Ferry Salim, Makan Sup Teripang Biar Panjang Umur
Ferry Salim
Kapanlagi.com - Sebagai warga keturunan Tionghoa, Ferry Salim pun tak luput dari tradisi merayakan Tahun Baru China alias Imlek. Namun Ferry tak merayakan Imlek sesuai dengan tradisi asli, dengan perayaan besar selama tiga hari. Yang paling utama baginya adalah berkumpul dan bagi-bagi angpao pada kemenakannya. Apakah tradisi tersebut mulai memudar seiring dengan kemajuan zaman? "Kalau di rumah nggak pernah merayakan Imlek, paling-paling makan malam di rumah ibu. Yang penting fun dan kumpul-kumpul bareng keluarga karena ada kakak saya dari luar negeri yang pulang ke Indonesia juga. Bagi-bagi angpao, selesai dan pulang," paparnya kepada KapanLagi.com di sela peluncuran acara launching resto Jepang miliknya yang bernama Shabu Slim, yang bertempat Ferry Salim di Central Park, Jakarta Barat, Senin (8/2). Tak ada persiapan khusus yang dilakukan oleh pemeran utama film CA BAU KAN ini, biasanya hanya makan malam dengan teripang goreng dan dibuat sup. Mereka percaya kalau makan binatang laut tersebut akan panjang usia. "Ada kue China, kalau kostum enggak. Tapi ibu dan saudara-saudara saya percaya begitu. Anak-anak paling seneng angpao. Nggak hanya Imlek, tapi juga Natalan dan Lebaran. Kalau Lebaran selalu bikin ketupat. Ulang tahun juga minta angpao juga," imbuhnya. Dan satu lagi hal yang paling membanggakan dari pria metroseksual ini, yakni bahwa walaupun dirinya adalah warga keturunan, namun jiwa mereka adalah Indonesia. Baginya, lebih enak merayakan Imlek di tanah air daripada di luar negeri.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
Berita Foto
(kpl/hen/bun)
Advertisement
