Ciccio Manassero Utamakan Attitude dan Profesionalisme, Jadi Rahasia Eksis 25 Tahun

instagram.com/ciomanassero
Kapanlagi.com - Aktor Ciccio Manassero telah melewati perjalanan panjang di industri hiburan Indonesia. Mengawali langkah sejak masih anak-anak, ia tetap aktif hingga kini di tengah dinamika dunia showbiz yang terus bergerak.
"Setiap project itu tantangannya berbeda. Mau ini dibilang peran gampang atau peran susah itu menurutku tidak ada, semua project ada tantangannya sendiri," ujar Ciccio Manassero saat ditemui di kawasan Senayan, Jumat (17/7/2026).
Selain memandang setiap proyek sebagai ruang belajar baru, ia berbagi prinsip yang ia pegang dalam menjaga karier: bersyukur, profesional, dan memahami penontonnya yang kini datang dari beragam generasi.
Advertisement
1. Mempertahankan Eksistensi Selama 25 Tahun
Ciccio mengaku tidak memiliki jawaban pasti mengapa masih dipercaya publik sampai sekarang. Ia menekankan dukungan penonton dan orang-orang di sekelilingnya sebagai fondasi keberlanjutan kariernya.
"Kalau aku ditanya kenapa bisa bertahan di industri sampai 25 tahun mungkin kayak sekarang ya, nggak tahu juga kenapa aku masih dikasih kesempatan sama teman-teman, sama orang-orang yang nonton filmku apa segala macam masih bisa mengapresiasi. I'm very thankful for that, for them. Karena ya nggak ada mereka ya aku nggak ada, nggak ada Ciccio the actor gitu nggak ada," ujar Ciccio.
Menurutnya, rasa syukur kepada penonton dan orang-orang terdekat adalah hal yang selalu ia pegang teguh di setiap fase perjalanan karier.
(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)
2. Attitude dan Profesionalisme Diutamakan
Di balik proses kreatif dan kemampuan akting, Ciccio menilai sikap tetap menjadi penentu utama. Ia menyebut profesionalisme serta menjaga hubungan kerja yang sehat lebih menentukan ketimbang sekadar aspek teknis peran.
"Yang paling penting buat aku ya tetap selalu menjadi orang baik, selalu menjadi lawan main yang menyenangkan, yang bikin kru dan pemain-pemain syutingnya nyaman kerja bareng aku, dan juga selalu mencoba seprofesional mungkin. Itu yang paling penting. Attitude sih menurutku," ujar Ciccio.
Ia menaruh perhatian pada suasana kerja: menjadi rekan main yang menyenangkan, membuat kru dan pemain lain merasa nyaman, serta konsisten menjaga etos profesional di lapangan.
Sikap tersebut ia jadikan pegangan di setiap proyek, sejalan dengan pandangannya bahwa tiap pekerjaan hadir dengan tantangan yang berbeda-beda.
3. Penonton Datang dari Berbagai Generasi
Setelah puluhan tahun berkarya, Ciccio melihat basis penontonnya semakin beragam. Cara orang mengenalnya berbeda-beda, tergantung generasi dan latar belakang mereka.
"Yes and no, tergantung orang dari generasi apa. Kalau yang generasiku ke atas mungkin tahu aku penyanyi cilik," katanya.
"Tapi kalau anak-anak yang 20 tahun sekarang mungkin tahunya dari sinetron GGS atau apa. Terus kalau anak-anaknya lebih muda-muda lagi mungkin tahunya dari project-projectku belakangan," sambung Ciccio.
"Selalu apa ya, selalu berevolusilah penontonnya gitu, nggak yang sama terus gitu. Mereka nggak bakal tahu aku penyanyi cilik atau apa gitu," pungkas Ciccio.
(BCL Bantah Isu Hamil, minta netizen stop berasumsi.)
(kpl/far/ums)
Advertisement
D Academy 8
- Lesti Kejora Berita TerbaruPotret Lesti Kejora - Alexa di Panggung Dangdut Academy 8, Cantik dan Glamor












































