Skandal Pelecehan Seksual Harvey Weinstein, Bos Miramax Yang Gegerkan Hollywood

Rabu, 11 Oktober 2017 08:31 Penulis: Helmi Romadhon
Skandal Pelecehan Seksual Harvey Weinstein, Bos Miramax Yang Gegerkan Hollywood Harvey Weinstein © Shutterstock/hollywoodlife.com

Kapanlagi.com - Kamis (5/10) lalu, dunia Hollywood dibuat terkejut dengan laporan dari New York Times tentang pelecehan seksual yang dilakukan oleh Harvey Weinstein kepada beberapa artis demi iming-iming karir. Harvey sendiri merupakan seorang produser besar dari Weinstein Company yang telah sukses dengan ratusan film box office Hollywood, seperti LION dan SILVER LININGS PLAYBOOK.

Beberapa artis, model, asisten, dan pekerja akhirnya buka suara tentang kejadian ini. Salah satunya adalah Ashley Jude, yang merupakan artis senior. Wanita 49 tahun itu membintangi berbagai film populer seperti DOUBLE JEOPARDY hingga DIVERGENT.

Kepada NY Times, Ashley menceritakan kasus pelecehan seksual yang menimpanya pada 20 tahun lalu itu. Semua berawal dari ajakan Harvey untuk meeting di hotel di Beverly Hills yang terletak di Peninsula, yang ternyata berujung perlakuan tidak menyenangkan.

Ashley Judd akui dapat perlakuan tidak sopan dari Harvey © ShutterstockAshley Judd akui dapat perlakuan tidak sopan dari Harvey © Shutterstock

Ketika berada di dalam kamar, Harvey bukan muncul dengan setelan formal melainkan hanya mengenakan baju handuk dan menawarkan Ashley sebuah pijatan atau menyaksikannya mandi. Laporan ini lantas membuat jagat Hollywood gempar.

"Bagaimana aku bisa keluar dari kamar itu tanpa sepengetahuan Harvey? Aku sudah bilang tidak, dengan berbagai cara dan berulang kali. Tapi dia selalu datang lagi padaku dengan permintaan-permintaan yang baru. Semuanya tawar menawar, tapi memaksa," ungkap Ashley.

Selain Ashley, setidaknya ada 8 nama yang sudah disebut mendapat perlakukan tidak sopan dari Harvey sejak tahun 1990 lalu. Termasuk juga aktris Rose McGowan, yang mendapat perlakuan tidak senonoh dalam selama acara Sundance Film Festival pada akhir 90-an. Ada juga seorang reporter TV yang menuduh Harvey masturbasi di hadapannya.

Ada 8 nama korban yang terungkap dalam kasus ini, termasuk Rose McGowan © Just JaredAda 8 nama korban yang terungkap dalam kasus ini, termasuk Rose McGowan © Just Jared

Usut punya usut, Ashley sendiri sebelumnya telah mengungkap kasus ini kepada Variety pada 2015. Namun kala itu ia tidak menyebut nama. Rose pun sudah membahas kasus ini pada 1997, namun kasus tersebut justru tidak terungkap dan berakhir dengan 'uang suap'. Yang menjadi pertanyaan, lantas mengapa baru sekarang kasus ini terungkap?

Hal ini diyakini masih berhubungan dengan kekuasaan Harvey di Hollywood. Perlu diakui bahwa Harvey merupakan produser handal. Sejumlah filmnya telah meraih penghargaan bergengsi seperti Oscar, termasuk THE IMITATION GAME dan DJANGO UNCHAINED. Artinya, ada bakal ada banyak talent muda yang berjuang mati-matian untuk bisa mendapatkan peran di salah satu filmnya.

Selain itu, Harvey sendiri dinobatkan menjadi orang yang paling berpengaruh versi Time pada tahun 2012 lalu. Tak hanya pada dunia perfilman, Harvey juga pengaruh di bidang politik. Di mana seperti yang dilansir Business Insider, sejak tahun 90-an, ia telah menyumbang lebih dari US$ 750 ribu atau sekitar Rp 10,1 miliar.

Harvey merupakan orang yang penting di Hollywood © dailymail.co.ukHarvey merupakan orang yang penting di Hollywood © dailymail.co.uk

Menghadapi pria dengan kekuasaan yang besar tentu bukanlah hal mudah. Proses peradilannya sendiri dapat menguras banyak waktu dan tenaga. Berada di posisi 'lemah' pun tentu jadi pertimbangan mengapa para korban memutuskan untuk tidak buka suara.

Rose pada tahun 2015 lalu sempat menuliskan tweet yang diyakini ditujukan untuk Harvey. "Seorang pengacara kriminal wanita mengatakan, 'Aku tidak akan menang melawan bos studio karena aku pernah melakukan adegan ranjang di film'. Ini sudah jadi rahasia di Hollywood/Media," tulis Rose.

Lauren O’Connor yang merupakan mantan pekerja Harvey mengungkapkan, "Aku usia 28 tahun yang mencoba untuk hidup dan punya karir: Harvey Weinstein pria 64 tahun, orang terkenal dan punya perusahaan. Perbandingan kekuasaan dia dan aku adalah 0 berbanding 10."

Harvey kini telah dipecat dari perusahaan yang dibangunnya sendiri © Shutterstock/hollywoodlife.comHarvey kini telah dipecat dari perusahaan yang dibangunnya sendiri © Shutterstock/hollywoodlife.com

Namun kini tak penting lagi apa penyebab kasus ini baru terungkap. Yang jelas, gara-gara kasus ini Harvey telah dipecat dari Weinstein Company. Keadaan ini cukup miris mengingat bahwa Harvey merupakan co-founder dari studio film tersebut dan memiliki saham 42% bersama dengan adiknya Bob Weinstein.

Setelah kasus ini semakin disorot, beberapa artis yang pernah bekerja dengan Harvey pun buka suara. Salah satunya Meryl Streep yang telah puluhan tahun bekerja dengan Harvey lewat film seperti THE GIVER, THE IRON LADY, dan THE DEBT.

"Berita yang memalukan tentang Harvey Weinstein mengejutkan orang-orang. Wanita pemberani yang buka suara untuk mengekspos pelecehan ini adalah pahlawan. Satu yang bisa saya tegaskan, tidak semua orang tahu. Harvey memang sedikit menjengkelkan tapi dia sangat respect kepada aku dan juga hubungan kerja kita, dan artis lainnya yang bekerja dengannya. Aku tidak percaya pada semua reporter di dunia entertainment dan media dan kenapa ini terbengkalai selama bertahun-tahun," bunyi penggalan statement Meryl melalui Huffington Post.

Meryl Streep kaget dengan laporan soal Harvey © AFPMeryl Streep kaget dengan laporan soal Harvey © AFP

Berbeda lagi dengan Romola Garai, yang ikut mau berbagi pengalaman kelamnya dengan Harvey. Wanita kelahiran Hong Kong itu mengaku pernah diminta untuk mendatangi hotel tempat Harvey menginap jika ingin mendapat peran. "Memalukan banget buat aku. Itu penyalahgunaan kekuasaan," ungkapnya.

Kemudian ada Jessica Chastain yang mengaku melalui Twitter bahwa dirinya sudah mendengar kabar ini sejak awal. "Aku sudah diberi peringatan sejak awal. Cerita ini sudah ada di mana-mana. Aku tidak pernah kerja dengan dia. Tapi dia pernah membeli filmku yang sudah jadi," tulisnya.

Selain Meryl dan Ramola, artis papan atas lainnya seperti Judi Dench, Kate Winslet, Emma Thompson, Mark Ruffalo, Seth Roger, dan Jennifer Lawrence juga telah buka suara. Hampir semuanya mengungkapkan pendapatnya sama dengan Meryl. Mereka menganggap masalah ini sangat memalukan dan memuji mereka yang mau mengungkapkan yang sebenarnya.

Jennifer Lawrence pernah bekerja dengan Harvey Weinstein © IstimewaJennifer Lawrence pernah bekerja dengan Harvey Weinstein © Istimewa

Sebelum artikel menghebohkan ini diterbitkan, NY Times ternyata sempat mengirimkannya terlebih dahulu kepada Harvey. Harvey pun menanggapi artikel tersebut dengan meminta maaf. Selain statement tersebut, Harvey juga meminta maaf kepada Page Six.

"Mereka (NY Times) menghabiskan 6 bulan untuk kasus ini dan mereka memberiku 24 jam untuk menjawabnya. Aku tak bisa bicara secara spesifik, tapi aku menempatkan diriku dalam posisi yang bodoh. Aku ingin menghargai perempuan dan bisa jadi lebih baik. Aku ingin melihat orang yang pernah aku sakiti, dan bilang, 'Aku minta maaf. Aku sudah berubah dan sedang dalam progress'," ungkapnya.

Angelina Jolie dan Gwyneth Paltrow Buka Suara

Gwyneth Paltrow dan Angelina Jolie membenarkan kabar pelecehan seksual serta perilaku menyimpang Harvey. Keduanya mengungkap hal tersebut pertama kali di New York Times, Selasa (10/10).

Dalam artikel tersebut, Gwyneth bercerita tentang pengalamannya ketika masih muda dan harus menghadapi rayuan Weinstein. Saat itu ia masih berusia 22 tahun dan direkrut Weinstein untuk membintangi adaptasi novel Jane Austen, EMMA. Dalam sebuah kesempatan, Gwyneth diminta Harvey untuk menemuinya di hotel Beverly Hills. Pertemuan tersebut diakhiri dengan Harvey memegang tangan Gwyneth serta mengajaknya untuk saling memijat di kamar tidur. "Aku masih kecil saat itu. Aku mematung," ujar Gwyneth. Saat itu ia menolak dan langsung pergi. Ia yang saat itu masih menjadi kekasih Brad Pitt, langsung menceritakan tentang hal memalukan itu. Brad seperti dikonfirmasi CNN, saat itu langsung melabrak Harvey. Ia memastikan bahwa pelecehan seperti itu tidak bakal terulang lagi.

Angelina Jolie pun punya ceritanya sendiri. Jolie mengungkap bahwa ia pernah dilecehkan di sebuah kamar hotel pada akhir 1990. "Aku punya pengalaman buruk dengan Harvey ketika masih muda. Oleh karenanya aku tidak pernah mau bekerja bersamanya lagi dan mengingatkan yang lain. Perilaku seperti ini, dalam bidang apa pun dan negara manapun sangat tidak pantas," ungkapnya.

Gwyneth memutuskan untuk membuka semuanya karena ia ingin mendukung para wanita yang telah dirugikan dan mengalami hal yang sama. "Kita berada di titik di mana wanita perlu menyuarakan diri dan memberi pesan bahwa hal seperti ini harus berakhir," pungkasnya.

Mereka yang pernah berhadapan dengan Harvey yang menyimpang ini satu per satu membuka suara. Mulai dari Asia Argento, Mira Sorvino, sampai aktris Prancis Emma de Caunes memberanikan diri mengungkap semuanya. Yang terbaru supermodel Cara Delevigne menceritakan pengalaman pahitnya lewat Instagram. Dalam postingannya itu, Cara menceritakan tentang pengalamannya pertama kali bersinggungan dengan Harvey lewat telepon. Cara merasa tidak nyaman karena Harvey menyinggung soal orientasi seksualnya dan mengatakan bahwa ia tidak akan pernah mendapat peran karena hal tersebut. 

Selang beberapa waktu setelahnya, Cara pun mengalami hal tidak mengenakkan ketika diminta Harvey melakukan aktivitas seksual dalam sebuah kamar dengan seorang wanita yang tidak ia kenal dan juga Harvey. 



Istri Harvey Mengaku Malu atas Perbuatan Suaminya

Skandal seks yang melibatkan nama Harvey Weinstein memang menjadi hal yang sangat memalukan. Pasalnya selama ini Harvey dikenal sebagai salah satu produser besar Hollywood yang sudah melahirkan film-film box office laris yang dibintangi aktor kelas A.

Rasa malu itu pun juga menggerogoti hati sang istri, Georgina Chapman. Wanita yang berprofesi sebagai seorang desainer ini pun sakit hati saat mengetahui perbuatan tercela suaminya. Ia pun akhirnya membuat sebuah pengumuman yang sangat mengejutkan.

Georgina menunjukan rasa empatinya pada para korban yang pernah dilecehkan oleh Harvey. Lebih lanjut lagi, wanita cantik berusia 41 tahun ini juga mengaku akan segera meninggalkan pria yang sudah dinikahinya sejak 2007 silam itu.

"Hatiku benar-benar hancur saat tahu ada begitu banyak wanita yang merasa sakit karena aksi yang tak termaafkan ini. Aku sudah memilih untuk meninggalkan suamiku. Merawat anak-anak adalah prioritas utama bagiku dan saat ini aku ingin minta privasi pada media," tuturnya pada People.

Sudah menikah selama 10 tahun, rumah tangga Harvey dan Georgina benar-benar sedang berada di ujung tanduk. Entah seperti apa kisah selanjutnya, Georgina sepertinya sudah siap untuk melayangkan gugatan cerai untuk sang suami.

Matt Damon Melindungi Harvey Weinstein?

Publik sendiri tentunya bertanya-tanya kenapa perlakuan tidak terpuji Harvey itu baru bisa terungkap setelah 30 tahun lamanya. Menurut kabar, ada sejumlah orang yang selama ini menutupi kasus ini bisa tidak tercium dunia.

Seperti yang dilansir dari Fox News, rupanya nama Matt Damon sempat disebut-sebut ikut melindungi Harvey. Ia pernah diduga mencoba untuk melumpuhkan laporan yang dibuat oleh Sharon Waxman pada tahun 2004, berdasarkan dari pengakuan seorang wanita London yang dibayar untuk melakukan hubungan intim yang tidak ia inginkan.

Mendapat tuduhan tersebut, pemain film THE MARTIAN itu kemudian buka suara dalam wawancara dengan Deadline. Pada kesempatan itulah, Matt menjelaskan bagaimana kejadian sebenarnya.

"Seingatku, itu tentang percakapan di telepon selama 1 menit. Harvey pernah telepon aku dan bilang kalau mereka mengusut soal Fabrizio, yang dulu aku kenal dia sama di film THE TALENTED MR. RIPLEY. Dia yang mengkoordinasi premiere kita di Italia. Jadi ya aku kenal dia secara profesional dan aku juga pernah dinner bareng di rumahnya," ungkap Matt.

Fabrizio Lombardo sendiri merupakan seorang pria yang disebut-sebut tidak terlalu memiliki pengalaman di dunia perfilman namun dipekerjakan di Miramax Italia. Dirumorkan bahwa tugas Febrizio yang sebenarnya adalah menyediakan wanita untuk Harvey.

"Harvey pernah bilang, 'Sharon Waxman menulis cerita tentang Febrizio dan itu negatif banget. Bisa nggak mau menelepon dia dan ceritakan pengalamanmu saat bertemu dengannya?' Jadi aku ya melakukan itu," lanjut pria berusia 47 tahun itu.

Ada beberapa selebritis seperti Rose McGowan yang secara terang-terangan mengungkapkan kekecewaan kepada orang-orang yang bekerja dengan Harvey tidak tahu menahu soal ini. Harvey pun kembali menjelaskan bahwa dirinya benar-benar tidak tahu pelecehan tersebut.

Matt pernah beberapa kali kerja dengan Harvey, termasuk dalam film The Brothers Grimm © MiramaxMatt pernah beberapa kali kerja dengan Harvey, termasuk dalam film The Brothers Grimm © Miramax

"Aku sudah pernah bikin 5 atau 6 film dengan Harvey, tapi aku nggak pernah melihat ini. Menurutku banyak aktor yang buka-bukaan dan bilang kalau kita semua (talent yang pernah bekerja sama dengan Harvey) tahu. Tapi itu nggak benar. Ini adalah sesuatu yang terjadi di balik pintu tertutup, dan di luar pandangan publik. Kalau ada kejadian itu di tempatku berada, Harvey melakukan hal seperti itu dan saya tidak melihatnya, aku sangat menyesal. Karena saya akan menghentikannya," tegasnya.

Ramai-Ramai Mengomentari Skandal Harvey Weinstein

Terungkapnya skandal Harvey memberikan dampak besar kepada industri perfilman Hollywood. Ramai-ramai para selebriti papan atas turut mengomentari skandal tersebut. Salah satu yang paling disoroti tentu saja pembelaan Lindsay Lohan kepada Harvey. Dalam IG story miliknya, Lindsay berujar bahwa apa yang dituduhkan kepada Harvey belum tentu benar. 

Lindsay pun menyayangkan keputusan istri Harvey yang hendak meminta cerai.  "Harusnya Georgina tetap berjuang dan ada di samping suaminya. Dia (Harvey) tak pernah menyakiti ataupun melakukan hal yang aneh padaku. Kami pernah bekerja sama dalam berbagai film, dan menurutku semua orang harus menghentikan ini semua. Ada yang salah, jadi berjuanglah."

Lain Lindsay lain lagi dengan Ben Affleck. Ia yang mengutarakan hujatannya kepada Harvey lewat Twitter justru kena getahnya. Dari sekian banyak retweet dan like, ada satu netizen yang mengingatkan pelecehan seksual Ben yang pernah meremas payudara di tahun 2003. Lebih parah, korban pelecehan Ben Affleck yang bernama Hilarie Burton turut menimpali twit tersebut. Menanggapi kritikan tersebut, Ben akhirnya meminta maaf secara terbuka di Twitter. 

Di Balik Gemerlap Hollywood, Ternyata...

Harvey bukan satu-satunya petinggi Hollywood yang terlibat skandal seks seperti ini. Fakta itu pun terungkap dari salah seorang aktor macho bernama Terry Crews melalui curhatan panjang yang ia sampaikan di Twitter.

Di sanalah Terry berusaha menyampaikan jika sebenarnya aksi pelecehan seksual tak hanya menyerang aktris-aktris cantik, namun juga pria tulen sepertinya. Itulah yang pernah terjadi padanya pada tahun 2016 kemarin. Mau tahu?

Terry juga pernah menjadi korban pelecehan petinggi Hollywood © people.comTerry juga pernah menjadi korban pelecehan petinggi Hollywood © people.com
"Semua berita tentang Harvey Weinstein membuatku stres dan trauma. Kenapa? Karena hal semacam ini pernah terjadi padaku. Aku dan istriku datang ke sebuah pesta besar tahun lalu dan ada orang penting Hollywood yang tiba-tiba menghampiriku dan meraba bagian pribadiku," tulisnya.

Lebih lanjut lagi, Terry pun menyampaikan jika saat itu ia hampir saja menghajar pria tersebut. Namun Terry menyadari siapa dia dan seperti apa power yang dimilikinya sebagai salah satu orang penting di dunia Hollywood. Mengetahui hal ini, Terry menyadari mengapa ada begitu banyak korban wanita yang memilih untuk diam selama bertahun-tahun menyembunyikan fakta ini.

Namun ia sekali lagi memperingatkan, "Aku paham dan berempati pada semua korban yang tetap memilih untuk diam. Tapi Harvey Weinstein bukanlah satu-satunya pelaku. Hollywood juga bukan satu-satunya bisnis yang dilirik mereka, untuk para korban, kalian tidak sendiri. Semoga ceritaku ini bisa mengancam para predator dan memberi kekuatan bagi para korban yang merasa putus asa."

(kpl/mhr)

Editor:

Helmi Romadhon


REKOMENDASI
TRENDING