SELEBRITI

Jadi Keluarga Konglomerat, Liliana Tanoesoedibjo: Bukan Uang yang Bikin Kita Bahagia

Sabtu, 30 Maret 2019 15:30 Penulis: Louvina Gita

Liliana Tanoesoedibjo (credit: Kapanlagicom/Bambang E Ros)

Kapanlagi.com - Tentu KLovers akrab dengan nama Liliana Tanoesoedibjo. Baru-baru ini ia muncul dalam vlog milik artis Boy William. Menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia, ternyata Liliana tak melulu memandang penting arti sebuah harta. Itu terungkap saat Boy bertanya, "Gimana rasanya jadi konglomerat family,".

"Materi itu bukan sesuatu yang sangat penting bagi kehidupan kita gitu loh, jadi kita lihat itu justru how we can make something good for the society, jadi apa yang bisa kita berikan kepada society itu yang lebih baik, daripada apa yang kita miliki gitu," tutur perempuan berusia 52 tahun ini.

"Bukan uang yang bikin kita bahagia, ketenangan kita, pada saat kita tenang itu happy, ngejar-ngejar uang terus bisa hectic nanti, nggak penting," sambungnya.

1. Pilih Hary tanoe

Membahas soal kisah cintanya dengan Hary Tanoe, nyatanya mereka bertemu saat Liliana masih berusia remaja. "Saya ketemu bapak Harry itu hampir umur 14 tahun, SMP," terang Liliana.

Yang menarik, keputusan Liliana untuk memilih Hary sebagai pasangannya adalah berkat mengikuti saran ibundanya. "Saat itu beda sama sekarang, sekarang kan kalau pacaran kan nemuin cewek nggak ke rumahnya, kalau jaman dulu nggak, mereka harus datang ke rumah, tiap Sabtu Minggu gitu temen-temen yang datang ke rumah itu banyak banget, salah satunya pak Harry," jelasnya.

"Saat itu mama saya ngeliat kok anak ini sopan, dan mama saya bilang 'If you want to (Kalau kamu mau) pacaran sama anak yang itu (Hary Tanoe) aja sopan anaknya' gitu, jadi I follow my mom," kenang ibu 5 anak itu.

2. Pernah di BAP

Ia juga mengenang salah satu momen tak terlupakan saat harus berurusan dengan pihak kepolisian. "(Hary) pernah berantem di sekolah saya karena saya digangguin saat itu, saya pernah bilang sama bapak (Hary), orang itu gangguin saya kalau pulang, terus tapi pak Harry nggak ngomong apa-apa tiba-tiba disamperin aja sekolahan saya, dicariin nama anak itu, terus tawuran gitu," ceritanya.

"Saya saat itu takut juga, nggak pernah berurusan sama polisi, tiba-tiba dipanggil polisi, di BAP juga sayanya," Liliana menambahkan.

3. Syarat Mantu

Sebagai keluarga konglomerat, ternyata Liliana juga tak mematok standar tinggi bagi para pria yang ingin jadi menantunya. Ia pun menyebutkan beberapa syarat.

"Nggak harus konglomerat, yang pertama juga harus takut juga akan tuhan, yang kedua ya harus cocok sama anak saya, jadi pada prinsipnya itu bukan hanya pendamping saja gitu loh," ucapnya.

"Mau cari pasangan hidup itu harus bisa menjadi kawan sekerjanya gitu, istri tidak boleh tidak mengerti pekerjaan suaminya dan suami tidak boleh meninggal istrinya, maksudnya, yaudah biarin aja istrinya di rumah gitu, silahkan aja istri kerja oke kita sama-sama jadi lebih gimana ya, kerja bareng, understand each other, jadi nggak ada orang ketiga," sambungnya.

4. Mulai 0

Tapi saat Boy menggoda dengan mempertanyakan bagaimana jika semua syarat itu terpenuhi namun tidak bagus secara ekonomi, Liliana punya jawaban sendiri.

"Jadi misalkan cowok itu nggak punya apa-apa, let's say bener-bener 0, tapi dia cinta, dia takut akan tuhan," tanya Boy.

"Ya jangan bener-bener 0 dong, kasihan dong anak saya kalau O, dikasih makan apa nanti anak saya," jawabnya sambil tertawa.

(kpl/lou)

Editor: Louvina Gita


REKOMENDASI
TRENDING