Harumkan Nama Indonesia, Prof. Deby Vinski Raih MERIT AWARD Dari Moldova

Harumkan Nama Indonesia, Prof. Deby Vinski Raih MERIT AWARD Dari Moldova
Prof. Deby Vinski menerima MERIT AWARD dari Moldova (instagram.com/vinski.deby)

Kapanlagi.com - Nama Indonesia kembali mendapat sorotan positif di panggung internasional. Prof. dr. Deby Susanti Pada Vinski, MSc, PhD, tokoh di bidang anti-aging, stem cell, dan regenerative medicine, menerima penghargaan MERIT AWARD dari Pemerintah Republik Moldova.

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam mempererat hubungan internasional sekaligus membuka peluang kerja sama antara Indonesia dan Moldova.

Dalam kunjungan diplomatik tersebut, Prof. Deby juga mendapat kehormatan untuk diterima oleh Perdana Menteri Republik Moldova dan bertemu dengan sejumlah pejabat tinggi pemerintahan, termasuk Menteri Luar Negeri serta perwakilan Parlemen Moldova.

Pertemuan ini menjadi momentum untuk menjajaki kerja sama di berbagai sektor, mulai dari investasi, kesehatan, teknologi medis, hingga pariwisata.

Bagi Prof. Deby, Moldova bukan sekadar negara kecil di Eropa. Ia melihat peluang besar untuk mengembangkan kolaborasi lintas negara, termasuk menghadirkan layanan kesehatan berstandar internasional dan mendorong lebih banyak pengusaha Indonesia untuk mengenal potensi ekonomi Moldova.

1. 1. Moldova Punya Potensi Besar, Prof. Deby Punya Visi Gabungkan Singapura dan Monako

Prof. Deby Vinski menerima MERIT AWARD dari Moldova (instagram.com/vinski.deby)

Meski wilayahnya relatif kecil, Moldova dinilai memiliki peluang ekonomi yang menjanjikan.

Prof. Deby menyoroti keindahan alam, kebersihan dan kenyamanan ibu kota Chișinău, serta keterbukaan pemerintah dalam mendorong pembangunan dan investasi.

“Saya sangat terkesan dengan Moldova. Negaranya indah, kotanya bersih, masyarakatnya ramah, dan saya melihat semangat yang luar biasa dari pemerintahnya untuk bergerak maju. Bahkan komunikasi dengan Perdana Menteri terasa terbuka, mudah, dan langsung. Ini merupakan modal penting untuk membangun kepercayaan investor internasional,” ungkap Prof. Deby Vinski.

Pengalaman tersebut memperkuat pandangannya bahwa Moldova berpeluang berkembang menjadi salah satu tujuan investasi baru di kawasan Eropa.

Ia bahkan memiliki visi untuk melihat Moldova memadukan keunggulan Singapura sebagai pusat bisnis dan investasi internasional dengan daya tarik Monako sebagai destinasi eksklusif yang menawarkan kualitas hidup tinggi.

“Visiku adalah melihat Moldova jadi kombinasi dari Singapura dan Monako, sebuah negara yang makmur, cantik, dan bersahabat untuk investasi dengan layanan kesehatan kelas dunia dan servis jangka panjangnya,” ungkap Prof. dr. Deby Vinski.

Menurutnya, kemajuan sebuah negara tidak hanya ditentukan oleh luas wilayah atau jumlah penduduk. Kepemimpinan yang kuat, pengambilan keputusan yang efektif, keterbukaan terhadap investasi, dan kepercayaan internasional juga menjadi faktor penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Moldova mungkin negara kecil, tetapi saya melihat peluang yang sangat besar. Saya percaya negara ini dapat menjadi makmur melalui kombinasi investasi internasional, pelayanan kesehatan kelas dunia, pariwisata premium, dan pengembangan ekonomi yang inovatif,” tambahnya.

(Menyusuri jejak Indonesia di Balik Produksi Drama Korea.)

2. Bidik International Stem Cell & Longevity Centre di Chișinău

Prof. Deby Vinski menerima MERIT AWARD dari Moldova (instagram.com/vinski.deby)

Salah satu gagasan yang ingin dijajaki Prof. Deby adalah pengembangan International Stem Cell & Longevity Centre di Chișinău.

Rencana ini membuka peluang kolaborasi di bidang kesehatan antara Indonesia dan Moldova, dengan memanfaatkan pengalamannya sebagai Presiden World Council of Stem Cells (WOCS) dan World Council of Preventive, Regenerative and Anti-Aging Medicine (WOCPM), serta pengembangan Celltech Stem Cell Centre di Jakarta.

Pusat kesehatan yang direncanakan tersebut diharapkan dapat mengembangkan layanan kesehatan preventif, healthy aging, precision medicine, regenerative medicine, riset, dan inovasi bioteknologi sesuai standar ilmiah serta regulasi yang berlaku.

Ke depannya, proyek ini juga berpotensi membuka ruang kerja sama dengan universitas, rumah sakit, peneliti, dan investor internasional.

“Kita ingin membangun sesuatu yang bukan hanya bermanfaat bagi Moldova, tetapi juga dapat menarik pasien dan mitra internasional. Saya ingin Moldova dikenal sebagai salah satu destinasi longevity dan inovasi kesehatan di Eropa,” ujar Prof. Deby.

Meski begitu, rencana tersebut masih membutuhkan studi kelayakan, kemitraan dengan pihak lokal, serta persetujuan regulasi terkait. Artinya, realisasi proyek ini akan bergantung pada hasil kajian dan kesiapan kerja sama di Moldova.

Selain sektor kesehatan, Prof. Deby juga melihat potensi pariwisata Moldova, terutama industri wine yang memiliki sejarah panjang. Salah satu daya tariknya adalah Mileștii Mici, kompleks penyimpanan wine yang dikenal memiliki koleksi sekitar dua juta botol.

Terowongan bawah tanah yang luas, tradisi pembuatan wine, dan pengalaman wisata khas menjadikan tempat ini menarik bagi wisatawan serta pencinta wine dari berbagai negara.

Kunjungan Prof. Deby bersama para Konsul Kehormatan juga berlangsung bertepatan dengan National Wine Day, festival yang menjadi salah satu kebanggaan nasional Moldova. Kekayaan budaya, alam, kuliner, dan tradisi wine tersebut dinilai dapat mendukung pengembangan pariwisata premium, wellness tourism, serta investasi di sektor perhotelan.

3. Ajak Pengusaha Indonesia Jajaki Investasi, Konsulat Kehormatan Jadi Penghubung

Prof. Deby Vinski menerima MERIT AWARD dari Moldova (instagram.com/vinski.deby)

Prof. Deby ingin semakin banyak pengusaha Indonesia mengenal Moldova dan melihat peluang bisnisnya secara langsung.

Sejumlah sektor yang dinilai menarik untuk dijajaki meliputi layanan kesehatan dan longevity, properti dan hospitality, perdagangan wine dan agribisnis, teknologi dan inovasi, hingga pariwisata dan wellness.

Di bidang kesehatan, peluangnya mencakup rumah sakit, klinik preventif, regenerative medicine, dan teknologi medis.

Sementara itu, sektor properti dan hospitality menawarkan kemungkinan pengembangan hotel, serviced residence, kawasan komersial, serta destinasi wisata.

Kerja sama juga dapat dijajaki melalui perdagangan wine, industri makanan, pertanian, teknologi digital, bioteknologi, riset, dan pendidikan.

Meski melihat potensi yang besar, Prof. Deby mengingatkan bahwa setiap peluang investasi tetap perlu dikaji secara matang, termasuk dari sisi bisnis, hukum, dan regulasi.

“Saya ingin mengajak para pengusaha Indonesia untuk datang, melihat langsung, dan mengenal Moldova. Jangan hanya melihat ukuran negaranya. Lihatlah potensinya, lokasinya di Eropa, sumber daya manusianya, dan komitmen pemerintahnya untuk maju,” katanya.

Untuk mendukung komunikasi antara kedua negara, Konsulat Kehormatan Republik Moldova di Vinski Tower, Jakarta, diharapkan dapat menjadi salah satu penghubung bagi pengusaha Indonesia yang tertarik menjajaki kerja sama.

Melalui jalur ini, pelaku usaha dapat mencari informasi awal, memperkenalkan proposal investasi, dan menjajaki pertemuan dengan calon mitra maupun institusi terkait di Moldova.

Prof. Deby berharap hubungan Indonesia dan Moldova tidak berhenti pada kunjungan diplomatik atau seremoni penghargaan, tetapi berkembang menjadi kolaborasi yang menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara.

“Saya ingin hubungan Indonesia dan Moldova tidak berhenti pada kunjungan diplomatik atau seremoni penghargaan. Saya ingin hubungan ini menghasilkan kerja sama nyata, membuka investasi, menciptakan lapangan kerja, serta membawa manfaat ekonomi dan kesehatan bagi masyarakat kedua negara,” tegasnya.

Penghargaan MERIT AWARD dari Pemerintah Republik Moldova pun menjadi momentum bagi Prof. Deby untuk membawa kontribusi profesional Indonesia ke tingkat internasional.

Melalui ilmu pengetahuan, pelayanan kesehatan, investasi, dan kemanusiaan, ia ingin membangun hubungan lintas negara yang berkelanjutan.

“Saya percaya Moldova memiliki masa depan yang cerah. Negara kecil dapat mencapai hal-hal luar biasa dengan visi yang tepat, kepemimpinan yang kuat, dan kolaborasi internasional. Saya ingin Indonesia menjadi bagian dari kisah sukses Moldova,” jelas Prof. dr. Deby Vinski.

(BCL Bantah Isu Hamil, minta netizen stop berasumsi.)

(kpl/qla)

Rekomendasi

Trending