Ani Yudhoyono: Tugas Ibu Negara Bukan Hanya Mendampingi Presiden

Senin, 09 Juli 2018 12:15 Penulis: Sanjaya Ferryanto
Ani Yudhoyono: Tugas Ibu Negara Bukan Hanya Mendampingi Presiden Ani Yudhoyono © Kapanlagi/Agus Apriyanto

Kapanlagi.com - Pekerjaan sebagai ibu negara tidaklah mudah. Bukan hanya mendampingi sang suami, tugas seorang ibu negara juga harus bisa dekat dengan masyarakat. Begitupun bagi Ani Yudhoyono. Selama menjadi ibu negara, dia bukan hanya mendampingi sang suami, Susilo Bambang Yudhoyono yang kala itu masih menjadi presiden RI.

Tetapi, dia juga harus dekat dengan rakyat dan aktif di depan petinggi-petinggi negara lain. Menurut Ani, menjadi seorang ibu negara tidaklah seenak seperti yang dipikirkan orang lain.

"Banyak yang menduga enak jadi ibu negara. Mendapat kemewahan, selalu jadi perharian orang, boleh saja orang menduga seperti itu. Kenyataannya tidak. Tetapi, menjadi keluh kesah rakyatnya, curhat, caci maki, sering kali jadi sasaran fitnah, apakah saya sakit, pasti. Rasa sakit, kecewa, luka pasti ada. Untungnya saya punya keluarga menjadi sandaran lebih. Alhamdullialh saling menguatkan, itu kunci yang paling utama," kata Ani Yudhoyono dalam acara pelucuran buku ANI YUDHOYONO 10 TAHUN PERJALANAN HATI di JCC, Jakarta Pusat, Minggu (8/7/2018).

Ani Yudhoyono © Kapanlagi/Agus ApriyantoAni Yudhoyono © Kapanlagi/Agus Apriyanto

"Tugas ibu negara bukan hanya mendampingi, namun lebih dari itu ibu negara ada di samping presiden memberikan semangat support, harus mendukung utama. Presiden harus fit setiap hari," lanjutnya.

Selain duka yang didapat selama menjadi ibu negara, Ani Yudhoyono juga mendapatkan rasa bahagia. Perempuan yang memiliki hobi fotografi itu merasa senang menjadi ibu negara jika bertemu langsung dengan rakyat. Apalagi, dia memberikan solusi langsung kepada rakyat disaat melakukan kunjungan.

"Rasa suka, bertemu rakyat membantu masalah mereka. Saat kunjungan, wajah saya jadi berbinar bahagia. Bertemu tokoh dunia, berbincang, itu membuat saya bahagia," katanya.

Bagi Ani, rasa suka dan duka yang didapat selama menjadi ibu negara akan dijadikan pengalaman hidup yang sangat luar biasa.

"Suka dan duka menjadi pengalaman hidup yang luar biasa. Karena tidak semua perempuan bisa, betapa bersyukur dan beruntungnya saya. Pengalaman itu suka saya ceritakan ke anak-anak saya. Mereka sangat antusias. Kenapa tidak pengalaman ini saya ceritakan ke rakyat Indonesia," tandas Ani.

(kpl/frs)

Reporter:

Fikri Alfi Rosyadi


REKOMENDASI
TRENDING