SELEBRITI

Anak Semata Wayang Adi Kurdi Ungkap Ayahnya Sosok yang Bisa Melihat Potensi Manusia

Sabtu, 09 Mei 2020 13:23

Adi Kurdi © KapanLagi - Febio Hernanto

Kapanlagi.com - Kabar duka kembali menyelimuti dunia hiburan Tanah Air. Aktor senior Adi Kurdi telah menutup usia pada Jumat (8/5/2020) di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, Jakarta Timur.

Maria Advena Victoria, anak semata wayang Adi Kurdi pun menceritakan sosok mendiang ayah semasa hidupnya. Saat itu Advena ditemui di Bengkel Teater Rendra, Depok, Jawa Barat, Jumat (8/5).

"(Bapak) masuk ke RS PON (Pusat Otak Nasional) tanggal 29 April. Diagnosa ada massa di otak, cuma belum tahu tumor atau apa karena belum sempat di-observed, cuma sempet CT Scan sama MRI. Massa di otak ini terus bengkak. Pembengkakan-nya lagi berusaha diobati, cuma semenjak itu kondisinya drop terus," ucap Advena.

1. Keluhan Penyakit

Lebih lanjut, Advena mengatakan kalau sang ayah baru diketahui mengalami pembengkakan otak sejak periksa di rumah sakit. Ia pun menambahkan kalau sang ayah sering pelupa sebelum kepergiannya.

"Pembengkakan-nya baru ketahuan pas dibawa ke rumah sakit. Cuma karena udah usia juga, dia sering lupa. Nggak ada keluhan, bapak saya kan udah nggak bisa lihat karena glaukoma, keluhannya hanya seputar glaukoma itu saja," ucapnya.

2. Alasan Dimakamkan di Bengkel Teater Rendra

Jenazah Adi Kurdi kini telah dimakamkan di Bengkel Teater Rendra. Advena menjelaskan bahwa tempat tersebut memang milik keluarga.

"Bengkel memang punya keluarga. Pakde WS Rendra itu kakak dari ibu saya. Budhe saya juga dimakamkan di sini. Pakde saya menyiapkan space buat seniman-seniman kalau mau dimakamkan bisa dimakamin di tempat pakde saya ini. Jadi di sini ada makam Pakde saya, mungkin bapak saya juga berkenan kalau dimakamkan di sini," lanjutnya.

3. Sosok Ayah yang Totalitas

Mengenang sosok sang Ayah, Advena mengatakan kalau ia adalah orang yang totalitas. Bahkan beliau juga sangat memahami potensi yang dimiliki setiap orang.

"Bapak itu orangnya totalitas. Saat dia tertarik dengan sesuatu bakal ditekuni sampai akar. Kebetulan bapak saya menyukai potensi pada manusia jadi dia pahami betul itu potensi dalam pikiran, potensi dalam kesadaran dan potensi dalam perasaan. Bagaimana diterapkan di kehidupan, bagaimana dibagi buat orang lain juga. Pada dasarnya tiap orang punya potensi hidup, tinggal bagaimana memanfaatkan saja," ucap Advena.


REKOMENDASI
TRENDING