SELEBRITI

Dhani Komentari Jokowi Gandeng Ma'ruf Amin: Sekarang Isunya Bukan Agama

Kamis, 16 Agustus 2018 15:15 Penulis: Guntur Merdekawan

Ahmad Dhani / Credit: Bintang.com - Yunan Laziale

Kapanlagi.com - Pilpres 2019 mendatang layaknya sebuah rematch antara Jokowi dan Prabowo Subianto. Seperti diketahui, keduanya juga memperebutkan tahta kursi presiden pada tahun 2014 silam, di mana kala itu Jokowi keluar sebagai pemenangnya.

Kali ini, Prabowo mengusung cawapres baru, yakni Sandiaga Uno yang sebelumnya menjabat sebagai wakil gubernur DKI Jakarta. Sementara itu Jokowi menggandeng Ma'ruf Amin yang merupakan ketua Majelis Ulama Indonesia.

Dhani yang sejak dulu sangat pro dengan Prabowo pun ikutan berkomentar mengenai keputusan Jokowi untuk menjadikan Ma'ruf Amin sebagai cawapres. Baginya, tidak ada jaminan cawapres yang juga tokoh besar Islam jadi jaminan untuk sebuah kemenangan di Pilpres mendatang.

"Iya mayoritas pemilih islam besar, tapi isu sekarang adalah ekonomi. Kalau baca sejarah, Salahuddin Wahid bareng Wiranto kalah, apakah Salahuddin di bawah Ma'ruf Amin? Hasim Muzadi sama Mega kalah juga. Bukan saya mengecilkan NU, tapi isunya sekarang bukan isu agama, tapi ekonomi. Apalagi kalau rupiah semakin terpuruk," ujar Dhani ketika ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (14/8).

1. Tidak Semua NU Dukung Jokowi

Tidak bisa dipungkiri jika vote dari pemeluk agama Islam sangat masif pengaruhnya. Namun Dhani saat ini lebih concern pada isu ekonomi. Maka dari itu, menurutnya Sandiaga Uno disebut sebagai sosok yang cocok untuk menemani Prabowo.

"NU tergantung pemimpin pesantrenya dan tidak semua pemimpin pesantren di Jawa Timur dukung Jokowi. Jadi tidak semua NU dukung Jokowi meski pimpinannya dukung Jokowi. Di Jakarta bagaimana? Seberapa dekat Ahok dengan pimpinan PBNU? Tapi tidak membuat orang itu memilih. Jokowi belajar dari Ahok. Itu kan ahok kalah. Apakah jokowi mau kalah?" sambung pria berkepala plontos itu.

2. Jadi Cawapres Butuh Uang Besar

Sementara itu, Sandiaga Uno yang secara mengejutkan dipilih jadi cawapres Prabowo disebut-sebut menggelontorkan uang besar untuk bisa di posisinya sekarang. Dhani tak memungkiri hal itu, karena menurutnya Pilpres butuh dana yang jumlahnya tak main-main.

"Politik memang butuh duit. Kalau tidak punya duit tidak bisa. Kalau saya punya duit saya yang jadi Wapres. Kita kan nggak bisa memungkiri bahwa Pilkada butuh dana, biaya, logistik, apalagi Pilpres, seperti yang kita tau biaya saksi dan lain-lain, bayangin aja Pilkada untuk biaya saksi bisa ratusan milyar, apalagi Pilpres, berapa provinsi ya kan?" pungkas pentolan RCM ini.

3. Jual Rumah 12 Miliar Demi Prabowo

Sementara itu, niat Dhani untuk menjual rumah demi kampanye Prabowo yang maju jadi calon Presiden Indonesia sudah mendapatkan titik terang. Hanya dalam waktu singkat, Dhani sudah mendapatkan pembeli rumah mewahnya yang berlokasi di Pondok Indah tersebut.

Ketika ditemui usai sidang kasus ujaran kebencian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (13/8) Dhani menyebut bahwa rumahnya sudah laku. Pembelinya adalah seorang pengusaha dan kini mereka sedang dalam proses transaksi.

"Dalam proses. (Rumah) Yang 230 meter. Dari pengusaha batu bara. Rp 12 M. Sudah dalam proses pembayaran," ujar Dhani.

REKOMENDASI
TRENDING