Ini Komentar Ala Kemal Pahlevi Soal Transaksi PSK Online

Kamis, 16 April 2015 18:15 Penulis: Fitrah Ardiyanti
Ini Komentar Ala Kemal Pahlevi Soal Transaksi PSK Online Ahmad Kemal Pahlevi/©Kapanlagi.com®/Budy Santoso
Kapanlagi.com - Kasus kematian seorang PSK bernama Deudeuh Alfisahrin (26) di kamar kostnya, Sabtu 11 April, memang bikin geger. Deudeuh alias Tata Chubby ini menggunakan kecanggihan teknologi untuk memasarkan dirinya. Ya, bisa dibilang jika Tata adalah wanita panggilan on-line. Lewat akun Twitternya, ia menyebutkan segala informasi tentang dirinya lengkap dengan tarif yang dipatoknya.

Stand up komedian, Ahmad Kemal Pahlevi atau yang akrab disapa Kemal, punya cara unik menyikapi problematika ini. "Ini hampir mirip sama film yang baru gue bikin, YOUTUBERS THE MOVIE. Gue ciptain peribahasa sendiri yang kita tahu ada peribahasa Mulutmu Harimaumu. Nah, kalau di film ini Sosial Media Harimaumu," tuturnya saat ditemui tim Kapanlagi.com® di Pemutaran Teaser COMIC 8: CASINO KINGS, Kemang Village, Jakarta Selatan, Rabu (15/4).

Kemal beranggapan jika dengan semakin berkembangnya teknologi, media sosial seperti pisau bermata dua. Media sosial bisa mendekatkan kita dengan orang-orang yang jauh, tapi juga bisa menjauhkan kita dari orang-orang di sekitar kita. Menurutnya, semua ini bergantung dengan bagaimana kita menyikapi kemajuan teknologi agar tetap balance dengan kehidupan sosial kita.

Kemal Pahlevi kaget dengan kasus yang menimpa Tata Chubby/©Kapanlagi.com®/Budy SantosoKemal Pahlevi kaget dengan kasus yang menimpa Tata Chubby/©Kapanlagi.com®/Budy Santoso

Kemal juga cukup kaget soal Tata yang menawarkan dirinya di akun Twitter. "Ya kaget ternyata perkembangan zaman udah sangat luar biasa. Mungkin gas LPG sebentar lagi juga bakal dijual lewat sosial media," selorohnya.

"Nah, kayak gini nih kasusnya menyalahgunakan Twitter untuk transaksi seperti itu. Karena menurut gue itu sudah penyalahgunaan kalau akibatnya seperti itu ya penggunanya harus terima resiko," tambahnya.

Ia berharap pihak-pihak bersangkutan harus lebih tegas dalam bertindak, "Harusnya Menteri yang berurusan sama sosial media harus lebih bijak soal itu. Ini bisa jadi bumerang buat kita sendiri. Jadi gimana kasih tahu agar orang-orang menfilter anak zaman sekarang dengan keimanan," tandasnya.

(kpl/aal/tch)

Reporter:

Sahal Fadhli


REKOMENDASI
TRENDING