Putri Tanjung Ajak Anak Muda Bergerak Lewat Film Pendek 'KINETIK'

Selasa, 29 Agustus 2017 16:52 Penulis: Ahmat Effendi
Putri Tanjung Ajak Anak Muda Bergerak Lewat Film Pendek 'KINETIK' Putri Tanjung ©KapanLagi.com

Kapanlagi.com - Sebagai entrepreneur muda, Putri Tanjung terus melakukan kegiatan-kegiatan yang menginspirasi banyak orang. Kini ia mewujudkan project terbaru berupa campaign #MUDABERGERAK yang bertujuan menggerakkan semangat anak muda Indonesia untuk memberi kontribusi sosial terhadap lingkungan sekitar.

"Jadi aku buat sebuah gerakan yang bernama Muda Bergerak. Jadi ini sebuah sosial campaign yang diawali film pendek yang berjudul KINETIK kemudian ada gerakan dengan #MudaBergerak di mana kita mengundang semua komunitas sosial untuk mendaftar di www.mudabergerak.com dan kita akan memilih lima dari komunitas sosial itu dan akan kita develop, kita akan coaching masalah teknologi, kita ajarkan digital marketing dan digital content. Kita sangat berharap dengan adanya Muda Bergerak ini komunitas sosial akan berdampak lebih besar lagi," ujar Putri saat ditemui di Menara by Kibar, Cikini, Jakarta Pusat belum lama ini.

Putri Tanjung ajak anak muda Indonesia untuk bergerak. ©KapanLagi.com/Nuzulur RakhmahPutri Tanjung ajak anak muda Indonesia untuk bergerak. ©KapanLagi.com/Nuzulur Rakhmah

Campaign #MUDABERGERAK ini pun berawal dari sebuah film pendek berjudul KINETIK yang disutradarai dan diproduseri oleh Putri Tanjung sendiri. Film pendek ini bercerita tentang tiga sahabat yang merenovasi sebuah sekolah yang tidak layak. Para pemainnya adalah Refal Hady (Karim), Dhea Seto (Dhea) dan Kenny Austin (Kevin).

"Gue kepikiran film pendek Kinetik karena terinspirasi dari komunitas sosial. Anak-anak muda yang bergerak, berbagi, itu keren. Film adalah awal mula campaign ini. Ini juga adalah film pertama saya memproduseri dan mendirect. KINETIK ini adalah tentang tiga sahabat yang diperankan oleh Dhea Seto, Refal Hady dan juga Kenny Austin. Mereka sukses dalam karirnya masing-masing. Tapi di hati mereka masih merasa ada kekurangan. Nah akhirnya mereka merenovasi sebuah sekolah. Ini nyata semua guru dan murid di sana beneran. Jadi pas mereka melihat sekolahnya sudah jadi itu nyata. Ini pengalaman yang spesial buat gue. Gue mendapat ketulusan yang nggak gue dapat di ibu kota," cerita Putri.

Putri lantas menjelaskan alasannya memilih sekolah yang berada di daerah Karawang untuk direnovasi. Saat ini meski banyak orang tergolong cukup mampu, namun di sekitar ternyata masih banyak kondisi lingkungan yang mengenaskan.

"Karena Karawang hanya dua jam dari Jakarta dan di situ ada sekolah yang tidak layak. Benar-benar kita bahkan untuk sampai ke sekolahnya saja kita harus berjalan selama 45 menit karena tidak bisa menggunakan transportasi apapun. Bayangkan hanya dua jam dari Jakarta tapi tidak ada listrik, tidak ada air bersih, tidak ada sinyal. Ternyata masih ada juga daerah dari Jakarta yang seperti itu. Menurut aku itu sangat menarik untuk diangkat dan pas ke sana pertama kali survey ketemu adik-adiknya, kepala sekolahnya dan semua sudah sangat welcome. Nggak bisa pergi untuk memilih sekolah lain," paparnya.

(kpl/rhm/sjw)

Reporter:

Nuzulur Rakhmah


REKOMENDASI
TRENDING