SELEBRITI

Aksi Sosial Devita Rusdi Terjun Langsung Bantu Korban Banjir

Selasa, 07 Januari 2020 19:20 Penulis: Ayu Srikhandi

Devita Rusdi © KapanLagi.com/Budy Santoso

Kapanlagi.com - Banjir yang melanda sejumlah wilayah di sekitar ibu kota ini memang sangat memprihatinkan. Tak mau berdiam diri, beberapa selebriti pun terlihat terjun langsung membantu para korban banjir.

Hal yang sama juga dilakukan oleh artis dan politikus Devita Rusdi yang langsung memberikan bantuan kepada warga di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur. Devita Rusdi datang bersama rekan-rekannya membawa sejumlah kebutuhan bayi dan makanan siap saji untuk orang-orang yang melakukan bakti sosial.

"Karena kemarin banyak pengalaman turun beberapa hari ini kita utamain anak-anak ya, kebutuhan bayi, makanan siap saji. Hari ini ada baksos 500 orang yang turun bersih-bersih. Jadi kita bawain 500 box makanan siap saji. Terus pampers, obat-obatan, susu, alat-alat bersih. Harus yang bermanfaat kan, jadi sebelum ke sini kita tanya apa yang dibutuhkan," ujar Devita Rusdi.

1. Persiapan Pakai Boots

Jika sebelumnya Ia terjun langsung melihat korban banjir tanpa ada persiapan, kali ini dirinya tampak lebih siap dengan memakai boots. "Kemarin kita datang yang daerah udah kering, nah sekarang kita prepare pakai boots semua. Karena kemarin ke Jakarta Barat kering panas banget. Kita juga temenin (warga) masak di dapur umum," ungkapnya.

2. Kunjungi Sekolah Tertua di Indonesia

Selain mengunjungi para warga korban banjir, Devita Rusdi juga sempat melihat kondisi SD/SMP Perguruan Rakyat 2 yang terkena banjir. "Sekarang kita juga lihat kondisi sekolah yang terkena banjir," kata Devita Rusdi.

Selain ikut membantu bersih-bersih di sekitaran sekolah. Ia juga sempat berbincang-bincang dengan Bapak Maskun selaku Kepala Sekolah. "Ini sekolah tertua di Indonesia, (berdiri) 11 Desember 1928. Indonesia belum lahir, ini sekolah udah lahir. Baru kali ini banjir yang tinggi lagi setelah 2007. Ini udah 6 meter agak susah normal lagi," ucap Bapak Maskun.

"Iya buku-buku jumlahnya 6000 hancur, laptop 5 hancur. Tapi yang penting rapor ijazah, dokumen aman semua. Harapannya buat pemerintah kalau bisa sama perhatiannya sekolah swasta dan negeri. Harus lebih care lagi dengan sekolah-sekolah yang padat penduduk seperti ini," tutupnya.


REKOMENDASI
TRENDING