Agar Tak Individualis, Astrid Tiar Batasi Youtube & Ajarkan Mainan Jadul Kepada Anak

Sabtu, 16 September 2017 18:15 Penulis: Ferry Sanjaya
Agar Tak Individualis, Astrid Tiar Batasi Youtube & Ajarkan Mainan Jadul Kepada Anak Astrid Tiar & Anabel © Kapanlagi/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Bagi seorang ibu, terkadang anak rewel atau tidak bisa diam bisa menjadi tantangan tersendiri. Namun tidak begitu halnya dengan Astrid Tiar. Sang anak, Anabel justru adalah sosok penurut dan tidak rewel.

"Teman-teman aku suka kaget kok anakku bisa diem. Gak pakai handphone, Dikasih tas sama bolpen, sama buku, dia udah kelar. Tiba-tiba nanti udah jadi, 'nih foto mamah sama temen-temen mamah', walaupun aneh ya. Tapi enggak apa-apa," ungkapnya ditemui di Kawasan SCBD, Jakarta Pusat, Rabu (13/9).

Astrid sendiri mengaku jika dirinya sangat membatasi anaknya dalam berinterasksi dengan teknologi. bahkan, dirinya menambahkan jika Anabel hanya mempunyai waktu 5 menit untuk menonton Youtube setiap harinya.

Astrid Tiar & Anabel © Kapanlagi/Bayu HerdiantoAstrid Tiar & Anabel © Kapanlagi/Bayu Herdianto

"Dia itu nonton Youtube sehari hanya 5 menit. Jadi menit nunggu saat-saat dia sudah ngerjain PR udah makan, udah mandi udah semuanya. Dia datang ke aku, sudah dijabarkan semuanya kan, aku tinggal tanda tangan PRnya, semuanya udah. 'Sekarang aku mau nonton Youtube'. Yaudah, 5 menit. Udah selesai dia kembalikan ke aku. Walupun sedih ya, tapi enggak apa-apa," tambahnya.

Pembatasan tersebut memang sengaja dilakukannya agar sang anak tidak menjadi pribadi yang individualis. Bahkan, Astrid juga mengajarkan untuk bermain bersama-sama dengan adik atau keponakannya, dan tak boleh bermain sendiri.

"Emang harus dibatasin lah, karena aku mengajarkan dia kalau main itu sama teman, berdua minimal. Sama adiknya. Sama keponakan, gak boleh sendiri. Karena Aku lihat makin kesini orang makin individualisme. Jadi aku pengen ajarkan dia kalau main, itu permainan yang berdua. kayak main congklak, tapak gunung, petak umpet. Mainan jaman dulu aku ajarin," tutupnya.

(kpl/pur/frs)

Reporter:

Mathias Purwanto


REKOMENDASI
TRENDING