya. 

(*/boo)


REKOMENDASI
TRENDING