Make-Up Do Magic, 3 Aktor Muda Bertarung di Nominasi FFI 2016

Selasa, 25 Oktober 2016 10:52 Penulis: Fitrah Ardiyanti
Make-Up Do Magic, 3 Aktor Muda Bertarung di Nominasi FFI 2016 Reza Rahadian - Abimana Aryasatya - Vino G Bastian/©Istimewa

Kapanlagi.com - Nominasi Festival Film Indonesia 2016 sudah dibacakan pada 14 Oktober 2016 di Plaza Indonesia, Jakarta. 4 aktor masuk dalam nominasi Pemeran Utama Pria Terbaik tahun ini yaitu Reza Rahadian, Tio Pakusadewo, Abimana Aryasatya dan Vino G Bastian yang bersaing untuk memperebutkan Piala Citra.

Mengapa hanya 4 orang saja yang masuk, padahal biasanya ada 5 nama di setiap tahunnya? Tahun ini, Reza Rahadian dinominasikan dalam dua film berbeda yaitu dalam film komedi arahan Upi Avianto, MY STUPID BOSS, dan film biopik arahan Hanung Bramantyo yaitu RUDY HABIBIE.

3 lainnya adalah dua aktor muda, Vino G Bastian dan Abimana Aryasatya yang beradu akting dalam film komedi arahan Anggy Umbara, WARKOP DKI REBORN: JANGKRIK BOSS. Vino berperan sebagai Kasino Hadiwibowo dan Abimana berperan sebagai Dono.

Jika dilihat lagi, tanpa mengesampingkan keberadaan aktor senior Tio Pakusadewo dalam SURAT DARI PRAHA, Reza, Abimana dan Vino mencuri perhatian dengan karakter yang mereka mainkan dalam film masing-masing. Ketiganya harus memakai make-up yang cukup ribet hanya untuk menghidupkan karakter Bossman, Kasino dan Dono Warkop.

Reza saat berada di set syuting MY STUPID BOSS bersama Upi Avianto/©Falcon PicturesReza saat berada di set syuting MY STUPID BOSS bersama Upi Avianto/©Falcon Pictures

Reza contohnya, harus rela di-make-over dua jam setiap harinya untuk bisa menampilkan sosok boss menyebalkan dengan perut buncit dan rambut tipis nyaris botak. Jika kalian sama sekali tak mengenal Reza Rahadian, kalian pasti tak akan menyangka jika aktor pemeran sang bossman adalah lelaki yang rupawan.

"Untuk tampilan kayak Bossman butuh 2 jam sendiri, sejam buat lepasnya. Badan ada tambahan gendut. Selama jadi bossman AC harus ada 2, panas banget, gak boleh keringetan soalnya," ujar Reza.

Demi penampilannya sebagai boss Bunga Citra Lestari, ia punya permintaan khusus kepada tim produksi. "Pakai boldcap, ini perdana. Saya bilang hanya mau pake boldcap yang dibuat Orlando Blasi. Karena sangat halus, rambutnya rambut asli, bisa pesen sesuka hati. Prosesnya aman banget. Thanks buat Falcon," ungkapnya.

Nggak cuma meminta wardrobe khusus, Reza juga diwajibkan terlihat lebih gemuk, hingga membuat sang ibu shock. "Ibu saya nonton trailer-nya juga, 'aduh kok anak gue kenapa begini nih?' Ini (berat badan) naik 5 sampai 6 kilo," lanjut Reza.

Jadi Bossman, Reza punya permintaan khusus/©Falcon PicturesJadi Bossman, Reza punya permintaan khusus/©Falcon Pictures

Tapi, kerja kerasnya dibantu tim produksi MY STUPID BOSS terbayar manis dengan masuk nominasi FFI 2016. Meski punya 3 saingan berat, Reza terus optimis. "Kayaknya nggak mungkin juga saya bilang pesimis ya. Tapi balik lagi ke penjurian. Tapi saya tetap optimis," kata Reza saat ditemui usai pengumuman nominasi FFI di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Jum'at (14/10).

Untungnya, keempatnya bersaing secara sehat dan saling dukung satu sama lain. "Buat saya kayaknya karena kami kenal, kami berteman, kami satu industri. Kita untungnya saling mendukung, kayak tahun lalu ada momentum, Om Deddy Sutomo menang dalam salah satu festival, kami semua ikut mendukung (naik) ke panggung memberikan apresiasi," ungkap lelaki kelahiran 1987 ini.

"Istilahnya di aktor-aktor, siapa pun yang menang nggak ada yang (merasa) yah kok harus dia. Nggak ada sih, kita selalu senang saja. Bahkan habis itu kita bisa rayain sama-sama. Always happy untuk siapa pun yang menang," jelasnya.

Reza bersyukur bisa kembali masuk dalam nominasi seperti tahun lalu, di mana dirinya sukses menyabet Piala Citra atas perannya sebagai HOS Cokroaminoto dalam GURU BANGSA: TJOKROAMINOTO. "Itu sebuah prestasi tersendiri. Artinya saya merasa tidak semua aktor di Indonesia diberikan kepercayaan seperti itu. Jadi saya merasa sangat beruntung masih diberi kepercayaan oleh juri yang silih berganti dari keterlibatan saya di tahun 2009, artinya setiap karya saya masih diapresiasi."

Beralih kepada Abimana Aryasatya yang juga harus menjalani sesi make-up cukup lama kala dirinya harus memerankan karakter Wahjoe Sardono alias Dono Warkop dalam JANGKRIK BOSS. Abi sempat browsing di internet untuk mencari pembuat gigi palsu berkualitas hingga menemukan satu tempat di Singapura. Sayangnya karena terkendala waktu, Abimana batal berangkat dan menemukan satu pengrajin gigi  di Indonesia yang kualitasnya tak jauh berbeda.

Abimana saat berperan jadi Dono di Jangkrik Boss Part 1/©Falcon PicturesAbimana saat berperan jadi Dono di Jangkrik Boss Part 1/©Falcon Pictures

Di tempat itulah suami dari Inong ini melewati serangkaian proses tak
mudah. Pertama-tama gigi Abimana diukur sebelum dirontgen, karena
harus sesuai dengan bentuk rahang. Berikutnya proses custom gigi palsu
dari bahan keramik yang dicoba satu-persatu agar cocok dan terlihat
sempurna.

"Bahan yang digunakan untuk gigi palsu saya dari keramik, dan itu custom karena nggak ada di mana-mana. Dicoba satu-satu sampai benar-benar mirip (Dono). Hasilnya bisa dilihat sendiri kan, seperti apa gigi saya di trailernya," ungkap Abimana.

Perjuangannya memakai gigi palsu hingga berdarah-darah menuai hasil manis. JANGKRIK BOSS mampu menembus 6,5 juta penonton dan menjadi yang terlaris di Indonesia tahun ini. Namun, yang menjadi kepuasan batin Abi adalah sambutan positif dari keluarga mendiang Dono Warkop, terutama anak-anaknya.

Satrio Sarwo Trengginas dan Andika Aria Sena mengaku kaget ketika pertama mendengar ayahnya bakal diperankan oleh Abimana. Secara fisik, Abi memang tak ada mirip-miripnya dengan Dono, tapi Satrio memuji special FX make-up yang mengubah Abi menjadi mirip ayahnya.

Kemiripan Abimana dengan Dono Warkop DKI/©Falcon PicturesKemiripan Abimana dengan Dono Warkop DKI/©Falcon Pictures

"Awalnya kaget pas liat mas Abimana peranin Dono. Awalnya lihat ganteng-ganteng semua. Pas video readingnya, lihat Abimana pakai gigi palsu, gesturnya mirip. Pas adegan nyanyi warung kopi, falesnya mirip," sambung Satrio.

Kekagumannya makin menjadi ketika menonton trailer JANGKRIK BOSS. "Bapak saya kan rada buncit, mulut mirip dan suka megang bibir dan tangan. Makasih mas Abi. Awalnya nanya-nanya, bakalan lucu nggak sih ini? Belum ada bayangan karena komedian belum ada yang selucu Warkop. Tujuannya ternyata bukan menggantikan tapi melestarikan, setidaknya nama Warkop berjaya terus," pungkas Satrio.

Sosok mendiang Dono dan Kasino memang begitu nyentrik dan menjadi idola hingga kini. Nggak heran jika usaha tim Falcon untuk 'menghidupkan' keduanya terlihat tak setengah-setengah. Vino, pemeran Kasino, juga harus didandani sedemikian rupa sehingga punya style mirip aktor yang punya logat Banyumas dan Betawinya itu.

Secara fisik, Vino tak banyak mengalami perubahan seperti Abi. Hanya saja ia harus mempelajari body language Kasino dan juga logat medoknya. Di sela syuting, Indro Warkop mengakui, Vino adalah salah satu cast yang terus mantengin Youtube untuk mendalami perannya sebagai Kasino dengan cara memperhatikan detail-detail dalam beragam film Warkop lawas.

Vino tak banyak berubah secara fisik namun harus membangun chemistry/©Falcon PicturesVino tak banyak berubah secara fisik namun harus membangun chemistry/©Falcon Pictures

Bahkan, untuk membangkitkan chemistrynya dengan mendiang Kasino, Vino sampai melakukan ziarah kubur ke makam sang legenda. "Saya ke sini memang untuk membangun chemistry, karena kan chemistry buat saya yang meranin almarhum. Nggak cuma chemistry buat pemain sekarang, tapi chemistry ke Om Kasino juga yang aku peranin," tutur Vino.

Makeup dan wardrobe memang sangat berperan penting dalam menghidupkan karakter dalam sebuah film. Dari film fantasy semacam ALICE IN WONDERLAND, atau semacam komedi seperti THE WEDDING AND BEBEK BETUTU yang punya kesamaan taste kostum dengan salah satu 2015 Oscar's contender THE GRAND BUDAPEST HOTEL, atau comedy seperti MY STUPID BOSS hingga remake JANGKRIK BOSS, make-up, wardrobe hingga special effect memegang peranan penting.

Namun, meski memegang peranan penting, faktor utama yang jadi penilaian tetaplah kemampuan akting para aktor kebanggaan kita ini. Bagi Reza Rahadian, ini adalah kali kelimanya masuk nominasi FFI sejak tahun 2009. 

Pada 2010, Reza dinominasikan 2 kali dalam kategori ini atas aktingnya dalam film 3 HATI 2 DUNIA 1 CINTA dan ALANGKAH LUCUNYA NEGERI INI. Hal tersebut terulang lagi pada 2015, saat dirinya dinominasikan dalam satu kategori atas film GURU BANGSA: TJOKROAMINOTO dan KAPAN KAWIN. Reza akhirnya berhasil membawa pulang total 4 Piala Citra sepanjang karirnya.

Tio Pakusadewo sebagai mahasiswa excile di Praha/©VisinemaTio Pakusadewo sebagai mahasiswa excile di Praha/©Visinema

Sedangkan Vino sudah masuk nominasi FFI sejak 2008 atas film RADIT & JANI, SERIGALA TERAKHIR (2009), dan TOBA DREAMS (2015). Sejauh ini dirinya baru membawa pulang 1 Piala Citra atas aktingnya sebagai Radit di RADIT & JANI.

Abimana Aryasatya yang dulu dikenal sebagai Robertino sudah masuk kancah FFI sejak tahun 2013 dalam BELENGGU dan HAJI BACKPACKER (2014). Di antara nominee, hanya Abimana saja yang belum pernah membawa pulang Piala Citra.

Sepak terbang Tio Pakusadewo tentunya sudah tak perlu diragukan lagi. Lelaki 53 tahun itu sudah mengantongi 2 Piala Citra dan sederet nominasi dalam berbagai ajang penghargaan film nasional dan internasional. Agaknya, nominasi FFI 2016 dalam kategori Pemeran Utama Pria Terbaik cukup ketat ya. Siapa jagoanmu?

Written by: Tita Chamberlin

(kpl/tch)

REKOMENDASI
TRENDING