FPI Laporkan Dewa ke Polda Metro Jaya

Kapanlagi.com - Sekitar 50 anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) dan santri pondok pesantren di Jakarta dan Solo hari Senin melaporkan grup musik Dewa ke Polda Metro Jaya, sehubungan dengan lambang yang tercetak pada sampul album terakhir mereka.

Laporan tersebut, menurut pihak FPI, terkait dengan kasus adanya lambang "Allah" berhuruf Arab di sampul kaset album Laskar Cinta dari kelompok musik itu dan kemudian diinjak-injak saat mereka konser.

Santri pondok pesantren yang ikut melapor adalah dari Ponpes "Miftahul Huda" Tangerang, "Daarut Tauhid" Purwerejo,"An-Nur" Bogor, "Al Islam" Solo, "Taufikul Khoirot" Sumur Bor Jakarta Barat dan Gema Perhimpunan Islam Tionghoa Indonesia (PITI).

Menurut Muslih dari Ponpes "Al Islam" Solo, laporan tersebut diberikan karena penginjakan sampul yang berisi lambang "Allah" tersebut berarti telah menghina umat Islam.

"Ini menjadi sebuah pelajaran bagi kita semua agar berhati-hati," katanya.

Sementara itu Ketua Gema PITI, Jayadi Mahmud Yunus, mengatakan bahwa pihaknya ikut melaporkan "Dewa" ke Polda Metro Jaya sekaligus mengecam terdapatnya kata "Allah" dalam sampul album itu.

"Jangankan lambang Allah, gambar presiden yang diinjak-injak waktu demo pun ditindak. Mereka ditangkapi, apalagi menginjak lambang Allah. Coba kalau foto ayahnya Dhani (pimpinan group Dewa) diinjak-injak, pasti dia marah. Apalagi lambang Tuhan yang menciptakan ayah Dhani," ujar Jayadi.

Penyerahan laporan ke Polda Metro Jaya itu juga dihadiri oleh Habib Umar Al Jufri, salah seorang pimpinan FPI.

Kedatangan Habib Umar langsung disambut oleh para pendukungnya dan ia segera masuk untuk memberikan laporan tertulis.

Hingga pukul 11.40 WIB, massa masih berkumpul di depan SPK Polda Metro Jaya, sementara perwakilan FPI dan Ponpes masih menyerahkan laporan secara tertulis kepada polisi.

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(*/erl)

Rekomendasi
Trending