Kangen Band Sumbang RBT Terbesar Tahun 2011

Kamis, 15 Desember 2011 03:50 Penulis: Ahmat Effendi
Kangen Band Sumbang RBT Terbesar Tahun 2011 Kangen Band
Kapanlagi.com - Kangen Band sepertinya tak perlu cemas meski masalah sedang membelit vokalisnya. Pasalnya, Andika cs masih menjadi penyumbang Ring Back Tone (RBT) terbesar pada tahun ini. Seperti diungkapkan Direktur Warner Music Indonesia, Jusak I Sutiono yang menyatakan karya-karya dari Kangen Band masih yang paling laris di tengah ambruknya bisnis RBT.

"Untuk tahun ini, RBT dari Kangen Band masih yang paling besar. Bahkan masih mengalahkan Kotak,'' kata Jusak saat ditemui usai penandatanganan kerja sama Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI) dengan Recording Industry Association of Malaysia (RIM), Rabu (14/12), di Jakarta.

Jusak mengatakan, 12 lagu yang terselip di album JANGAN BERTENGKAR, hampir semuanya menjadi hits di tangga lagu RBT. Sedangkan untuk lagu, ia mengungkapkan, karya dari grup band Kotak dan Angka5a menjadi yang paling laris. Lagu Kotak berjudul Pelan-pelan Saja, sedangkan Angka5a band menyumbangkan lagu Jangan Pernah Selingkuh. ''Lagu-lagunya bisa menembus lebih Rp 1 miliar,'' ujarnya.

Sementara itu sejak terhentinya bisnis RBT pada Oktober silam, Jusak mengaku, industri rekaman musik di Indonesia mengalami penurunan pemasukan yang signifikan.

Sebelum Oktober, ia mengaku, persentase sumbangan pemasukan dari bisnis RBT bisa mencapai 90 persen. ''Tapi sejak Oktober sampai Desember ini tak sampai 10 persen. Angkanya juga tak mungkin mencapai Rp 500 miliar yang sempat kita proyeksikan di awal tahun,'' katanya.

Terkait mengangkat pemasukan bagi industri rekaman, Jusak menilai, kerja sama dengan RIM diharapkan menjadi solusi. Dalam kerja sama ini, AS Industri Rekaman Indonesia (Asirindo) akan berperan untuk mengelola dan membantu para pemilik usaha untuk mendapatkan ijin hak memperbanyak melalui satu pintu.

''Selain itu, kerja sama ini dilakukan juga untuk mengembangkan sistem lisensi di Indonesia,'' kata Jusak yang menjadi direktur Asirindo ini.  

(kpl/adt/sjw)

Editor:

Ahmat Effendi


REKOMENDASI
TRENDING