Raditya Dika Itu 'Monster', Kami Punya Alasannya

Jum'at, 24 Oktober 2014 11:51 Penulis: Mahardi Eka
Raditya Dika Itu 'Monster', Kami Punya Alasannya dok. KapanLagi.com®
Kapanlagi.com - Sebagai seorang selebriti, Raditya Dika punya penampilan yang mungil dengan kacamata frame hitamnya itu. Ia yang dikenal sebagai salah satu komika tanah air juga selalu memberikan joke-joke ringannya di setiap kesempatan. Tak terbayangkan bukan kalau sosok yang punya follower jutaan di Twitter ini adalah seorang 'monster'.

Jangan kaget dulu, monster di sini bukanlah monster mengerikan seperti yang ada di film-film horor. Kami memilih istilah tersebut karena sang aktor, penulis dan komika satu ini punya potensi yang mengerikan terkait dengan karirnya dalam perfilman tanah air. Ia memang tergolong pendatang baru dalam perfilman, tapi percayalah bahwa pada kenyataannya ia bisa mengubah dirinya jadi 'monster mengerikan'.

Ada beberapa alasan kami menyebutnya sebagai monster mengerikan. Yang pertama karena memang ia punya follower jutaan di akun Twitter. Bicara tentang perfilman tentu tak lepas dari berapa keuntungan yang didapat oleh Studio saat merilis sebuah film. Salah satu indikator kesuksesannya tentulah jumlah penonton yang datang ke bioskop.

Mari kita hitung, dengan jumlah followernya yang mencapai 8,3 juta tentu tak sulit bagi Radit dalam mengajak para follower setianya itu untuk pergi ke bioskop dan menonton filmnya. Seperempat dari followernya saja sudah mencapai angka 2 juta. itu sudah cukup untuk membuat filmnya menjadi laris. Faktor inilah yang membuat Radit menjadi mengerikan. Dari banyaknya selebriti di tanah air, ia menjadi salah satu yang ramah dan komunikatif saat harus menyapa para penggemarnya.

Film-film Raditya Dika, mulai dari KAMBING JANTAN hingga yang terbaru MARMUT MERAH JAMBU tak ada yang tampil mengecewakan, semua filmnya tersebut memperoleh pendapatan tak sedikit. Yang paling tinggi di antara semuanya adalah CINTA BRONTOSAURUS dengan perolehan sebesar 892.915 penonton dalam sepanjang pemutarannya.

Cinta Brontosaurus adalah film Radit yang terlaris. (Starvision)Cinta Brontosaurus adalah film Radit yang terlaris. (Starvision)

 

Keuntungan yang didapat oleh para produser dan rumah produksinya lewat film-film Radit seakan menjadi rapor bagus sang aktor. Sehingga tak sulit baginya untuk kemudian mencari dana dalam penggarapan filmnya berikutnya, yang kita tahu sebagian besar diadaptasi dari novel-novelnya (yang juga laris manis). Dari awal kemunculannya di tahun 2009 lewat KAMBING JANTAN, kini ia telah menelurkan empat film sampai yang terbaru MALAM MINGGU MIKO. Dalam rentang waktu lima tahun saja ia bisa memproduksi enam film. Produktif bukan?

Alasan ketiga mengapa ia punya kans besar jadi orang sukses di perfilman adalah karena setiap filmnya diangkat dari novel-novel best sellernya. Meminjam istilah bisnis, film layar lebarnya sudah lolos market test. Kalau bukunya laris, otomatis film layar lebarnya pasti laris. Jadi produser filmnya tak perlu khawatir akan rugi jika mereka memutuskan untuk mengangkat kisah Raditya Dika menjadi sebuah film layar lebar. Bandingkan saja penjualan buku terbarunya, MARMUT MERAH JAMBU dan juga film MARMUT MERAH JAMBU, tak akan jauh berbeda.

Banyak dari film-film layar lebar saat ini yang dibuat berdasarkan pengamatan yang demikian. Para produser merasa lebih aman jika mereka mendanai sebuah film yang diangkat dari sebuah karya sastra atau novel yang sudah ketahuan laris tidaknya di masyarakat. Contoh yang paling kentara adalah penggarapan film novel-novel Dewi Lestari. Hampir setiap novel best sellernya diangkat menjadi film layar lebar, mulai dari RECTOVERSO, MADRE, PERAHU KERTAS hingga yang terbaru SUPERNOVA dan FILOSOFI KOPI

Ketiga alasan makin diperkuat dengan jejaring Raditya Dika yang luas di dunia hiburan tanah air. Ia punya teman-teman yang sama tenarnya dan juga rela bergabung dalam setiap proyek film yang ia kerjakan. Tak hanya itu, Dika juga jeli dan piawai dalam memilih para pemain muda yang punya potensi untuk kemudian digaet dalam film-filmnya. Yang terbaru saja, ia menggaet jajaran nama besar seperti Franda, Kamga, Jajang C Noer, Tio Pakusadewo, Ciccio Manassero, Ge Pamungkas, Sonya Pandamarwan untuk menjadi pemain filmnya. Mulai dari pemain muda hingga senior tumpah ruah dalam satu film.

Ke depannya, bisa dipastikan bahwa dalam setiap film Raditya Dika akan selalu mendatangkan hasil bagus. Meski mungkin tak akan mencapai angka bombastis, yang pasti hasil peredaran filmnya dapat membuat Dika dan produsernya tersenyum lega.

(kpl/dka)

Editor:

Mahardi Eka


REKOMENDASI
TRENDING